Metrik sains: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29380653; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Metrik sains''' () adalah studi tentang pengukuran dan analisis [[Ilmu|ilmu pengetahuan]], teknologi dan inovasi. Masalah pokok penelitiannya meliputi pengukuran dampak, rangkaian referensi artikel untuk menyelidiki dampak dari jurnal dan lembaga, pemahaman terhadap kutipan ilmiah, pemetaan bidang ilmiah dan pembuatan indikator untuk digunakan dalam konteks kebijakan dan manajemen. Dalam praktiknya, ada hal yang tumpang tindih antara metrik sains dan bidang keilmuan lainnya seperti metrik pustaka (bibliometrics), sistem informasi, [[ilmu informasi]] dan ilmu tentang kebijakan sains. | '''Metrik sains''' () adalah studi tentang pengukuran dan analisis [[Ilmu|ilmu pengetahuan]], teknologi dan inovasi. Masalah pokok penelitiannya meliputi pengukuran dampak, rangkaian referensi artikel untuk menyelidiki dampak dari jurnal dan lembaga, pemahaman terhadap kutipan ilmiah, pemetaan bidang ilmiah dan pembuatan indikator untuk digunakan dalam konteks kebijakan dan manajemen.<ref>Leydesdorff, L. and Milojevic, S., "Scientometrics" arXiv:1208.4566 (2013), forthcoming in: Lynch, M. (editor), ''International Encyclopedia of Social and Behavioral Sciences'' subsection 85030. (2015)</ref> Dalam praktiknya, ada hal yang tumpang tindih antara metrik sains dan bidang keilmuan lainnya seperti metrik pustaka (bibliometrics), sistem informasi, [[ilmu informasi]] dan ilmu tentang kebijakan sains. | ||
== Sejarah perkembangan == | == Sejarah perkembangan == | ||
Metrik sains modern sebagian besar mengacu pada karya Derek J. de Solla Price dan Eugene Garfield. Garfield membuat [[Science Citation Index Expanded|Science Citation Index]] dan membangun Institute for Scientific Information yang banyak menggunakan analisis metrik sains. Sebuah jurnal yang khusus didekasikan untuk itu, ''Scientometrics'', diterbitkan pada tahun 1978. Industrialisasi sains meningkatkan jumlah publikasi dan karya ilmiah, dan penggunaan komputer memungkinkan [[analisis data]] metrik semakin efektif. Jika [[sosiologi]] sains menitikberatkan pada perilaku ilmuan, maka metrik sains ini berfokus pada analisis publikasi. Oleh karena itu, metrik sains juga dianggap sebagai studi empiris dan ilmiah atas sains dan luarannya. | Metrik sains modern sebagian besar mengacu pada karya Derek J. de Solla Price dan Eugene Garfield. Garfield membuat [[Science Citation Index Expanded|Science Citation Index]] dan membangun Institute for Scientific Information yang banyak menggunakan analisis metrik sains. Sebuah jurnal yang khusus didekasikan untuk itu, ''Scientometrics'', diterbitkan pada tahun 1978. Industrialisasi sains meningkatkan jumlah publikasi dan karya ilmiah, dan penggunaan komputer memungkinkan [[analisis data]] metrik semakin efektif.<ref>De Solla Price, D., ''editorial statement''. '''Scientometrics''' Volume 1, Issue 1 (1978)</ref> Jika [[sosiologi]] sains menitikberatkan pada perilaku ilmuan, maka metrik sains ini berfokus pada analisis publikasi. Oleh karena itu, metrik sains juga dianggap sebagai studi empiris dan ilmiah atas sains dan luarannya.<ref>Paul Benjamin Lowry. ''Global journal prestige and supporting disciplines: A scientometric study of information systems journals''. ''Journal of the Association for Information Systems''. 2004. Vol. 5 (2). hlm. 29–80.</ref><ref>Lowry, Paul Benjamin; Moody, Gregory D.; Gaskin, James; Galletta, Dennis F.; Humpherys, Sean; Barlow, Jordan B.; and Wilson, David W. (2013). "[http://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=2186798 Evaluating journal quality and the Association for Information Systems (AIS) Senior Scholars’ journal basket via bibliometric measures: Do expert journal assessments add value?]," MIS Quarterly (MISQ), vol. 37(4), 993–1012. Also, see YouTube video narrative of this paper at: https://www.youtube.com/watch?v=LZQIDkA-ke0&feature=youtu.be.</ref> | ||
Kemudian di awal pergantian abad, evaluasi dan ranking ilmuwan dan perguruan tinggi menjadi perhatian. Berdasarkan analisis metrik pustaka (bibliometric) publikasi ilmiah dan sitasi, terbitlah [[Peringkat Akademis Universitas Dunia]] ("Shanghai ranking") pada tahun 2004 oleh [[Universitas Jiao Tong Shanghai]]. Faktor dampak (impact factor) kemudian menjadi instrumen penting dalam memilih berbagai jurnal dan menentukan ranking seperti pada Academic Ranking of World Universities, kemudian Times Higher Education World University Rankings (THE-ranking) menjadi indikator utama dalam menentukan status perguruan tinggi. [[Indeks-h]] menjadi indikator utama produktivitas dan dampak karya seorang ilmuwan. Meskipun demikian, indikatro-indikator alternatif di level penulis telah diajukan (lihat contoh). | Kemudian di awal pergantian abad, evaluasi dan ranking ilmuwan dan perguruan tinggi menjadi perhatian. Berdasarkan analisis metrik pustaka (bibliometric) publikasi ilmiah dan sitasi, terbitlah [[Peringkat Akademis Universitas Dunia]] ("Shanghai ranking") pada tahun 2004 oleh [[Universitas Jiao Tong Shanghai]].<ref>[https://www.shanghairanking.com/rankings/arwu/2023 ShanghaiRanking's Academic Ranking of World Universities]. ''www.shanghairanking.com''.</ref> Faktor dampak (impact factor) kemudian menjadi instrumen penting dalam memilih berbagai jurnal dan menentukan ranking seperti pada Academic Ranking of World Universities, kemudian Times Higher Education World University Rankings (THE-ranking) menjadi indikator utama dalam menentukan status perguruan tinggi. [[Indeks-h]] menjadi indikator utama produktivitas dan dampak karya seorang ilmuwan. Meskipun demikian, indikatro-indikator alternatif di level penulis telah diajukan (lihat contoh<ref>Belikov, A.V. ''A citation-based, author- and age-normalized, logarithmic index for evaluation of individual researchers independently of publication counts''. ''F1000Research''. 2015. Vol. 4. hlm. 884. doi:10.12688/f1000research.7070.1.</ref>). | ||
Dalam waktu yang kurang lebih bersamaan, minat pemerintah dalam mengevaliuasi riset untuk tujuan pengukuran dampak pendanaan sains meningkat. Sejak investasi di bidang riset ilmiah menjadi bagian dari American Recovery and Reinvestment Act of 2009 (ARRA), paket stimulus ekonomis, program seperti STAR METRICS dibuat untuk mengukur apakah dampak positif terhadap ekonomi benar-benar akan terjadi. | Dalam waktu yang kurang lebih bersamaan, minat pemerintah dalam mengevaliuasi riset untuk tujuan pengukuran dampak pendanaan sains meningkat. Sejak investasi di bidang riset ilmiah menjadi bagian dari American Recovery and Reinvestment Act of 2009 (ARRA), paket stimulus ekonomis, program seperti STAR METRICS dibuat untuk mengukur apakah dampak positif terhadap ekonomi benar-benar akan terjadi.<ref>J Lane. ''Assessing the Impact of Science Funding''. ''Science''. 2009. Vol. 324.</ref> | ||
== Metode == | == Metode == | ||
Metode penelitian yang digunakan meliputi pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan komputasi. Fokus utama studi seputar perbandingan produktivitas institusi ranking institusi, ranking jurnal, menentukan standar produktivitas dan kepangkatan dosen, mengukur pengaruh artikel ilmiah yang hebat, dan mengembangkan profil penulis dan institusi yang hebat dalam hal kinerja riset. | Metode penelitian yang digunakan meliputi pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan komputasi. Fokus utama studi seputar perbandingan produktivitas institusi ranking institusi, ranking jurnal,<ref>Paul Benjamin Lowry. ''A scientometric study of the perceived quality of business and technical communication journals''. ''IEEE Transactions on Professional Communication''. 2007. Vol. 50 (4). hlm. 352–378. doi:10.1109/TPC.2007.908733.</ref> menentukan standar produktivitas dan kepangkatan dosen,<ref>Douglas L Dean. ''Profiling the research productivity of tenured information systems faculty at U.S. institutions''. ''MIS Quarterly''. 2011. Vol. 35 (1). hlm. 1–15.</ref> mengukur pengaruh artikel ilmiah yang hebat,<ref>Gilbert G. Karuga. ''Assessing the impact of premier information systems research over time''. ''Communications of the Association for Information Systems''. 2007. Vol. 19 (7). hlm. 115–131.</ref> dan mengembangkan profil penulis dan institusi yang hebat dalam hal kinerja riset.<ref>Paul Benjamin Lowry. ''Assessing leading institutions, faculty, and articles in premier information systems research journals''. ''Communications of the Association for Information Systems''. 2007. Vol. 20 (16). hlm. 142–203.</ref> | ||
Salah satu temuan signifikan dalam bidang ini adalah prinsip eskalasi biaya yang memengaruhi hasil temuan berikutnya berdasarkan tingkat prioritas yang berkembang secara eksponensial lebih mahal dalam hal usaha dan sumber daya. Akan tetapi, metode algoritma baru di bidang pencarian, [[Pemelajaran mesin|machine learning]] dan [[Penggalian data|data mining]] menunjukkan hal tersebut tidak demikian pada masalah penelusuran informasi dan persoalan-persoalan yang berbasis ekstraksi. Bidang-bidang terkait adalah sejarah sains dan teknologi, [[Filsafat ilmu|philosophy of science]] and [[Sociology of scientific knowledge|sosiologi pengetahuan ilmiah]]. | Salah satu temuan signifikan dalam bidang ini adalah prinsip eskalasi biaya yang memengaruhi hasil temuan berikutnya berdasarkan tingkat prioritas yang berkembang secara eksponensial lebih mahal dalam hal usaha dan sumber daya. Akan tetapi, metode algoritma baru di bidang pencarian, [[Pemelajaran mesin|machine learning]] dan [[Penggalian data|data mining]] menunjukkan hal tersebut tidak demikian pada masalah penelusuran informasi dan persoalan-persoalan yang berbasis ekstraksi. Bidang-bidang terkait adalah sejarah sains dan teknologi, [[Filsafat ilmu|philosophy of science]] and [[Sociology of scientific knowledge|sosiologi pengetahuan ilmiah]]. | ||
Jurnal yang terkait bidang ini antara lain ''Scientometrics, Journal of the American Society for Information Science and Technology'', and ''Journal of Informetrics''. The International Society for Scientometrics and Informetrics didirikan tahun 1993 merupakan asosiasi profesuional di bidang ini. | Jurnal yang terkait bidang ini antara lain ''Scientometrics, Journal of the American Society for Information Science and Technology'', and ''Journal of Informetrics''.<ref>[http://www.journals.elsevier.com/journal-of-informetrics/ Journal of Informetrics].</ref> The International Society for Scientometrics and Informetrics didirikan tahun 1993 merupakan asosiasi profesuional di bidang ini. | ||
== Referensi dan catatan kaki == | == Referensi dan catatan kaki == | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Metrik+sains&oldid=29380653 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29380653 (2026-06-23T15:54:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Metrik+sains&oldid=29380653 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29380653 (2026-06-23T15:54:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 14.01
Metrik sains () adalah studi tentang pengukuran dan analisis ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi. Masalah pokok penelitiannya meliputi pengukuran dampak, rangkaian referensi artikel untuk menyelidiki dampak dari jurnal dan lembaga, pemahaman terhadap kutipan ilmiah, pemetaan bidang ilmiah dan pembuatan indikator untuk digunakan dalam konteks kebijakan dan manajemen.[1] Dalam praktiknya, ada hal yang tumpang tindih antara metrik sains dan bidang keilmuan lainnya seperti metrik pustaka (bibliometrics), sistem informasi, ilmu informasi dan ilmu tentang kebijakan sains.
Sejarah perkembangan
Metrik sains modern sebagian besar mengacu pada karya Derek J. de Solla Price dan Eugene Garfield. Garfield membuat Science Citation Index dan membangun Institute for Scientific Information yang banyak menggunakan analisis metrik sains. Sebuah jurnal yang khusus didekasikan untuk itu, Scientometrics, diterbitkan pada tahun 1978. Industrialisasi sains meningkatkan jumlah publikasi dan karya ilmiah, dan penggunaan komputer memungkinkan analisis data metrik semakin efektif.[2] Jika sosiologi sains menitikberatkan pada perilaku ilmuan, maka metrik sains ini berfokus pada analisis publikasi. Oleh karena itu, metrik sains juga dianggap sebagai studi empiris dan ilmiah atas sains dan luarannya.[3][4]
Kemudian di awal pergantian abad, evaluasi dan ranking ilmuwan dan perguruan tinggi menjadi perhatian. Berdasarkan analisis metrik pustaka (bibliometric) publikasi ilmiah dan sitasi, terbitlah Peringkat Akademis Universitas Dunia ("Shanghai ranking") pada tahun 2004 oleh Universitas Jiao Tong Shanghai.[5] Faktor dampak (impact factor) kemudian menjadi instrumen penting dalam memilih berbagai jurnal dan menentukan ranking seperti pada Academic Ranking of World Universities, kemudian Times Higher Education World University Rankings (THE-ranking) menjadi indikator utama dalam menentukan status perguruan tinggi. Indeks-h menjadi indikator utama produktivitas dan dampak karya seorang ilmuwan. Meskipun demikian, indikatro-indikator alternatif di level penulis telah diajukan (lihat contoh[6]).
Dalam waktu yang kurang lebih bersamaan, minat pemerintah dalam mengevaliuasi riset untuk tujuan pengukuran dampak pendanaan sains meningkat. Sejak investasi di bidang riset ilmiah menjadi bagian dari American Recovery and Reinvestment Act of 2009 (ARRA), paket stimulus ekonomis, program seperti STAR METRICS dibuat untuk mengukur apakah dampak positif terhadap ekonomi benar-benar akan terjadi.[7]
Metode
Metode penelitian yang digunakan meliputi pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan komputasi. Fokus utama studi seputar perbandingan produktivitas institusi ranking institusi, ranking jurnal,[8] menentukan standar produktivitas dan kepangkatan dosen,[9] mengukur pengaruh artikel ilmiah yang hebat,[10] dan mengembangkan profil penulis dan institusi yang hebat dalam hal kinerja riset.[11]
Salah satu temuan signifikan dalam bidang ini adalah prinsip eskalasi biaya yang memengaruhi hasil temuan berikutnya berdasarkan tingkat prioritas yang berkembang secara eksponensial lebih mahal dalam hal usaha dan sumber daya. Akan tetapi, metode algoritma baru di bidang pencarian, machine learning dan data mining menunjukkan hal tersebut tidak demikian pada masalah penelusuran informasi dan persoalan-persoalan yang berbasis ekstraksi. Bidang-bidang terkait adalah sejarah sains dan teknologi, philosophy of science and sosiologi pengetahuan ilmiah.
Jurnal yang terkait bidang ini antara lain Scientometrics, Journal of the American Society for Information Science and Technology, and Journal of Informetrics.[12] The International Society for Scientometrics and Informetrics didirikan tahun 1993 merupakan asosiasi profesuional di bidang ini.
Referensi dan catatan kaki
Referensi
- ↑ Leydesdorff, L. and Milojevic, S., "Scientometrics" arXiv:1208.4566 (2013), forthcoming in: Lynch, M. (editor), International Encyclopedia of Social and Behavioral Sciences subsection 85030. (2015)
- ↑ De Solla Price, D., editorial statement. Scientometrics Volume 1, Issue 1 (1978)
- ↑ Paul Benjamin Lowry. Global journal prestige and supporting disciplines: A scientometric study of information systems journals. Journal of the Association for Information Systems. 2004. Vol. 5 (2). hlm. 29–80.
- ↑ Lowry, Paul Benjamin; Moody, Gregory D.; Gaskin, James; Galletta, Dennis F.; Humpherys, Sean; Barlow, Jordan B.; and Wilson, David W. (2013). "Evaluating journal quality and the Association for Information Systems (AIS) Senior Scholars’ journal basket via bibliometric measures: Do expert journal assessments add value?," MIS Quarterly (MISQ), vol. 37(4), 993–1012. Also, see YouTube video narrative of this paper at: https://www.youtube.com/watch?v=LZQIDkA-ke0&feature=youtu.be.
- ↑ ShanghaiRanking's Academic Ranking of World Universities. www.shanghairanking.com.
- ↑ Belikov, A.V. A citation-based, author- and age-normalized, logarithmic index for evaluation of individual researchers independently of publication counts. F1000Research. 2015. Vol. 4. hlm. 884. doi:10.12688/f1000research.7070.1.
- ↑ J Lane. Assessing the Impact of Science Funding. Science. 2009. Vol. 324.
- ↑ Paul Benjamin Lowry. A scientometric study of the perceived quality of business and technical communication journals. IEEE Transactions on Professional Communication. 2007. Vol. 50 (4). hlm. 352–378. doi:10.1109/TPC.2007.908733.
- ↑ Douglas L Dean. Profiling the research productivity of tenured information systems faculty at U.S. institutions. MIS Quarterly. 2011. Vol. 35 (1). hlm. 1–15.
- ↑ Gilbert G. Karuga. Assessing the impact of premier information systems research over time. Communications of the Association for Information Systems. 2007. Vol. 19 (7). hlm. 115–131.
- ↑ Paul Benjamin Lowry. Assessing leading institutions, faculty, and articles in premier information systems research journals. Communications of the Association for Information Systems. 2007. Vol. 20 (16). hlm. 142–203.
- ↑ Journal of Informetrics.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29380653 (2026-06-23T15:54:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.