Reagen Dragendorff: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29271531; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Reagen Dragendorff''' adalah [[pereaksi kimia|reagen]] warna untuk mendeteksi alkaloid dalam sampel uji atau sebagai pewarna untuk [[Kromatografi lapis tipis|pelat kromatografi]]. Jika ada dalam larutan sampel, [[alkaloid]] akan bereaksi dengan reagen Dragendorff dan menghasilkan endapan berwarna jingga atau jingga-merah. Reagen Dragendorff tidak mendeteksi semua alkaloid. Misalnya, [[kafein]] dan alkaloid [[purina|purin]] lainnya tidak [[reaksi pengendapan|membentuk endapan]] dengan reagen ini. Reagen ini ditemukan oleh seorang ahli farmakologi Jerman yakni [[Johann Georg Noel Dragendorff]] (1836–1898) di [[Universitas Tartu|Universitas Kekaisaran Dorpat]]. | [[File:Alkaloids_with_Dragendorff’s_reagent.jpg|thumb|right|280px|Alkaloids with Dragendorff’s reagent]] | ||
'''Reagen Dragendorff''' adalah [[pereaksi kimia|reagen]] warna untuk mendeteksi alkaloid dalam sampel uji atau sebagai pewarna untuk [[Kromatografi lapis tipis|pelat kromatografi]]. Jika ada dalam larutan sampel, [[alkaloid]] akan bereaksi dengan reagen Dragendorff dan menghasilkan endapan berwarna jingga atau jingga-merah.<ref>Ghani A. ''Medicinal Plants of Bangladesh''. The Asiatic Society of Bangladesh. 1998. hlm. 505.</ref> Reagen Dragendorff tidak mendeteksi semua alkaloid. Misalnya, [[kafein]] dan alkaloid [[purina|purin]] lainnya tidak [[reaksi pengendapan|membentuk endapan]] dengan reagen ini.<ref>Juan Jose Vargas Mamani1a. ''El reactivo de Dragendorff: origen, historia e importancia''. Revista Médica Basadrina, 2024. 2024. hlm. 52–57.</ref> Reagen ini ditemukan oleh seorang ahli farmakologi Jerman yakni [[Johann Georg Noel Dragendorff]] (1836–1898) di [[Universitas Tartu|Universitas Kekaisaran Dorpat]].<ref>A. Raal. [https://www.ingentaconnect.com/content/govi/pharmaz/2020/00000075/00000007/art00003;jsessionid=a7l1j8omuir5.x-ic-live-01# Dragendorff's reagent: Historical perspectives and current status of a versatile reagent introduced over 150 years ago at the University of Dorpat, Tartu, Estonia]. ''Die Pharmazie''. 2020-07-01. Vol. 75 (7). hlm. 299–306. doi:10.1691/ph.2020.0438.</ref> | |||
==Preparasi== | ==Preparasi== | ||
Reagen Dragendorff disiapkan dengan mencampurkan larutan kalium iodida pekat dengan larutan [[bismut oksinitrat|bismut subnitrat]] dalam [[asam]] encer ([[asam asetat]] atau [[asam tartrat]], [[asam klorida]] atau [[asam sulfat]] jarang digunakan) karena [[pH]] rendah sangat diperlukan untuk reagen ini. | Reagen Dragendorff disiapkan dengan mencampurkan larutan kalium iodida pekat dengan larutan [[bismut oksinitrat|bismut subnitrat]] dalam [[asam]] encer ([[asam asetat]] atau [[asam tartrat]], [[asam klorida]] atau [[asam sulfat]] jarang digunakan) karena [[pH]] rendah sangat diperlukan untuk reagen ini.<ref>A. Raal. [https://www.ingentaconnect.com/content/govi/pharmaz/2020/00000075/00000007/art00003;jsessionid=a7l1j8omuir5.x-ic-live-01# Dragendorff's reagent: Historical perspectives and current status of a versatile reagent introduced over 150 years ago at the University of Dorpat, Tartu, Estonia]. ''Die Pharmazie''. 2020-07-01. Vol. 75 (7). hlm. 299–306. doi:10.1691/ph.2020.0438.</ref> | ||
Pembentukannya adalah sebagai berikut: | Pembentukannya adalah sebagai berikut: | ||
| Baris 8: | Baris 10: | ||
Endapan hitam [[bismut(III) iodida]] terbentuk dari reaksi ion bismut dan [[kalium iodida]]. | Endapan hitam [[bismut(III) iodida]] terbentuk dari reaksi ion bismut dan [[kalium iodida]]. | ||
: + 3 → + 3 | : + 3 → + 3 | ||
Kemudian, reaksi antara ion bismut dan kelebihan kalium iodida akan menghasilkan kompleks kalium tetraiodobismutat yang larut dan berwarna jingga. | Kemudian, reaksi antara ion bismut dan kelebihan kalium iodida akan menghasilkan kompleks kalium tetraiodobismutat yang larut dan berwarna jingga. | ||
: + → | : + → | ||
Banyak komposisi yang terdegradasi seiring waktu dan sensitif terhadap cahaya, sehingga untuk penyimpanan jangka panjang seringkali disiapkan sebagai dua larutan terpisah yang dicampur sebelum digunakan, satu mengandung bismut subnitrat dan asam, dan yang lainnya mengandung kalium iodida. | Banyak komposisi yang terdegradasi seiring waktu dan sensitif terhadap cahaya, sehingga untuk penyimpanan jangka panjang seringkali disiapkan sebagai dua larutan terpisah yang dicampur sebelum digunakan, satu mengandung bismut subnitrat dan asam, dan yang lainnya mengandung kalium iodida. | ||
| Baris 22: | Baris 24: | ||
Bagian B: 8 g kalium iodida dan 20 mL air. | Bagian B: 8 g kalium iodida dan 20 mL air. | ||
Terdapat banyak komposisi berbeda dalam literatur untuk reagen gabungan. Beberapa menggabungkan seluruh volume kedua larutan tanpa pengenceran, tetapi sebagian besar melibatkan pengenceran bagian yang sama dari larutan ini dengan asam dan air. Salah satu komposisi umum adalah 5 mL masing-masing bagian A & B dengan 20 mL asam asetat glasial dan 70-100 mL air. | Terdapat banyak komposisi berbeda dalam literatur untuk reagen gabungan. Beberapa menggabungkan seluruh volume kedua larutan tanpa pengenceran, tetapi sebagian besar melibatkan pengenceran bagian yang sama dari larutan ini dengan asam dan air. Salah satu komposisi umum adalah 5 mL masing-masing bagian A & B dengan 20 mL asam asetat glasial dan 70-100 mL air.<ref>A. Raal. [https://www.ingentaconnect.com/content/govi/pharmaz/2020/00000075/00000007/art00003;jsessionid=a7l1j8omuir5.x-ic-live-01# Dragendorff's reagent: Historical perspectives and current status of a versatile reagent introduced over 150 years ago at the University of Dorpat, Tartu, Estonia]. ''Die Pharmazie''. 2020-07-01. Vol. 75 (7). hlm. 299–306. doi:10.1691/ph.2020.0438.</ref> | ||
==Reaksi== | ==Reaksi== | ||
Sebagian besar alkaloid memiliki gugus [[amina]] tersier, sehingga penjelasan untuk reaksi warna dapat berupa sebagai berikut: | Sebagian besar alkaloid memiliki gugus [[amina]] tersier, sehingga penjelasan untuk reaksi warna dapat berupa sebagai berikut: | ||
: + → + | : + → + | ||
:( = anion asam) | :( = anion asam) | ||
Kemudian garam kompleks yang tidak larut terbentuk dari reaksi antara garam [[amonium]] dan kalium tetraiodobismut. | Kemudian garam kompleks yang tidak larut terbentuk dari reaksi antara garam [[amonium]] dan kalium tetraiodobismut. | ||
: + → + | : + → + | ||
Pasangan ion ini memiliki warna yang berbeda: kuning, jingga, merah, dan cokelat, yang bergantung pada sifat [[alkaloid]]. | Pasangan ion ini memiliki warna yang berbeda: kuning, jingga, merah, dan cokelat, yang bergantung pada sifat [[alkaloid]].<ref>A. Raal. [https://www.ingentaconnect.com/content/govi/pharmaz/2020/00000075/00000007/art00003;jsessionid=a7l1j8omuir5.x-ic-live-01# Dragendorff's reagent: Historical perspectives and current status of a versatile reagent introduced over 150 years ago at the University of Dorpat, Tartu, Estonia]. ''Die Pharmazie''. 2020-07-01. Vol. 75 (7). hlm. 299–306. doi:10.1691/ph.2020.0438.</ref> | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reagen+Dragendorff&oldid=29271531 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29271531 (2026-05-25T14:08:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.08

Reagen Dragendorff adalah reagen warna untuk mendeteksi alkaloid dalam sampel uji atau sebagai pewarna untuk pelat kromatografi. Jika ada dalam larutan sampel, alkaloid akan bereaksi dengan reagen Dragendorff dan menghasilkan endapan berwarna jingga atau jingga-merah.[1] Reagen Dragendorff tidak mendeteksi semua alkaloid. Misalnya, kafein dan alkaloid purin lainnya tidak membentuk endapan dengan reagen ini.[2] Reagen ini ditemukan oleh seorang ahli farmakologi Jerman yakni Johann Georg Noel Dragendorff (1836–1898) di Universitas Kekaisaran Dorpat.[3]
Preparasi
Reagen Dragendorff disiapkan dengan mencampurkan larutan kalium iodida pekat dengan larutan bismut subnitrat dalam asam encer (asam asetat atau asam tartrat, asam klorida atau asam sulfat jarang digunakan) karena pH rendah sangat diperlukan untuk reagen ini.[4]
Pembentukannya adalah sebagai berikut:
Endapan hitam bismut(III) iodida terbentuk dari reaksi ion bismut dan kalium iodida.
- + 3 → + 3
Kemudian, reaksi antara ion bismut dan kelebihan kalium iodida akan menghasilkan kompleks kalium tetraiodobismutat yang larut dan berwarna jingga.
- + →
Banyak komposisi yang terdegradasi seiring waktu dan sensitif terhadap cahaya, sehingga untuk penyimpanan jangka panjang seringkali disiapkan sebagai dua larutan terpisah yang dicampur sebelum digunakan, satu mengandung bismut subnitrat dan asam, dan yang lainnya mengandung kalium iodida.
Komposisi yang paling umum adalah sebagai berikut:
Bagian A: 0,85 g bismut subnitrat, 40 mL air, dan 10 mL asam asetat glasial.
Bagian B: 8 g kalium iodida dan 20 mL air.
Terdapat banyak komposisi berbeda dalam literatur untuk reagen gabungan. Beberapa menggabungkan seluruh volume kedua larutan tanpa pengenceran, tetapi sebagian besar melibatkan pengenceran bagian yang sama dari larutan ini dengan asam dan air. Salah satu komposisi umum adalah 5 mL masing-masing bagian A & B dengan 20 mL asam asetat glasial dan 70-100 mL air.[5]
Reaksi
Sebagian besar alkaloid memiliki gugus amina tersier, sehingga penjelasan untuk reaksi warna dapat berupa sebagai berikut:
- + → +
- ( = anion asam)
Kemudian garam kompleks yang tidak larut terbentuk dari reaksi antara garam amonium dan kalium tetraiodobismut.
- + → +
Pasangan ion ini memiliki warna yang berbeda: kuning, jingga, merah, dan cokelat, yang bergantung pada sifat alkaloid.[6]
Referensi
- ↑ Ghani A. Medicinal Plants of Bangladesh. The Asiatic Society of Bangladesh. 1998. hlm. 505.
- ↑ Juan Jose Vargas Mamani1a. El reactivo de Dragendorff: origen, historia e importancia. Revista Médica Basadrina, 2024. 2024. hlm. 52–57.
- ↑ A. Raal. Dragendorff's reagent: Historical perspectives and current status of a versatile reagent introduced over 150 years ago at the University of Dorpat, Tartu, Estonia. Die Pharmazie. 2020-07-01. Vol. 75 (7). hlm. 299–306. doi:10.1691/ph.2020.0438.
- ↑ A. Raal. Dragendorff's reagent: Historical perspectives and current status of a versatile reagent introduced over 150 years ago at the University of Dorpat, Tartu, Estonia. Die Pharmazie. 2020-07-01. Vol. 75 (7). hlm. 299–306. doi:10.1691/ph.2020.0438.
- ↑ A. Raal. Dragendorff's reagent: Historical perspectives and current status of a versatile reagent introduced over 150 years ago at the University of Dorpat, Tartu, Estonia. Die Pharmazie. 2020-07-01. Vol. 75 (7). hlm. 299–306. doi:10.1691/ph.2020.0438.
- ↑ A. Raal. Dragendorff's reagent: Historical perspectives and current status of a versatile reagent introduced over 150 years ago at the University of Dorpat, Tartu, Estonia. Die Pharmazie. 2020-07-01. Vol. 75 (7). hlm. 299–306. doi:10.1691/ph.2020.0438.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29271531 (2026-05-25T14:08:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.