Lompat ke isi

Kimia lingkungan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27952361; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Kimia lingkungan''' adalah studi ilmiah terhadap fenomena [[kimia]] dan [[biokimia]] yang terjadi di [[alam]]. Bidang ilmu ini dapat didefinisikan sebagai studi terhadap sumber, reaksi, transpor, efek, dan nasib zat kimia di lingkungan [[udara]], [[tanah]], dan [[air]]; serta efek aktivitas manusia terhadapnya. Kimia lingkungan adalah ilmu antardisiplin yang memasukkan ilmu [[kimia atmosfer]], [[kimia akuatik|akuatik]], dan [[kimia tanah|tanah]], dan juga sangat bergantung dengan [[kimia analitik]], [[ilmu lingkungan]], dan bidang-bidang ilmu lainnya.
'''Kimia lingkungan''' adalah studi ilmiah terhadap fenomena [[kimia]] dan [[biokimia]] yang terjadi di [[alam]]. Bidang ilmu ini dapat didefinisikan sebagai studi terhadap sumber, reaksi, transpor, efek, dan nasib zat kimia di lingkungan [[udara]], [[tanah]], dan [[air]]; serta efek aktivitas manusia terhadapnya. Kimia lingkungan adalah ilmu antardisiplin yang memasukkan ilmu [[kimia atmosfer]], [[kimia akuatik|akuatik]], dan [[kimia tanah|tanah]], dan juga sangat bergantung dengan [[kimia analitik]], [[ilmu lingkungan]], dan bidang-bidang ilmu lainnya.<ref>[https://www.encyclopedia.com/environment/encyclopedias-almanacs-transcripts-and-maps/environmental-chemistry Environmental Chemistry Encyclopedia.com]. ''www.encyclopedia.com''.</ref>


Kimia lingkungan pertama kali mempelajari bagaimana cara kerja [[lingkungan]] yang tak terkontaminasi, [[zat kimia]] apa dan berapa konsentrasi yang ada secara alami, dan apa efeknya. Tanpa hal ini, mustahil untuk mempelajari secara akurat efek manusia terhadap lingkungan dengan pelepasan zat kimia.
Kimia lingkungan pertama kali mempelajari bagaimana cara kerja [[lingkungan]] yang tak terkontaminasi, [[zat kimia]] apa dan berapa konsentrasi yang ada secara alami, dan apa efeknya. Tanpa hal ini, mustahil untuk mempelajari secara akurat efek manusia terhadap lingkungan dengan pelepasan zat kimia.


== Latar belakang  ==
== Latar belakang  ==
Selama tahun 1950 hingga 1960-an, sektor industri, pertanian, maupun rumah tangga mulai menggunakan bahan-bahan kimia dalam jumlah besar, termasuk penggunaan [[pestisida]], produk pembersih, karet sintesis, [[poliester]], [[Detergen|deterjen]], dan bahan kimia lainnya. Ketika itu muncul ilmu kimia lingkungan yang mempelajari bagaimana bahan-bahan kimia tersebut dapat memengaruhi kualitas udara, air, maupun tanah.
Selama tahun 1950 hingga 1960-an, sektor industri, pertanian, maupun rumah tangga mulai menggunakan bahan-bahan kimia dalam jumlah besar, termasuk penggunaan [[pestisida]], produk pembersih, karet sintesis, [[poliester]], [[Detergen|deterjen]], dan bahan kimia lainnya. Ketika itu muncul ilmu kimia lingkungan yang mempelajari bagaimana bahan-bahan kimia tersebut dapat memengaruhi kualitas udara, air, maupun tanah.<ref>[https://ballotpedia.org/Environmental_chemistry Environmental chemistry]. ''Ballotpedia''.</ref>


Pada tahun 1970-an para ahli kimia lingkungan mulai mempelajari tentang efek [[klorofluorokarbon]] terhadap lapisan ozon stratosfer. Klorofluorokarbon atau [[CFC]] tersebut terdiri dari [[senyawa kimia]] yaitu [[Klorin|klor]], [[Fluorin|fluor]], dan [[karbon]] yang dapat berasal dari produk jadi seperti [[Penyejuk udara|AC]], [[kulkas]], dan lain-lain. Kemudian sejak 1 Januari 1989 berdasarkan [[Protokol Montreal]] yang telah diratifikasi oleh 196 negara penggunaan dan produksi industri CFC dilarang karena memiliki dampat buruk terhadap penipisan [[lapisan ozon]].
Pada tahun 1970-an para ahli kimia lingkungan mulai mempelajari tentang efek [[klorofluorokarbon]] terhadap lapisan ozon stratosfer. Klorofluorokarbon atau [[CFC]] tersebut terdiri dari [[senyawa kimia]] yaitu [[Klorin|klor]], [[Fluorin|fluor]], dan [[karbon]] yang dapat berasal dari produk jadi seperti [[Penyejuk udara|AC]], [[kulkas]], dan lain-lain.<ref>[https://sciencing.com/sources-cfcs-8405334.html What Are the Sources of CFCs?]. ''Sciencing''.</ref><ref>NOAA US Department of Commerce. [https://www.esrl.noaa.gov/gmd/hats/publictn/elkins/cfcs.html NOAA Global Monitoring Laboratory - Halocarbons and other Atmospheric Trace Species]. ''www.esrl.noaa.gov''.</ref> Kemudian sejak 1 Januari 1989 berdasarkan [[Protokol Montreal]] yang telah diratifikasi oleh 196 negara penggunaan dan produksi industri CFC dilarang karena memiliki dampat buruk terhadap penipisan [[lapisan ozon]].<ref>Matt McGrath. [https://www.bbc.com/news/science-environment-37665529 Deal reached on HFC greenhouse gases]. ''BBC News''. 2016-10-15.</ref>


Sejak tahun 1970-an, kimia lingkungan mulai berkembang dan mencakup bidang studi senyawa kimia air, tanah, sistem biologis, dan bidang ilmu terkait lainnya.
Sejak tahun 1970-an, kimia lingkungan mulai berkembang dan mencakup bidang studi senyawa kimia air, tanah, sistem biologis, dan bidang ilmu terkait lainnya.


== Kontaminasi dan polusi ==
== Kontaminasi dan polusi ==
Kontaminasi dan pencemaran sama-sama mengacu pada keberadaan bahan kimia di lingkungan, tetapi sebenarnya dua hal tersebut memiliki perbedaan. Kontaminasi terjadi ketika ada satu atau lebih bahan kimia yang memiliki konsentrasi yang lebih tinggi dari biasanya di lingkungan sekitarnya, tetapi hal tersebut tidak menyebabkan kerusakan yang parah terhadap biologis atau ekologis.<ref>Robert P. Donovan. [https://books.google.co.id/books?id=BW3eae3e9eQC&pg=PA1&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false Contamination-Free Manufacturing for Semiconductors and Other Precision Products]. CRC Press. 2001-03-14. hlm. 1-3. ISBN 978-0-8247-0380-6.</ref><ref>Matts Ramstorp. [https://books.google.co.id/books?id=Hdk_KCSYdVIC&pg=PA20&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false Introduction to Contamination Control and Cleanroom Technology]. John Wiley & Sons. 2008-07-11. hlm. 20-26. ISBN 978-3-527-61313-7.</ref> Sedangkan, pencemaran terjadi apabila bahan-bahan kimia memiliki konsentrasi yang tinggi sehingga dapat menyebabkan kerusakan organisme di lingkungan sekitarnya. Pencemaran tersebut dapat menyebabkan toksisitas dan perubahan [[ekologi]], tetapi kontaminasi tidak menyebabkan kerusakan pada lingkungan sekitarnya.<ref>Peter M. Chapman. [http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S016041200600136X Determining when contamination is pollution — Weight of evidence determinations for sediments and effluents]. ''Environment International''. 2007-05-01. Vol. 33 (4). hlm. 492–501. doi:10.1016/j.envint.2006.09.001.</ref><ref>[https://www.britannica.com/science/pollution-environment pollution Definition, History, & Facts]. ''Encyclopedia Britannica''.</ref>


 
Gas sulfur dioksida dan ozon merupakan bahan kimia yang biasanya menyebabkan terjadinya polusi, selain itu berbagai jenis pestisida, unsur-unsur seperti arsenik, merkuri, nikel, selenium, atau tembaga juga dapat memicu terjadinya polusi. Selain itu, konsentrasi nutrisi yang besar seperti fosfat dan nitrat juga dapat memicu terjadinya [[eutrofikasi]].<ref>[http://www.eniscuola.net/en/2016/11/03/what-is-eutrophication-causes-effects-and-control/ What is eutrophication? Causes, effects and control]. ''Eniscuola''. 2016-11-03.</ref> Eutrofikasi yaitu masalah lingkungan hidup atau [[pencemaran air]] yang disebabkan oleh munculnya nutrien atau limbah [[fosfat]] (PO<sub>4</sub><sup>3-</sup>) dalam jumlah besar pada ekosistem air.<ref>Lucy Ngatia. [https://www.intechopen.com/books/phosphorus-recovery-and-recycling/phosphorus-eutrophication-and-mitigation-strategies Phosphorus Eutrophication and Mitigation Strategies]. ''Phosphorus - Recovery and Recycling''. 2018-11-05. doi:10.5772/intechopen.79173.</ref> Akan tetapi, kimia analitik modern yang ada saat ini sudah memungkinkan untuk mencari tahu atau melacak jejak kontaminasi bahan-bahan kimia yang berpotensi beracun untuk lingkungan.<ref>[https://www.encyclopedia.com/environment/encyclopedias-almanacs-transcripts-and-maps/environmental-chemistry Environmental Chemistry Encyclopedia.com]. ''www.encyclopedia.com''.</ref>
Kontaminasi dan pencemaran sama-sama mengacu pada keberadaan bahan kimia di lingkungan, tetapi sebenarnya dua hal tersebut memiliki perbedaan. Kontaminasi terjadi ketika ada satu atau lebih bahan kimia yang memiliki konsentrasi yang lebih tinggi dari biasanya di lingkungan sekitarnya, tetapi hal tersebut tidak menyebabkan kerusakan yang parah terhadap biologis atau ekologis. Sedangkan, pencemaran terjadi apabila bahan-bahan kimia memiliki konsentrasi yang tinggi sehingga dapat menyebabkan kerusakan organisme di lingkungan sekitarnya. Pencemaran tersebut dapat menyebabkan toksisitas dan perubahan [[ekologi]], tetapi kontaminasi tidak menyebabkan kerusakan pada lingkungan sekitarnya.
 
Gas sulfur dioksida dan ozon merupakan bahan kimia yang biasanya menyebabkan terjadinya polusi, selain itu berbagai jenis pestisida, unsur-unsur seperti arsenik, merkuri, nikel, selenium, atau tembaga juga dapat memicu terjadinya polusi. Selain itu, konsentrasi nutrisi yang besar seperti fosfat dan nitrat juga dapat memicu terjadinya [[eutrofikasi]]. Eutrofikasi yaitu masalah lingkungan hidup atau [[pencemaran air]] yang disebabkan oleh munculnya nutrien atau limbah [[fosfat]] (PO<sub>4</sub><sup>3-</sup>) dalam jumlah besar pada ekosistem air. Akan tetapi, kimia analitik modern yang ada saat ini sudah memungkinkan untuk mencari tahu atau melacak jejak kontaminasi bahan-bahan kimia yang berpotensi beracun untuk lingkungan.


== Penerapan dalam kehidupan  ==
== Penerapan dalam kehidupan  ==
 
* Digunakan dalam mengembangkan metode dan prosedur untuk mengurangi kontaminan atau bahan-bahan kimia di udara, sehingga kualitas udara dapat menjadi lebih bersih.<ref>[https://www.rsc.org/campaigning-outreach/global-challenges/environment/ Environment]. ''Royal Society of Chemistry''.</ref>
* Digunakan dalam mengembangkan metode dan prosedur untuk mengurangi kontaminan atau bahan-bahan kimia di udara, sehingga kualitas udara dapat menjadi lebih bersih.
* Digunakan untuk meminimalisir penggunaan bahan-bahan kimia dalam sektor manufaktur.<ref>[http://www.incaweb.org/importance-of-environmental-chemistry/ Importance of Environmental Chemistry].</ref>
* Digunakan untuk meminimalisir penggunaan bahan-bahan kimia dalam sektor manufaktur.
* Kimia lingkungan mempelajari faktor-faktor atau risiko dari berbagai bahan kimia secara komprehensif untuk mencari tahu solusi dalam permasalahan lingkungan.
* Kimia lingkungan mempelajari faktor-faktor atau risiko dari berbagai bahan kimia secara komprehensif untuk mencari tahu solusi dalam permasalahan lingkungan.
* Digunakan dalam meneliti dan mengembangkan metode, alat, dan teknik untuk mengurangi pembuangan bahan-bahan kimia atau limbah ke lingkungan yang dapat berbahaya dan berisiko merusak lingkungan. Sehingga dapat membantu tumbuhan dan hewan terhindar dari bahan kimia yang mematikan.
* Digunakan dalam meneliti dan mengembangkan metode, alat, dan teknik untuk mengurangi pembuangan bahan-bahan kimia atau limbah ke lingkungan yang dapat berbahaya dan berisiko merusak lingkungan. Sehingga dapat membantu tumbuhan dan hewan terhindar dari bahan kimia yang mematikan.<ref>[http://www.incaweb.org/importance-of-environmental-chemistry/ Importance of Environmental Chemistry].</ref>


== Metode analisis yang dipublikasikan ==
== Metode analisis yang dipublikasikan ==
Metode uji [[Penelaahan sejawat|peninjauan sejawat]] telah diterbitkan oleh lembaga pemerintah dan organisasi penelitian swasta. Metode publikasi yang disetujui harus digunakan saat pengujian untuk menunjukkan kepatuhan dengan persyaratan peraturan.
Metode uji [[Penelaahan sejawat|peninjauan sejawat]] telah diterbitkan oleh lembaga pemerintah dan organisasi penelitian swasta.<ref>[http://www.access.gpo.gov/nara/cfr/waisidx_08/40cfr136_08.html 2008 CFR Title 40, Volume 22]. ''web.archive.org''. 2012-03-01.</ref><ref>OLEM US EPA. [https://www.epa.gov/hw-sw846/sw-846-compendium The SW-846 Compendium]. ''US EPA''. 2015-10-08.</ref> Metode publikasi yang disetujui harus digunakan saat pengujian untuk menunjukkan kepatuhan dengan persyaratan peraturan.<ref>[http://www.standardmethods.org/ Standard Methods]. ''web.archive.org''. 2016-02-11.</ref>
== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Kimia hijau]]
* [[Kimia hijau]]
* [[Daftar metode analisis kimia]]
* [[Daftar metode analisis kimia]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*  [http://www.envirofacs.org/links.htm List of links for Environmental Chemistry - from the American Chemical Society's Division of Environmental Chemistry]
*  [http://www.envirofacs.org/links.htm List of links for Environmental Chemistry - from the American Chemical Society's Division of Environmental Chemistry]  
*  [http://www.liv.ac.uk/chemistry/links/refenviron.html List of links for Environmental Chemistry - from the WWW Virtual Library]
*  [http://www.liv.ac.uk/chemistry/links/refenviron.html List of links for Environmental Chemistry - from the WWW Virtual Library]  
*  [http://www.vcclab.org/lab/alogps ALOGPS: Interactive calculation of lipophilicity and aqueous solubility of chemical compounds]
*  [http://www.vcclab.org/lab/alogps ALOGPS: Interactive calculation of lipophilicity and aqueous solubility of chemical compounds]  
*  [http://www.tandf.co.uk/journals/titles/03067319.asp International Journal of Environmental Analytical Chemistry]
*  [http://www.tandf.co.uk/journals/titles/03067319.asp International Journal of Environmental Analytical Chemistry]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kimia+lingkungan&oldid=27952361 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27952361 (2025-10-11T10:36:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kimia+lingkungan&oldid=27952361 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27952361 (2025-10-11T10:36:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 17.57

Kimia lingkungan adalah studi ilmiah terhadap fenomena kimia dan biokimia yang terjadi di alam. Bidang ilmu ini dapat didefinisikan sebagai studi terhadap sumber, reaksi, transpor, efek, dan nasib zat kimia di lingkungan udara, tanah, dan air; serta efek aktivitas manusia terhadapnya. Kimia lingkungan adalah ilmu antardisiplin yang memasukkan ilmu kimia atmosfer, akuatik, dan tanah, dan juga sangat bergantung dengan kimia analitik, ilmu lingkungan, dan bidang-bidang ilmu lainnya.[1]

Kimia lingkungan pertama kali mempelajari bagaimana cara kerja lingkungan yang tak terkontaminasi, zat kimia apa dan berapa konsentrasi yang ada secara alami, dan apa efeknya. Tanpa hal ini, mustahil untuk mempelajari secara akurat efek manusia terhadap lingkungan dengan pelepasan zat kimia.

Latar belakang

Selama tahun 1950 hingga 1960-an, sektor industri, pertanian, maupun rumah tangga mulai menggunakan bahan-bahan kimia dalam jumlah besar, termasuk penggunaan pestisida, produk pembersih, karet sintesis, poliester, deterjen, dan bahan kimia lainnya. Ketika itu muncul ilmu kimia lingkungan yang mempelajari bagaimana bahan-bahan kimia tersebut dapat memengaruhi kualitas udara, air, maupun tanah.[2]

Pada tahun 1970-an para ahli kimia lingkungan mulai mempelajari tentang efek klorofluorokarbon terhadap lapisan ozon stratosfer. Klorofluorokarbon atau CFC tersebut terdiri dari senyawa kimia yaitu klor, fluor, dan karbon yang dapat berasal dari produk jadi seperti AC, kulkas, dan lain-lain.[3][4] Kemudian sejak 1 Januari 1989 berdasarkan Protokol Montreal yang telah diratifikasi oleh 196 negara penggunaan dan produksi industri CFC dilarang karena memiliki dampat buruk terhadap penipisan lapisan ozon.[5]

Sejak tahun 1970-an, kimia lingkungan mulai berkembang dan mencakup bidang studi senyawa kimia air, tanah, sistem biologis, dan bidang ilmu terkait lainnya.

Kontaminasi dan polusi

Kontaminasi dan pencemaran sama-sama mengacu pada keberadaan bahan kimia di lingkungan, tetapi sebenarnya dua hal tersebut memiliki perbedaan. Kontaminasi terjadi ketika ada satu atau lebih bahan kimia yang memiliki konsentrasi yang lebih tinggi dari biasanya di lingkungan sekitarnya, tetapi hal tersebut tidak menyebabkan kerusakan yang parah terhadap biologis atau ekologis.[6][7] Sedangkan, pencemaran terjadi apabila bahan-bahan kimia memiliki konsentrasi yang tinggi sehingga dapat menyebabkan kerusakan organisme di lingkungan sekitarnya. Pencemaran tersebut dapat menyebabkan toksisitas dan perubahan ekologi, tetapi kontaminasi tidak menyebabkan kerusakan pada lingkungan sekitarnya.[8][9]

Gas sulfur dioksida dan ozon merupakan bahan kimia yang biasanya menyebabkan terjadinya polusi, selain itu berbagai jenis pestisida, unsur-unsur seperti arsenik, merkuri, nikel, selenium, atau tembaga juga dapat memicu terjadinya polusi. Selain itu, konsentrasi nutrisi yang besar seperti fosfat dan nitrat juga dapat memicu terjadinya eutrofikasi.[10] Eutrofikasi yaitu masalah lingkungan hidup atau pencemaran air yang disebabkan oleh munculnya nutrien atau limbah fosfat (PO43-) dalam jumlah besar pada ekosistem air.[11] Akan tetapi, kimia analitik modern yang ada saat ini sudah memungkinkan untuk mencari tahu atau melacak jejak kontaminasi bahan-bahan kimia yang berpotensi beracun untuk lingkungan.[12]

Penerapan dalam kehidupan

  • Digunakan dalam mengembangkan metode dan prosedur untuk mengurangi kontaminan atau bahan-bahan kimia di udara, sehingga kualitas udara dapat menjadi lebih bersih.[13]
  • Digunakan untuk meminimalisir penggunaan bahan-bahan kimia dalam sektor manufaktur.[14]
  • Kimia lingkungan mempelajari faktor-faktor atau risiko dari berbagai bahan kimia secara komprehensif untuk mencari tahu solusi dalam permasalahan lingkungan.
  • Digunakan dalam meneliti dan mengembangkan metode, alat, dan teknik untuk mengurangi pembuangan bahan-bahan kimia atau limbah ke lingkungan yang dapat berbahaya dan berisiko merusak lingkungan. Sehingga dapat membantu tumbuhan dan hewan terhindar dari bahan kimia yang mematikan.[15]

Metode analisis yang dipublikasikan

Metode uji peninjauan sejawat telah diterbitkan oleh lembaga pemerintah dan organisasi penelitian swasta.[16][17] Metode publikasi yang disetujui harus digunakan saat pengujian untuk menunjukkan kepatuhan dengan persyaratan peraturan.[18]

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. Environmental Chemistry Encyclopedia.com. www.encyclopedia.com.
  2. Environmental chemistry. Ballotpedia.
  3. What Are the Sources of CFCs?. Sciencing.
  4. NOAA US Department of Commerce. NOAA Global Monitoring Laboratory - Halocarbons and other Atmospheric Trace Species. www.esrl.noaa.gov.
  5. Matt McGrath. Deal reached on HFC greenhouse gases. BBC News. 2016-10-15.
  6. Robert P. Donovan. Contamination-Free Manufacturing for Semiconductors and Other Precision Products. CRC Press. 2001-03-14. hlm. 1-3. ISBN 978-0-8247-0380-6.
  7. Matts Ramstorp. Introduction to Contamination Control and Cleanroom Technology. John Wiley & Sons. 2008-07-11. hlm. 20-26. ISBN 978-3-527-61313-7.
  8. Peter M. Chapman. Determining when contamination is pollution — Weight of evidence determinations for sediments and effluents. Environment International. 2007-05-01. Vol. 33 (4). hlm. 492–501. doi:10.1016/j.envint.2006.09.001.
  9. pollution Definition, History, & Facts. Encyclopedia Britannica.
  10. What is eutrophication? Causes, effects and control. Eniscuola. 2016-11-03.
  11. Lucy Ngatia. Phosphorus Eutrophication and Mitigation Strategies. Phosphorus - Recovery and Recycling. 2018-11-05. doi:10.5772/intechopen.79173.
  12. Environmental Chemistry Encyclopedia.com. www.encyclopedia.com.
  13. Environment. Royal Society of Chemistry.
  14. Importance of Environmental Chemistry.
  15. Importance of Environmental Chemistry.
  16. 2008 CFR Title 40, Volume 22. web.archive.org. 2012-03-01.
  17. OLEM US EPA. The SW-846 Compendium. US EPA. 2015-10-08.
  18. Standard Methods. web.archive.org. 2016-02-11.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27952361 (2025-10-11T10:36:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.