Lumpur merah: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28628469; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Bützflethermoor_Rotschlammdeponie_Luftaufnahmen_2012-05-by-RaBoe-478-1.jpg|thumb|right|280px|Bützflethermoor Rotschlammdeponie Luftaufnahmen 2012-05-by-RaBoe-478-1]] | |||
Lebih dari 95% alumina di seluruh dunia dihasilkan lewat [[proses Bayer]]; untuk setiap ton alumina yang diproduksi, akan dihasilkan limbah sebanyak 1 hingga 1,5 ton. Produksi alumina pada tahun 2015 diperkirakan mencapai 115 juta ton, sehingga menghasilkan 150 juta lumpur merah. | '''Lumpur merah''' merupakan [[limbah]] [[alkali]] yang terdiri dari [[besi(III) oksida]] dan senyawa-senyawa lainnya yang dihasilkan oleh proses produksi [[alumina]] (aluminium oksida) yang menjadi bahan baku utama dalam proses produksi logam [[aluminium]]. Setiap tahunnya, sekitar 77 juta ton lumpur merah telah dihasilkan, sehingga menjadi permasalahan yang serius.<ref>Ayres, R. U., Holmberg, J., Andersson, B., "Materials and the global environment: Waste mining in the 21st century", MRS Bull. 2001, 26, 477.</ref> Isu yang muncul adalah bagaimana membuang limbah tersebut dan apakah limbah tersebut bisa dimanfaatkan untuk kegunaan lain. | ||
Lebih dari 95% alumina di seluruh dunia dihasilkan lewat [[proses Bayer]]; untuk setiap ton alumina yang diproduksi, akan dihasilkan limbah sebanyak 1 hingga 1,5 ton. Produksi alumina pada tahun 2015 diperkirakan mencapai 115 juta ton, sehingga menghasilkan 150 juta lumpur merah.<ref>[http://www.world-aluminium.org/statistics/alumina-production/ Annual statistics collected and published by World Aluminium].</ref> | |||
== Komposisi == | == Komposisi == | ||
{| class="wikitable" | |||
|- | |||
! Senyawa !! Persentase | |||
|- | |||
| Fe<sub>2</sub>O<sub>3</sub> || 5–60% | |||
|- | |||
| Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub> || 5–30% | |||
|- | |||
| TiO<sub>2</sub> || 0.3–15% | |||
|- | |||
| CaO || 2–14% | |||
|- | |||
| SiO<sub>2</sub> || 3–50% | |||
|- | |||
| Na<sub>2</sub>O || 1–10% | |||
|} | |||
== Dampak lingkungan == | == Dampak lingkungan == | ||
Lumpur merah dapat membahayakan lingkungan karena sangat bersifat [[alkali]]. | Lumpur merah dapat membahayakan lingkungan karena sangat bersifat [[alkali]]. | ||
Pada Oktober 2010, sekitar satu juta meter kubik lumpur merah dari pabrik [[alumina]] di dekat [[Kolontár]], [[Hungaria]], bocor ke wilayah pedesaan di sekitar. [[Kecelakaan pabrik alumina Ajka|Kecelakaan]] ini menewaskan sepuluh orang dan mencemari wilayah sekitar. Semua kehidupan di sungai [[Marcal]] konon telah "dimusnahkan" oleh lumpur merah, dan dalam waktu beberapa hari lumpur ini telah mengalir ke [[Sungai Donau]]. | Pada Oktober 2010, sekitar satu juta meter kubik lumpur merah dari pabrik [[alumina]] di dekat [[Kolontár]], [[Hungaria]], bocor ke wilayah pedesaan di sekitar. [[Kecelakaan pabrik alumina Ajka|Kecelakaan]] ini menewaskan sepuluh orang dan mencemari wilayah sekitar.<ref>[http://www.npr.org/blogs/thetwo-way/2010/10/05/130351938/red-sludge-from-hungarian-aluminum-plant-spill-an-ecological-disaster "Toxic Red Sludge Spill From Hungarian Aluminum Plant 'An Ecological Disaster'"], David Gura, NPR, October 5, 2010</ref> Semua kehidupan di sungai [[Marcal]] konon telah "dimusnahkan" oleh lumpur merah, dan dalam waktu beberapa hari lumpur ini telah mengalir ke [[Sungai Donau]].<ref>[http://www.bbc.co.uk/news/world-europe-11491412 Hungarian chemical sludge spill reaches Danube]. ''BBC''. 7 October 2010.</ref> | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://www.periodicvideos.com/videos/mv_redsludge.htm Red Sludge (or Red Mud)] di situs ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham) | * [http://www.periodicvideos.com/videos/mv_redsludge.htm Red Sludge (or Red Mud)] di situs ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham) | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lumpur+merah&oldid=28628469 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28628469 (2025-11-26T12:18:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.09
Lumpur merah merupakan limbah alkali yang terdiri dari besi(III) oksida dan senyawa-senyawa lainnya yang dihasilkan oleh proses produksi alumina (aluminium oksida) yang menjadi bahan baku utama dalam proses produksi logam aluminium. Setiap tahunnya, sekitar 77 juta ton lumpur merah telah dihasilkan, sehingga menjadi permasalahan yang serius.[1] Isu yang muncul adalah bagaimana membuang limbah tersebut dan apakah limbah tersebut bisa dimanfaatkan untuk kegunaan lain.
Lebih dari 95% alumina di seluruh dunia dihasilkan lewat proses Bayer; untuk setiap ton alumina yang diproduksi, akan dihasilkan limbah sebanyak 1 hingga 1,5 ton. Produksi alumina pada tahun 2015 diperkirakan mencapai 115 juta ton, sehingga menghasilkan 150 juta lumpur merah.[2]
Komposisi
| Senyawa | Persentase |
|---|---|
| Fe2O3 | 5–60% |
| Al2O3 | 5–30% |
| TiO2 | 0.3–15% |
| CaO | 2–14% |
| SiO2 | 3–50% |
| Na2O | 1–10% |
Dampak lingkungan
Lumpur merah dapat membahayakan lingkungan karena sangat bersifat alkali.
Pada Oktober 2010, sekitar satu juta meter kubik lumpur merah dari pabrik alumina di dekat Kolontár, Hungaria, bocor ke wilayah pedesaan di sekitar. Kecelakaan ini menewaskan sepuluh orang dan mencemari wilayah sekitar.[3] Semua kehidupan di sungai Marcal konon telah "dimusnahkan" oleh lumpur merah, dan dalam waktu beberapa hari lumpur ini telah mengalir ke Sungai Donau.[4]
Pranala luar
- Red Sludge (or Red Mud) di situs The Periodic Table of Videos (Universitas Nottingham)
Referensi
- ↑ Ayres, R. U., Holmberg, J., Andersson, B., "Materials and the global environment: Waste mining in the 21st century", MRS Bull. 2001, 26, 477.
- ↑ Annual statistics collected and published by World Aluminium.
- ↑ "Toxic Red Sludge Spill From Hungarian Aluminum Plant 'An Ecological Disaster'", David Gura, NPR, October 5, 2010
- ↑ Hungarian chemical sludge spill reaches Danube. BBC. 7 October 2010.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28628469 (2025-11-26T12:18:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.