Gom xantan: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25658015; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Gum xanthan''' merupakan [[polisakarida]] yang secara alami dihasilkan oleh [[bakteri]] ''[[Xanthomonas campestris]]''. [[Struktur primer]] gum xanthan tersusun atas lima gugus [[sakarida]] yang berulang, yang masing-masing mempunyai dua gugus [[glukosa]], dua gugus [[manosa]], dan satu gugus [[asam glukuronat]], dengan perbandingan molar sebesar 2.8:2.0:2.0. Gum xanthan biasa dipakai dalam industri sebagai [[bahan pengental]]. Senyawa ini banyak diproduksi dengan fermentasi di dalam [[bioreaktor]] menggunakan proses [[kultur tertutup]]. | [[File:Xanthan.svg|thumb|right|280px|Struktur kimia gum xanthan]] | ||
'''Gum xanthan''' merupakan [[polisakarida]] yang secara alami dihasilkan oleh [[bakteri]] ''[[Xanthomonas campestris]]''.<ref>García-Ochoa F, Santos VE, Casas J a, Gómez E. 2000. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/14538095 Xanthan gum: production, recovery, and properties] . Biotechnol. Adv. (Internet) 18:549–79.</ref> [[Struktur primer]] gum xanthan tersusun atas lima gugus [[sakarida]] yang berulang, yang masing-masing mempunyai dua gugus [[glukosa]], dua gugus [[manosa]], dan satu gugus [[asam glukuronat]], dengan perbandingan molar sebesar 2.8:2.0:2.0.<ref>García-Ochoa F, Santos VE, Casas J a, Gómez E. 2000. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/14538095 Xanthan gum: production, recovery, and properties] . Biotechnol. Adv. (Internet) 18:549–79.</ref> Gum xanthan biasa dipakai dalam industri sebagai [[bahan pengental]].<ref>Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9763683 Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective] . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.</ref> Senyawa ini banyak diproduksi dengan fermentasi di dalam [[bioreaktor]] menggunakan proses [[kultur tertutup]].<ref>Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9763683 Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective] . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.</ref> | |||
== Properti == | == Properti == | ||
Gum xanthan mempunyai beberapa sifat yang membuatnya populer dipakai dalam berbagai industri. Gum xanthan sangat mudah larut dalam air dingin, maupun panas. Selain itu, larutan gum xanthan mempunyai [[viskositas]] yang tinggi, bahkan pada konsentrasi gum xanthan yang rendah. Larutan gum xanthan juga memiliki sifat [[pseudoplastik]], yang berarti mengalami penurunan [[viskositas]] dengan naiknya tegangan yang diberikan. Santhan gum juga relatif tidak terpengaruh terhadap perubahan [[pH]], temperatur, dan konsentrasi [[ion]] [[elektrolit]]. | Gum xanthan mempunyai beberapa sifat yang membuatnya populer dipakai dalam berbagai industri.<ref>Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9763683 Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective] . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.</ref> Gum xanthan sangat mudah larut dalam air dingin, maupun panas.<ref>Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9763683 Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective] . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.</ref> Selain itu, larutan gum xanthan mempunyai [[viskositas]] yang tinggi, bahkan pada konsentrasi gum xanthan yang rendah.<ref>Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9763683 Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective] . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.</ref> Larutan gum xanthan juga memiliki sifat [[pseudoplastik]], yang berarti mengalami penurunan [[viskositas]] dengan naiknya tegangan yang diberikan.<ref>Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9763683 Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective] . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.</ref> Santhan gum juga relatif tidak terpengaruh terhadap perubahan [[pH]], temperatur, dan konsentrasi [[ion]] [[elektrolit]].<ref>García-Ochoa F, Santos VE, Casas J a, Gómez E. 2000. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/14538095 Xanthan gum: production, recovery, and properties] . Biotechnol. Adv. (Internet) 18:549–79.</ref> | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Nama senyawa xanthan gum diperoleh dari ''Xanthomonas campestris'', bakteri yang dapat menyebabkan [[penyakit busuk]] pada [[brokoli]], [[kembang kol]], dan [[kubis]]. Senyawa ini, secara alami diperlukan oleh bakteri produsennya untuk bertahan dari radiasi [[ultra violet]], kekeringan, panas, dan [[enzim]] perusak. Senyawa gum xanthan juga mampu menyebabkan jaringan tumbuhan menjadi layu, sehingga mempermudah tanaman untuk terinfeksi bakteri. | Nama senyawa xanthan gum diperoleh dari ''Xanthomonas campestris'', bakteri yang dapat menyebabkan [[penyakit busuk]] pada [[brokoli]], [[kembang kol]], dan [[kubis]].<ref>Yoquinto L. 2011.[http://www.livescience.com/36009-truth-xanthan-gum.html The Truth About Xanthan Gum] (artikel web). Diakses 6 April 2014</ref> Senyawa ini, secara alami diperlukan oleh bakteri produsennya untuk bertahan dari radiasi [[ultra violet]], kekeringan, panas, dan [[enzim]] perusak.<ref>Yoquinto L. 2011.[http://www.livescience.com/36009-truth-xanthan-gum.html The Truth About Xanthan Gum] (artikel web). Diakses 6 April 2014</ref> Senyawa gum xanthan juga mampu menyebabkan jaringan tumbuhan menjadi layu, sehingga mempermudah tanaman untuk terinfeksi bakteri.<ref>Yoquinto L. 2011.[http://www.livescience.com/36009-truth-xanthan-gum.html The Truth About Xanthan Gum] (artikel web). Diakses 6 April 2014</ref> | ||
Pada tahun 1959, untuk pertama kalinya produksi gum xanthan oleh ''Xanthomonas campestris'' dikembangkan oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat. Pada tahun [[1961]], produksi gum xanthan skala komersial berhasil dilakukan oleh divisi [[Kelco]] milik [[Merck & Co.]], Inc. Tahun [[1969]], penggunaan gum xanthan pada industri makanan telah diperbolehkan oleh Badan Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (USFDA). | Pada tahun 1959, untuk pertama kalinya produksi gum xanthan oleh ''Xanthomonas campestris'' dikembangkan oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat.<ref>Goldberg I, Williams R. 1991. [http://books.google.co.id/books?id=4W5N5eFu2CMC&pg=PA228&dq=xanthan+gum+history&hl=en&sa=X&ei=NmRBU-mNDoOxrgf2jYHoDQ&redir_esc=y#v=onepage&q=xanthan%20gum%20history&f=false ''Biotechnology and Food Ingredients''] .New York:Springer</ref> Pada tahun [[1961]], produksi gum xanthan skala komersial berhasil dilakukan oleh divisi [[Kelco]] milik [[Merck & Co.]], Inc.<ref>Goldberg I, Williams R. 1991. [http://books.google.co.id/books?id=4W5N5eFu2CMC&pg=PA228&dq=xanthan+gum+history&hl=en&sa=X&ei=NmRBU-mNDoOxrgf2jYHoDQ&redir_esc=y#v=onepage&q=xanthan%20gum%20history&f=false ''Biotechnology and Food Ingredients''] .New York:Springer</ref> Tahun [[1969]], penggunaan gum xanthan pada industri makanan telah diperbolehkan oleh Badan Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (USFDA).<ref>Goldberg I, Williams R. 1991. [http://books.google.co.id/books?id=4W5N5eFu2CMC&pg=PA228&dq=xanthan+gum+history&hl=en&sa=X&ei=NmRBU-mNDoOxrgf2jYHoDQ&redir_esc=y#v=onepage&q=xanthan%20gum%20history&f=false ''Biotechnology and Food Ingredients''] .New York:Springer</ref> | ||
== Produksi == | == Produksi == | ||
Produksi gum xanthan umummnya dilakukan dengan fermentasi ''Xanthomonas campestris'' pada bioreaktor menggunakan kultur tertutup. Glukosa, [[sukrosa]], [[pati]], [[asam organik]], atau [[hidrolisat]] [[molase]] biasanya digunakan sebagai sumber [[karbon]], sementara hidrolisat [[kasein]], limbah [[kedelai]], dan hidrolisat sel [[khamir]] merupakan sumber [[nitrogen]] yang biasa digunakan. Untuk menghasilkan produksi gum xanthan yang optimal, sumber karbon biasanya digunakan berlebih, sedangkan sumber nitrogen dibatasi. | Produksi gum xanthan umummnya dilakukan dengan fermentasi ''Xanthomonas campestris'' pada bioreaktor menggunakan kultur tertutup.<ref>Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9763683 Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective] . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.</ref> Glukosa, [[sukrosa]], [[pati]], [[asam organik]], atau [[hidrolisat]] [[molase]] biasanya digunakan sebagai sumber [[karbon]], sementara hidrolisat [[kasein]], limbah [[kedelai]], dan hidrolisat sel [[khamir]] merupakan sumber [[nitrogen]] yang biasa digunakan.<ref>Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9763683 Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective] . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.</ref> Untuk menghasilkan produksi gum xanthan yang optimal, sumber karbon biasanya digunakan berlebih, sedangkan sumber nitrogen dibatasi.<ref>Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9763683 Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective] . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.</ref> | ||
Beberapa tahap dibutuhkan untuk memanen gum xanthan dari media fermentasi. Pertama-tama, proses [[sterilisasi]] media dilakukan. Kedua, dilakukan pengendapan gum xanthan dengan menambahkan senyawa [[alkohol]], seperti [[isopropanol]]. Kemudian, proses [[semprot-beku]] dan pengayakan dilakukan untuk memperoleh bubuk gum xanthan. Terakhir, senyawa antimikrob diberikan untuk menambah ketahanan produk. Produk dikemas dan siap didistribusikan. | Beberapa tahap dibutuhkan untuk memanen gum xanthan dari media fermentasi.<ref>Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9763683 Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective] . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.</ref> Pertama-tama, proses [[sterilisasi]] media dilakukan.<ref>Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9763683 Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective] . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.</ref> Kedua, dilakukan pengendapan gum xanthan dengan menambahkan senyawa [[alkohol]], seperti [[isopropanol]]. Kemudian, proses [[semprot-beku]] dan pengayakan dilakukan untuk memperoleh bubuk gum xanthan.<ref>Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9763683 Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective] . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.</ref> Terakhir, senyawa antimikrob diberikan untuk menambah ketahanan produk.<ref>Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9763683 Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective] . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.</ref> Produk dikemas dan siap didistribusikan.<ref>Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9763683 Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective] . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.</ref> | ||
Untuk meningkatkan produksi gum xanthan, seleksi [[galur]] ummnya dilakukan dengan metode konvensional seperti menggunakan radiasi [[ultra violet]], atau senyawa kimia seperti [[natrium azida]]. Baru-baru ini, penggunaan tehnik [[genetika]] diuji coba untuk mendapatkan perubahan dalam produksi gum xanthan. Di samping itu, pendekatan yang umummnya dilakukan untuk meningkatkan produksi adalah dengan melakukan perbaikan pada desain bioreaktor dan optimasi komposisi pada medium. | Untuk meningkatkan produksi gum xanthan, seleksi [[galur]] ummnya dilakukan dengan metode konvensional seperti menggunakan radiasi [[ultra violet]], atau senyawa kimia seperti [[natrium azida]].<ref>Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9763683 Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective] . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.</ref> Baru-baru ini, penggunaan tehnik [[genetika]] diuji coba untuk mendapatkan perubahan dalam produksi gum xanthan.<ref>Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9763683 Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective] . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.</ref> Di samping itu, pendekatan yang umummnya dilakukan untuk meningkatkan produksi adalah dengan melakukan perbaikan pada desain bioreaktor dan optimasi komposisi pada medium.<ref>Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9763683 Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective] . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.</ref> | ||
== Aplikasi == | == Aplikasi == | ||
Di dalam industri makanan, gum xanthan banyak dipakai sebagai bahan pengental. Keamanan gum xanthan dalam industri makanan telah disetujui oleh [[Badan Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat]] (USFDA). Selain sebagai bahan pengental, gum xanthan juga dipakai sebagai [[agen penstabil]], agen pembuat [[emulsi]], bahan perekat, dan untuk mencegah pembentukan kristal es. | Di dalam industri makanan, gum xanthan banyak dipakai sebagai bahan pengental.<ref>Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9763683 Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective] . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.</ref> Keamanan gum xanthan dalam industri makanan telah disetujui oleh [[Badan Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat]] (USFDA).<ref>Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9763683 Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective] . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.</ref> Selain sebagai bahan pengental, gum xanthan juga dipakai sebagai [[agen penstabil]], agen pembuat [[emulsi]], bahan perekat, dan untuk mencegah pembentukan kristal es.<ref>Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9763683 Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective] . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.</ref> | ||
Selain industri makanan, gum xanthan juga dipakai dalam industri cat, minyak, farmasi, odol, kosmetik, kertas, dan tekstil. Dalam industri-industri tersebut, gum xanthan juga banyak dipakai sebagai bahan pengental untuk mengatur viskositas campuran. Dalam bidang medis, gum xanthan dipakai untuk menurunkan kadar [[kolestrol]] dalam darah dan dapat dikonsumsi sebagai agen [[laksatif]]. | Selain industri makanan, gum xanthan juga dipakai dalam industri cat, minyak, farmasi, odol, kosmetik, kertas, dan tekstil.<ref>Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9763683 Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective] . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.</ref> Dalam industri-industri tersebut, gum xanthan juga banyak dipakai sebagai bahan pengental untuk mengatur viskositas campuran. Dalam bidang medis, gum xanthan dipakai untuk menurunkan kadar [[kolestrol]] dalam darah dan dapat dikonsumsi sebagai agen [[laksatif]].<ref>[http://www.webmd.com/vitamins-supplements/ingredientmono-340-XANTHAN%20GUM.aspx?activeIngredientId=340&activeIngredientName=XANTHAN%20GUM Xanthan Gum - WebMD].</ref> | ||
== Keamanan Pangan == | == Keamanan Pangan == | ||
Meskipun mempunyai aplikasi dalam bidang industri kimia, USFDA dan badan regulasi keamanan makanan di Eropa menganggap senyawa ini, secara umum aman untuk dimakan. Akan tetapi, konsumsi gum xanthan pada beberapa orang diketahui menyebabkan reaksi [[alergi]]. Konsumsi gum xanthan juga dapat menyebabkan flatulensi dan perut kembung. Terlebih lagi, sebuah riset telah menunjukkan bahwa kemampuan laksatif senyawa gum xanthan cukup kuat. Hal ini membuat konsumsi gum xanthan pada penderita gangguan pencernaan perlu diperhatikan. | Meskipun mempunyai aplikasi dalam bidang industri kimia, USFDA dan badan regulasi keamanan makanan di Eropa menganggap senyawa ini, secara umum aman untuk dimakan. Akan tetapi, konsumsi gum xanthan pada beberapa orang diketahui menyebabkan reaksi [[alergi]].<ref>Goldberg I, Williams R. 1991. [http://books.google.co.id/books?id=4W5N5eFu2CMC&pg=PA228&dq=xanthan+gum+history&hl=en&sa=X&ei=NmRBU-mNDoOxrgf2jYHoDQ&redir_esc=y#v=onepage&q=xanthan%20gum%20history&f=false ''Biotechnology and Food Ingredients''] .New York:Springer</ref> Konsumsi gum xanthan juga dapat menyebabkan flatulensi dan perut kembung.<ref>Yoquinto L. 2011.[http://www.livescience.com/36009-truth-xanthan-gum.html The Truth About Xanthan Gum] (artikel web). Diakses 6 April 2014</ref> Terlebih lagi, sebuah riset telah menunjukkan bahwa kemampuan laksatif senyawa gum xanthan cukup kuat.<ref>Daly J, Tomlin J, Read NW. 1993. [http://journals.cambridge.org/action/displayAbstract?fromPage=online&aid=874088 The effect of feeding xanthan gum on colonic function in man: correlation with in vitro determinants of bacterial breakdown] . Brit. J. Nutri. 69:897-902</ref> Hal ini membuat konsumsi gum xanthan pada penderita gangguan pencernaan perlu diperhatikan.<ref>Daly J, Tomlin J, Read NW. 1993. [http://journals.cambridge.org/action/displayAbstract?fromPage=online&aid=874088 The effect of feeding xanthan gum on colonic function in man: correlation with in vitro determinants of bacterial breakdown] . Brit. J. Nutri. 69:897-902</ref> | ||
== | |||
== Bacaan Lanjut == | == Bacaan Lanjut == | ||
Phillips GO, Williams PA. 2009. [http://books.google.co.id/books?id=3k-kAgAAQBAJ&pg=PA189&dq=xanthan+gum&hl=en&sa=X&ei=y4JBU-n-Bs6Wrge4hoHQAw&redir_esc=y#v=onepage&q=xanthan%20gum&f=false Handbook of Hydrocolloids] ([[Google]] [[eBuku]]). New Delhi: Elsevier. | Phillips GO, Williams PA. 2009. [http://books.google.co.id/books?id=3k-kAgAAQBAJ&pg=PA189&dq=xanthan+gum&hl=en&sa=X&ei=y4JBU-n-Bs6Wrge4hoHQAw&redir_esc=y#v=onepage&q=xanthan%20gum&f=false Handbook of Hydrocolloids] ([[Google]] [[eBuku]]). New Delhi: Elsevier. | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gom+xantan&oldid=25658015 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25658015 (2024-05-02T02:40:38Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 17.58

Gum xanthan merupakan polisakarida yang secara alami dihasilkan oleh bakteri Xanthomonas campestris.[1] Struktur primer gum xanthan tersusun atas lima gugus sakarida yang berulang, yang masing-masing mempunyai dua gugus glukosa, dua gugus manosa, dan satu gugus asam glukuronat, dengan perbandingan molar sebesar 2.8:2.0:2.0.[2] Gum xanthan biasa dipakai dalam industri sebagai bahan pengental.[3] Senyawa ini banyak diproduksi dengan fermentasi di dalam bioreaktor menggunakan proses kultur tertutup.[4]
Properti
Gum xanthan mempunyai beberapa sifat yang membuatnya populer dipakai dalam berbagai industri.[5] Gum xanthan sangat mudah larut dalam air dingin, maupun panas.[6] Selain itu, larutan gum xanthan mempunyai viskositas yang tinggi, bahkan pada konsentrasi gum xanthan yang rendah.[7] Larutan gum xanthan juga memiliki sifat pseudoplastik, yang berarti mengalami penurunan viskositas dengan naiknya tegangan yang diberikan.[8] Santhan gum juga relatif tidak terpengaruh terhadap perubahan pH, temperatur, dan konsentrasi ion elektrolit.[9]
Sejarah
Nama senyawa xanthan gum diperoleh dari Xanthomonas campestris, bakteri yang dapat menyebabkan penyakit busuk pada brokoli, kembang kol, dan kubis.[10] Senyawa ini, secara alami diperlukan oleh bakteri produsennya untuk bertahan dari radiasi ultra violet, kekeringan, panas, dan enzim perusak.[11] Senyawa gum xanthan juga mampu menyebabkan jaringan tumbuhan menjadi layu, sehingga mempermudah tanaman untuk terinfeksi bakteri.[12]
Pada tahun 1959, untuk pertama kalinya produksi gum xanthan oleh Xanthomonas campestris dikembangkan oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat.[13] Pada tahun 1961, produksi gum xanthan skala komersial berhasil dilakukan oleh divisi Kelco milik Merck & Co., Inc.[14] Tahun 1969, penggunaan gum xanthan pada industri makanan telah diperbolehkan oleh Badan Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (USFDA).[15]
Produksi
Produksi gum xanthan umummnya dilakukan dengan fermentasi Xanthomonas campestris pada bioreaktor menggunakan kultur tertutup.[16] Glukosa, sukrosa, pati, asam organik, atau hidrolisat molase biasanya digunakan sebagai sumber karbon, sementara hidrolisat kasein, limbah kedelai, dan hidrolisat sel khamir merupakan sumber nitrogen yang biasa digunakan.[17] Untuk menghasilkan produksi gum xanthan yang optimal, sumber karbon biasanya digunakan berlebih, sedangkan sumber nitrogen dibatasi.[18]
Beberapa tahap dibutuhkan untuk memanen gum xanthan dari media fermentasi.[19] Pertama-tama, proses sterilisasi media dilakukan.[20] Kedua, dilakukan pengendapan gum xanthan dengan menambahkan senyawa alkohol, seperti isopropanol. Kemudian, proses semprot-beku dan pengayakan dilakukan untuk memperoleh bubuk gum xanthan.[21] Terakhir, senyawa antimikrob diberikan untuk menambah ketahanan produk.[22] Produk dikemas dan siap didistribusikan.[23]
Untuk meningkatkan produksi gum xanthan, seleksi galur ummnya dilakukan dengan metode konvensional seperti menggunakan radiasi ultra violet, atau senyawa kimia seperti natrium azida.[24] Baru-baru ini, penggunaan tehnik genetika diuji coba untuk mendapatkan perubahan dalam produksi gum xanthan.[25] Di samping itu, pendekatan yang umummnya dilakukan untuk meningkatkan produksi adalah dengan melakukan perbaikan pada desain bioreaktor dan optimasi komposisi pada medium.[26]
Aplikasi
Di dalam industri makanan, gum xanthan banyak dipakai sebagai bahan pengental.[27] Keamanan gum xanthan dalam industri makanan telah disetujui oleh Badan Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (USFDA).[28] Selain sebagai bahan pengental, gum xanthan juga dipakai sebagai agen penstabil, agen pembuat emulsi, bahan perekat, dan untuk mencegah pembentukan kristal es.[29]
Selain industri makanan, gum xanthan juga dipakai dalam industri cat, minyak, farmasi, odol, kosmetik, kertas, dan tekstil.[30] Dalam industri-industri tersebut, gum xanthan juga banyak dipakai sebagai bahan pengental untuk mengatur viskositas campuran. Dalam bidang medis, gum xanthan dipakai untuk menurunkan kadar kolestrol dalam darah dan dapat dikonsumsi sebagai agen laksatif.[31]
Keamanan Pangan
Meskipun mempunyai aplikasi dalam bidang industri kimia, USFDA dan badan regulasi keamanan makanan di Eropa menganggap senyawa ini, secara umum aman untuk dimakan. Akan tetapi, konsumsi gum xanthan pada beberapa orang diketahui menyebabkan reaksi alergi.[32] Konsumsi gum xanthan juga dapat menyebabkan flatulensi dan perut kembung.[33] Terlebih lagi, sebuah riset telah menunjukkan bahwa kemampuan laksatif senyawa gum xanthan cukup kuat.[34] Hal ini membuat konsumsi gum xanthan pada penderita gangguan pencernaan perlu diperhatikan.[35]
Bacaan Lanjut
Phillips GO, Williams PA. 2009. Handbook of Hydrocolloids (Google eBuku). New Delhi: Elsevier.
Referensi
- ↑ García-Ochoa F, Santos VE, Casas J a, Gómez E. 2000. Xanthan gum: production, recovery, and properties . Biotechnol. Adv. (Internet) 18:549–79.
- ↑ García-Ochoa F, Santos VE, Casas J a, Gómez E. 2000. Xanthan gum: production, recovery, and properties . Biotechnol. Adv. (Internet) 18:549–79.
- ↑ Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.
- ↑ Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.
- ↑ Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.
- ↑ Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.
- ↑ Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.
- ↑ Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.
- ↑ García-Ochoa F, Santos VE, Casas J a, Gómez E. 2000. Xanthan gum: production, recovery, and properties . Biotechnol. Adv. (Internet) 18:549–79.
- ↑ Yoquinto L. 2011.The Truth About Xanthan Gum (artikel web). Diakses 6 April 2014
- ↑ Yoquinto L. 2011.The Truth About Xanthan Gum (artikel web). Diakses 6 April 2014
- ↑ Yoquinto L. 2011.The Truth About Xanthan Gum (artikel web). Diakses 6 April 2014
- ↑ Goldberg I, Williams R. 1991. Biotechnology and Food Ingredients .New York:Springer
- ↑ Goldberg I, Williams R. 1991. Biotechnology and Food Ingredients .New York:Springer
- ↑ Goldberg I, Williams R. 1991. Biotechnology and Food Ingredients .New York:Springer
- ↑ Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.
- ↑ Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.
- ↑ Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.
- ↑ Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.
- ↑ Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.
- ↑ Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.
- ↑ Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.
- ↑ Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.
- ↑ Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.
- ↑ Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.
- ↑ Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.
- ↑ Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.
- ↑ Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.
- ↑ Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.
- ↑ Becker a, Katzen F, Pühler a, Ielpi L. 1998. Xanthan gum biosynthesis and application: a biochemical/genetic perspective . Appl. Microbiol. Biotechnol. (Internet) 50:145–52.
- ↑ Xanthan Gum - WebMD.
- ↑ Goldberg I, Williams R. 1991. Biotechnology and Food Ingredients .New York:Springer
- ↑ Yoquinto L. 2011.The Truth About Xanthan Gum (artikel web). Diakses 6 April 2014
- ↑ Daly J, Tomlin J, Read NW. 1993. The effect of feeding xanthan gum on colonic function in man: correlation with in vitro determinants of bacterial breakdown . Brit. J. Nutri. 69:897-902
- ↑ Daly J, Tomlin J, Read NW. 1993. The effect of feeding xanthan gum on colonic function in man: correlation with in vitro determinants of bacterial breakdown . Brit. J. Nutri. 69:897-902
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25658015 (2024-05-02T02:40:38Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.