Lompat ke isi

Elektrowining: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28428184; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Elektrowining''', juga disebut '''elektroekstraksi''', adalah metode [[metalurgi ekstraktif]] jenis [[elektrometalurgi]] debgan cara elektrodeposisi [[logam]] dari bijihnya yang telah dimasukkan ke dalam [[larutan]] melalui proses yang biasa disebut [[Pelindian (kimia)|pelindian]]. Pemurnian listrik menggunakan proses serupa untuk menghilangkan kotoran dari logam. Kedua proses tersebut menggunakan pelapisan listrik dalam skala besar dan merupakan teknik penting untuk pemurnian logam non-besi yang ekonomis dan mudah. Logam yang dihasilkan disebut elektrowon .
'''Elektrowining''', juga disebut '''elektroekstraksi''', adalah metode [[metalurgi ekstraktif]] jenis [[elektrometalurgi]] debgan cara elektrodeposisi [[logam]] dari bijihnya yang telah dimasukkan ke dalam [[larutan]] melalui proses yang biasa disebut [[Pelindian (kimia)|pelindian]]. Pemurnian listrik menggunakan proses serupa untuk menghilangkan kotoran dari logam. Kedua proses tersebut menggunakan pelapisan listrik dalam skala besar dan merupakan teknik penting untuk pemurnian logam non-besi yang ekonomis dan mudah. Logam yang dihasilkan disebut elektrowon .<ref>United States Congress Office of Technology Assessment. [https://books.google.com/books?id=RrGCWZpGEbgC&q=the+difference+between+electrowinning+and+electrorefining&pg=RA1-PA143 Copper, Technology & Competitiveness]. DIANE Publishing. 1988. hlm. 142–143. ISBN 9781428922457.</ref>


Dalam elektrowinning, arus listrik dilewatkan dari anoda inert melalui larutan pelindian yang mengandung ion logam terlarut sehingga logam diperoleh kembali saat direduksi dan diendapkan dalam proses pelapisan listrik ke katode. Dalam pemurnian elektro, anoda terdiri dari logam tidak murni (misalnya tembaga ) yang akan dimurnikan. Anoda logam yang tidak murni dioksidasi dan logam larut ke dalam larutan. Ion logam bermigrasi melalui elektrolit menuju katode tempat logam murni diendapkan. Pengotor padat tak larut yang mengendap di bawah anoda sering kali mengandung unsur langka yang berharga seperti emas, perak, dan selenium .
Dalam elektrowinning, arus listrik dilewatkan dari anoda inert melalui larutan pelindian yang mengandung ion logam terlarut sehingga logam diperoleh kembali saat direduksi dan diendapkan dalam proses pelapisan listrik ke katode. Dalam pemurnian elektro, anoda terdiri dari logam tidak murni (misalnya tembaga ) yang akan dimurnikan. Anoda logam yang tidak murni dioksidasi dan logam larut ke dalam larutan. Ion logam bermigrasi melalui elektrolit menuju katode tempat logam murni diendapkan. Pengotor padat tak larut yang mengendap di bawah anoda sering kali mengandung unsur langka yang berharga seperti emas, perak, dan selenium .
Baris 25: Baris 25:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
*
*
*
 
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Elektrowining&oldid=28428184 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28428184 (2025-11-12T11:03:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Elektrowining&oldid=28428184 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28428184 (2025-11-12T11:03:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.12

Elektrowining, juga disebut elektroekstraksi, adalah metode metalurgi ekstraktif jenis elektrometalurgi debgan cara elektrodeposisi logam dari bijihnya yang telah dimasukkan ke dalam larutan melalui proses yang biasa disebut pelindian. Pemurnian listrik menggunakan proses serupa untuk menghilangkan kotoran dari logam. Kedua proses tersebut menggunakan pelapisan listrik dalam skala besar dan merupakan teknik penting untuk pemurnian logam non-besi yang ekonomis dan mudah. Logam yang dihasilkan disebut elektrowon .[1]

Dalam elektrowinning, arus listrik dilewatkan dari anoda inert melalui larutan pelindian yang mengandung ion logam terlarut sehingga logam diperoleh kembali saat direduksi dan diendapkan dalam proses pelapisan listrik ke katode. Dalam pemurnian elektro, anoda terdiri dari logam tidak murni (misalnya tembaga ) yang akan dimurnikan. Anoda logam yang tidak murni dioksidasi dan logam larut ke dalam larutan. Ion logam bermigrasi melalui elektrolit menuju katode tempat logam murni diendapkan. Pengotor padat tak larut yang mengendap di bawah anoda sering kali mengandung unsur langka yang berharga seperti emas, perak, dan selenium .

Lihat pula

Referensi

  1. United States Congress Office of Technology Assessment. Copper, Technology & Competitiveness. DIANE Publishing. 1988. hlm. 142–143. ISBN 9781428922457.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28428184 (2025-11-12T11:03:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.