Lompat ke isi

Jarak kehamilan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27635037; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Jarak kehamilan''' adalah penentuan waktu hamil pertama dengan waktu berikutnya ( Depkes RI 2000). BKKBN mendukung rekomendasi dari [[Organisasi Kesehatan Dunia|WHO]] tentang jarak kehamilan yaitu 33 bulan.
'''Jarak kehamilan''' adalah penentuan waktu hamil pertama dengan waktu berikutnya ( Depkes RI 2000).<ref>[https://skata.info/article/detail/1446/ini-jarak-kehamilan-ideal-agar-tak-kewalahan-mengurus-anak Ini Jarak Kehamilan Ideal agar Tak Kewalahan Mengurus Anak]. ''skata.info''.</ref> BKKBN mendukung rekomendasi dari [[Organisasi Kesehatan Dunia|WHO]] tentang jarak kehamilan yaitu 33 bulan.<ref>Tim. [https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191004145246-255-436770/jarak-ideal-antara-kelahiran-anak-pertama-dan-kedua Jarak Ideal Antara Kelahiran Anak Pertama dan Kedua]. ''gaya hidup''.</ref>


== Jarak kehamilan Ideal ==
== Jarak kehamilan Ideal ==
Menurut Badan Kependudukan  dan Keluarga Berencana Nasional [[Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional|(BKKBN)]] jarak kehamilan ideal adalah 24 bulan. Jarak kehamilan
Menurut Badan Kependudukan  dan Keluarga Berencana Nasional [[Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional|(BKKBN)]] jarak kehamilan ideal adalah 24 bulan. Jarak kehamilan


dibawah 12 bulan bisa menyebabkan risiko mengelupasnya [[plasenta]]  dari dinding [[rahim]] sebelum terjadi [[kelahiran]].
dibawah 12 bulan bisa menyebabkan risiko mengelupasnya [[plasenta]]  dari dinding [[rahim]] sebelum terjadi [[kelahiran]].<ref>[https://kampungkb.bkkbn.go.id/kampung/12116/intervensi/195582/sosialisasi-pentingnya-mengatur-jarak-kehamilan Sosialisasi Pentingnya mengatur jarak kehamilan]. ''BKKBN''. 2019-05-10.</ref>


== Manfaat Mengatur Kehamilan ==
== Manfaat Mengatur Kehamilan ==
Mengatur jarak kehamilan memiliki banyak manfaat bagi ibu dan anak. Ibu bisa memulihkan kondisi fisik dan psikisnya setelah melahirkan. Jarak kelahiran anak yang tidak terlalu dekat dengan adiknya akan membuat anak mendapatkan kasih sayang, perhatian dan [[gizi]] yang cukup.
Mengatur jarak kehamilan memiliki banyak manfaat bagi ibu dan anak. Ibu bisa memulihkan kondisi fisik dan psikisnya setelah melahirkan. Jarak kelahiran anak yang tidak terlalu dekat dengan adiknya akan membuat anak mendapatkan kasih sayang, perhatian dan [[gizi]] yang cukup.<ref>[https://skata.info/article/detail/1446/ini-jarak-kehamilan-ideal-agar-tak-kewalahan-mengurus-anak Ini Jarak Kehamilan Ideal agar Tak Kewalahan Mengurus Anak]. ''skata.info''.</ref>


== Risiko Jarak Kehamilan Dekat ==
== Risiko Jarak Kehamilan Dekat ==
Jarak kehamilan dekat memiliki banyak risiko bagi ibu dan anak. Ibu yang terlalu dekat jarak kehamilannya dapat menyebabkan plasenta terlepas dari rahim. Plasenta merupakan organ reproduksi yang berfungsi menyalurkan makanan dari ibu ke bayi. Lepasnya plasenta sebelum bayi dilahirkan bisa menyebabkan calon bayi mengalami kematian. Risiko lainya yaitu terjadinya [[plasenta previa]]. Plasenta previa merupakan kondisi plasenta menutupi [[serviks]]. Serviks yang tertutup, berbahaya bagi bayi dan sang ibu, jika terjadi pendarahaan di saat haml tua. Risiko pada bayi adalah bayi bisa terlahir prematur, terlahir dengan berat badan rendah atau terlahir dengan ukuran terlalu kecil yang tidak sesuai dengan usia kehamilan. Risiko lainnya bayi lahir [[Stunticon|stuntig]] karena ibu mengalami  [[Anemia defisiensi besi|anemi defisiensi besi]].  Menurut  sebuah penelitian anak kedua akan terlahir autis dan stunting jika terlalu dekat jarak kelahirannya dengan anak pertama.
Jarak kehamilan dekat memiliki banyak risiko bagi ibu dan anak. Ibu yang terlalu dekat jarak kehamilannya dapat menyebabkan plasenta terlepas dari rahim. Plasenta merupakan organ reproduksi yang berfungsi menyalurkan makanan dari ibu ke bayi. Lepasnya plasenta sebelum bayi dilahirkan bisa menyebabkan calon bayi mengalami kematian. Risiko lainya yaitu terjadinya [[plasenta previa]]. Plasenta previa merupakan kondisi plasenta menutupi [[serviks]]. Serviks yang tertutup, berbahaya bagi bayi dan sang ibu, jika terjadi pendarahaan di saat haml tua. Risiko pada bayi adalah bayi bisa terlahir prematur, terlahir dengan berat badan rendah atau terlahir dengan ukuran terlalu kecil yang tidak sesuai dengan usia kehamilan. Risiko lainnya bayi lahir [[Stunticon|stuntig]] karena ibu mengalami  [[Anemia defisiensi besi|anemi defisiensi besi]].<ref>[https://skata.info/article/detail/1446/ini-jarak-kehamilan-ideal-agar-tak-kewalahan-mengurus-anak Ini Jarak Kehamilan Ideal agar Tak Kewalahan Mengurus Anak]. ''skata.info''.</ref> Menurut  sebuah penelitian anak kedua akan terlahir autis dan stunting jika terlalu dekat jarak kelahirannya dengan anak pertama.<ref>Tim. [https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191004145246-255-436770/jarak-ideal-antara-kelahiran-anak-pertama-dan-kedua Jarak Ideal Antara Kelahiran Anak Pertama dan Kedua]. ''gaya hidup''.</ref>


== Perlukah Mengatur Jarak Kehamilan Di Usia 35 Tahun ==
== Perlukah Mengatur Jarak Kehamilan Di Usia 35 Tahun ==
Baris 16: Baris 16:


== Jarak Kehamilan Terlalu Jauh ==
== Jarak Kehamilan Terlalu Jauh ==
Jarak kehamilan terlalu jauh memiliki risiko yang hampir sama dengan jarak kehamilan terlalu dekat. Risiko tersebut diantaranya terjadi [[Pre-eklampsia|preeklampisia]] yang menyebabkan bayi dan ibu terancam kematian. Risiko lainnya bayi terlahir prematur, berat badan rendah dan ukuran yang tidak sesuai dengan usia kehamilan.
Jarak kehamilan terlalu jauh memiliki risiko yang hampir sama dengan jarak kehamilan terlalu dekat. Risiko tersebut diantaranya terjadi [[Pre-eklampsia|preeklampisia]] yang menyebabkan bayi dan ibu terancam kematian. Risiko lainnya bayi terlahir prematur, berat badan rendah dan ukuran yang tidak sesuai dengan usia kehamilan.<ref>[https://skata.info/article/detail/1446/ini-jarak-kehamilan-ideal-agar-tak-kewalahan-mengurus-anak Ini Jarak Kehamilan Ideal agar Tak Kewalahan Mengurus Anak]. ''skata.info''.</ref>


== Cara Mengatur Jarak Kehamilan ==
== Cara Mengatur Jarak Kehamilan ==
Mengatur jarak kehamilan agar tidak terlalu dekat atau terlalu jauh perlu direncanakan dengan baik. Adapun cara mengatur jarak kehamilan bisa dilakukan dengan mengikuti program keluarga berecana (KB). Cara lainnya adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi atau menggunakan pengaman ketika melakukan hubungan suami istri.
Mengatur jarak kehamilan agar tidak terlalu dekat atau terlalu jauh perlu direncanakan dengan baik. Adapun cara mengatur jarak kehamilan bisa dilakukan dengan mengikuti program keluarga berecana (KB). Cara lainnya adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi atau menggunakan pengaman ketika melakukan hubungan suami istri.<ref>Tim. [https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191004145246-255-436770/jarak-ideal-antara-kelahiran-anak-pertama-dan-kedua Jarak Ideal Antara Kelahiran Anak Pertama dan Kedua]. ''gaya hidup''.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jarak+kehamilan&oldid=27635037 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27635037 (2025-08-04T13:49:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jarak+kehamilan&oldid=27635037 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27635037 (2025-08-04T13:49:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 15.07

Jarak kehamilan adalah penentuan waktu hamil pertama dengan waktu berikutnya ( Depkes RI 2000).[1] BKKBN mendukung rekomendasi dari WHO tentang jarak kehamilan yaitu 33 bulan.[2]

Jarak kehamilan Ideal

Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) jarak kehamilan ideal adalah 24 bulan. Jarak kehamilan

dibawah 12 bulan bisa menyebabkan risiko mengelupasnya plasenta dari dinding rahim sebelum terjadi kelahiran.[3]

Manfaat Mengatur Kehamilan

Mengatur jarak kehamilan memiliki banyak manfaat bagi ibu dan anak. Ibu bisa memulihkan kondisi fisik dan psikisnya setelah melahirkan. Jarak kelahiran anak yang tidak terlalu dekat dengan adiknya akan membuat anak mendapatkan kasih sayang, perhatian dan gizi yang cukup.[4]

Risiko Jarak Kehamilan Dekat

Jarak kehamilan dekat memiliki banyak risiko bagi ibu dan anak. Ibu yang terlalu dekat jarak kehamilannya dapat menyebabkan plasenta terlepas dari rahim. Plasenta merupakan organ reproduksi yang berfungsi menyalurkan makanan dari ibu ke bayi. Lepasnya plasenta sebelum bayi dilahirkan bisa menyebabkan calon bayi mengalami kematian. Risiko lainya yaitu terjadinya plasenta previa. Plasenta previa merupakan kondisi plasenta menutupi serviks. Serviks yang tertutup, berbahaya bagi bayi dan sang ibu, jika terjadi pendarahaan di saat haml tua. Risiko pada bayi adalah bayi bisa terlahir prematur, terlahir dengan berat badan rendah atau terlahir dengan ukuran terlalu kecil yang tidak sesuai dengan usia kehamilan. Risiko lainnya bayi lahir stuntig karena ibu mengalami anemi defisiensi besi.[5] Menurut sebuah penelitian anak kedua akan terlahir autis dan stunting jika terlalu dekat jarak kelahirannya dengan anak pertama.[6]

Perlukah Mengatur Jarak Kehamilan Di Usia 35 Tahun

Bagi wanita usia 35 tahun yang baru pertama kali hamil, disarankan tidak mengikuti jarak kehamilan ideal. Wanita yang hamil di usia 35 tahuan memiliki risiko tinggi. Wanita hamil usia 35 tahuan yang berencana memiliki lebih dari satu anak, maka jarak antara anak pertama dan kedua bisa 1 tahun.

Jarak Kehamilan Terlalu Jauh

Jarak kehamilan terlalu jauh memiliki risiko yang hampir sama dengan jarak kehamilan terlalu dekat. Risiko tersebut diantaranya terjadi preeklampisia yang menyebabkan bayi dan ibu terancam kematian. Risiko lainnya bayi terlahir prematur, berat badan rendah dan ukuran yang tidak sesuai dengan usia kehamilan.[7]

Cara Mengatur Jarak Kehamilan

Mengatur jarak kehamilan agar tidak terlalu dekat atau terlalu jauh perlu direncanakan dengan baik. Adapun cara mengatur jarak kehamilan bisa dilakukan dengan mengikuti program keluarga berecana (KB). Cara lainnya adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi atau menggunakan pengaman ketika melakukan hubungan suami istri.[8]

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27635037 (2025-08-04T13:49:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.