Lompat ke isi

Antosianidin: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29419683; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Antosianidin''' adalah pigmen tumbuhan umum, [[aglikon]] dari [[antosianin]]. Senyawa ini berbasis pada kation flavilium, [[ion]] oksonium, dengan berbagai gugus yang [[substituen|menggantikan]] atom [[hidrogen]]nya. Umumnya, warnanya berubah dari merah menjadi ungu, biru, dan hijau kebiruan sebagai fungsi [[pH]].
[[File:Cianidina.png|thumb|right|280px|Molekul antosianidin dalam 3D]]
 
'''Antosianidin''' adalah pigmen tumbuhan umum, [[aglikon]] dari [[antosianin]]. Senyawa ini berbasis pada kation flavilium,<ref>[http://goldbook.iupac.org/A00379.html IUPAC Goldbook]</ref> [[ion]] oksonium, dengan berbagai gugus yang [[substituen|menggantikan]] atom [[hidrogen]]nya. Umumnya, warnanya berubah dari merah menjadi ungu, biru, dan hijau kebiruan sebagai fungsi [[pH]].


Antosianidin merupakan subkelas penting dari pewarna polimetina dan [[flavonoid]]. Kation flavilium adalah kation kromenilium dengan [[gugus fenil]] yang tersubstitusi pada posisi 2; dan kromenilium (juga disebut benzopirilium) adalah versi bisiklik dari pirilium. Muatan positif dapat bergerak di sekitar molekul.
Antosianidin merupakan subkelas penting dari pewarna polimetina dan [[flavonoid]]. Kation flavilium adalah kation kromenilium dengan [[gugus fenil]] yang tersubstitusi pada posisi 2; dan kromenilium (juga disebut benzopirilium) adalah versi bisiklik dari pirilium. Muatan positif dapat bergerak di sekitar molekul.
Baris 6: Baris 8:
3-Deoksiantosianidin seperti luteolinidin adalah kelas antosianidin yang tidak memiliki gugus hidroksil pada karbon 3.
3-Deoksiantosianidin seperti luteolinidin adalah kelas antosianidin yang tidak memiliki gugus hidroksil pada karbon 3.


:
:{| class="wikitable centered" style="text-align:center"
|+ Antosianidin terpilih dan substitusinya
|- class="hintergrundfarbe5"
! Antosianidin
! Struktur dasar (R<sup>3</sup> & R<sup>4′</sup> = −OH)
! R<sup>3′</sup>
! R<sup>5′</sup>
! R<sup>5</sup>
! R<sup>6</sup>
! R<sup>7</sup>
|-
| [[Aurantinidin]]
| rowspan=12 | 
| −H
| −H
| −OH
| −OH
| −OH
|-
| [[Kapensinidin]]
| −OCH<sub>3</sub>
| −OCH<sub>3</sub>
| −OCH<sub>3</sub>
| −H
| −OH
|-
| [[Sianidin]]
| −OH
| −H
| −OH
| −H
| −OH
|-
| [[Delfinidin]]
| −OH
| −OH
| −OH
| −H
| −OH
|-
| [[Europinidin]]
| −OCH<sub>3</sub>
| −OH
| −OCH<sub>3</sub>
| −H
| −OH
|-
| [[Hirsutidin]]
| −OCH<sub>3</sub>
| −OCH<sub>3</sub>
| −OH
| −H
| −OCH<sub>3</sub>
|-
| [[Malvidin]]
| −OCH<sub>3</sub>
| −OCH<sub>3</sub>
| −OH
| −H
| −OH
|-
| [[Pelargonidin]]
| −H
| −H
| −OH
| −H
| −OH
|-
| [[Peonidin]]
| −OCH<sub>3</sub>
| −H
| −OH
| −H
| −OH
|-
| [[Petunidin]]
| −OH
| −OCH<sub>3</sub>
| −OH
| −H
| −OH
|-
| ''[[Pulchellidin]]''
| −OH
| −OH
| −OCH<sub>3</sub>
| −H
| −OH
|-
| [[Rosinidin]]
| −OCH<sub>3</sub>
| −H
| −OH
| −H
| −OCH<sub>3</sub>
|}


==Ketersediaan di alam==
==Ketersediaan di alam==
Baris 13: Baris 110:
Sekitar 3%, 3%, dan 2% antosianin atau antosianidin masing-masing diberi label sebagai 3-desoksiantosianidin, antosianidin termetilasi langka, dan 6-hidroksiantosianidin.
Sekitar 3%, 3%, dan 2% antosianin atau antosianidin masing-masing diberi label sebagai 3-desoksiantosianidin, antosianidin termetilasi langka, dan 6-hidroksiantosianidin.


Pada lumut, antosianin biasanya didasarkan pada 3-desoksiantosianidin yang terletak di dinding sel. Sebuah antosianidin baru yakni ''riccionidin A'', telah diisolasi dari [[lumut hati]] ''Ricciocarpos natans''. Pigmen ini dapat berasal dari 6,7,2′,4′,6′-pentahidroksiflavilium, yang telah mengalami penutupan cincin 6’-hidroksil pada posisi 3. Spektrum tampaknya dalam HCl [[metanol]]ik berada pada 494 nm. Pigmen ini disertai dengan ''riccionidin B'', yang kemungkinan besar didasarkan pada dua molekul ''riccionidin A'' yang dihubungkan melalui posisi 3′- atau 5′-. Kedua pigmen ini juga terdeteksi pada lumut hati ''Marchantia polymorpha, Riccia duplex'', dan ''Scapania undulata''.
Pada lumut, antosianin biasanya didasarkan pada 3-desoksiantosianidin yang terletak di dinding sel. Sebuah antosianidin baru yakni ''riccionidin A'', telah diisolasi dari [[lumut hati]] ''Ricciocarpos natans''. Pigmen ini dapat berasal dari 6,7,2′,4′,6′-pentahidroksiflavilium, yang telah mengalami penutupan cincin 6’-hidroksil pada posisi 3. Spektrum tampaknya dalam HCl [[metanol]]ik berada pada 494 nm. Pigmen ini disertai dengan ''riccionidin B'', yang kemungkinan besar didasarkan pada dua molekul ''riccionidin A'' yang dihubungkan melalui posisi 3′- atau 5′-. Kedua pigmen ini juga terdeteksi pada lumut hati ''Marchantia polymorpha, Riccia duplex'', dan ''Scapania undulata''.<ref>''Flavonoids : chemistry, biochemistry, and applications''. CRC, Taylor & Francis. 2006. ISBN 0849320216.</ref>


==Pengaruh pH==
==Pengaruh pH==
Stabilitas antosianidin bergantung pada [[pH]]. Pada pH rendah (kondisi asam), antosianidin berwarna hadir, sedangkan pada pH yang lebih tinggi (kondisi basa) bentuk kalkon yang tidak berwarna hadir.
Stabilitas antosianidin bergantung pada [[pH]]. Pada pH rendah (kondisi asam), antosianidin berwarna hadir, sedangkan pada pH yang lebih tinggi (kondisi basa) bentuk kalkon yang tidak berwarna hadir.
== Referensi ==


==Pranala luar==
==Pranala luar==
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antosianidin&oldid=29419683 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29419683 (2026-07-04T15:58:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antosianidin&oldid=29419683 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29419683 (2026-07-04T15:58:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.08

Berkas:Cianidina.png
Molekul antosianidin dalam 3D

Antosianidin adalah pigmen tumbuhan umum, aglikon dari antosianin. Senyawa ini berbasis pada kation flavilium,[1] ion oksonium, dengan berbagai gugus yang menggantikan atom hidrogennya. Umumnya, warnanya berubah dari merah menjadi ungu, biru, dan hijau kebiruan sebagai fungsi pH.

Antosianidin merupakan subkelas penting dari pewarna polimetina dan flavonoid. Kation flavilium adalah kation kromenilium dengan gugus fenil yang tersubstitusi pada posisi 2; dan kromenilium (juga disebut benzopirilium) adalah versi bisiklik dari pirilium. Muatan positif dapat bergerak di sekitar molekul.

Klasifikasi

3-Deoksiantosianidin seperti luteolinidin adalah kelas antosianidin yang tidak memiliki gugus hidroksil pada karbon 3.

Antosianidin terpilih dan substitusinya
Antosianidin Struktur dasar (R3 & R4′ = −OH) R3′ R5′ R5 R6 R7
Aurantinidin −H −H −OH −OH −OH
Kapensinidin −OCH3 −OCH3 −OCH3 −H −OH
Sianidin −OH −H −OH −H −OH
Delfinidin −OH −OH −OH −H −OH
Europinidin −OCH3 −OH −OCH3 −H −OH
Hirsutidin −OCH3 −OCH3 −OH −H −OCH3
Malvidin −OCH3 −OCH3 −OH −H −OH
Pelargonidin −H −H −OH −H −OH
Peonidin −OCH3 −H −OH −H −OH
Petunidin −OH −OCH3 −OH −H −OH
Pulchellidin −OH −OH −OCH3 −H −OH
Rosinidin −OCH3 −H −OH −H −OCH3

Ketersediaan di alam

Sebagian besar antosianin tumbuhan didasarkan pada sianidin (30%), delfinidin (22%), dan pelargonidin (18%). Secara keseluruhan, 20% antosianin didasarkan pada tiga antosianidin umum (peonidin, malvidin, dan petunidin) yang termetilasi.

Sekitar 3%, 3%, dan 2% antosianin atau antosianidin masing-masing diberi label sebagai 3-desoksiantosianidin, antosianidin termetilasi langka, dan 6-hidroksiantosianidin.

Pada lumut, antosianin biasanya didasarkan pada 3-desoksiantosianidin yang terletak di dinding sel. Sebuah antosianidin baru yakni riccionidin A, telah diisolasi dari lumut hati Ricciocarpos natans. Pigmen ini dapat berasal dari 6,7,2′,4′,6′-pentahidroksiflavilium, yang telah mengalami penutupan cincin 6’-hidroksil pada posisi 3. Spektrum tampaknya dalam HCl metanolik berada pada 494 nm. Pigmen ini disertai dengan riccionidin B, yang kemungkinan besar didasarkan pada dua molekul riccionidin A yang dihubungkan melalui posisi 3′- atau 5′-. Kedua pigmen ini juga terdeteksi pada lumut hati Marchantia polymorpha, Riccia duplex, dan Scapania undulata.[2]

Pengaruh pH

Stabilitas antosianidin bergantung pada pH. Pada pH rendah (kondisi asam), antosianidin berwarna hadir, sedangkan pada pH yang lebih tinggi (kondisi basa) bentuk kalkon yang tidak berwarna hadir.

Pranala luar

Referensi

  1. IUPAC Goldbook
  2. Flavonoids : chemistry, biochemistry, and applications. CRC, Taylor & Francis. 2006. ISBN 0849320216.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29419683 (2026-07-04T15:58:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.