Lompat ke isi

Halotana: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29484954; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Halotana''' atau '''Fluotana''' adalah obat [[anestesi]] [[inhalasi]] berbentuk cairan bening tak berwarna yang mudah menguap dan berbau harum. Dibuat pertama kali oleh [[C.W. Suckling]] pada tahun [[1951]]. Pemberian halotana sebaiknya bersama dengan [[oksigen]] atau nitrous okside 70%-oksigen dan sebaiknya menggunakan [[vaporizer]] yang khusus dikalibrasi untuk halotana agar konsentrasi [[uap]] yang dihasilkan itu akurat dan mudah dikendalikan.
[[File:2-bromo-2-chloro-1,1,1-trifluoroethane_200.svg|thumb|right|280px|2-bromo-2-chloro-1,1,1-trifluoroethane 200]]


Halotana dapat menimbulkan terjadinya halotana hepatitis, terutama bila [[obat]] ini diberikan dalam jangka waktu pendek (pemberian berkali-kali dalam jangka waktu pendek). [[Obat]] ini [[metabolism|dimetabolisme]] di [[hepar]] sebanyak 20-45%. Hasil metabolismenya berupa Br-, F-, Cl-, [[Asam Trifluoracetat|asam trifluoracetat]], [[Gas Cholorfifluoraetile|gas chlorodifluoroetilen]] serta [[chlorotrifluoroetilen]].
'''Halotana''' atau '''Fluotana''' adalah obat [[anestesi]] [[inhalasi]] berbentuk cairan bening tak berwarna yang mudah menguap dan berbau harum.<ref>[http://mastertedjo.wordpress.com/2011/01/27/anastesi-umum/ Anastei Umum].</ref> Dibuat pertama kali oleh [[C.W. Suckling]] pada tahun [[1951]].<ref>[http://mastertedjo.wordpress.com/2011/01/27/anastesi-umum/ Anastei Umum].</ref> Pemberian halotana sebaiknya bersama dengan [[oksigen]] atau nitrous okside 70%-oksigen dan sebaiknya menggunakan [[vaporizer]] yang khusus dikalibrasi untuk halotana agar konsentrasi [[uap]] yang dihasilkan itu akurat dan mudah dikendalikan.<ref>[http://mastertedjo.wordpress.com/2011/01/27/anastesi-umum/ Anastei Umum].</ref>
 
Halotana dapat menimbulkan terjadinya halotana hepatitis, terutama bila [[obat]] ini diberikan dalam jangka waktu pendek (pemberian berkali-kali dalam jangka waktu pendek).<ref>[http://andiiswandi.blogspot.com/2013/05/obat-anesthesi-inhalasi-halothan.html Obat Anesthesi inhalasi halotan].</ref> [[Obat]] ini [[metabolism|dimetabolisme]] di [[hepar]] sebanyak 20-45%.<ref>[http://andiiswandi.blogspot.com/2013/05/obat-anesthesi-inhalasi-halothan.html Obat Anesthesi inhalasi halotan].</ref> Hasil metabolismenya berupa Br-, F-, Cl-, [[Asam Trifluoracetat|asam trifluoracetat]], [[Gas Cholorfifluoraetile|gas chlorodifluoroetilen]] serta [[chlorotrifluoroetilen]].<ref>[http://andiiswandi.blogspot.com/2013/05/obat-anesthesi-inhalasi-halothan.html Obat Anesthesi inhalasi halotan].</ref>


== Efek Samping ==
== Efek Samping ==
Recovery dari anestesi dengan Halotana terjadi cukup cepat. Apabila terjadi rasa mual dan muntah pada masa pasca bedah / [[anestesi]] kadang-kadang hebat, maka harus dilakukan pengawasan dan perawatan yang saksama untuk mencegah terjadinya komplikasi akibat muntah, terutama pada pasien yang waktu puasa pra bedah kurang dari 8 jam (dewasa), seperti pada kasus bedah akut. Sedangkan pada masa setelah [[bedah]], pasien akan menggigil.
Recovery dari anestesi dengan Halotana terjadi cukup cepat.<ref>[http://andiiswandi.blogspot.com/2013/05/obat-anesthesi-inhalasi-halothan.html Obat Anesthesi inhalasi halotan].</ref> Apabila terjadi rasa mual dan muntah pada masa pasca bedah / [[anestesi]] kadang-kadang hebat, maka harus dilakukan pengawasan dan perawatan yang saksama untuk mencegah terjadinya komplikasi akibat muntah, terutama pada pasien yang waktu puasa pra bedah kurang dari 8 jam (dewasa), seperti pada kasus bedah akut.<ref>[http://andiiswandi.blogspot.com/2013/05/obat-anesthesi-inhalasi-halothan.html Obat Anesthesi inhalasi halotan].</ref> Sedangkan pada masa setelah [[bedah]], pasien akan menggigil.<ref>[http://andiiswandi.blogspot.com/2013/05/obat-anesthesi-inhalasi-halothan.html Obat Anesthesi inhalasi halotan].</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Halotana&oldid=29484954 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29484954 (2026-07-22T06:47:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Halotana&oldid=29484954 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29484954 (2026-07-22T06:47:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 18.04

2-bromo-2-chloro-1,1,1-trifluoroethane 200

Halotana atau Fluotana adalah obat anestesi inhalasi berbentuk cairan bening tak berwarna yang mudah menguap dan berbau harum.[1] Dibuat pertama kali oleh C.W. Suckling pada tahun 1951.[2] Pemberian halotana sebaiknya bersama dengan oksigen atau nitrous okside 70%-oksigen dan sebaiknya menggunakan vaporizer yang khusus dikalibrasi untuk halotana agar konsentrasi uap yang dihasilkan itu akurat dan mudah dikendalikan.[3]

Halotana dapat menimbulkan terjadinya halotana hepatitis, terutama bila obat ini diberikan dalam jangka waktu pendek (pemberian berkali-kali dalam jangka waktu pendek).[4] Obat ini dimetabolisme di hepar sebanyak 20-45%.[5] Hasil metabolismenya berupa Br-, F-, Cl-, asam trifluoracetat, gas chlorodifluoroetilen serta chlorotrifluoroetilen.[6]

Efek Samping

Recovery dari anestesi dengan Halotana terjadi cukup cepat.[7] Apabila terjadi rasa mual dan muntah pada masa pasca bedah / anestesi kadang-kadang hebat, maka harus dilakukan pengawasan dan perawatan yang saksama untuk mencegah terjadinya komplikasi akibat muntah, terutama pada pasien yang waktu puasa pra bedah kurang dari 8 jam (dewasa), seperti pada kasus bedah akut.[8] Sedangkan pada masa setelah bedah, pasien akan menggigil.[9]

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29484954 (2026-07-22T06:47:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.