Lompat ke isi

Kelotok: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27921872; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Kelotok''' adalah [[perahu]] bermotor yang terdapat di [[sungai]]-sungai [[Kalimantan Selatan]] dan [[Kalimantan Tengah]] dengan menggunakan mesin berbahan bakar diesel/solar. Destinasi wisata yang dapat diakses menggunakan perahu kelotok seperti [[Pulau Bakut]], Desa Wisata Muara Kanoco di Barito Kuala, serta Kampung Biru dan Kampung Hijau.
[[File:Ayo_berangkat_kerja_naik_klotok.jpg|thumb|right|280px|Ayo berangkat kerja naik klotok]]
 
'''Kelotok''' adalah [[perahu]] bermotor yang terdapat di [[sungai]]-sungai [[Kalimantan Selatan]] dan [[Kalimantan Tengah]] dengan menggunakan mesin berbahan bakar diesel/solar. Destinasi wisata yang dapat diakses menggunakan perahu kelotok seperti [[Pulau Bakut]], Desa Wisata Muara Kanoco di Barito Kuala, serta Kampung Biru dan Kampung Hijau.<ref>Liputan6.com. [https://www.liputan6.com/regional/read/5531490/mengarungi-keindahan-banjarmasin-dengan-perahu-kelotok Mengarungi Keindahan Banjarmasin dengan Perahu Kelotok]. ''liputan6.com''. 2024-02-20.</ref>


== Fungsi Kelotok ==
== Fungsi Kelotok ==
Kota [[Kota Banjarmasin|Banjarmasin]] sendiri diberi julukan dengan kota "Seribu Sungai". Hal tersebut tidak terlepas dengan kebudayaan masyarakatnya yang sangat dekat dengan sungai. Di masa lalu, kelotok digunakan sebagai sarana transportasi utama sebelum adanya jalur transportasi darat. Selain sebagai sarana transportasi, kelotok juga digunakan untuk berdagang. Namun, seiring berkembangnya zaman, fungsi kelotok sudah mulai ditinggalkan. Masyarakat sudah tidak menggunakan jalur transportasi air sejak munculnya alat transportasi darat.
Kota [[Kota Banjarmasin|Banjarmasin]] sendiri diberi julukan dengan kota "Seribu Sungai". Hal tersebut tidak terlepas dengan kebudayaan masyarakatnya yang sangat dekat dengan sungai. Di masa lalu, kelotok digunakan sebagai sarana transportasi utama sebelum adanya jalur transportasi darat. Selain sebagai sarana transportasi, kelotok juga digunakan untuk berdagang. Namun, seiring berkembangnya zaman, fungsi kelotok sudah mulai ditinggalkan. Masyarakat sudah tidak menggunakan jalur transportasi air sejak munculnya alat transportasi darat.<ref>Kompas Cyber Media. [https://travel.kompas.com/read/xml/2014/02/11/1744598/.Taksi.Kelotok.Semakin.Ditinggalkan "Taksi Kelotok" Semakin Ditinggalkan Halaman all]. ''KOMPAS.com''. 2014-02-11.</ref>


Saat ini kelotok juga dimanfaatkan sebagai sarana wisata unik di Kalimantan. Banyak wisatawan domestik dan mancanegara ingin merasakan sensasi menyusuri sungai dengan kelotok. Kelotok wisata semaikn diminati wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam serta kehidupan masyarakat di tepian sungai Kalimantan.
Saat ini kelotok juga dimanfaatkan sebagai sarana wisata unik di Kalimantan. Banyak wisatawan domestik dan mancanegara ingin merasakan sensasi menyusuri sungai dengan kelotok. Kelotok wisata semaikn diminati wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam serta kehidupan masyarakat di tepian sungai Kalimantan.<ref>Fauzi Syahrial. [https://anjirmuara.baritokualakab.go.id/news/menyusuri-sungai-dengan-kelotok/ Menyusuri Sungai Dengan Kelotok, Transportasi Khas Kalimantan Halaman all]. ''AnjirNews''. 2023-11-14.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kelotok&oldid=27921872 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27921872 (2025-10-04T15:01:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kelotok&oldid=27921872 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27921872 (2025-10-04T15:01:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.11

Ayo berangkat kerja naik klotok

Kelotok adalah perahu bermotor yang terdapat di sungai-sungai Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dengan menggunakan mesin berbahan bakar diesel/solar. Destinasi wisata yang dapat diakses menggunakan perahu kelotok seperti Pulau Bakut, Desa Wisata Muara Kanoco di Barito Kuala, serta Kampung Biru dan Kampung Hijau.[1]

Fungsi Kelotok

Kota Banjarmasin sendiri diberi julukan dengan kota "Seribu Sungai". Hal tersebut tidak terlepas dengan kebudayaan masyarakatnya yang sangat dekat dengan sungai. Di masa lalu, kelotok digunakan sebagai sarana transportasi utama sebelum adanya jalur transportasi darat. Selain sebagai sarana transportasi, kelotok juga digunakan untuk berdagang. Namun, seiring berkembangnya zaman, fungsi kelotok sudah mulai ditinggalkan. Masyarakat sudah tidak menggunakan jalur transportasi air sejak munculnya alat transportasi darat.[2]

Saat ini kelotok juga dimanfaatkan sebagai sarana wisata unik di Kalimantan. Banyak wisatawan domestik dan mancanegara ingin merasakan sensasi menyusuri sungai dengan kelotok. Kelotok wisata semaikn diminati wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam serta kehidupan masyarakat di tepian sungai Kalimantan.[3]

Referensi

  1. Liputan6.com. Mengarungi Keindahan Banjarmasin dengan Perahu Kelotok. liputan6.com. 2024-02-20.
  2. Kompas Cyber Media. "Taksi Kelotok" Semakin Ditinggalkan Halaman all. KOMPAS.com. 2014-02-11.
  3. Fauzi Syahrial. Menyusuri Sungai Dengan Kelotok, Transportasi Khas Kalimantan Halaman all. AnjirNews. 2023-11-14.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27921872 (2025-10-04T15:01:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.