Protein berpendar hijau: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 21516426; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:FPbeachTsien.jpg|thumb|right|280px|"Lukisan" pantai San Diego pada media biakan bakteri yang memiliki mutasi warna GFP yang berbeda-beda, dibuat oleh staf laboratorium Roger Tsien]] | |||
'''Protein berpendar hijau'''<ref>Apabila patuh pada KBBI menjadi '''protein pendarfluor hijau'''.</ref> ('''''Green fluorescent proteins''''', '''GFP''') adalah sekelompok [[protein]] dengan struktur mirip satu sama lain yang berpendar [[hijau]] apabila disorot/dipapar dengan cahaya [[biru]]. Protein ini pertama kali diisolasi dari [[ubur-ubur]] ''[[Aequorea victoria]]'' yang mampu memendarkan cahaya hijau pada tahun 1962 oleh [[Osamu Shimomura]]. | |||
[[ | Pemanfaatan GFP menjadi meluas setelah [[gen]]-gen yang bertanggung jawab atasnya berhasil ditemukan dan kemudian digunakan secara luas dalam [[biologi molekular]] sejak tahun 1990-an berkat kerja dari [[Martin Chalfie]]<ref>[http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2008/10/081008_nobeljellyfish.shtml BBC Indonesia]</ref> dalam teknik yang dikenal sebagai ''[[reporting system]]'' ("Sistem pelaporan"). Teknik ini melibatkan sejumlah gen dengan karakteristik khas karena menghasilkan substansi yang mudah dilacak mata, sehingga disebut [[gen pelapor]] (''reporter genes''), dan bermanfaat sebagai penunjuk secara fisik atas ekspresi suatu gen tertentu pada organisme. | ||
[[Roger Tsien]]<ref>BBC Indonesia</ref> meneliti bagaimana pendaran hijau dapat terjadi dan mengembangkannya dalam warna-warna lain. Untuk penelitian-penelitian terhadap GFP ini ketiga ilmuwan disebut di atas meraih [[Penghargaan Nobel]] (2008). | |||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* [[β-glukuronidase]] (GUS) | * [[β-glukuronidase]] (GUS) | ||
* [[β-galaktosidase]] | * [[β-galaktosidase]] | ||
| Baris 17: | Baris 15: | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Protein+berpendar+hijau&oldid=21516426 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 21516426 (2022-08-12T07:46:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 23.08

Protein berpendar hijau[1] (Green fluorescent proteins, GFP) adalah sekelompok protein dengan struktur mirip satu sama lain yang berpendar hijau apabila disorot/dipapar dengan cahaya biru. Protein ini pertama kali diisolasi dari ubur-ubur Aequorea victoria yang mampu memendarkan cahaya hijau pada tahun 1962 oleh Osamu Shimomura.
Pemanfaatan GFP menjadi meluas setelah gen-gen yang bertanggung jawab atasnya berhasil ditemukan dan kemudian digunakan secara luas dalam biologi molekular sejak tahun 1990-an berkat kerja dari Martin Chalfie[2] dalam teknik yang dikenal sebagai reporting system ("Sistem pelaporan"). Teknik ini melibatkan sejumlah gen dengan karakteristik khas karena menghasilkan substansi yang mudah dilacak mata, sehingga disebut gen pelapor (reporter genes), dan bermanfaat sebagai penunjuk secara fisik atas ekspresi suatu gen tertentu pada organisme.
Roger Tsien[3] meneliti bagaimana pendaran hijau dapat terjadi dan mengembangkannya dalam warna-warna lain. Untuk penelitian-penelitian terhadap GFP ini ketiga ilmuwan disebut di atas meraih Penghargaan Nobel (2008).
Lihat pula
Referensi
- ↑ Apabila patuh pada KBBI menjadi protein pendarfluor hijau.
- ↑ BBC Indonesia
- ↑ BBC Indonesia
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 21516426 (2022-08-12T07:46:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.