Lignin: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28038295; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 4: | Baris 4: | ||
== Pembentukan == | == Pembentukan == | ||
Lignin merupakan salah satu jenis senyawa fenolik. Lignin terbentuk dari senyawa polifenol yang merupakan bagian dari [[metabolit sekunder]] bagi tanaman tertentu. Jenis tumbuhan yang dapat menghasilkan lignin secara alami adalah tumbuhan berkayu. Bentuk lignin berupa heteropolimer yang kompleks. Lignin dapat ditemukan di bagian [[dinding sel]] pada [[tumbuhan]]. Pembentukan lignin melalui proses [[biokimia]] yang rumit. Lignin terbentuk di dalam dinding sel pada tumbuhan melalui polimerisasi. Pembentukannnya pada jaringan-jaringan kompleks yang mengandung monomer-monomer asam fenolik khususnya monolignol. | Lignin merupakan salah satu jenis senyawa fenolik.<ref>Anggraito, Y. U., dkk. [http://lib.unnes.ac.id/31113/1/BOOK_CHAPTER_OKE_2018.pdf Metabolit Sekunder dari Tanaman: Aplikasi dan Produksi]. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang. 2018. hlm. 3. ISBN 978-602-5728-05-1.</ref> Lignin terbentuk dari senyawa polifenol yang merupakan bagian dari [[metabolit sekunder]] bagi tanaman tertentu.<ref>Rollando. [http://eprints.machung.ac.id/939/1/2.1._Rollando_MONOGRAF_Senyawa_Antibakteri.pdf Senyawa Antibakteri dari Fungsi Endofit]. CV. Seribu Bintang. Oktober 2019. hlm. 11. ISBN 978-623-7000-07-5.</ref> Jenis tumbuhan yang dapat menghasilkan lignin secara alami adalah tumbuhan berkayu.<ref>Ruhendi, S., dkk. [http://mapeki.ejournalmapeki.org/wp-content/uploads/2020/09/2007_Ruhendidkk_AnalisisPerekatanKayu.pdf Analisis Perekatan Kayu]. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. 2007. hlm. 19. ISBN 978-979-9337-48-1.</ref> Bentuk lignin berupa heteropolimer yang kompleks. Lignin dapat ditemukan di bagian [[dinding sel]] pada [[tumbuhan]].<ref>Yunianti, A. D., dkk. [https://www.google.co.id/books/edition/BUKU_AJAR_ILMU_KAYU/VSD-DwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=Lignin&pg=PA30&printsec=frontcover Buku Ajar Ilmu Kayu]. Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin. Agustus 2020. hlm. 30. ISBN 978-623-94156-4-8.</ref> Pembentukan lignin melalui proses [[biokimia]] yang rumit.<ref>Akhmad Rizalli Saidy. [http://eprints.ulm.ac.id/10096/1/Akhmad%20R.%20Saidy%20%282021%29%20-%20Stabilisasi%20Bahan%20Organik%20Tanah%20-%20Peningkatan%20Kesuburan%20dan%20Penurunan%20Emisi%20Gas%20Rumah%20Kaca.pdf Stabilisasi Bahan Organik: Peningkatan Kesuburan Tanah dan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca]. Penerbit Deepulish. April 2021. hlm. 5. ISBN 978-623-02-2670-0.</ref> Lignin terbentuk di dalam dinding sel pada tumbuhan melalui polimerisasi. Pembentukannnya pada jaringan-jaringan kompleks yang mengandung monomer-monomer asam fenolik khususnya monolignol.<ref>Sri Winarsih. [https://eprints.umm.ac.id/43651/20/Winarsih%20-%20Microwave-alkali%20pretreatment%20tongkol%20jagung.pdf Pengaruh Konsentrasi NaOH dan Lama Pemaparan Microwave Terhadap Kandungan Selulosa, Hemiselulosa dan Lignin Tongkol Jagung]. ''Seminar Nasional dan Gelar Produk 2016''. 2016. hlm. 286.</ref> | ||
== Komposisi kimia == | == Komposisi kimia == | ||
Lignin menjadi salah satu dari tiga komponen [[biomassa]] yang membentuk struktur dasar tumbuhan. Bersama dengan [[selulosa]] dan [[hemiselulosa]], lignin membentuk ikatan polimer yang kompleks dengan selulosa sebagai elemen yang dominan. Hasil perpaduan lignin, selulosa dan hemiselulosa membentuk biomassa yang disebut lignoselulosa. Lignin merupakan jenis bahan kimia pada kayu yang sifatnya mudah terbakar. | Lignin menjadi salah satu dari tiga komponen [[biomassa]] yang membentuk struktur dasar tumbuhan. Bersama dengan [[selulosa]] dan [[hemiselulosa]], lignin membentuk ikatan polimer yang kompleks dengan selulosa sebagai elemen yang dominan.<ref>Widya Fatriasari. [https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/download/709/468/11467-1?inline=1 Teknologi Konversi Biomassa Untuk Pengembangan Bioproduk Berbasis Selulosa dan Lignin Sebagai Sumber Energi Terbarukan dan Material Berkelanjutan]. Penerbit BRIN. 25 November 2022. hlm. 5.</ref> Hasil perpaduan lignin, selulosa dan hemiselulosa membentuk biomassa yang disebut lignoselulosa.<ref>Suryaningrum, L. H., dan Samsudin, R. [https://kkp.go.id/an-component/media/upload-gambar-pendukung/BRPBATPP%20Bogor/KTI%20BRPBATPP/Prosiding%20Seminar%20Nasional%20Hasil%20Riset%20Pengolahan%20Produk%20dan%20Bioteknologi%20KP%20Tahun%202018.pdf Potensi Enzim Selulase dalam Mendegradasi Material Lignoselulosa sebagai Bahan Pakan Ikan]. ''Prosiding Seminar Nasional Hasil Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Tahun 2018''. Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan. Desember 2018. hlm. 71. ISBN 978-602-73685-4-5.</ref> Lignin merupakan jenis bahan kimia pada kayu yang sifatnya mudah terbakar.<ref>Salindeho, N., Mamuaja, C. F., dan Pandey, E. V. [http://repo.unsrat.ac.id/2030/1/buku_2_ASAP_CAIR_HASIL_PIROLISIS_CANGKANG_PALA_DAN_CANGKANG_KEMIRI_edit7120_(2_).pdf Asap Cair Hasil Pirolisis Cangkang Pala dan Cangkang Kemiri]. Unsrat Press. 2017. hlm. 1. ISBN 978-979-3660-70-7.</ref> | ||
== Sifat == | == Sifat == | ||
Kayu daun lebar dan kayu daun tajam memiliki perbedaan kadar lignin. Kadar yang lebih tinggi umumnya ditemukan pada kayu daun tajam. Dalam keadaan anaerob, kandungan lignin pada tumbuhan akan mengalami degradasi. Proses degradasi menyebabkan lignin mengalami [[dekomposisi kimiawi]] menjadi senyawa humat dan asam-asam fenolat. Degradasi lignin ini memperlambat pertumbuhan tanaman karena senyawa yang terurai bersifat meracuni tumbuhan. Sementara itu, lignin memiliki ketahanan atas degradasi di dalam tanah. Lignin yang termasuk dalam golongan [[serat pangan]] tidak dapat dicerna oleh [[tubuh manusia]]. | Kayu daun lebar dan kayu daun tajam memiliki perbedaan kadar lignin. Kadar yang lebih tinggi umumnya ditemukan pada kayu daun tajam.<ref>Fatriasari, W., Masruchin, N., dan Hermiati, E. [http://penerbit.lipi.go.id/data/naskah1562550635.pdf Selulosa: Karakteristik dan Pemanfaatannya]. LIPI Press. 2019. hlm. 97. ISBN 978-602-496-046-9.</ref> Dalam keadaan anaerob, kandungan lignin pada tumbuhan akan mengalami degradasi. Proses degradasi menyebabkan lignin mengalami [[dekomposisi kimiawi]] menjadi senyawa humat dan asam-asam fenolat. Degradasi lignin ini memperlambat pertumbuhan tanaman karena senyawa yang terurai bersifat meracuni tumbuhan.<ref>Agus, F., dan Subiksa, I. G. M. [http://balittanah.litbang.pertanian.go.id/ind/dokumentasi/buku/booklet_gambut_final.pdf Lahan Gambut: Potensi untuk Pertanian dan Aspek Lingkungan]. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre. 2008. hlm. 11. ISBN 978-602-8039-10-9.</ref> Sementara itu, lignin memiliki ketahanan atas degradasi di dalam tanah.<ref>I Ketut Irianto. [https://repository.warmadewa.ac.id/id/eprint/231/1/BUKU%20AJAR%20PENCEMARAN%20LINGKUNGAN_final.pdf Pencemaran Lingkungan]. Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa. 2015. hlm. 43.</ref> Lignin yang termasuk dalam golongan [[serat pangan]] tidak dapat dicerna oleh [[tubuh manusia]].<ref>Egayanti, Y., dkk. [https://standarpangan.pom.go.id/dokumen/pedoman/Pedoman-Evaluasi-Mutu-Gizi-dan-Non-Gizi-Pangan.pdf Pedoman Evaluasi Mutu Gizi dan Non Gizi Pangan]. Direktorat Standardisasi Pangan Olahan, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Badan Pemeriksa Obat dan Makanan. 2019. hlm. 43. ISBN 978-979-3665-42-9.</ref> | ||
== Fungsi == | == Fungsi == | ||
Lignin merupakan pembangun dinding sel pada tumbuhan. Fungsi ini dimiliki lignin sebagai senyawa fenolik. Lignin merupakan salah satu elemen pembentuk kayu pada tumbuhan. Letak lignin di dalam tumbuhan berada pada dinding sel tertentu dalam jaringan tumbuhan. Sekumpulan lignin dengan selulosa dan serat pada dinding sel membentuk konstruksi tumbuhan yang sifatnya lentur dan kokoh. Konstruksi ini merupakan ciri khas dari kayu. Ketidaksamaan sifat mekanis dan fisis dari kayu pada arah yang berbeda-beda juga merupakan hasil dari adanya kandungan lignin, selulosa dan [[serat]] pada dinding sel tumbuhan. Pengikatan serat-serat selulosa pada pohon dilakukan oleh lignin. Ikatan ini membuat pohon menjadi kuat dan kokoh. | Lignin merupakan pembangun dinding sel pada tumbuhan. Fungsi ini dimiliki lignin sebagai senyawa fenolik.<ref>Tatang Shabur Julianto. [https://chemistry.uii.ac.id/Tatang/Fitokimia.pdf Fitokimia: Tinjauan Metabolit Sekunder dan Skrining Fitokimia]. Universitas Islam Indonesia. 2019. hlm. 35. ISBN 978-602-450-332-1.</ref> Lignin merupakan salah satu elemen pembentuk kayu pada tumbuhan. Letak lignin di dalam tumbuhan berada pada dinding sel tertentu dalam jaringan tumbuhan. Sekumpulan lignin dengan selulosa dan serat pada dinding sel membentuk konstruksi tumbuhan yang sifatnya lentur dan kokoh. Konstruksi ini merupakan ciri khas dari kayu. Ketidaksamaan sifat mekanis dan fisis dari kayu pada arah yang berbeda-beda juga merupakan hasil dari adanya kandungan lignin, selulosa dan [[serat]] pada dinding sel tumbuhan.<ref>Salmani. [https://books.google.co.id/books?id=XByZDwAAQBAJ&printsec=frontcover&hl=id&source=gbs_ge_summary_r&cad=0#v=onepage&q&f=false Metodologi Bekisting dan Perancah pada Pekerjaan Konstruksi Bangunan dan Sipil]. Penerbit Deepublish. April 2019. hlm. 1. ISBN 978-623-209-328-7.</ref> Pengikatan serat-serat selulosa pada pohon dilakukan oleh lignin. Ikatan ini membuat pohon menjadi kuat dan kokoh.<ref>Fransisko, S., dan Suaryana, N. [https://binamarga.pu.go.id/bintekjatan/repositori/system/files/8_Kajian%20Laboratorium%20Stabilisasi%20Tanah%20Berbasis%20Aspal-Silvester%20F.%20%28gabung%29.pdf Kajian Laboratorium Stabilisasi Tanah Berbasis Aspal dan Bahan Kimia untuk Perkerasan Jalan Bervolume Lalu Lintas Rendah]. Penerbit Informatika. Desember 2011. hlm. 24. ISBN 978-602-8758-75-8.</ref> | ||
== Pemanfaatan == | == Pemanfaatan == | ||
=== Bahan perekat === | === Bahan perekat === | ||
Sejak ditemukannya metode pemasakan kayu dengan proses sulfit, lignin telah dimanfaatkan sebagai bahan [[perekat]]. Lignin yang dijadikan sebagai bahan baku merupakan limbah yag dihasilkan selama proses pembuatan pulp. Dalam pembuatan pulp, lignin dianggap sebagai limbah karena menjadi penghambat utama dalam memproduksi selulosa. Lignin bersifat mengurangi kemampuan rendemen pada pulp dan mengurangi biomassa selulosa. | Sejak ditemukannya metode pemasakan kayu dengan proses sulfit, lignin telah dimanfaatkan sebagai bahan [[perekat]]. Lignin yang dijadikan sebagai bahan baku merupakan limbah yag dihasilkan selama proses pembuatan pulp.<ref>[https://www.google.co.id/books/edition/Peranan_IPTEKS_dalam_Pengelolaan_Pangan/G4Z-EAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=Lignin&pg=PA177&printsec=frontcover Pemikiran Guru Besar IPB (Buku II): Peranan IPTEKS dalam Pengelolaan Pangan, Energi, SDM, dan Lingkungan yang Berkelanjutan]. PT Penerbit IPB Press. 2022. hlm. 177. ISBN 978-623-467-178-0.</ref> Dalam pembuatan pulp, lignin dianggap sebagai limbah karena menjadi penghambat utama dalam memproduksi selulosa. Lignin bersifat mengurangi kemampuan rendemen pada pulp dan mengurangi biomassa selulosa.<ref>Fatriasari, W., Masruchin, N., dan Hermiati, E. [http://penerbit.lipi.go.id/data/naskah1562550635.pdf Selulosa: Karakteristik dan Pemanfaatannya]. LIPI Press. 2019. hlm. 97. ISBN 978-602-496-046-9.</ref> | ||
=== Perlindungan dari patogen === | === Perlindungan dari patogen === | ||
Lignin merupakan salah satu pembentuk lignoselulosa yang merupakan serat organik. Bekerja sama dengan selulosa dan hemiselulosa sebagai penyusun lignoselulosa, lignin membuat tanaman mengalami [[biodegradasi]] yang diperbarui setiap tahun. Lignin sendiri berperan untuk melindungi matriks ekstraseluler. Perlindungan ini melindungi tumbuhan dari serangan patogen. | Lignin merupakan salah satu pembentuk lignoselulosa yang merupakan serat organik. Bekerja sama dengan selulosa dan hemiselulosa sebagai penyusun lignoselulosa, lignin membuat tanaman mengalami [[biodegradasi]] yang diperbarui setiap tahun. Lignin sendiri berperan untuk melindungi matriks ekstraseluler. Perlindungan ini melindungi tumbuhan dari serangan patogen.<ref>Fitria Hidayanti. [http://repository.unas.ac.id/3972/1/BUKU%20AJAR%20Fisika%20Material%20-%20Fitria%20Hidayanti%20%281%29.pdf Fisika Material: Material Biokomposit]. LP UNAS. 2021. hlm. 20-21. ISBN 978-623-7273-07-3.</ref> | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/kimia_material/pengujian-kadar-lignin-dalam-pulp/ Pengujian kadar lignin dalam pulp di chem-is-try.org] | * [http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/kimia_material/pengujian-kadar-lignin-dalam-pulp/ Pengujian kadar lignin dalam pulp di chem-is-try.org] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lignin&oldid=28038295 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28038295 (2025-10-16T23:03:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lignin&oldid=28038295 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28038295 (2025-10-16T23:03:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 23.04
Lignin atau zat kayu adalah salah satu zat komponen penyusun tumbuhan. Komposisi bahan penyusun ini berbeda-beda bergantung jenisnya. Lignin terutama terakumulasi pada batang tumbuhan berbentuk pohon dan semak. Pada batang, lignin berfungsi sebagai bahan pengikat komponen penyusun lainnya, sehingga suatu pohon bisa berdiri tegak (seperti semen pada sebuah batang beton).
Berbeda dengan selulosa yang terbentuk dari gugus karbohidrat, struktur kimia lignin sangat kompleks dan tidak berpola sama. Gugus aromatik ditemukan pada lignin, yang saling dihubungkan dengan rantai alifatik, yang terdiri dari 2-3 karbon. Proses pirolisis lignin menghasilkan senyawa kimia aromatis berupa fenol, terutama kresol.
Pembentukan
Lignin merupakan salah satu jenis senyawa fenolik.[1] Lignin terbentuk dari senyawa polifenol yang merupakan bagian dari metabolit sekunder bagi tanaman tertentu.[2] Jenis tumbuhan yang dapat menghasilkan lignin secara alami adalah tumbuhan berkayu.[3] Bentuk lignin berupa heteropolimer yang kompleks. Lignin dapat ditemukan di bagian dinding sel pada tumbuhan.[4] Pembentukan lignin melalui proses biokimia yang rumit.[5] Lignin terbentuk di dalam dinding sel pada tumbuhan melalui polimerisasi. Pembentukannnya pada jaringan-jaringan kompleks yang mengandung monomer-monomer asam fenolik khususnya monolignol.[6]
Komposisi kimia
Lignin menjadi salah satu dari tiga komponen biomassa yang membentuk struktur dasar tumbuhan. Bersama dengan selulosa dan hemiselulosa, lignin membentuk ikatan polimer yang kompleks dengan selulosa sebagai elemen yang dominan.[7] Hasil perpaduan lignin, selulosa dan hemiselulosa membentuk biomassa yang disebut lignoselulosa.[8] Lignin merupakan jenis bahan kimia pada kayu yang sifatnya mudah terbakar.[9]
Sifat
Kayu daun lebar dan kayu daun tajam memiliki perbedaan kadar lignin. Kadar yang lebih tinggi umumnya ditemukan pada kayu daun tajam.[10] Dalam keadaan anaerob, kandungan lignin pada tumbuhan akan mengalami degradasi. Proses degradasi menyebabkan lignin mengalami dekomposisi kimiawi menjadi senyawa humat dan asam-asam fenolat. Degradasi lignin ini memperlambat pertumbuhan tanaman karena senyawa yang terurai bersifat meracuni tumbuhan.[11] Sementara itu, lignin memiliki ketahanan atas degradasi di dalam tanah.[12] Lignin yang termasuk dalam golongan serat pangan tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia.[13]
Fungsi
Lignin merupakan pembangun dinding sel pada tumbuhan. Fungsi ini dimiliki lignin sebagai senyawa fenolik.[14] Lignin merupakan salah satu elemen pembentuk kayu pada tumbuhan. Letak lignin di dalam tumbuhan berada pada dinding sel tertentu dalam jaringan tumbuhan. Sekumpulan lignin dengan selulosa dan serat pada dinding sel membentuk konstruksi tumbuhan yang sifatnya lentur dan kokoh. Konstruksi ini merupakan ciri khas dari kayu. Ketidaksamaan sifat mekanis dan fisis dari kayu pada arah yang berbeda-beda juga merupakan hasil dari adanya kandungan lignin, selulosa dan serat pada dinding sel tumbuhan.[15] Pengikatan serat-serat selulosa pada pohon dilakukan oleh lignin. Ikatan ini membuat pohon menjadi kuat dan kokoh.[16]
Pemanfaatan
Bahan perekat
Sejak ditemukannya metode pemasakan kayu dengan proses sulfit, lignin telah dimanfaatkan sebagai bahan perekat. Lignin yang dijadikan sebagai bahan baku merupakan limbah yag dihasilkan selama proses pembuatan pulp.[17] Dalam pembuatan pulp, lignin dianggap sebagai limbah karena menjadi penghambat utama dalam memproduksi selulosa. Lignin bersifat mengurangi kemampuan rendemen pada pulp dan mengurangi biomassa selulosa.[18]
Perlindungan dari patogen
Lignin merupakan salah satu pembentuk lignoselulosa yang merupakan serat organik. Bekerja sama dengan selulosa dan hemiselulosa sebagai penyusun lignoselulosa, lignin membuat tanaman mengalami biodegradasi yang diperbarui setiap tahun. Lignin sendiri berperan untuk melindungi matriks ekstraseluler. Perlindungan ini melindungi tumbuhan dari serangan patogen.[19]
Pranala luar
Referensi
- ↑ Anggraito, Y. U., dkk. Metabolit Sekunder dari Tanaman: Aplikasi dan Produksi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang. 2018. hlm. 3. ISBN 978-602-5728-05-1.
- ↑ Rollando. Senyawa Antibakteri dari Fungsi Endofit. CV. Seribu Bintang. Oktober 2019. hlm. 11. ISBN 978-623-7000-07-5.
- ↑ Ruhendi, S., dkk. Analisis Perekatan Kayu. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. 2007. hlm. 19. ISBN 978-979-9337-48-1.
- ↑ Yunianti, A. D., dkk. Buku Ajar Ilmu Kayu. Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin. Agustus 2020. hlm. 30. ISBN 978-623-94156-4-8.
- ↑ Akhmad Rizalli Saidy. Stabilisasi Bahan Organik: Peningkatan Kesuburan Tanah dan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca. Penerbit Deepulish. April 2021. hlm. 5. ISBN 978-623-02-2670-0.
- ↑ Sri Winarsih. Pengaruh Konsentrasi NaOH dan Lama Pemaparan Microwave Terhadap Kandungan Selulosa, Hemiselulosa dan Lignin Tongkol Jagung. Seminar Nasional dan Gelar Produk 2016. 2016. hlm. 286.
- ↑ Widya Fatriasari. Teknologi Konversi Biomassa Untuk Pengembangan Bioproduk Berbasis Selulosa dan Lignin Sebagai Sumber Energi Terbarukan dan Material Berkelanjutan. Penerbit BRIN. 25 November 2022. hlm. 5.
- ↑ Suryaningrum, L. H., dan Samsudin, R. Potensi Enzim Selulase dalam Mendegradasi Material Lignoselulosa sebagai Bahan Pakan Ikan. Prosiding Seminar Nasional Hasil Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Tahun 2018. Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan. Desember 2018. hlm. 71. ISBN 978-602-73685-4-5.
- ↑ Salindeho, N., Mamuaja, C. F., dan Pandey, E. V. Asap Cair Hasil Pirolisis Cangkang Pala dan Cangkang Kemiri. Unsrat Press. 2017. hlm. 1. ISBN 978-979-3660-70-7.
- ↑ Fatriasari, W., Masruchin, N., dan Hermiati, E. Selulosa: Karakteristik dan Pemanfaatannya. LIPI Press. 2019. hlm. 97. ISBN 978-602-496-046-9.
- ↑ Agus, F., dan Subiksa, I. G. M. Lahan Gambut: Potensi untuk Pertanian dan Aspek Lingkungan. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre. 2008. hlm. 11. ISBN 978-602-8039-10-9.
- ↑ I Ketut Irianto. Pencemaran Lingkungan. Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa. 2015. hlm. 43.
- ↑ Egayanti, Y., dkk. Pedoman Evaluasi Mutu Gizi dan Non Gizi Pangan. Direktorat Standardisasi Pangan Olahan, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Badan Pemeriksa Obat dan Makanan. 2019. hlm. 43. ISBN 978-979-3665-42-9.
- ↑ Tatang Shabur Julianto. Fitokimia: Tinjauan Metabolit Sekunder dan Skrining Fitokimia. Universitas Islam Indonesia. 2019. hlm. 35. ISBN 978-602-450-332-1.
- ↑ Salmani. Metodologi Bekisting dan Perancah pada Pekerjaan Konstruksi Bangunan dan Sipil. Penerbit Deepublish. April 2019. hlm. 1. ISBN 978-623-209-328-7.
- ↑ Fransisko, S., dan Suaryana, N. Kajian Laboratorium Stabilisasi Tanah Berbasis Aspal dan Bahan Kimia untuk Perkerasan Jalan Bervolume Lalu Lintas Rendah. Penerbit Informatika. Desember 2011. hlm. 24. ISBN 978-602-8758-75-8.
- ↑ Pemikiran Guru Besar IPB (Buku II): Peranan IPTEKS dalam Pengelolaan Pangan, Energi, SDM, dan Lingkungan yang Berkelanjutan. PT Penerbit IPB Press. 2022. hlm. 177. ISBN 978-623-467-178-0.
- ↑ Fatriasari, W., Masruchin, N., dan Hermiati, E. Selulosa: Karakteristik dan Pemanfaatannya. LIPI Press. 2019. hlm. 97. ISBN 978-602-496-046-9.
- ↑ Fitria Hidayanti. Fisika Material: Material Biokomposit. LP UNAS. 2021. hlm. 20-21. ISBN 978-623-7273-07-3.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28038295 (2025-10-16T23:03:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.