Hidrometalurgi: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28666837; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Hidrometalurgi''' adalah metode memperoleh logam dari sumbernya ([[metalurgi ekstraktif]]) dengan melibatkan reaksi-reaksi kimia dalam [[larutan berair]]. Biasanya metode ini dibagi menjadi tiga tahap: pelindian, pemekatan, dan pengambilan. Pelindian (''leaching'' atau lixiviasi) adalah pelarutan sumber logam ke dalam larutan berair, dapat digunakan dengan pereaksi (misalnya [[asam]] atau [[basa]]) yang selektif melarutkan logam yang diingankan dan meninggalkan pengotor. Selanjutnya dilakukan pemekatan atau pemurnian terhadap larutan tersebut, untuk meningkatkan konsentrasi terlarut logam yang diinginkan, serta menghilangkan pengotor. Tahap terakhir adalah pengambilan (''recovery'') logam yang diinginkan dari larutan menjadi bentuk yang dapat dijual (misalnya padatan). Biasanya hal ini dilakukan dengan [[elektrolisis]] atau [[pengendapan]]. | '''Hidrometalurgi''' adalah metode memperoleh logam dari sumbernya ([[metalurgi ekstraktif]]) dengan melibatkan reaksi-reaksi kimia dalam [[larutan berair]].<ref>Brent Hiskey "Metallurgy, Survey" in Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology, 2000, Wiley-VCH, Weinheim.</ref><ref>F. Habashi "Recent Trends in Extractive Metallurgy" Journal of Mining and Metallurgy, Section B: Metallurgy 2009, Volume 45, pp. 1- 13.</ref> Biasanya metode ini dibagi menjadi tiga tahap: pelindian, pemekatan, dan pengambilan. Pelindian (''leaching'' atau lixiviasi) adalah pelarutan sumber logam ke dalam larutan berair, dapat digunakan dengan pereaksi (misalnya [[asam]] atau [[basa]]) yang selektif melarutkan logam yang diingankan dan meninggalkan pengotor.<ref>Namil Um. ''Hydrometallurgical recovery process of rare earth elements from waste: main application of acid leaching with devised diagram''. INTECH. July 2017. hlm. 41-60. ISBN 978-953-51-3402-2.</ref><ref>Peter A. Tasker, Christine C. Tong, Arjan N. Westra "Co-extraction of cations and anions in base metal recovery" Coordination Chemistry Reviews 2007, vol. 251, pp. 1868–1877.</ref> Selanjutnya dilakukan pemekatan atau pemurnian terhadap larutan tersebut, untuk meningkatkan konsentrasi terlarut logam yang diinginkan, serta menghilangkan pengotor.<ref>Brent Hiskey "Metallurgy, Survey" in Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology, 2000, Wiley-VCH, Weinheim.</ref> Tahap terakhir adalah pengambilan (''recovery'') logam yang diinginkan dari larutan menjadi bentuk yang dapat dijual (misalnya padatan). Biasanya hal ini dilakukan dengan [[elektrolisis]] atau [[pengendapan]].<ref>James W. Patterson. [https://books.google.com/books?id=sBIlMXdno6sC&pg=PA77 Metals Speciation Separation and Recovery]. CRC Press. 5 July 1987. hlm. 77. ISBN 978-0-87371-034-3.</ref> | ||
;Ekstraksi logam | ;Ekstraksi logam | ||
| Baris 46: | Baris 46: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hidrometalurgi&oldid=28666837 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28666837 (2025-12-06T01:08:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hidrometalurgi&oldid=28666837 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28666837 (2025-12-06T01:08:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 18.03
Hidrometalurgi adalah metode memperoleh logam dari sumbernya (metalurgi ekstraktif) dengan melibatkan reaksi-reaksi kimia dalam larutan berair.[1][2] Biasanya metode ini dibagi menjadi tiga tahap: pelindian, pemekatan, dan pengambilan. Pelindian (leaching atau lixiviasi) adalah pelarutan sumber logam ke dalam larutan berair, dapat digunakan dengan pereaksi (misalnya asam atau basa) yang selektif melarutkan logam yang diingankan dan meninggalkan pengotor.[3][4] Selanjutnya dilakukan pemekatan atau pemurnian terhadap larutan tersebut, untuk meningkatkan konsentrasi terlarut logam yang diinginkan, serta menghilangkan pengotor.[5] Tahap terakhir adalah pengambilan (recovery) logam yang diinginkan dari larutan menjadi bentuk yang dapat dijual (misalnya padatan). Biasanya hal ini dilakukan dengan elektrolisis atau pengendapan.[6]
- Ekstraksi logam
Dalam proses ekstraksi logam, ada satu atau lebih dari tiga tipe metalurgi berikut yang digunakan:
- Pirometalurgi,yaitu proses yang menggunakan panas,
- Elektrometalurgi, yaitu proses yang menggunakan langkah elektrokimia, dan
- Hidrometalurgi, yaitu proses yang bergantung pada larutan kimia logam.
Secara umum, proses ekstraksi dan pemanfaatan logam dimulai dengan penambangan dan pengolahan mineral.
Keuntungan dan kekurangan hidrometalurgi
Keuntungan hidrometalurgi
- Hidrometalurgi saat ini digunakan untuk membuat lebih dari 70 elemen logam, dan melibatkan pemisahan selektif dalam daur ulang baterai, yang menghasilkan ekstraksi garam. Setelah desorpsi ion yang teradsorpsi, pertukaran ion mengarah pada berbagai prosedur pemisahan dan pemulihan logam pada konsentrasi rendah.
- Hidrometalurgi mampu mengekstraksi bijih yang rumit dan bermutu rendah.
- Hidrometalurgi memiliki biaya investasi yang rendah.
- Hidrometalurgi jauh lebih ramah lingkungan.
- Kontrol yang lebih besar terhadap setiap tahapan proses akan menghasilkan perolehan produk sampingan yang berharga. Penanganan material juga disederhanakan.
- Metode hidrometalurgi menghilangkan kebutuhan akan kokas, zat pereduksi yang semakin mahal.
- Limbah cair dari proses pemulihan terakhir dapat didaur ulang.
Kekurangan hidrometalurgi
- Hidrometalurgi menggunakan air dalam jumlah besar sehingga mempunyai potensi kontaminasi yang lebih besar.
- Terdapat kesulitan dalam pemisahan padat-cair;
- masalah pengotor mungkin timbul selama proses pemurnian selama hidrometalurgi.
- Diperlukan lebih banyak waktu untuk pemulihan logam yang tinggi.
Keuntungan hidrometalurgi dibandingkan pirometalurgi
- Pemrosesan pada suhu rendah, biaya penanganan produk pelindian yang rendah, dan kemampuan untuk mengolah bijih bermutu rendah dalam hidrometalurgi menjadikan pelindian lebih unggul daripada peleburan suhu tinggi.
- Sulfida dibakar dalam peleburan pirometalurgi tradisional, melepaskan gas SO2 ke atmosfer. Dibandingkan dengan pirometalurgi, hidrometalurgi hanya melepaskan sebagian kecil gas ke atmosfer.
- Hidrometalurgi lebih ramah lingkungan dibandingkan pirometalurgi.
- Hidrometalurgi cocok untuk bijih yang ramping dan rumit. Dengan semakin menipisnya sumber daya bijih yang kaya, proses pirometalurgi tradisional untuk ekstraksi logam menjadi semakin menantang dalam banyak hal.
- Proses hidrometalurgi dapat dimulai dalam skala sederhana dan skalanya ditingkatkan sesuai kebutuhan. Karena kebutuhan akan proses yang ekonomis, proses pirometalurgi biasanya harus direncanakan sebagai operasi skala besar.
Lihat pula
- Metalurgi ekstraktif
- Tungku pembakaran
- Pengecoran
- Tanur Busur Listrik
- Fabrikasi logam
- Logam paduan
- Logam
- Peleburan (metalurgi)
- Pemurnian
- Biohidrometalurgi
- Pirometalurgi
- Elektrometalurgi
Referensi
- ↑ Brent Hiskey "Metallurgy, Survey" in Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology, 2000, Wiley-VCH, Weinheim.
- ↑ F. Habashi "Recent Trends in Extractive Metallurgy" Journal of Mining and Metallurgy, Section B: Metallurgy 2009, Volume 45, pp. 1- 13.
- ↑ Namil Um. Hydrometallurgical recovery process of rare earth elements from waste: main application of acid leaching with devised diagram. INTECH. July 2017. hlm. 41-60. ISBN 978-953-51-3402-2.
- ↑ Peter A. Tasker, Christine C. Tong, Arjan N. Westra "Co-extraction of cations and anions in base metal recovery" Coordination Chemistry Reviews 2007, vol. 251, pp. 1868–1877.
- ↑ Brent Hiskey "Metallurgy, Survey" in Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology, 2000, Wiley-VCH, Weinheim.
- ↑ James W. Patterson. Metals Speciation Separation and Recovery. CRC Press. 5 July 1987. hlm. 77. ISBN 978-0-87371-034-3.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28666837 (2025-12-06T01:08:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.