Lompat ke isi

Dialisis: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29302201; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Dialisis''' adalah proses perpindahan [[molekul]] terlarut dari suatu campuran larutan yang terjadi akibat [[difusi]] pada [[membran]] semi-permeabel. Molekul terlarut yang berukuran lebih kecil dari pori-pori membran tersebut dapat keluar, sedangkan molekul lainnya yang lebih besar akan tertahan di dalam kantung membran. [[Selulosa]] adalah salah satu jenis materi penyusun membran dialisis yang cukup umum dipakai karena bersifat inert untuk berbagai jenis senyawa atau [[molekul]] yang akan dipisahkan. Laju difusi ditentukan oleh beberapa faktor:
[[File:Dialysis.jpg|thumb|right|280px|Proses dialisis]]
* Konsentrasi molekul pelarut yang akan keluar dari kantung dialisis. Jika konsentrasi molekul terlarut di lingkungan lebih kecil dibandingkan dengan yang ada di dalam kantung dialisis maka laju difusi akan semakin cepat.
* Luas permukaan kantung dialisis. Semakin luas permukaan membran yang digunakan maka laju difusi akan semakin cepat.
* Volume pelarut. Jika rasio luas permukaan membran dengan volume pelarut besar maka laju difusi akan berlangsung dengan cepat karena molekul terlarut dapat berdifusi dalam jarak yang dekat.


Metode dialsis banyak digunakan dalam pemurnian [[protein]] (terutama [[enzim]]). Dalam proses ini, dialisis digunakan untuk menghilangkan molekul [[garam]], seperti [[amonium sulfat]], sebelum dilanjutkan dalam proses pemurnian berikutnya ataupun pada tahap akhir pemurnian. Dialisis juga banyak digunakan dalam proses pencucian [[darah]] pada pasien penderita gagal [[ginjal]]. Untuk kasus ini, peranan ginjal sebagai penghilang senyawa beracun, garam dan [[air]] berlebih digantikan dengan sistem buatan. [[Hemodialisis]] adalah metode pencucian darah dengan menggunakan mesin, sedangkan [[dialisis peritoneal]] menggunakan membran peritoneal yang berlokasi di daerah [[perut]] untuk menggantikan peranan ginjal.
'''Dialisis''' adalah proses perpindahan [[molekul]] terlarut dari suatu campuran larutan yang terjadi akibat [[difusi]] pada [[membran]] semi-permeabel.<ref>Clive Dennison. [https://archive.org/details/guidetoproteinis0000denn_q9w6 A Guide to Protein Isolation]. Kluwer Academic Publishers. 2002. hlm. [https://archive.org/details/guidetoproteinis0000denn_q9w6/page/48 48]-50. ISBN 0-792-35751-5.</ref> Molekul terlarut yang berukuran lebih kecil dari pori-pori membran tersebut dapat keluar, sedangkan molekul lainnya yang lebih besar akan tertahan di dalam kantung membran.<ref>Clive Dennison. [https://archive.org/details/guidetoproteinis0000denn_q9w6 A Guide to Protein Isolation]. Kluwer Academic Publishers. 2002. hlm. [https://archive.org/details/guidetoproteinis0000denn_q9w6/page/48 48]-50. ISBN 0-792-35751-5.</ref> [[Selulosa]] adalah salah satu jenis materi penyusun membran dialisis yang cukup umum dipakai karena bersifat inert untuk berbagai jenis senyawa atau [[molekul]] yang akan dipisahkan.<ref>Clive Dennison. [https://archive.org/details/guidetoproteinis0000denn_q9w6 A Guide to Protein Isolation]. Kluwer Academic Publishers. 2002. hlm. [https://archive.org/details/guidetoproteinis0000denn_q9w6/page/48 48]-50. ISBN 0-792-35751-5.</ref> Laju difusi ditentukan oleh beberapa faktor:
* Konsentrasi molekul pelarut yang akan keluar dari kantung dialisis. Jika konsentrasi molekul terlarut di lingkungan lebih kecil dibandingkan dengan yang ada di dalam kantung dialisis maka laju difusi akan semakin cepat.<ref>Clive Dennison. [https://archive.org/details/guidetoproteinis0000denn_q9w6 A Guide to Protein Isolation]. Kluwer Academic Publishers. 2002. hlm. [https://archive.org/details/guidetoproteinis0000denn_q9w6/page/48 48]-50. ISBN 0-792-35751-5.</ref>
* Luas permukaan kantung dialisis. Semakin luas permukaan membran yang digunakan maka laju difusi akan semakin cepat.<ref>Clive Dennison. [https://archive.org/details/guidetoproteinis0000denn_q9w6 A Guide to Protein Isolation]. Kluwer Academic Publishers. 2002. hlm. [https://archive.org/details/guidetoproteinis0000denn_q9w6/page/48 48]-50. ISBN 0-792-35751-5.</ref>
* Volume pelarut. Jika rasio luas permukaan membran dengan volume pelarut besar maka laju difusi akan berlangsung dengan cepat karena molekul terlarut dapat berdifusi dalam jarak yang dekat.<ref>Clive Dennison. [https://archive.org/details/guidetoproteinis0000denn_q9w6 A Guide to Protein Isolation]. Kluwer Academic Publishers. 2002. hlm. [https://archive.org/details/guidetoproteinis0000denn_q9w6/page/48 48]-50. ISBN 0-792-35751-5.</ref>
 
Metode dialsis banyak digunakan dalam pemurnian [[protein]] (terutama [[enzim]]).<ref>Whang JE, Kim YM. 1990. Purification and characterization of methanol dehydrogenase from ''Methylobacterim'' sp. strain SY1. ''Korean Biochem J'' 23(2):190-197.</ref> Dalam proses ini, dialisis digunakan untuk menghilangkan molekul [[garam]], seperti [[amonium sulfat]], sebelum dilanjutkan dalam proses pemurnian berikutnya ataupun pada tahap akhir pemurnian.<ref>Whang JE, Kim YM. 1990. Purification and characterization of methanol dehydrogenase from ''Methylobacterim'' sp. strain SY1. ''Korean Biochem J'' 23(2):190-197.</ref> Dialisis juga banyak digunakan dalam proses pencucian [[darah]] pada pasien penderita gagal [[ginjal]].<ref>Dialysis. 2011. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/dialysis.html. Diakses pada 22 Juli 2011.</ref><ref>Dialysis. 2011. http://health.nytimes.com/health/guides/test/dialysis/overview.html. Diakses pada 22 Juli 2011.</ref> Untuk kasus ini, peranan ginjal sebagai penghilang senyawa beracun, garam dan [[air]] berlebih digantikan dengan sistem buatan.<ref>Dialysis. 2011. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/dialysis.html. Diakses pada 22 Juli 2011.</ref> [[Hemodialisis]] adalah metode pencucian darah dengan menggunakan mesin, sedangkan [[dialisis peritoneal]] menggunakan membran peritoneal yang berlokasi di daerah [[perut]] untuk menggantikan peranan ginjal.<ref>Dialysis. 2011. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/dialysis.html. Diakses pada 22 Juli 2011.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dialisis&oldid=29302201 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29302201 (2026-06-01T07:44:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dialisis&oldid=29302201 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29302201 (2026-06-01T07:44:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.10

Proses dialisis

Dialisis adalah proses perpindahan molekul terlarut dari suatu campuran larutan yang terjadi akibat difusi pada membran semi-permeabel.[1] Molekul terlarut yang berukuran lebih kecil dari pori-pori membran tersebut dapat keluar, sedangkan molekul lainnya yang lebih besar akan tertahan di dalam kantung membran.[2] Selulosa adalah salah satu jenis materi penyusun membran dialisis yang cukup umum dipakai karena bersifat inert untuk berbagai jenis senyawa atau molekul yang akan dipisahkan.[3] Laju difusi ditentukan oleh beberapa faktor:

  • Konsentrasi molekul pelarut yang akan keluar dari kantung dialisis. Jika konsentrasi molekul terlarut di lingkungan lebih kecil dibandingkan dengan yang ada di dalam kantung dialisis maka laju difusi akan semakin cepat.[4]
  • Luas permukaan kantung dialisis. Semakin luas permukaan membran yang digunakan maka laju difusi akan semakin cepat.[5]
  • Volume pelarut. Jika rasio luas permukaan membran dengan volume pelarut besar maka laju difusi akan berlangsung dengan cepat karena molekul terlarut dapat berdifusi dalam jarak yang dekat.[6]

Metode dialsis banyak digunakan dalam pemurnian protein (terutama enzim).[7] Dalam proses ini, dialisis digunakan untuk menghilangkan molekul garam, seperti amonium sulfat, sebelum dilanjutkan dalam proses pemurnian berikutnya ataupun pada tahap akhir pemurnian.[8] Dialisis juga banyak digunakan dalam proses pencucian darah pada pasien penderita gagal ginjal.[9][10] Untuk kasus ini, peranan ginjal sebagai penghilang senyawa beracun, garam dan air berlebih digantikan dengan sistem buatan.[11] Hemodialisis adalah metode pencucian darah dengan menggunakan mesin, sedangkan dialisis peritoneal menggunakan membran peritoneal yang berlokasi di daerah perut untuk menggantikan peranan ginjal.[12]

Referensi

  1. Clive Dennison. A Guide to Protein Isolation. Kluwer Academic Publishers. 2002. hlm. 48-50. ISBN 0-792-35751-5.
  2. Clive Dennison. A Guide to Protein Isolation. Kluwer Academic Publishers. 2002. hlm. 48-50. ISBN 0-792-35751-5.
  3. Clive Dennison. A Guide to Protein Isolation. Kluwer Academic Publishers. 2002. hlm. 48-50. ISBN 0-792-35751-5.
  4. Clive Dennison. A Guide to Protein Isolation. Kluwer Academic Publishers. 2002. hlm. 48-50. ISBN 0-792-35751-5.
  5. Clive Dennison. A Guide to Protein Isolation. Kluwer Academic Publishers. 2002. hlm. 48-50. ISBN 0-792-35751-5.
  6. Clive Dennison. A Guide to Protein Isolation. Kluwer Academic Publishers. 2002. hlm. 48-50. ISBN 0-792-35751-5.
  7. Whang JE, Kim YM. 1990. Purification and characterization of methanol dehydrogenase from Methylobacterim sp. strain SY1. Korean Biochem J 23(2):190-197.
  8. Whang JE, Kim YM. 1990. Purification and characterization of methanol dehydrogenase from Methylobacterim sp. strain SY1. Korean Biochem J 23(2):190-197.
  9. Dialysis. 2011. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/dialysis.html. Diakses pada 22 Juli 2011.
  10. Dialysis. 2011. http://health.nytimes.com/health/guides/test/dialysis/overview.html. Diakses pada 22 Juli 2011.
  11. Dialysis. 2011. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/dialysis.html. Diakses pada 22 Juli 2011.
  12. Dialysis. 2011. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/dialysis.html. Diakses pada 22 Juli 2011.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29302201 (2026-06-01T07:44:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.