Lompat ke isi

Reaksi karbotermik: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 23002406; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Reaksi karbotermik''' adalah reaksi yang menggunakan [[karbon]] sebagai [[reduktor]] untuk mereduksi berbagai jenis substansi (khususnya logam oksida). Reaksi kimia ini biasanya dilakukan dengan suhu beberapa ratus derajat [[Celsius]]. Proses ini digunakan untuk menghasilkan berbagai macam unsur. Namun, reaksi ini tidak berguna untuk beberapa logam oksida, seperti [[natrium]] dan [[kalium]]. Kemampuan logam untuk mengalami reaksi karbotermik dapat diprediksi dengan menggunakan [[diagram Ellingham]].
'''Reaksi karbotermik''' adalah reaksi yang menggunakan [[karbon]] sebagai [[reduktor]] untuk mereduksi berbagai jenis substansi (khususnya logam oksida). Reaksi kimia ini biasanya dilakukan dengan suhu beberapa ratus derajat [[Celsius]]. Proses ini digunakan untuk menghasilkan berbagai macam unsur. Namun, reaksi ini tidak berguna untuk beberapa logam oksida, seperti [[natrium]] dan [[kalium]]. Kemampuan logam untuk mengalami reaksi karbotermik dapat diprediksi dengan menggunakan [[diagram Ellingham]].<ref>[https://books.google.com/books?id=EvTI-ouH3SsC&pg=PA308 "Figure 8.19 Ellingham diagram for the free energy of formation of metallic oxides" hlm. 308]</ref>


Reaksi karbotermal menghasilkan [[karbon monoksida]] dan kadang-kadang juga menghasilkan [[karbon dioksida]]
Reaksi karbotermal menghasilkan [[karbon monoksida]] dan kadang-kadang juga menghasilkan [[karbon dioksida]]
Baris 8: Baris 8:
: 2 + 3C → 4Fe + 3
: 2 + 3C → 4Fe + 3


Contoh lain adalah penggunaan reaksi karbotermik untuk menghasilkan [[fosfor]]. Setiap tahunnya sekitar satu juta ton fosfor dihasilkan dari reaksi ini. [[Kalsium fosfat]] (batu fosfat) dipanaskan hingga suhu 1.200–1.500&nbsp;°C dengan pasir (sebagian besar adalah ) dan [[kokas]] (karbon tidak murni) untuk memproduksi . Persamaannya adalah:
Contoh lain adalah penggunaan reaksi karbotermik untuk menghasilkan [[fosfor]]. Setiap tahunnya sekitar satu juta ton fosfor dihasilkan dari reaksi ini.<ref>Herbert Diskowski. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley-VCH. 2005. doi:10.1002/14356007.a19_505. ISBN 9783527306732.</ref> [[Kalsium fosfat]] (batu fosfat) dipanaskan hingga suhu 1.200–1.500&nbsp;°C dengan pasir (sebagian besar adalah ) dan [[kokas]] (karbon tidak murni) untuk memproduksi . Persamaannya adalah:


: 4 + 18 + 30C → 3 + 30CO + 18 + 2
: 4 + 18 + 30C → 3 + 30CO + 18 + 2
Baris 18: Baris 18:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+karbotermik&oldid=23002406 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 23002406 (2023-02-23T12:03:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+karbotermik&oldid=23002406 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 23002406 (2023-02-23T12:03:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 22.55

Reaksi karbotermik adalah reaksi yang menggunakan karbon sebagai reduktor untuk mereduksi berbagai jenis substansi (khususnya logam oksida). Reaksi kimia ini biasanya dilakukan dengan suhu beberapa ratus derajat Celsius. Proses ini digunakan untuk menghasilkan berbagai macam unsur. Namun, reaksi ini tidak berguna untuk beberapa logam oksida, seperti natrium dan kalium. Kemampuan logam untuk mengalami reaksi karbotermik dapat diprediksi dengan menggunakan diagram Ellingham.[1]

Reaksi karbotermal menghasilkan karbon monoksida dan kadang-kadang juga menghasilkan karbon dioksida

Aplikasi

Contoh yang paling penting adalah dalam proses smelting bijih besi. Reaksinya dapat dirangkum sebagai berikut:

2 + 3C → 4Fe + 3

Contoh lain adalah penggunaan reaksi karbotermik untuk menghasilkan fosfor. Setiap tahunnya sekitar satu juta ton fosfor dihasilkan dari reaksi ini.[2] Kalsium fosfat (batu fosfat) dipanaskan hingga suhu 1.200–1.500 °C dengan pasir (sebagian besar adalah ) dan kokas (karbon tidak murni) untuk memproduksi . Persamaannya adalah:

4 + 18 + 30C → 3 + 30CO + 18 + 2

Variasi

Kadang-kadang reaksi karbotermik digabung dengan proses lain, seperti proses klorida yang memisahkan titanium dari ilmenit, bijih utama titanium. Dalam proses ini, campuran karbon dan bijih yang telah ditumbuk dipanaskan hingga suhu 1000 °C dengan aliran gas klor, yang kemudian menghasilkan titanium tetraklorida:

2 + 7 + 6C → 2 + 2 + 6CO

Referensi

  1. "Figure 8.19 Ellingham diagram for the free energy of formation of metallic oxides" hlm. 308
  2. Herbert Diskowski. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley-VCH. 2005. doi:10.1002/14356007.a19_505. ISBN 9783527306732.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 23002406 (2023-02-23T12:03:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.