Ketercampuran: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28031078; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Ketercampuran''' atau misibilitas adalah sifat kemampuan dua zat untuk bercampur dalam semua perbandingan (yaitu, saling [[Solvasi|mensolvasi]] sempurna satu sama lain pada [[konsentrasi]] berapapun), membentuk [[larutan]] [[homogen]]. Istilah ini paling sering diterapkan pada [[cairan]], tetapi berlaku juga untuk padatan dan gas. [[Air]] dan [[etanol]], misalnya, bersifat dapat campur karena bercampur dalam semua proporsi. | '''Ketercampuran''' atau misibilitas adalah sifat kemampuan dua zat untuk bercampur dalam semua perbandingan (yaitu, saling [[Solvasi|mensolvasi]] sempurna satu sama lain pada [[konsentrasi]] berapapun), membentuk [[larutan]] [[homogen]]. Istilah ini paling sering diterapkan pada [[cairan]], tetapi berlaku juga untuk padatan dan gas. [[Air]] dan [[etanol]], misalnya, bersifat dapat campur karena bercampur dalam semua proporsi.<ref>Leroy G. Wade. [https://archive.org/details/organicchemistry0000wade Organic Chemistry]. Pearson Education. 2003. hlm. [https://archive.org/details/organicchemistry0000wade/page/412 412]. ISBN 0-13-033832-X.</ref> | ||
Sebaliknya, zat dikatakan tidak dapat bercampur jika ada perbandingan tertentu suatu campuran tidak membentuk [[larutan]]. Sebagai contoh, minyak tidak larut dalam air sehingga kedua pelarut ini tidak dapat campur, sementara meskipun [[butanon]] (metil etil keton) larut secara signifikan dalam air, kedua pelarut ini juga tidak bercampur karena tidak larut dalam semua perbandingan. | Sebaliknya, zat dikatakan tidak dapat bercampur jika ada perbandingan tertentu suatu campuran tidak membentuk [[larutan]]. Sebagai contoh, minyak tidak larut dalam air sehingga kedua pelarut ini tidak dapat campur, sementara meskipun [[butanon]] (metil etil keton) larut secara signifikan dalam air, kedua pelarut ini juga tidak bercampur karena tidak larut dalam semua perbandingan.<ref>H. Stephen. [https://books.google.de/books?id=aUP9BAAAQBAJ&pg=PA398 Binary Systems: Solubilities of Inorganic and Organic Compounds, Volume 1P1]. Elsevier. 2013-10-22. ISBN 9781483147123.</ref> | ||
== Senyawa organik == | == Senyawa organik == | ||
Dalam [[senyawa organik]], [[Konsentrasi|persentase berat]] rantai [[hidrokarbon]] sering kali menentukan ketercampuran senyawa dengan air. Misalnya, dalam kelompok [[alkohol]], [[etanol]] memiliki dua [[atom]] [[karbon]] dan bercampur dengan air, sedangkan [[N-Butanol|1-butanol]] dengan empat karbon tidak. [[Oktanol]], dengan delapan karbon, praktis tidak larut dalam air, dan ketidakmampuannya bercampur dengan air menjadikannya digunakan sebagai standar untuk [[kesetimbangan partisi]]. Begitu juga dengan [[lipid]]; rantai karbon lipid yang sangat panjang menyebabkan mereka hampir selalu tidak bisa bercampur dengan air. Situasi serupa terjadi untuk [[Gugus fungsional|gugus fungsional lainnya]]. [[Asam alkanoat|Asam karboksilat]] rantai lurus hingga [[Asam butirat|asam butanoat]] (dengan empat atom karbon) dapat campur dengan air, [[asam pentanoat]] (dengan lima karbon) sebagian larut dan [[asam heksanoat]] (dengan enam karbon) praktis tidak larut. Pola yang sama berlaku untuk molekul lain, misalnya [[Alkanal|aldehida]] dan [[keton]]. | Dalam [[senyawa organik]], [[Konsentrasi|persentase berat]] rantai [[hidrokarbon]] sering kali menentukan ketercampuran senyawa dengan air. Misalnya, dalam kelompok [[alkohol]], [[etanol]] memiliki dua [[atom]] [[karbon]] dan bercampur dengan air, sedangkan [[N-Butanol|1-butanol]] dengan empat karbon tidak.<ref>Jill Barber. [https://books.google.com/books?id=do6cAQAAQBAJ&pg=SA5-PA2 Pharmaceutical Chemistry]. OUP Oxford. 2013-07-25. ISBN 9780199655304.</ref> [[Oktanol]], dengan delapan karbon, praktis tidak larut dalam air, dan ketidakmampuannya bercampur dengan air menjadikannya digunakan sebagai standar untuk [[kesetimbangan partisi]].<ref>J. Sangster. [https://books.google.com/books?id=a29M2F2ppnUC Octanol-Water Partition Coefficients: Fundamentals and Physical Chemistry]. John Wiley & Sons. 1997-05-28. ISBN 9780471973973.</ref> Begitu juga dengan [[lipid]]; rantai karbon lipid yang sangat panjang menyebabkan mereka hampir selalu tidak bisa bercampur dengan air. Situasi serupa terjadi untuk [[Gugus fungsional|gugus fungsional lainnya]]. [[Asam alkanoat|Asam karboksilat]] rantai lurus hingga [[Asam butirat|asam butanoat]] (dengan empat atom karbon) dapat campur dengan air, [[asam pentanoat]] (dengan lima karbon) sebagian larut dan [[asam heksanoat]] (dengan enam karbon) praktis tidak larut.<ref>John C. Gilbert. [https://books.google.com/books?id=8wIQwCmWz9EC&pg=PA841 Experimental Organic Chemistry: A Miniscale and Microscale Approach]. Cengage Learning. 2010-01-19. hlm. 841. ISBN 1439049149.</ref> Pola yang sama berlaku untuk molekul lain, misalnya [[Alkanal|aldehida]] dan [[keton]]. | ||
== Logam == | == Logam == | ||
[[Logam]] yang tak dapat campur tidak dapat membentuk [[Logam paduan|paduan]] satu sama lain. Biasanya, suatu campuran dapat terjadi dalam bentuk lelehannya, tetapi setelah dibekukan, logam-logam tersebut terpisah menjadi beberapa lapisan. Sifat ini memungkinkan pembentukan [[Reaksi pengendapan|endapan]] padat melalui pembekuan cepat leburan campuran logam tak dapat campur. Salah satu contoh ketaktercampuran dalam logam adalah [[tembaga]] dan [[kobalt]], di mana pembekuan cepat untuk membentuk endapan padat telah digunakan untuk membuat bahan [[Magnetohambatan raksasa|GMR granular]] . | [[Logam]] yang tak dapat campur tidak dapat membentuk [[Logam paduan|paduan]] satu sama lain. Biasanya, suatu campuran dapat terjadi dalam bentuk lelehannya, tetapi setelah dibekukan, logam-logam tersebut terpisah menjadi beberapa lapisan. Sifat ini memungkinkan pembentukan [[Reaksi pengendapan|endapan]] padat melalui pembekuan cepat leburan campuran logam tak dapat campur. Salah satu contoh ketaktercampuran dalam logam adalah [[tembaga]] dan [[kobalt]], di mana pembekuan cepat untuk membentuk endapan padat telah digunakan untuk membuat bahan [[Magnetohambatan raksasa|GMR granular]] .<ref>John C. Mallinson. [https://books.google.com/books?id=UlKjHfGvSNcC&pg=PA47 Magneto-Resistive and Spin Valve Heads: Fundamentals and Applications]. Academic Press. 2001-09-27. hlm. 47. ISBN 9780080510637.</ref> | ||
Ada juga logam yang tidak larut dalam kondisi cair. Salah satu yang penting bagi industri adalah [[seng]] cair dan [[perak]] cair yang tidak dapat campur dengan [[timbal]] cair, sementara perak dapat campur dengan seng. Fenomena ini dimanfaatkan dalam [[proses Parkes]], suatu [[Ekstraksi pelarut|ekstraksi cair-cair]], di mana timbal yang mengandung sejumlah perak dicairkan dengan seng. Perak bermigrasi ke seng, yang berada pada bagian atas cairan dua fase, dan seng kemudian dididihkan, sehingga tertinggal perak dengan kemurnian tinggi. | Ada juga logam yang tidak larut dalam kondisi cair. Salah satu yang penting bagi industri adalah [[seng]] cair dan [[perak]] cair yang tidak dapat campur dengan [[timbal]] cair, sementara perak dapat campur dengan seng. Fenomena ini dimanfaatkan dalam [[proses Parkes]], suatu [[Ekstraksi pelarut|ekstraksi cair-cair]], di mana timbal yang mengandung sejumlah perak dicairkan dengan seng. Perak bermigrasi ke seng, yang berada pada bagian atas cairan dua fase, dan seng kemudian dididihkan, sehingga tertinggal perak dengan kemurnian tinggi.<ref>Vincent Rich. [https://books.google.de/books?id=mfPJCgAAQBAJ&pg=PA51 The International Lead Trade]. Woodhead Publishing. 2014-03-14. hlm. 51–52. ISBN 9780857099945.</ref> | ||
== Efek entropi == | == Efek entropi == | ||
Jika campuran [[polimer]] memiliki [[entropi konfigurasi]] yang lebih rendah daripada komponen pembentuknya, mereka cenderung tidak campur satu sama lain meskipun dalam keadaan cair. | Jika campuran [[polimer]] memiliki [[entropi konfigurasi]] yang lebih rendah daripada komponen pembentuknya, mereka cenderung tidak campur satu sama lain meskipun dalam keadaan cair.<ref>G. A. Webb. [https://books.google.com/books?id=w2VU4dl8ujYC&pg=PA328 Nuclear Magnetic Resonance]. Royal Society of Chemistry. 2007. hlm. 328. ISBN 9780854043620.</ref><ref>Wolfgang Knoll. [https://books.google.de/books?id=VSJ3XuJnSkgC&pg=PT690 Functional Polymer Films, 2 Volume Set]. John Wiley & Sons. 2013-02-12. hlm. 690. ISBN 9783527638499.</ref> | ||
== Penentuan == | == Penentuan == | ||
Ketercampuran dua bahan sering ditentukan secara optik. Ketika dua cairan yang dapat campur disatukan, cairan yang dihasilkan jernih. Jika campuran keruh, itu menandakan bahwa kedua bahan tidak dapat bercampur. Penentuan ini harus dilakukan dengan hati-hati. Jika [[indeks bias]] kedua bahan tersebut serupa, campuran yang tidak dapat bercampur mungkin jernih dan menghasilkan kesalahan penentuan bahwa kedua cairan tersebut dapat campur. | Ketercampuran dua bahan sering ditentukan secara optik. Ketika dua cairan yang dapat campur disatukan, cairan yang dihasilkan jernih. Jika campuran keruh, itu menandakan bahwa kedua bahan tidak dapat bercampur. Penentuan ini harus dilakukan dengan hati-hati. Jika [[indeks bias]] kedua bahan tersebut serupa, campuran yang tidak dapat bercampur mungkin jernih dan menghasilkan kesalahan penentuan bahwa kedua cairan tersebut dapat campur.<ref>Olagoke Olabisi. [https://books.google.com/books?id=h2mcx1Xsfs0C&pg=PA170 Handbook of Thermoplastics]. CRC Press. 1997-03-19. hlm. 170. ISBN 9780824797973.</ref> | ||
== Dalam budaya populer == | == Dalam budaya populer == | ||
Banyak permainan memiliki gagasan [[Ramuan|ramuan ajaib]], dan beberapa (seperti [[Dungeons & Dragons]]) yang memiliki aturan "ketercampuran" yang terjadi jika suatu karakter mencampurkannya, baik [[in vitro]] maupun [[in vivo]]. Ramuan "tak bercampur" biasanya menghasilkan efek semacam ledakan dalam game. | Banyak permainan memiliki gagasan [[Ramuan|ramuan ajaib]], dan beberapa (seperti [[Dungeons & Dragons]]) yang memiliki aturan "ketercampuran" yang terjadi jika suatu karakter mencampurkannya, baik [[in vitro]] maupun [[in vivo]].<ref>Robert Wiese. [http://archive.wizards.com/default.asp?x=dnd%2Fdnd%2F20060401b I Wouldn't Drink That If I Were You: Potion Miscibility]. 2006-04-01.</ref> Ramuan "tak bercampur" biasanya menghasilkan efek semacam ledakan dalam game. | ||
== Lihat juga == | == Lihat juga == | ||
* [[Kesenjangan ketercampuran]] | * [[Kesenjangan ketercampuran]] | ||
* [[Emulsi]] | * [[Emulsi]] | ||
| Baris 29: | Baris 28: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ketercampuran&oldid=28031078 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28031078 (2025-10-16T19:07:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ketercampuran&oldid=28031078 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28031078 (2025-10-16T19:07:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 17.59
Ketercampuran atau misibilitas adalah sifat kemampuan dua zat untuk bercampur dalam semua perbandingan (yaitu, saling mensolvasi sempurna satu sama lain pada konsentrasi berapapun), membentuk larutan homogen. Istilah ini paling sering diterapkan pada cairan, tetapi berlaku juga untuk padatan dan gas. Air dan etanol, misalnya, bersifat dapat campur karena bercampur dalam semua proporsi.[1]
Sebaliknya, zat dikatakan tidak dapat bercampur jika ada perbandingan tertentu suatu campuran tidak membentuk larutan. Sebagai contoh, minyak tidak larut dalam air sehingga kedua pelarut ini tidak dapat campur, sementara meskipun butanon (metil etil keton) larut secara signifikan dalam air, kedua pelarut ini juga tidak bercampur karena tidak larut dalam semua perbandingan.[2]
Senyawa organik
Dalam senyawa organik, persentase berat rantai hidrokarbon sering kali menentukan ketercampuran senyawa dengan air. Misalnya, dalam kelompok alkohol, etanol memiliki dua atom karbon dan bercampur dengan air, sedangkan 1-butanol dengan empat karbon tidak.[3] Oktanol, dengan delapan karbon, praktis tidak larut dalam air, dan ketidakmampuannya bercampur dengan air menjadikannya digunakan sebagai standar untuk kesetimbangan partisi.[4] Begitu juga dengan lipid; rantai karbon lipid yang sangat panjang menyebabkan mereka hampir selalu tidak bisa bercampur dengan air. Situasi serupa terjadi untuk gugus fungsional lainnya. Asam karboksilat rantai lurus hingga asam butanoat (dengan empat atom karbon) dapat campur dengan air, asam pentanoat (dengan lima karbon) sebagian larut dan asam heksanoat (dengan enam karbon) praktis tidak larut.[5] Pola yang sama berlaku untuk molekul lain, misalnya aldehida dan keton.
Logam
Logam yang tak dapat campur tidak dapat membentuk paduan satu sama lain. Biasanya, suatu campuran dapat terjadi dalam bentuk lelehannya, tetapi setelah dibekukan, logam-logam tersebut terpisah menjadi beberapa lapisan. Sifat ini memungkinkan pembentukan endapan padat melalui pembekuan cepat leburan campuran logam tak dapat campur. Salah satu contoh ketaktercampuran dalam logam adalah tembaga dan kobalt, di mana pembekuan cepat untuk membentuk endapan padat telah digunakan untuk membuat bahan GMR granular .[6]
Ada juga logam yang tidak larut dalam kondisi cair. Salah satu yang penting bagi industri adalah seng cair dan perak cair yang tidak dapat campur dengan timbal cair, sementara perak dapat campur dengan seng. Fenomena ini dimanfaatkan dalam proses Parkes, suatu ekstraksi cair-cair, di mana timbal yang mengandung sejumlah perak dicairkan dengan seng. Perak bermigrasi ke seng, yang berada pada bagian atas cairan dua fase, dan seng kemudian dididihkan, sehingga tertinggal perak dengan kemurnian tinggi.[7]
Efek entropi
Jika campuran polimer memiliki entropi konfigurasi yang lebih rendah daripada komponen pembentuknya, mereka cenderung tidak campur satu sama lain meskipun dalam keadaan cair.[8][9]
Penentuan
Ketercampuran dua bahan sering ditentukan secara optik. Ketika dua cairan yang dapat campur disatukan, cairan yang dihasilkan jernih. Jika campuran keruh, itu menandakan bahwa kedua bahan tidak dapat bercampur. Penentuan ini harus dilakukan dengan hati-hati. Jika indeks bias kedua bahan tersebut serupa, campuran yang tidak dapat bercampur mungkin jernih dan menghasilkan kesalahan penentuan bahwa kedua cairan tersebut dapat campur.[10]
Dalam budaya populer
Banyak permainan memiliki gagasan ramuan ajaib, dan beberapa (seperti Dungeons & Dragons) yang memiliki aturan "ketercampuran" yang terjadi jika suatu karakter mencampurkannya, baik in vitro maupun in vivo.[11] Ramuan "tak bercampur" biasanya menghasilkan efek semacam ledakan dalam game.
Lihat juga
Referensi
- ↑ Leroy G. Wade. Organic Chemistry. Pearson Education. 2003. hlm. 412. ISBN 0-13-033832-X.
- ↑ H. Stephen. Binary Systems: Solubilities of Inorganic and Organic Compounds, Volume 1P1. Elsevier. 2013-10-22. ISBN 9781483147123.
- ↑ Jill Barber. Pharmaceutical Chemistry. OUP Oxford. 2013-07-25. ISBN 9780199655304.
- ↑ J. Sangster. Octanol-Water Partition Coefficients: Fundamentals and Physical Chemistry. John Wiley & Sons. 1997-05-28. ISBN 9780471973973.
- ↑ John C. Gilbert. Experimental Organic Chemistry: A Miniscale and Microscale Approach. Cengage Learning. 2010-01-19. hlm. 841. ISBN 1439049149.
- ↑ John C. Mallinson. Magneto-Resistive and Spin Valve Heads: Fundamentals and Applications. Academic Press. 2001-09-27. hlm. 47. ISBN 9780080510637.
- ↑ Vincent Rich. The International Lead Trade. Woodhead Publishing. 2014-03-14. hlm. 51–52. ISBN 9780857099945.
- ↑ G. A. Webb. Nuclear Magnetic Resonance. Royal Society of Chemistry. 2007. hlm. 328. ISBN 9780854043620.
- ↑ Wolfgang Knoll. Functional Polymer Films, 2 Volume Set. John Wiley & Sons. 2013-02-12. hlm. 690. ISBN 9783527638499.
- ↑ Olagoke Olabisi. Handbook of Thermoplastics. CRC Press. 1997-03-19. hlm. 170. ISBN 9780824797973.
- ↑ Robert Wiese. I Wouldn't Drink That If I Were You: Potion Miscibility. 2006-04-01.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28031078 (2025-10-16T19:07:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.