Higroskopi: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28448237; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Higroskopi''' adalah ''<u>kemampuan suatu [[zat]] untuk menyerap [[molekul]] [[air]] dari [[lingkungan]]nya baik melalui [[Absorpsi (kimia)|absorbsi]] atau [[adsorpsi]]</u>''. Suatu zat disebut ''higroskopis'' jika zat itu mempunyai kemampuan menyerap molekul air yang baik. Contoh zat-zat higroskopis adalah [[madu]], [[gliserin]], [[etanol]], [[metanol]], [[asam sulfat]] pekat, dan [[natrium hidroksida]] (soda kaustik) pekat. [[Kalsium klorida]] merupakan zat yang sangat higroskopis, sehingga kalsium klorida akan [[larutan|larut]] dalam molekul-molekul air yang diserapnya. Fenomena tersebut disebut juga ''deliquescence'' ([[Bahasa Inggris]]). Karena bahan-bahan higroskopis memiliki [[afinitas kimia|afinitas]] yang kuat terhadap [[kelembapan]] [[atmosfer|udara]], biasanya mereka disimpan di wadah tertutup. Beberapa zat higroskopis juga ditambahkan pada makanan atau bahan-bahan tertentu untuk menjaga kelembapannya. Zat-zat ini disebut [[humektan]]. | [[File:THC_2003.902.036_Determining_Hygroscopicity.tif|thumb|right|280px|THC 2003.902.036 Determining Hygroscopicity]] | ||
'''Higroskopi''' adalah ''<u>kemampuan suatu [[zat]] untuk menyerap [[molekul]] [[air]] dari [[lingkungan]]nya baik melalui [[Absorpsi (kimia)|absorbsi]] atau [[adsorpsi]]</u>''. Suatu zat disebut ''higroskopis'' jika zat itu mempunyai kemampuan menyerap molekul air yang baik. Contoh zat-zat higroskopis adalah [[madu]], [[gliserin]], [[etanol]], [[metanol]], [[asam sulfat]] pekat, dan [[natrium hidroksida]] (soda kaustik) pekat.<ref>[http://www.hygroscopiccycle.com/hygroscopic-compounds/ Hygroscopic compounds]. ''hygroscopiccycle.com''. IBERGY.</ref> [[Kalsium klorida]] merupakan zat yang sangat higroskopis, sehingga kalsium klorida akan [[larutan|larut]] dalam molekul-molekul air yang diserapnya. Fenomena tersebut disebut juga ''deliquescence'' ([[Bahasa Inggris]]). Karena bahan-bahan higroskopis memiliki [[afinitas kimia|afinitas]] yang kuat terhadap [[kelembapan]] [[atmosfer|udara]], biasanya mereka disimpan di wadah tertutup. Beberapa zat higroskopis juga ditambahkan pada makanan atau bahan-bahan tertentu untuk menjaga kelembapannya. Zat-zat ini disebut [[humektan]].<ref>[https://sportsturfonline.com/2013/12/17/the-use-of-hygroscopic-humectants-in-managing-soil-moisture/ The use of hygroscopic humectants in managing soil moisture]. ''Soprts Turf''. 17 Desember 2013.</ref> | |||
Setiap [[bahan]] memiliki sifat higroskopi yang berbeda-beda. Contoh yang umum adalah pada sampul buku. Sering kali pada tempat yang lembap, sampul sebuah buku melengkung keluar. Hal ini disebabkan bagian dalam sampul lebih menyerap kelembapan (lebih higroskopis), daripada bagian luar, bagian luar menjadi lebih luas, menyebabkan tegangan yang membengkokkan sampul tersebut keluar. Fenomena ini mirip dengan fenomena [[bimetal]]. Pengaruh kelembapan udara terhadap kondisi suatu bahan dapat diekspresikan dalam koefisien ekspansi higroskopis atau koefisien kontraksi higroskopis. Perbedaan kedua koefisien ini terletak pada konvensi tanda positif dan negatif yang digunakan. | Setiap [[bahan]] memiliki sifat higroskopi yang berbeda-beda. Contoh yang umum adalah pada sampul buku. Sering kali pada tempat yang lembap, sampul sebuah buku melengkung keluar. Hal ini disebabkan bagian dalam sampul lebih menyerap kelembapan (lebih higroskopis), daripada bagian luar, bagian luar menjadi lebih luas, menyebabkan tegangan yang membengkokkan sampul tersebut keluar. Fenomena ini mirip dengan fenomena [[bimetal]]. Pengaruh kelembapan udara terhadap kondisi suatu bahan dapat diekspresikan dalam koefisien ekspansi higroskopis atau koefisien kontraksi higroskopis. Perbedaan kedua koefisien ini terletak pada konvensi tanda positif dan negatif yang digunakan. | ||
== Etimologi dan pengucapan == | == Etimologi dan pengucapan == | ||
Kata ''higroskopi'' () merupakan gabungan dari ''[[wikt:higro-#Prefiks|higro-]]'' dan ''[[wikt:-skopi#Sufiks|-skopi]]''. Tidak seperti kata ''-skopi'' lainnya, kata ini tidak lagi mengacu pada mode tampilan atau pencitraan. Kata ''higroskop'' mengacu pada tahun 1790-an untuk perangkat pengukur tingkat kelembapan. Higroskop ini menggunakan material, seperti bulu hewan tertentu, yang berubah bentuk dan ukuran ketika menjadi basah. Bahan-bahan tersebut kemudian dikatakan ''higroskopis'' karena mereka cocok untuk membuat suatu higroskop. Akhirnya, meskipun, kata ''higroskop'' berhenti digunakan untuk instrumen seperti itu pada penggunaan modern, tetapi kata ''higroskopis'' (cenderung mempertahankan kelembapan) tetap lestari, dan dengan demikian juga ''higroskopi'' (kemampuan untuk melakukannya). Saat ini instrumen untuk mengukur kelembapan disebut [[higrometer]] (''higro-'' + ''-meter''). | Kata ''higroskopi'' () merupakan gabungan dari ''[[wikt:higro-#Prefiks|higro-]]'' dan ''[[wikt:-skopi#Sufiks|-skopi]]''. Tidak seperti kata ''-skopi'' lainnya, kata ini tidak lagi mengacu pada mode tampilan atau pencitraan.<ref>[https://en.oxforddictionaries.com/definition/-scopy Definition of -scopy in English]. ''Oxford Dictionaries''.</ref> Kata ''higroskop'' mengacu pada tahun 1790-an untuk perangkat pengukur tingkat kelembapan. Higroskop ini menggunakan material, seperti bulu hewan tertentu, yang berubah bentuk dan ukuran ketika menjadi basah.<ref>Chinta S.K., Landage S.M., Yadav Krati. [http://www.rroij.com/open-access/application-of-chicken-feathers-intechnicaltextiles.pdf Application of Chicken Feathers in Technical Textiles]. ''International Journal of Innovative Research in Science, Engineering and Technology''. April 2013. Vol. 2 (4).</ref> Bahan-bahan tersebut kemudian dikatakan ''higroskopis'' karena mereka cocok untuk membuat suatu higroskop. Akhirnya, meskipun, kata ''higroskop'' berhenti digunakan untuk instrumen seperti itu pada penggunaan modern, tetapi kata ''higroskopis'' (cenderung mempertahankan kelembapan) tetap lestari, dan dengan demikian juga ''higroskopi'' (kemampuan untuk melakukannya). Saat ini instrumen untuk mengukur kelembapan disebut [[higrometer]] (''higro-'' + ''-meter''). | ||
== Aplikasi dalam pembakaran == | == Aplikasi dalam pembakaran == | ||
Penggunaan sifat higroskopis zat yang berbeda dalam [[pembakaran (memasak)|pembakaran (''baking'')]] sering digunakan untuk mencapai perbedaan dalam kadar air dan, karenanya, menentukan kerenyahan. Varietas berbeda dari gula digunakan dalam jumlah yang berbeda untuk menghasilkan kue kering yang renyah (biskuit) dibandingkan dengan kue yang lunak dan kenyal. Gula seperti [[madu]], [[gula merah]], dan [[molase]] adalah contoh pemanis yang digunakan untuk membuat kue yang lebih basah dan kenyal. | Penggunaan sifat higroskopis zat yang berbeda dalam [[pembakaran (memasak)|pembakaran (''baking'')]] sering digunakan untuk mencapai perbedaan dalam kadar air dan, karenanya, menentukan kerenyahan.<ref>Červenka, L., Brožková, I., Vytřasová, J. [http://www.vup.sk/en/download.php?bulID=7 Effects of the principal ingredients of biscuits upon water activity]. ''J. Food Nutr. Res''. 2006. Vol. 45. hlm. 39-43.</ref> Varietas berbeda dari gula digunakan dalam jumlah yang berbeda untuk menghasilkan kue kering yang renyah (biskuit) dibandingkan dengan kue yang lunak dan kenyal. Gula seperti [[madu]], [[gula merah]], dan [[molase]] adalah contoh pemanis yang digunakan untuk membuat kue yang lebih basah dan kenyal.<ref>Sloane, T. O'Conor. Facts Worth Knowing Selected Mainly from the Scientific American for Household, Workshop, and Farm Embracing Practical and Useful Information for Every Branch of Industry. Hartford: S. S. Scranton and Co. 1895.</ref> | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 14: | Baris 15: | ||
* [[Hidrofilik]] | * [[Hidrofilik]] | ||
* [[Hidrofobik]] | * [[Hidrofobik]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://vimeo.com/2670546 Video ''Deliquescense'' Kalsium Klorida] | * [http://vimeo.com/2670546 Video ''Deliquescense'' Kalsium Klorida] | ||
* [http://www.olympic-construction.co.uk/salt-dampness Gerakan garam organik higroskopis] | * [http://www.olympic-construction.co.uk/salt-dampness Gerakan garam organik higroskopis] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Higroskopi&oldid=28448237 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28448237 (2025-11-13T06:18:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 18.02

Higroskopi adalah kemampuan suatu zat untuk menyerap molekul air dari lingkungannya baik melalui absorbsi atau adsorpsi. Suatu zat disebut higroskopis jika zat itu mempunyai kemampuan menyerap molekul air yang baik. Contoh zat-zat higroskopis adalah madu, gliserin, etanol, metanol, asam sulfat pekat, dan natrium hidroksida (soda kaustik) pekat.[1] Kalsium klorida merupakan zat yang sangat higroskopis, sehingga kalsium klorida akan larut dalam molekul-molekul air yang diserapnya. Fenomena tersebut disebut juga deliquescence (Bahasa Inggris). Karena bahan-bahan higroskopis memiliki afinitas yang kuat terhadap kelembapan udara, biasanya mereka disimpan di wadah tertutup. Beberapa zat higroskopis juga ditambahkan pada makanan atau bahan-bahan tertentu untuk menjaga kelembapannya. Zat-zat ini disebut humektan.[2]
Setiap bahan memiliki sifat higroskopi yang berbeda-beda. Contoh yang umum adalah pada sampul buku. Sering kali pada tempat yang lembap, sampul sebuah buku melengkung keluar. Hal ini disebabkan bagian dalam sampul lebih menyerap kelembapan (lebih higroskopis), daripada bagian luar, bagian luar menjadi lebih luas, menyebabkan tegangan yang membengkokkan sampul tersebut keluar. Fenomena ini mirip dengan fenomena bimetal. Pengaruh kelembapan udara terhadap kondisi suatu bahan dapat diekspresikan dalam koefisien ekspansi higroskopis atau koefisien kontraksi higroskopis. Perbedaan kedua koefisien ini terletak pada konvensi tanda positif dan negatif yang digunakan.
Etimologi dan pengucapan
Kata higroskopi () merupakan gabungan dari higro- dan -skopi. Tidak seperti kata -skopi lainnya, kata ini tidak lagi mengacu pada mode tampilan atau pencitraan.[3] Kata higroskop mengacu pada tahun 1790-an untuk perangkat pengukur tingkat kelembapan. Higroskop ini menggunakan material, seperti bulu hewan tertentu, yang berubah bentuk dan ukuran ketika menjadi basah.[4] Bahan-bahan tersebut kemudian dikatakan higroskopis karena mereka cocok untuk membuat suatu higroskop. Akhirnya, meskipun, kata higroskop berhenti digunakan untuk instrumen seperti itu pada penggunaan modern, tetapi kata higroskopis (cenderung mempertahankan kelembapan) tetap lestari, dan dengan demikian juga higroskopi (kemampuan untuk melakukannya). Saat ini instrumen untuk mengukur kelembapan disebut higrometer (higro- + -meter).
Aplikasi dalam pembakaran
Penggunaan sifat higroskopis zat yang berbeda dalam pembakaran (baking) sering digunakan untuk mencapai perbedaan dalam kadar air dan, karenanya, menentukan kerenyahan.[5] Varietas berbeda dari gula digunakan dalam jumlah yang berbeda untuk menghasilkan kue kering yang renyah (biskuit) dibandingkan dengan kue yang lunak dan kenyal. Gula seperti madu, gula merah, dan molase adalah contoh pemanis yang digunakan untuk membuat kue yang lebih basah dan kenyal.[6]
Lihat pula
Pranala luar
Referensi
- ↑ Hygroscopic compounds. hygroscopiccycle.com. IBERGY.
- ↑ The use of hygroscopic humectants in managing soil moisture. Soprts Turf. 17 Desember 2013.
- ↑ Definition of -scopy in English. Oxford Dictionaries.
- ↑ Chinta S.K., Landage S.M., Yadav Krati. Application of Chicken Feathers in Technical Textiles. International Journal of Innovative Research in Science, Engineering and Technology. April 2013. Vol. 2 (4).
- ↑ Červenka, L., Brožková, I., Vytřasová, J. Effects of the principal ingredients of biscuits upon water activity. J. Food Nutr. Res. 2006. Vol. 45. hlm. 39-43.
- ↑ Sloane, T. O'Conor. Facts Worth Knowing Selected Mainly from the Scientific American for Household, Workshop, and Farm Embracing Practical and Useful Information for Every Branch of Industry. Hartford: S. S. Scranton and Co. 1895.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28448237 (2025-11-13T06:18:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.