Rekristalisasi (kimia): Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28656558; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Dalam [[kimia]], '''rekristalisasi''' merupakan suatu teknik yang digunakan untuk memurnikan [[zat kimia]]. Dengan melarutkan baik pengotor dan senyawa dalam pelarut yang sesuai, baik senyawa yang diinginkan atau pengotor bisa dikeluarkan dari [[larutan]], meninggalkan yang lain di belakang. Hal ini dinamai bagi [[kristal]] yang kerap terbentuk ketika senyawa endapan keluar. Atau, ''rekristalisasi'' dapat merujuk pada pertumbuhan alami dari kristal es yang lebih besar dengan mengorbankan yang lebih kecil. | Dalam [[kimia]], '''rekristalisasi''' merupakan suatu teknik yang digunakan untuk memurnikan [[zat kimia]].<ref>Laurence M. Harwood, Christopher J. Moody. [https://archive.org/details/experimentalorga00harw Experimental organic chemistry: Principles and Practice]. Blackwell Scientific Publications. 1989. hlm. [https://archive.org/details/experimentalorga00harw/page/127 127]–132. ISBN 0-632-02017-2.</ref> Dengan melarutkan baik pengotor dan senyawa dalam pelarut yang sesuai, baik senyawa yang diinginkan atau pengotor bisa dikeluarkan dari [[larutan]], meninggalkan yang lain di belakang. Hal ini dinamai bagi [[kristal]] yang kerap terbentuk ketika senyawa endapan keluar. Atau, ''rekristalisasi'' dapat merujuk pada pertumbuhan alami dari kristal es yang lebih besar dengan mengorbankan yang lebih kecil. | ||
Besarnya suhu rekristalisasi adalah setengah sampai dengan sepertiga dari suhu [[logam]]. Banyak hal yang menentukan keberhasilan rekristalisasi, diantaranya adalah kecocokan pelarut. Perlu ada usaha khusus untuk menentukan pelarut yang baik untuk rekristalisasi. Rekristalisasi terjadi pada saat suatu spesi mendapatkan perlakuan panas. | Besarnya suhu rekristalisasi adalah setengah sampai dengan sepertiga dari suhu [[logam]]. Banyak hal yang menentukan keberhasilan rekristalisasi, diantaranya adalah kecocokan pelarut. Perlu ada usaha khusus untuk menentukan pelarut yang baik untuk rekristalisasi. Rekristalisasi terjadi pada saat suatu spesi mendapatkan perlakuan panas. | ||
| Baris 5: | Baris 5: | ||
== Tipe == | == Tipe == | ||
=== Rekristalisasi filtrasi-panas === | === Rekristalisasi filtrasi-panas === | ||
Filtrasi panas dapat digunakan untuk memisahkan "senyawa A" baik dari "[[residu|pengotor]] B" dan beberapa "materi yang tidak larut C". Teknik ini biasanya menggunakan sistem pelarut tunggal seperti dijelaskan di atas. Ketika kedua "senyawa A" dan "[[residu|pengotor]] B" dilarutkan dalam jumlah minimum pelarut panas, larutan disaring untuk menghilangkan "materi yang tidak larut C". Untuk prosedur yang sukses, seseorang harus memastikan bahwa peralatan filtrasi masih panas untuk menghentikan senyawa terlarut mengkristal dari larutan selama penyaringan, sehingga membentuk kristal pada [[kertas saring|kertas]] atau [[corong pisah]]. | Filtrasi panas<ref>Laurence M. Harwood, Christopher J. Moody. [https://archive.org/details/experimentalorga00harw Experimental organic chemistry: Principles and Practice]. Blackwell Scientific Publications. 1989. hlm. [https://archive.org/details/experimentalorga00harw/page/74 74]. ISBN 0-632-02017-2.</ref> dapat digunakan untuk memisahkan "senyawa A" baik dari "[[residu|pengotor]] B" dan beberapa "materi yang tidak larut C". Teknik ini biasanya menggunakan sistem pelarut tunggal seperti dijelaskan di atas. Ketika kedua "senyawa A" dan "[[residu|pengotor]] B" dilarutkan dalam jumlah minimum pelarut panas, larutan disaring untuk menghilangkan "materi yang tidak larut C". Untuk prosedur yang sukses, seseorang harus memastikan bahwa peralatan filtrasi masih panas untuk menghentikan senyawa terlarut mengkristal dari larutan selama penyaringan, sehingga membentuk kristal pada [[kertas saring|kertas]] atau [[corong pisah]]. | ||
Salah satu cara untuk mencapai ini adalah dengan memanaskan labu berbentuk kerucut yang mengandung sedikit [[pelarut]] bersih di atas plat pemanas. Corong saring bersandar di mulutnya, dan uap pelarut panas mempertahankan batang hangat. Corong penyaring berjaket juga dapat digunakan. [[Kertas saring]] sebaiknya bergalur, bukan dilipat menjadi seperempat; ini memungkinkan filtrasi lebih cepat, sehingga sedikit kesempatan untuk senyawa yang diinginkan untuk mendinginkan dan mengkristal dari larutan. | Salah satu cara untuk mencapai ini adalah dengan memanaskan labu berbentuk kerucut yang mengandung sedikit [[pelarut]] bersih di atas plat pemanas. Corong saring bersandar di mulutnya, dan uap pelarut panas mempertahankan batang hangat. Corong penyaring berjaket juga dapat digunakan. [[Kertas saring]] sebaiknya bergalur, bukan dilipat menjadi seperempat; ini memungkinkan filtrasi lebih cepat, sehingga sedikit kesempatan untuk senyawa yang diinginkan untuk mendinginkan dan mengkristal dari larutan. | ||
Sering kali lebih mudah untuk melakukan [[filtrasi]] dan rekristalisasi sebagai dua langkah independen dan terpisah. Artinya melarutkan "senyawa A" dan "pengotor B" dalam pelarut yang sesuai pada suhu kamar, penyaringan (untuk menghilangkan senyawa/kaca tidak dapat larut), mengeluarkan pelarut dan kemudian merekristalisasi menggunakan salah satu metode yang tercantum di atas. | Sering kali lebih mudah untuk melakukan [[filtrasi]] dan rekristalisasi sebagai dua langkah independen dan terpisah. Artinya melarutkan "senyawa A" dan "pengotor B" dalam pelarut yang sesuai pada suhu kamar, penyaringan (untuk menghilangkan senyawa/kaca tidak dapat larut), mengeluarkan pelarut dan kemudian merekristalisasi menggunakan salah satu metode yang tercantum di atas. | ||
== Es == | == Es == | ||
Untuk [[es]], rekristalisasi mengacu pada pertumbuhan kristal yang lebih besar dengan mengorbankan yang lebih kecil. Beberapa [[protein]] antibeku biologis telah terbukti menghambat proses ini, dan efeknya mungkin relevan dalam [[organisme]] yang toleran dengan pembekuan. | Untuk [[es]], rekristalisasi mengacu pada pertumbuhan kristal yang lebih besar dengan mengorbankan yang lebih kecil. Beberapa [[protein]] antibeku biologis telah terbukti menghambat proses ini, dan efeknya mungkin relevan dalam [[organisme]] yang toleran dengan pembekuan. | ||
| Baris 22: | Baris 20: | ||
* [[Pengendapan]] | * [[Pengendapan]] | ||
* [[Dekantasi]] | * [[Dekantasi]] | ||
== Bacaan lebih lanjut == | == Bacaan lebih lanjut == | ||
* | * | ||
* | * | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://www.ilmukimia.org/2012/12/cara-menentukan-pelarut-rekristalisasi.html Cara Menentukan Pelarut Rekristalisasi] | * [http://www.ilmukimia.org/2012/12/cara-menentukan-pelarut-rekristalisasi.html Cara Menentukan Pelarut Rekristalisasi] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rekristalisasi+%28kimia%29&oldid=28656558 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28656558 (2025-12-03T06:11:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rekristalisasi+%28kimia%29&oldid=28656558 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28656558 (2025-12-03T06:11:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 18.02
Dalam kimia, rekristalisasi merupakan suatu teknik yang digunakan untuk memurnikan zat kimia.[1] Dengan melarutkan baik pengotor dan senyawa dalam pelarut yang sesuai, baik senyawa yang diinginkan atau pengotor bisa dikeluarkan dari larutan, meninggalkan yang lain di belakang. Hal ini dinamai bagi kristal yang kerap terbentuk ketika senyawa endapan keluar. Atau, rekristalisasi dapat merujuk pada pertumbuhan alami dari kristal es yang lebih besar dengan mengorbankan yang lebih kecil.
Besarnya suhu rekristalisasi adalah setengah sampai dengan sepertiga dari suhu logam. Banyak hal yang menentukan keberhasilan rekristalisasi, diantaranya adalah kecocokan pelarut. Perlu ada usaha khusus untuk menentukan pelarut yang baik untuk rekristalisasi. Rekristalisasi terjadi pada saat suatu spesi mendapatkan perlakuan panas.
Tipe
Rekristalisasi filtrasi-panas
Filtrasi panas[2] dapat digunakan untuk memisahkan "senyawa A" baik dari "pengotor B" dan beberapa "materi yang tidak larut C". Teknik ini biasanya menggunakan sistem pelarut tunggal seperti dijelaskan di atas. Ketika kedua "senyawa A" dan "pengotor B" dilarutkan dalam jumlah minimum pelarut panas, larutan disaring untuk menghilangkan "materi yang tidak larut C". Untuk prosedur yang sukses, seseorang harus memastikan bahwa peralatan filtrasi masih panas untuk menghentikan senyawa terlarut mengkristal dari larutan selama penyaringan, sehingga membentuk kristal pada kertas atau corong pisah.
Salah satu cara untuk mencapai ini adalah dengan memanaskan labu berbentuk kerucut yang mengandung sedikit pelarut bersih di atas plat pemanas. Corong saring bersandar di mulutnya, dan uap pelarut panas mempertahankan batang hangat. Corong penyaring berjaket juga dapat digunakan. Kertas saring sebaiknya bergalur, bukan dilipat menjadi seperempat; ini memungkinkan filtrasi lebih cepat, sehingga sedikit kesempatan untuk senyawa yang diinginkan untuk mendinginkan dan mengkristal dari larutan.
Sering kali lebih mudah untuk melakukan filtrasi dan rekristalisasi sebagai dua langkah independen dan terpisah. Artinya melarutkan "senyawa A" dan "pengotor B" dalam pelarut yang sesuai pada suhu kamar, penyaringan (untuk menghilangkan senyawa/kaca tidak dapat larut), mengeluarkan pelarut dan kemudian merekristalisasi menggunakan salah satu metode yang tercantum di atas.
Es
Untuk es, rekristalisasi mengacu pada pertumbuhan kristal yang lebih besar dengan mengorbankan yang lebih kecil. Beberapa protein antibeku biologis telah terbukti menghambat proses ini, dan efeknya mungkin relevan dalam organisme yang toleran dengan pembekuan.
Lihat pula
Bacaan lebih lanjut
Pranala luar
Referensi
- ↑ Laurence M. Harwood, Christopher J. Moody. Experimental organic chemistry: Principles and Practice. Blackwell Scientific Publications. 1989. hlm. 127–132. ISBN 0-632-02017-2.
- ↑ Laurence M. Harwood, Christopher J. Moody. Experimental organic chemistry: Principles and Practice. Blackwell Scientific Publications. 1989. hlm. 74. ISBN 0-632-02017-2.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28656558 (2025-12-03T06:11:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.