Lompat ke isi

Buatan manusia: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27934653; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Benda Buatan''' atau '''Artifisial''' (keadaan buatan atau buatan manusia) adalah keadaan menjadi produk buatan manusia yang disengaja, alih-alih terwujud terjadi secara alami melalui proses yang tidak melibatkan atau membutuhkan aktivitas manusia. Zat  artifisial tidak selalu berkonotasi negatif, karena dapat juga mencerminkan kemampuan manusia untuk mereplikasi bentuk atau fungsi yang muncul di [[alam]], seperti jantung buatan atau [[kecerdasan buatan]]. Ilmuwan [[politik]] dan pakar kecerdasan buatan Herbert A. Simon mengamati bahwa "beberapa benda buatan adalah tiruan dari benda-benda di alam, dan tiruan itu dapat menggunakan bahan dasar yang sama seperti yang ada di benda alam atau bahan yang sangat berbeda. Simon membedakan antara yang satu dengan yang lainnya. buatan dan sintetis, yang pertama adalah tiruan dari sesuatu yang ditemukan di alam (misalnya, pemanis buatan yang menghasilkan rasa manis menggunakan formula yang tidak ditemukan di alam), dan yang terakhir adalah replikasi dari sesuatu yang ditemukan di alam (misalnya, gula yang dibuat di laboratorium yang secara kimiawi tidak dapat dibedakan dari gula alami). Beberapa filsuf telah melangkah lebih jauh dan menegaskan bahwa, di dunia deterministik, "semuanya adalah alami dan tidak ada benda buatan", karena segala sesuatu di dunia (termasuk segala sesuatu yang dibuat oleh manusia) adalah produk dari [[hukum fisika]] di dunia.
[[File:Artificial_fruit.JPG|thumb|right|280px|Artificial fruit]]


==Referensi==
'''Benda Buatan''' atau '''Artifisial''' (keadaan buatan atau buatan manusia) adalah keadaan menjadi produk buatan manusia yang disengaja, alih-alih terwujud terjadi secara alami melalui proses yang tidak melibatkan atau membutuhkan aktivitas manusia. Zat  artifisial tidak selalu berkonotasi negatif, karena dapat juga mencerminkan kemampuan manusia untuk mereplikasi bentuk atau fungsi yang muncul di [[alam]], seperti jantung buatan atau [[kecerdasan buatan]]. Ilmuwan [[politik]] dan pakar kecerdasan buatan Herbert A. Simon mengamati bahwa "beberapa benda buatan adalah tiruan dari benda-benda di alam, dan tiruan itu dapat menggunakan bahan dasar yang sama seperti yang ada di benda alam atau bahan yang sangat berbeda.<ref>Herbert A. Simon, ''The Sciences of the Artificial'' (1996), p. 4.</ref> Simon membedakan antara yang satu dengan yang lainnya. buatan dan sintetis, yang pertama adalah tiruan dari sesuatu yang ditemukan di alam (misalnya, pemanis buatan yang menghasilkan rasa manis menggunakan formula yang tidak ditemukan di alam), dan yang terakhir adalah replikasi dari sesuatu yang ditemukan di alam (misalnya, gula yang dibuat di laboratorium yang secara kimiawi tidak dapat dibedakan dari gula alami).<ref>Herbert A. Simon, ''The Sciences of the Artificial'' (1996), p. 4.</ref> Beberapa filsuf telah melangkah lebih jauh dan menegaskan bahwa, di dunia deterministik, "semuanya adalah alami dan tidak ada benda buatan", karena segala sesuatu di dunia (termasuk segala sesuatu yang dibuat oleh manusia) adalah produk dari [[hukum fisika]] di dunia.<ref>Qinglai Sheng, ''Philosophical Papers'' (1993), p. 342.</ref>


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Buatan+manusia&oldid=27934653 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27934653 (2025-10-07T06:31:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Buatan+manusia&oldid=27934653 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27934653 (2025-10-07T06:31:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.14

Artificial fruit

Benda Buatan atau Artifisial (keadaan buatan atau buatan manusia) adalah keadaan menjadi produk buatan manusia yang disengaja, alih-alih terwujud terjadi secara alami melalui proses yang tidak melibatkan atau membutuhkan aktivitas manusia. Zat artifisial tidak selalu berkonotasi negatif, karena dapat juga mencerminkan kemampuan manusia untuk mereplikasi bentuk atau fungsi yang muncul di alam, seperti jantung buatan atau kecerdasan buatan. Ilmuwan politik dan pakar kecerdasan buatan Herbert A. Simon mengamati bahwa "beberapa benda buatan adalah tiruan dari benda-benda di alam, dan tiruan itu dapat menggunakan bahan dasar yang sama seperti yang ada di benda alam atau bahan yang sangat berbeda.[1] Simon membedakan antara yang satu dengan yang lainnya. buatan dan sintetis, yang pertama adalah tiruan dari sesuatu yang ditemukan di alam (misalnya, pemanis buatan yang menghasilkan rasa manis menggunakan formula yang tidak ditemukan di alam), dan yang terakhir adalah replikasi dari sesuatu yang ditemukan di alam (misalnya, gula yang dibuat di laboratorium yang secara kimiawi tidak dapat dibedakan dari gula alami).[2] Beberapa filsuf telah melangkah lebih jauh dan menegaskan bahwa, di dunia deterministik, "semuanya adalah alami dan tidak ada benda buatan", karena segala sesuatu di dunia (termasuk segala sesuatu yang dibuat oleh manusia) adalah produk dari hukum fisika di dunia.[3]

Referensi

  1. Herbert A. Simon, The Sciences of the Artificial (1996), p. 4.
  2. Herbert A. Simon, The Sciences of the Artificial (1996), p. 4.
  3. Qinglai Sheng, Philosophical Papers (1993), p. 342.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27934653 (2025-10-07T06:31:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.