Fenolftalein: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28598534; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Fenolftalein''' () adalah [[pewarna]] yang berperan sebagai indikator [[pH]]. Fenolftalein adalah [[senyawa kimia]] dengan rumus molekul C<sub>20</sub>H<sub>14</sub>O<sub>4</sub> dan sering ditulis sebagai "'''HIn'''" atau "'''pp'''" dalam notasi singkat. Fenolftalein sering digunakan sebagai indikator dalam [[titrasi asam–basa]]. Untuk aplikasi ini, ia berubah warna dari tak berwarna dalam larutan asam menjadi merah muda dalam larutan basa. | [[File:Phenolphthalein-low-pH-2D-skeletal.svg|thumb|right|280px|Phenolphthalein-low-pH-2D-skeletal]] | ||
'''Fenolftalein''' () adalah [[pewarna]] yang berperan sebagai indikator [[pH]].<ref>Widjajanti VN. 1991. ''Obat-obatan''. Yogyakarta : Kanisius.</ref> Fenolftalein adalah [[senyawa kimia]] dengan rumus molekul C<sub>20</sub>H<sub>14</sub>O<sub>4</sub> dan sering ditulis sebagai "'''HIn'''" atau "'''pp'''" dalam notasi singkat. Fenolftalein sering digunakan sebagai indikator dalam [[titrasi asam–basa]]. Untuk aplikasi ini, ia berubah warna dari tak berwarna dalam larutan asam menjadi merah muda dalam larutan basa. | |||
Fenolftalein sedikit larut dalam air dan biasanya dilarutkan dalam alkohol untuk digunakan dalam berbagai [[percobaan]]. Senyawa ini bersifat asam lemah yang dapat membebaskan ion H<sup>+</sup> dalam larutan. Molekul fenolftalein tidak berwarna, dan ion fenolftalein berwarna merah muda. Jika basa ditambahkan ke dalam fenolftalein, kesetimbangan molekul ⇌ ion bergeser ke kanan, menyebabkan ionisasi lebih banyak karena pembebasan ion H<sup>+</sup>. Hal ini diprediksi menurut [[prinsip Le Chatelier]].fenolftalein bewarna merah jika di teteskan ke dalam NaOH | Fenolftalein sedikit larut dalam air dan biasanya dilarutkan dalam alkohol untuk digunakan dalam berbagai [[percobaan]]. Senyawa ini bersifat asam lemah yang dapat membebaskan ion H<sup>+</sup> dalam larutan. Molekul fenolftalein tidak berwarna, dan ion fenolftalein berwarna merah muda. Jika basa ditambahkan ke dalam fenolftalein, kesetimbangan molekul ⇌ ion bergeser ke kanan, menyebabkan ionisasi lebih banyak karena pembebasan ion H<sup>+</sup>. Hal ini diprediksi menurut [[prinsip Le Chatelier]].fenolftalein bewarna merah jika di teteskan ke dalam NaOH | ||
== Aplikasi == | == Aplikasi == | ||
=== Indikator pH === | === Indikator pH === | ||
Fenolftalein biasanya digunakan sebagai [[indikator]] keadaan suatu zat yang bersifat lebih asam atau lebih basa. Prinsip perubahan warna ini digunakan dalam metode [[titrasi]]. Fenolftalein cocok untuk digunakan sebagai indikator untuk proses titrasi [[HCl]] dan [[NaOH]]. Fenolftalein tidak akan berwarna (bening) dalam keadaan zat yang asam atau netral, tetapi akan berwarna kemerahan dalam keadaan zat yang basa. Tepatnya pada titik pH di bawah 8,3 fenolftalein tidak berwarna, tetapi jika mulai melewati 8,3 maka warna merah muda yang semakin kemerahan akan muncul. Semakin basa maka warna yang ditimbulkan akan semakin merah. | Fenolftalein biasanya digunakan sebagai [[indikator]] keadaan suatu zat yang bersifat lebih asam atau lebih basa.<ref>Chang R. 2003. ''Kimia Dasar : Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3''. Jakarta : Erlangga.</ref> Prinsip perubahan warna ini digunakan dalam metode [[titrasi]].<ref>Chang R. 2003. ''Kimia Dasar : Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3''. Jakarta : Erlangga.</ref> Fenolftalein cocok untuk digunakan sebagai indikator untuk proses titrasi [[HCl]] dan [[NaOH]].<ref>Chang R. 2003. ''Kimia Dasar : Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3''. Jakarta : Erlangga.</ref> Fenolftalein tidak akan berwarna (bening) dalam keadaan zat yang asam atau netral, tetapi akan berwarna kemerahan dalam keadaan zat yang basa.<ref>Chang R. 2003. ''Kimia Dasar : Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3''. Jakarta : Erlangga.</ref> Tepatnya pada titik pH di bawah 8,3 fenolftalein tidak berwarna, tetapi jika mulai melewati 8,3 maka warna merah muda yang semakin kemerahan akan muncul. Semakin basa maka warna yang ditimbulkan akan semakin merah.<ref>Chang R. 2003. ''Kimia Dasar : Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3''. Jakarta : Erlangga.</ref> | ||
Fenolftalein juga merupakan salah satu komponen indikator universal, bersama dengan [[metil merah]], [[bromotimol biru]], dan [[timol biru]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fenolftalein&oldid=28598534 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
{|- cellpadding="4" cellspacing="2" style="margin:5px; border:1px solid;" align=left | |||
| align=center colspan="3" style="background:#efefef;" | '''Fenolftalein''' ([[Indikator asam-basa]]) | |||
|- | |||
| align=center| ''pH di bawah8,2'' | |||
| | |||
| align=center| ''antara<br> pH 10,0 dan 13,0'' | |||
|- | |||
| align=center bgcolor=white|tak berwarna | |||
| align=center| | |||
| align=center bgcolor=fuchsia|[[fuchsia (color)|fuchsia]] | |||
|} | |||
Fenolftalein memiliki empat kondisi yang berbeda dalam larutan: Pada kondisi asam sangat kuat, ia dalam bentuk terprotonasi, menghasilkan warna jingga. Pada kondisi asam kuat, ia berbentuk lakton yang tak berwarna. Dalam bentuk fenolat terdeprotonasi tunggal (bentuk anion dari fenol) memberikan warna merah muda yang sangat dikenal. Dalam larutan basa kuat, warna merah muda fenolftalein perlahan memudar dan menjadi tak berwarna di atas pH 13,0. Reaksi pemudaran yang menghasilkan ion InOH<sup>3−</sup> yang tak berwarna terkadang digunakan dalam mata pelajaran kinetika reaksi. | Fenolftalein memiliki empat kondisi yang berbeda dalam larutan: Pada kondisi asam sangat kuat, ia dalam bentuk terprotonasi, menghasilkan warna jingga. Pada kondisi asam kuat, ia berbentuk lakton yang tak berwarna. Dalam bentuk fenolat terdeprotonasi tunggal (bentuk anion dari fenol) memberikan warna merah muda yang sangat dikenal. Dalam larutan basa kuat, warna merah muda fenolftalein perlahan memudar dan menjadi tak berwarna di atas pH 13,0. Reaksi pemudaran yang menghasilkan ion InOH<sup>3−</sup> yang tak berwarna terkadang digunakan dalam mata pelajaran kinetika reaksi. | ||
{| class="wikitable" style="margin: 1em auto 1em auto; text-align: center;" | |||
! Species | |||
Kepekaan fenolftalein terhadap pH digunakan dalam aplikasi lain: Beton secara alami memiliki pH tinggi karena pembentukan [[kalsium hidroksida]] ketika [[semen Portland]] bereaksi dengan air. Oleh karena beton bereaksi dengan karbon dioksida di atmosfer, pH turun menjadi 8,5-9. Jika larutan 1% fenolftalein diaplikasikan pada beton normal, ia akan berubah warna menjadi merah muda. Jika tetap tak berwarna, ini menunjukkan bahwa beton telah mengalami karbonasi. | | H<sub>3</sub>In<sup>+</sup> || H<sub>2</sub>In || In<sup>2−</sup> || In(OH)<sup>3−</sup> | ||
|- | |||
! Structure | |||
| || || || | |||
|- | |||
! Model | |||
| || || || | |||
|- | |||
! pH | |||
| <0 || 0−8.2 || 8.2−12.0 || >13.0 | |||
|- | |||
! Conditions | |||
| strongly acidic || acidic or near-neutral || basic || strongly basic | |||
|- | |||
! Color | |||
| orange || colorless || pink to [[fuchsia (color)|fuchsia]] || colorless | |||
|- | |||
! Image | |||
| || || || | |||
|} | |||
{| class="wikitable" style="margin: 1em auto 1em auto;" | |||
|- | |||
| | |||
|- | |||
| An animation of the pH dependent reaction mechanism: H<sub>3</sub>In<sup>+</sup> → H<sub>2</sub>In → In<sup>2−</sup> → In(OH)<sup>3−</sup> | |||
|} | |||
Kepekaan fenolftalein terhadap pH digunakan dalam aplikasi lain: Beton secara alami memiliki pH tinggi karena pembentukan [[kalsium hidroksida]] ketika [[semen Portland]] bereaksi dengan air. Oleh karena beton bereaksi dengan karbon dioksida di atmosfer, pH turun menjadi 8,5-9. Jika larutan 1% fenolftalein diaplikasikan pada beton normal, ia akan berubah warna menjadi merah muda. Jika tetap tak berwarna, ini menunjukkan bahwa beton telah mengalami karbonasi.<ref>''Ready to use spackle/repair product containing dryness indicator''. 2003.</ref> | |||
Fenolftalein digunakan dalam mainan, misalnya sebagai komponen tinta yang bisa hilang, atau warna yang menghilang pada rambut ''Hollywood Hair [[Barbie]]''. Dalam tinta, fenolftalein dicampur dengan [[natrium hidroksida]], yang bereaksi dengan karbon dioksida di udara. Reaksi ini menyebabkan turunnya pH di bawah batas bawah perubahan warna karena ion hidrogen dibebaskan berdasarkan reaksi: | Fenolftalein digunakan dalam mainan, misalnya sebagai komponen tinta yang bisa hilang, atau warna yang menghilang pada rambut ''Hollywood Hair [[Barbie]]''. Dalam tinta, fenolftalein dicampur dengan [[natrium hidroksida]], yang bereaksi dengan karbon dioksida di udara. Reaksi ini menyebabkan turunnya pH di bawah batas bawah perubahan warna karena ion hidrogen dibebaskan berdasarkan reaksi: | ||
| Baris 20: | Baris 57: | ||
[[Hidroksida|OH<sup>−</sup>]]<sub>(aq)</sub> + [[Karbon dioksida|CO<sub>2</sub>]]<sub>(g)</sub> → [[Karbonat|CO<sub>3</sub><sup>2−</sup>]]<sub>(aq)</sub> + [[Proton|H<sup>+</sup>]]<sub>(aq)</sub> | [[Hidroksida|OH<sup>−</sup>]]<sub>(aq)</sub> + [[Karbon dioksida|CO<sub>2</sub>]]<sub>(g)</sub> → [[Karbonat|CO<sub>3</sub><sup>2−</sup>]]<sub>(aq)</sub> + [[Proton|H<sup>+</sup>]]<sub>(aq)</sub> | ||
Untuk mengembangkan rambut dan pola grafis "magic", tinta disemprot dengan larutan hidroksida, yang menyebabkan munculnya gambar tersembunyi berdasarkan mekanisme yang sama seperti dijelaskan di atas pada perubahan warna dalam larutan basa. Pola akan menghilang lagi karena reaksi dengan [[karbon dioksida]]. [[Timolftalein]] digunakan untuk tujuan yang sama dan dengan cara yang sama, ketika diinginkan warna biru. | Untuk mengembangkan rambut dan pola grafis "magic", tinta disemprot dengan larutan hidroksida, yang menyebabkan munculnya gambar tersembunyi berdasarkan mekanisme yang sama seperti dijelaskan di atas pada perubahan warna dalam larutan basa. Pola akan menghilang lagi karena reaksi dengan [[karbon dioksida]]. [[Timolftalein]] digunakan untuk tujuan yang sama dan dengan cara yang sama, ketika diinginkan warna biru.<ref>[http://www.chymist.com/Toystore%20part3.pdf Toystore].</ref> | ||
=== Obat === | === Obat === | ||
Fenolftalein juga digunakan sebagai obat. Aktivitasnya di dalam tubuh adalah akan dilarutkan oleh [[garam]] dan [[empedu]] pada usus kecil. Senyawa ini memiliki aktivitas [[laksatif]] sehingga digunakan sebagai obat pencahar. Aktivitas laksatifnya disebabkan oleh perangsangan pada usus besar. Fenolftalein mulai bekerja 4 hingga 8 jam setelah pemberian, tanpa efek samping sakit perut dan kejang-kejang. Efek samping dari fenolftalein adalah menimbulkan gangguan bagi [[ginjal]]. Fenolftalein sebanyak 10 hingga 15 % akan diserap oleh tubuh dan bersifat sedikit beracun bagi tubuh. Pemakaian fenolftalein dapat menyebabkan urine menjadi berwarna kemerahan karena fenolftalein juga merupakan indikator pH yang bersifat basa. | Fenolftalein juga digunakan sebagai obat. Aktivitasnya di dalam tubuh adalah akan dilarutkan oleh [[garam]] dan [[empedu]] pada usus kecil.<ref>Widjajanti VN. 1991. ''Obat-obatan''. Yogyakarta : Kanisius.</ref> Senyawa ini memiliki aktivitas [[laksatif]] sehingga digunakan sebagai obat pencahar.<ref>Widjajanti VN. 1991. ''Obat-obatan''. Yogyakarta : Kanisius.</ref> Aktivitas laksatifnya disebabkan oleh perangsangan pada usus besar.<ref>Widjajanti VN. 1991. ''Obat-obatan''. Yogyakarta : Kanisius.</ref> Fenolftalein mulai bekerja 4 hingga 8 jam setelah pemberian, tanpa efek samping sakit perut dan kejang-kejang.<ref>Widjajanti VN. 1991. ''Obat-obatan''. Yogyakarta : Kanisius.</ref> Efek samping dari fenolftalein adalah menimbulkan gangguan bagi [[ginjal]].<ref>Widjajanti VN. 1991. ''Obat-obatan''. Yogyakarta : Kanisius.</ref> Fenolftalein sebanyak 10 hingga 15 % akan diserap oleh tubuh dan bersifat sedikit beracun bagi tubuh.<ref>Widjajanti VN. 1991. ''Obat-obatan''. Yogyakarta : Kanisius.</ref> Pemakaian fenolftalein dapat menyebabkan urine menjadi berwarna kemerahan karena fenolftalein juga merupakan indikator pH yang bersifat basa.<ref>Widjajanti VN. 1991. ''Obat-obatan''. Yogyakarta : Kanisius.</ref> | ||
== Sintesis == | == Sintesis == | ||
Fenolftalein dapat disintesis dari kondensasi anhidrida ftalat dengan dua ekivalen fenol di bawah kondisi asam. Proses ini ditemukan oleh Adolf von Baeyer pada tahun 1871. | Fenolftalein dapat disintesis dari kondensasi anhidrida ftalat dengan dua ekivalen fenol di bawah kondisi asam. Proses ini ditemukan oleh Adolf von Baeyer pada tahun 1871.<ref>Baeyer, A. ''Ueber eine neue Klasse von Farbstoffen''. ''Berichte der Deutschen Chemischen Gesellschaft''. 1871. Vol. 4 (2). hlm. 555–558. doi:10.1002/cber.18710040209.</ref><ref>Baeyer, A. ''Ueber die Phenolfarbstoffe''. ''Berichte der Deutschen Chemischen Gesellschaft''. 1871. Vol. 4 (2). hlm. 658–665. doi:10.1002/cber.18710040247.</ref><ref>Baeyer, A. [http://dingler.culture.hu-berlin.de/article/pj201/ar201089 Ueber die Phenolfarbstoffe]. ''Polytechnisches Journal''. 1871. Vol. 201 (89). hlm. 358–362.</ref> | ||
= Referensi = | = Referensi = | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fenolftalein&oldid=28598534 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28598534 (2025-11-22T03:42:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.03
Fenolftalein () adalah pewarna yang berperan sebagai indikator pH.[1] Fenolftalein adalah senyawa kimia dengan rumus molekul C20H14O4 dan sering ditulis sebagai "HIn" atau "pp" dalam notasi singkat. Fenolftalein sering digunakan sebagai indikator dalam titrasi asam–basa. Untuk aplikasi ini, ia berubah warna dari tak berwarna dalam larutan asam menjadi merah muda dalam larutan basa.
Fenolftalein sedikit larut dalam air dan biasanya dilarutkan dalam alkohol untuk digunakan dalam berbagai percobaan. Senyawa ini bersifat asam lemah yang dapat membebaskan ion H+ dalam larutan. Molekul fenolftalein tidak berwarna, dan ion fenolftalein berwarna merah muda. Jika basa ditambahkan ke dalam fenolftalein, kesetimbangan molekul ⇌ ion bergeser ke kanan, menyebabkan ionisasi lebih banyak karena pembebasan ion H+. Hal ini diprediksi menurut prinsip Le Chatelier.fenolftalein bewarna merah jika di teteskan ke dalam NaOH
Aplikasi
Indikator pH
Fenolftalein biasanya digunakan sebagai indikator keadaan suatu zat yang bersifat lebih asam atau lebih basa.[2] Prinsip perubahan warna ini digunakan dalam metode titrasi.[3] Fenolftalein cocok untuk digunakan sebagai indikator untuk proses titrasi HCl dan NaOH.[4] Fenolftalein tidak akan berwarna (bening) dalam keadaan zat yang asam atau netral, tetapi akan berwarna kemerahan dalam keadaan zat yang basa.[5] Tepatnya pada titik pH di bawah 8,3 fenolftalein tidak berwarna, tetapi jika mulai melewati 8,3 maka warna merah muda yang semakin kemerahan akan muncul. Semakin basa maka warna yang ditimbulkan akan semakin merah.[6]
Fenolftalein juga merupakan salah satu komponen indikator universal, bersama dengan metil merah, bromotimol biru, dan timol biru.[7]
| Fenolftalein (Indikator asam-basa) | ||
| pH di bawah8,2 | antara pH 10,0 dan 13,0 | |
| tak berwarna | fuchsia | |
Fenolftalein memiliki empat kondisi yang berbeda dalam larutan: Pada kondisi asam sangat kuat, ia dalam bentuk terprotonasi, menghasilkan warna jingga. Pada kondisi asam kuat, ia berbentuk lakton yang tak berwarna. Dalam bentuk fenolat terdeprotonasi tunggal (bentuk anion dari fenol) memberikan warna merah muda yang sangat dikenal. Dalam larutan basa kuat, warna merah muda fenolftalein perlahan memudar dan menjadi tak berwarna di atas pH 13,0. Reaksi pemudaran yang menghasilkan ion InOH3− yang tak berwarna terkadang digunakan dalam mata pelajaran kinetika reaksi.
| Species | H3In+ | H2In | In2− | In(OH)3− |
|---|---|---|---|---|
| Structure | ||||
| Model | ||||
| pH | <0 | 0−8.2 | 8.2−12.0 | >13.0 |
| Conditions | strongly acidic | acidic or near-neutral | basic | strongly basic |
| Color | orange | colorless | pink to fuchsia | colorless |
| Image |
| An animation of the pH dependent reaction mechanism: H3In+ → H2In → In2− → In(OH)3− |
Kepekaan fenolftalein terhadap pH digunakan dalam aplikasi lain: Beton secara alami memiliki pH tinggi karena pembentukan kalsium hidroksida ketika semen Portland bereaksi dengan air. Oleh karena beton bereaksi dengan karbon dioksida di atmosfer, pH turun menjadi 8,5-9. Jika larutan 1% fenolftalein diaplikasikan pada beton normal, ia akan berubah warna menjadi merah muda. Jika tetap tak berwarna, ini menunjukkan bahwa beton telah mengalami karbonasi.[8]
Fenolftalein digunakan dalam mainan, misalnya sebagai komponen tinta yang bisa hilang, atau warna yang menghilang pada rambut Hollywood Hair Barbie. Dalam tinta, fenolftalein dicampur dengan natrium hidroksida, yang bereaksi dengan karbon dioksida di udara. Reaksi ini menyebabkan turunnya pH di bawah batas bawah perubahan warna karena ion hidrogen dibebaskan berdasarkan reaksi:
OH−(aq) + CO2(g) → CO32−(aq) + H+(aq)
Untuk mengembangkan rambut dan pola grafis "magic", tinta disemprot dengan larutan hidroksida, yang menyebabkan munculnya gambar tersembunyi berdasarkan mekanisme yang sama seperti dijelaskan di atas pada perubahan warna dalam larutan basa. Pola akan menghilang lagi karena reaksi dengan karbon dioksida. Timolftalein digunakan untuk tujuan yang sama dan dengan cara yang sama, ketika diinginkan warna biru.[9]
Obat
Fenolftalein juga digunakan sebagai obat. Aktivitasnya di dalam tubuh adalah akan dilarutkan oleh garam dan empedu pada usus kecil.[10] Senyawa ini memiliki aktivitas laksatif sehingga digunakan sebagai obat pencahar.[11] Aktivitas laksatifnya disebabkan oleh perangsangan pada usus besar.[12] Fenolftalein mulai bekerja 4 hingga 8 jam setelah pemberian, tanpa efek samping sakit perut dan kejang-kejang.[13] Efek samping dari fenolftalein adalah menimbulkan gangguan bagi ginjal.[14] Fenolftalein sebanyak 10 hingga 15 % akan diserap oleh tubuh dan bersifat sedikit beracun bagi tubuh.[15] Pemakaian fenolftalein dapat menyebabkan urine menjadi berwarna kemerahan karena fenolftalein juga merupakan indikator pH yang bersifat basa.[16]
Sintesis
Fenolftalein dapat disintesis dari kondensasi anhidrida ftalat dengan dua ekivalen fenol di bawah kondisi asam. Proses ini ditemukan oleh Adolf von Baeyer pada tahun 1871.[17][18][19]
Referensi
Referensi
- ↑ Widjajanti VN. 1991. Obat-obatan. Yogyakarta : Kanisius.
- ↑ Chang R. 2003. Kimia Dasar : Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3. Jakarta : Erlangga.
- ↑ Chang R. 2003. Kimia Dasar : Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3. Jakarta : Erlangga.
- ↑ Chang R. 2003. Kimia Dasar : Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3. Jakarta : Erlangga.
- ↑ Chang R. 2003. Kimia Dasar : Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3. Jakarta : Erlangga.
- ↑ Chang R. 2003. Kimia Dasar : Konsep-konsep Inti Jl. 2 Ed. 3. Jakarta : Erlangga.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Ready to use spackle/repair product containing dryness indicator. 2003.
- ↑ Toystore.
- ↑ Widjajanti VN. 1991. Obat-obatan. Yogyakarta : Kanisius.
- ↑ Widjajanti VN. 1991. Obat-obatan. Yogyakarta : Kanisius.
- ↑ Widjajanti VN. 1991. Obat-obatan. Yogyakarta : Kanisius.
- ↑ Widjajanti VN. 1991. Obat-obatan. Yogyakarta : Kanisius.
- ↑ Widjajanti VN. 1991. Obat-obatan. Yogyakarta : Kanisius.
- ↑ Widjajanti VN. 1991. Obat-obatan. Yogyakarta : Kanisius.
- ↑ Widjajanti VN. 1991. Obat-obatan. Yogyakarta : Kanisius.
- ↑ Baeyer, A. Ueber eine neue Klasse von Farbstoffen. Berichte der Deutschen Chemischen Gesellschaft. 1871. Vol. 4 (2). hlm. 555–558. doi:10.1002/cber.18710040209.
- ↑ Baeyer, A. Ueber die Phenolfarbstoffe. Berichte der Deutschen Chemischen Gesellschaft. 1871. Vol. 4 (2). hlm. 658–665. doi:10.1002/cber.18710040247.
- ↑ Baeyer, A. Ueber die Phenolfarbstoffe. Polytechnisches Journal. 1871. Vol. 201 (89). hlm. 358–362.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28598534 (2025-11-22T03:42:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.