Lompat ke isi

Amonium kromat: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25446886; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Chroman_amonný.JPG|thumb|right|280px|Chroman amonný]]
'''Amonium kromat''' adalah [[senyawa anorganik]] dengan rumus (NH<sub>4</sub>)<sub>2</sub>CrO<sub>4</sub>. Senyawa ini membentuk kristal monoklinik berwarna kuning dan terbuat dari [[amonium hidroksida]] dan [[amonium dikromat]]. Senyawa ini digunakan dalam bidang fotografi untuk membuat sensitif pelapis [[gelatin]]. Senyawa ini juga digunakan dalam percetakan [[tekstil]] dan untuk memperkuat pewarna kromat di wol. Selain itu, senyawa ini finuakan sebagai reagen analitis, katalis, dan penghambat [[korosi]].
'''Amonium kromat''' adalah [[senyawa anorganik]] dengan rumus (NH<sub>4</sub>)<sub>2</sub>CrO<sub>4</sub>. Senyawa ini membentuk kristal monoklinik berwarna kuning dan terbuat dari [[amonium hidroksida]] dan [[amonium dikromat]]. Senyawa ini digunakan dalam bidang fotografi untuk membuat sensitif pelapis [[gelatin]]. Senyawa ini juga digunakan dalam percetakan [[tekstil]] dan untuk memperkuat pewarna kromat di wol. Selain itu, senyawa ini finuakan sebagai reagen analitis, katalis, dan penghambat [[korosi]].


Senyawa ini dapat larut dalam air dan dapat mengakibatkan iritasi pada [[membran mukosa]], [[mata]], saluran pernapasan, dan kulit. Jika terpapar dalam waktu yang berkepanjangan, senyawa ini dapat membuat kulit menjadi sensitif. Senyawa ini juga dikenal sebagai senyawa [[karsinogenik]] (penyebab kanker) dan dapat mengakibatkan [[ulserasi]] pada jaringan dan luka pada hati dan ginjal.
Senyawa ini dapat larut dalam air dan dapat mengakibatkan iritasi pada [[membran mukosa]], [[mata]], saluran pernapasan, dan kulit. Jika terpapar dalam waktu yang berkepanjangan, senyawa ini dapat membuat kulit menjadi sensitif. Senyawa ini juga dikenal sebagai senyawa [[karsinogenik]] (penyebab kanker) dan dapat mengakibatkan [[ulserasi]] pada jaringan dan luka pada hati dan ginjal.<ref>[http://web.gideononline.com/abstract.php?module=toxagents&disease=3654&view=General Information preview for Ammonium chromate], GIDEON</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Amonium+kromat&oldid=25446886 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25446886 (2024-03-17T15:08:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Amonium+kromat&oldid=25446886 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25446886 (2024-03-17T15:08:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 18.12

Chroman amonný

Amonium kromat adalah senyawa anorganik dengan rumus (NH4)2CrO4. Senyawa ini membentuk kristal monoklinik berwarna kuning dan terbuat dari amonium hidroksida dan amonium dikromat. Senyawa ini digunakan dalam bidang fotografi untuk membuat sensitif pelapis gelatin. Senyawa ini juga digunakan dalam percetakan tekstil dan untuk memperkuat pewarna kromat di wol. Selain itu, senyawa ini finuakan sebagai reagen analitis, katalis, dan penghambat korosi.

Senyawa ini dapat larut dalam air dan dapat mengakibatkan iritasi pada membran mukosa, mata, saluran pernapasan, dan kulit. Jika terpapar dalam waktu yang berkepanjangan, senyawa ini dapat membuat kulit menjadi sensitif. Senyawa ini juga dikenal sebagai senyawa karsinogenik (penyebab kanker) dan dapat mengakibatkan ulserasi pada jaringan dan luka pada hati dan ginjal.[1]

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25446886 (2024-03-17T15:08:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.