Lompat ke isi

Gugus pelindung: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29304429; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Gugus pelindung''' atau '''gugus proteksi''' adalah suatu [[gugus fungsional]] yang digunakan untuk melindungi gugus tertentu supaya tidak turut bereaksi dengan pereaksi atau [[pelarut]] selama proses [[sintesis kimia]] berlangsung. Gugus pelindung tersebut ditambahkan ke dalam molekul melalui modifikasi kimia pada suatu gugus fungsi untuk mencapai kemoselektivitas pada [[reaksi kimia]] selanjutnya. Gugus ini memainkan peranan penting dalam [[sintesis organik]] multitahap.
'''Gugus pelindung''' atau '''gugus proteksi''' adalah suatu [[gugus fungsional]] yang digunakan untuk melindungi gugus tertentu supaya tidak turut bereaksi dengan pereaksi atau [[pelarut]] selama proses [[sintesis kimia]] berlangsung. Gugus pelindung tersebut ditambahkan ke dalam molekul melalui modifikasi kimia pada suatu gugus fungsi untuk mencapai kemoselektivitas pada [[reaksi kimia]] selanjutnya. Gugus ini memainkan peranan penting dalam [[sintesis organik]] multitahap.


Dalam banyak preparasi senyawa organik, beberapa bagian spesifik pada molekul tidak dapat bertahan pada kondisi reaksi atau pereaksi yang digunakan. Sehingga, bagian tersebut, atau gugus, harus '''dilindungi'''. Contohnya, litium aluminium hidrida sangat reaktif tetapi merupakan pereaksi yang sangat beguna untuk mereduksi [[ester]] menjadi [[alkohol]]. Pereaksi tersebut akan mudah sekali bereaksi dengan gugus [[karbonil]], tanpa dapat menseleksi mana gugus karbonil yang seharusnya direduksi. Ketika reduksi ester dibutuhkan tetapi terdapat gugus karbonil lainnya dalam molekul target, penyerangan hidrida pada gugus karbonil tersebut harus dicegah. Misalnya, karbonil tersebut diubah ke dalam gugus asetal, yang tidak bereaksi dengan hidrida. Asetal tersebut kemudian disebut sebagai '''gugus pelindung''' bagi karbonil. Setelah tahapan yang memerlukan hidrida selesai dilakukan, asetal tersebut dihilangkan (direaksikan dengan asam berair), mengembalikannya ke gugus karbonil semula. Tahapan ini disebut sebagai '''deproteksi'''.
Dalam banyak preparasi senyawa organik, beberapa bagian spesifik pada molekul tidak dapat bertahan pada kondisi reaksi atau pereaksi yang digunakan. Sehingga, bagian tersebut, atau gugus, harus '''dilindungi'''. Contohnya, litium aluminium hidrida sangat reaktif tetapi merupakan pereaksi yang sangat beguna untuk mereduksi [[ester]] menjadi [[alkohol]]. Pereaksi tersebut akan mudah sekali bereaksi dengan gugus [[karbonil]], tanpa dapat menseleksi mana gugus karbonil yang seharusnya direduksi. Ketika reduksi ester dibutuhkan tetapi terdapat gugus karbonil lainnya dalam molekul target, penyerangan hidrida pada gugus karbonil tersebut harus dicegah. Misalnya, karbonil tersebut diubah ke dalam gugus asetal, yang tidak bereaksi dengan hidrida. Asetal tersebut kemudian disebut sebagai '''gugus pelindung''' bagi karbonil. Setelah tahapan yang memerlukan hidrida selesai dilakukan, asetal tersebut dihilangkan (direaksikan dengan asam berair), mengembalikannya ke gugus karbonil semula. Tahapan ini disebut sebagai '''deproteksi'''.
Baris 8: Baris 7:
== Gugus pelindung yang umum digunakan ==
== Gugus pelindung yang umum digunakan ==
=== Gugus pelindung alkohol ===
=== Gugus pelindung alkohol ===
Proteksi gugus [[alkohol]] dapat dilakukan dengan menggunakan:
Proteksi gugus [[alkohol]] dapat dilakukan dengan menggunakan:<ref>Jonathan Clayden. [https://archive.org/details/organicchemistry00clay_0 Organic Chemistry]. Oxford University Press. 2000. hlm. [https://archive.org/details/organicchemistry00clay_0/page/1291 1291]. ISBN 978-0198503460.</ref>
* [[gugus asetil|Asetil]] (Ac) – dihilangkan dengan asam atau basa (lihat [[gugus asetoksi]]).
* [[gugus asetil|Asetil]] (Ac) – dihilangkan dengan asam atau basa (lihat [[gugus asetoksi]]).
* [[Benzoil]] (Bz) – dihilangkan dengan asam atau basa, lebih stabil dibanding gugus Ac.
* [[Benzoil]] (Bz) – dihilangkan dengan asam atau basa, lebih stabil dibanding gugus Ac.
Baris 24: Baris 23:
* [[Eter Silil]] (salah satu yang populer termasuk eter [[trimetilsilil]] (TMS),  ''tert''-butildimetilsilil (TBDMS), tri-''iso''-propilsililoksimetil (TOM), dan triisopropilsilil (TIPS)) – dihilangkan dengan asam atau ion [[fluorida]]. (seperti NaF, TBAF ([[Tetra-n-butilamonium fluorida|tetra-''n''-butilamonium fluorida]], HF-Py, atau HF-NEt<sub>3</sub>)). Gugus TBDMS dan TOM digunakan untuk proteksi gugus 2'-hidroksi dalam nukleosida, umumnya dalam sintesis oligonukleotida.
* [[Eter Silil]] (salah satu yang populer termasuk eter [[trimetilsilil]] (TMS),  ''tert''-butildimetilsilil (TBDMS), tri-''iso''-propilsililoksimetil (TOM), dan triisopropilsilil (TIPS)) – dihilangkan dengan asam atau ion [[fluorida]]. (seperti NaF, TBAF ([[Tetra-n-butilamonium fluorida|tetra-''n''-butilamonium fluorida]], HF-Py, atau HF-NEt<sub>3</sub>)). Gugus TBDMS dan TOM digunakan untuk proteksi gugus 2'-hidroksi dalam nukleosida, umumnya dalam sintesis oligonukleotida.
* Eter metil – pembelahan dengan TMSI dalam diklorometana atau asetonitril atau kloroform. Sebuah metode alternatif untuk membelah metil eter adalah BBr<sub>3</sub> dalam DCM
* Eter metil – pembelahan dengan TMSI dalam diklorometana atau asetonitril atau kloroform. Sebuah metode alternatif untuk membelah metil eter adalah BBr<sub>3</sub> dalam DCM
* Eter etoksietil (EE) – pembelahan lebih trivial dibanding eter sederhana misalnya dalam 1N [[asam klorida]]
* Eter etoksietil (EE) – pembelahan lebih trivial dibanding eter sederhana misalnya dalam 1N [[asam klorida]]<ref>Yasushi Kamaya. ''Metabolism of 3,4-dimethoxycinnamyl alcohol and derivatives by Coriolus versicolor''. ''FEMS Microbiology Letters''. 2006. Vol. 24 (2–3). hlm. 225–229. doi:10.1111/j.1574-6968.1984.tb01309.x.</ref>


=== Gugus pelindung amina ===
=== Gugus pelindung amina ===
 
Proteksi gugus [[amina]] dapat dilakukan dengan menggunakan:<ref>Jonathan Clayden. [https://archive.org/details/organicchemistry00clay_0 Organic Chemistry]. Oxford University Press. 2000. hlm. [https://archive.org/details/organicchemistry00clay_0/page/1291 1291]. ISBN 978-0198503460.</ref>
Proteksi gugus [[amina]] dapat dilakukan dengan menggunakan:
* Gugus [[Karboksibenzil|Karbobenziloksi]] (Cbz) – dihilangkan dengan [[hidrogenolisis]]
* Gugus [[Karboksibenzil|Karbobenziloksi]] (Cbz) – dihilangkan dengan [[hidrogenolisis]]
* Gugus [[Metoksibenzil|Karbonil ''p''-metoksibenzil]] (Moz atau MeOZ) – dihilangkan dengan hidrogenolisis, lebih labil dibanding Cbz
* Gugus [[Metoksibenzil|Karbonil ''p''-metoksibenzil]] (Moz atau MeOZ) – dihilangkan dengan hidrogenolisis, lebih labil dibanding Cbz
* Gugus [[Tert-butiloksikarbonil|''tert''-butiloksikarbonil]] (BOC) (umum digunakan dalam [[sintesis peptida fase padat]]) – dihilangkan dengan asam kuat pekat (seperti HCl atau CF<sub>3</sub>COOH), atau dengan pemanasan hingga >80&nbsp;°C.
* Gugus [[Tert-butiloksikarbonil|''tert''-butiloksikarbonil]] (BOC) (umum digunakan dalam [[sintesis peptida fase padat]]) – dihilangkan dengan asam kuat pekat (seperti HCl atau CF<sub>3</sub>COOH), atau dengan pemanasan hingga >80&nbsp;°C.<ref>Rani Maharani. ''Synthesis of Trypsin-modulating Oostatic Factor (TMOF) and its Analogues by Solid-phase Peptide Synthesis Using DIC/Oxyma as Coupling Reagent''. ''Procedia Chemistry''. 2015. Vol. 17. hlm. 125-131. doi:10.1016/j.proche.2015.12.124.</ref>
* Gugus 9-Fluorenilmetiloksikarbonil ([[FMOC]]) (umum digunakan dalam sintesis peptida fase padat) – dihilangkan dengan basa, seperti [[piperidin]]
* Gugus 9-Fluorenilmetiloksikarbonil ([[FMOC]]) (umum digunakan dalam sintesis peptida fase padat) – dihilangkan dengan basa, seperti [[piperidin]]<ref>Rani Maharani. ''A total synthesis of a highly N-methylated cyclodepsipeptide [2S,3S-Hmp]-aureobasidin L using solid-phase methods''. ''Tetrahedron''. 8 April 2014. Vol. 70 (14). hlm. 2351–2358. doi:10.1016/j.tet.2014.02.036.</ref>
* [[Gugus asetil]] (Ac) umum digunakan dalam sintesis oligonukleotida untuk proteksi N4 dalam basa nukleat [[sitosin]] dan N6 dalam basa nukleat [[adenin]] dan dihilangkan dengan perlakuan dengan basa, lebih sering, dengan [[amonia]] berair atau gas atau [[metilamina]]. Ac terlalu stabil untuk langsung dihilangkan dari amida alifatik.
* [[Gugus asetil]] (Ac) umum digunakan dalam sintesis oligonukleotida untuk proteksi N4 dalam basa nukleat [[sitosin]] dan N6 dalam basa nukleat [[adenin]] dan dihilangkan dengan perlakuan dengan basa, lebih sering, dengan [[amonia]] berair atau gas atau [[metilamina]]. Ac terlalu stabil untuk langsung dihilangkan dari amida alifatik.
* [[Gugus benzoil]] (Bz) umum digunakan dalam sintesis oligonukleotida untuk proteksi N4 dalam basa nukleat [[sitosin]] dan N6 dalam basa nukleat [[adenin]] dan dihilangkan dengan perlakuan dengan basa, lebih sering, dengan [[amonia]] berair atau gas atau [[metilamina]]. Bz terlalu stabil untuk langsung dihilangkan dari amida alifatik.
* [[Gugus benzoil]] (Bz) umum digunakan dalam sintesis oligonukleotida untuk proteksi N4 dalam basa nukleat [[sitosin]] dan N6 dalam basa nukleat [[adenin]] dan dihilangkan dengan perlakuan dengan basa, lebih sering, dengan [[amonia]] berair atau gas atau [[metilamina]]. Bz terlalu stabil untuk langsung dihilangkan dari amida alifatik.
Baris 42: Baris 40:
* [[Gugus tosil]] (Ts) – dihilangkan dengan asam pekat (HBr, H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>) & agen pereduksi kuat ([[natrium]] dalam [[amonia]] cair atau [[natrium naftalenida]])
* [[Gugus tosil]] (Ts) – dihilangkan dengan asam pekat (HBr, H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>) & agen pereduksi kuat ([[natrium]] dalam [[amonia]] cair atau [[natrium naftalenida]])
* Gugus [[2,2,2-Trikloretoksikarbonil klorida|trok]] (trikloroetil kloroformat) – dihilangkan dengan penambahan Zn dalam asam asetat
* Gugus [[2,2,2-Trikloretoksikarbonil klorida|trok]] (trikloroetil kloroformat) – dihilangkan dengan penambahan Zn dalam asam asetat
* Gugus [[gugus tosil|Sulfonamida lain]] (Nosil & Nps) – dihilangkan dengan samarium iodida, [[tributiltin hidrida]]
* Gugus [[gugus tosil|Sulfonamida lain]] (Nosil & Nps) – dihilangkan dengan samarium iodida, [[tributiltin hidrida]]<ref>Ziad Moussa. ''Mild deprotection of primary N-(p-toluenesufonyl) amides with SmI 2 following trifluoroacetylation''. ''Synlett''. 2006. Vol. 2006 (19). hlm. 3294–3298. doi:10.1055/s-2006-951530.</ref>


=== Gugus pelindung karbonil ===
=== Gugus pelindung karbonil ===
Baris 51: Baris 49:


=== Gugus pelindung asam karboksilat ===
=== Gugus pelindung asam karboksilat ===
Proteksi [[asam karboksilat]] dapat dilakukan dengan menggunakan:
Proteksi [[asam karboksilat]] dapat dilakukan dengan menggunakan:<ref>Jonathan Clayden. [https://archive.org/details/organicchemistry00clay_0 Organic Chemistry]. Oxford University Press. 2000. hlm. [https://archive.org/details/organicchemistry00clay_0/page/1291 1291]. ISBN 978-0198503460.</ref>
* Ester [[metil]] – dihilangkan dengan asam atau basa.
* Ester [[metil]] – dihilangkan dengan asam atau basa.
* Ester [[benzil]] – dihilangkan dengan dehidrogenolisis.
* Ester [[benzil]] – dihilangkan dengan dehidrogenolisis.
* Ester [[tert-butil|''tert''-butil]] – dihilangkan dengan asam, basa atau beberapa reduktan.
* Ester [[tert-butil|''tert''-butil]] – dihilangkan dengan asam, basa atau beberapa reduktan.
* Ester fenol 2,6-disubstitusi (contohnya [[2,6-dimetilfenol]], [[Propofol|2,6-diisopropilfenol]], [[2,6-di-tert-butilfenol|2,6-di-''tert''-butilfenol]]) – dihilangkan pada suhu kamar dengan metanolisis berkatalis-[[1,8-Diazabisikloundek-7-ena|DBU]] di bawah kondisi bertekanan tinggi.
* Ester fenol 2,6-disubstitusi (contohnya [[2,6-dimetilfenol]], [[Propofol|2,6-diisopropilfenol]], [[2,6-di-tert-butilfenol|2,6-di-''tert''-butilfenol]]) – dihilangkan pada suhu kamar dengan metanolisis berkatalis-[[1,8-Diazabisikloundek-7-ena|DBU]] di bawah kondisi bertekanan tinggi.<ref>Romanski. ''High-pressure transesterification of sterically hindered esters''. ''Tetrahedron Lett''. Sep 2012. Vol. 53 (39). hlm. 5287–5289. doi:10.1016/j.tetlet.2012.07.094.</ref>
* Ester [[silil]] – dihilangkan dengan asam, basa dan pereaksi [[organologam]].
* Ester [[silil]] – dihilangkan dengan asam, basa dan pereaksi [[organologam]].
* [[Ortoester]] – dihilangkan dengan asam sedang yang berair membentuk ester, dihilangkan berdasarkan sifat ester tersebut.
* [[Ortoester]] – dihilangkan dengan asam sedang yang berair membentuk ester, dihilangkan berdasarkan sifat ester tersebut.
Baris 61: Baris 59:


=== Gugus pelindung fosfat ===
=== Gugus pelindung fosfat ===
Proteksi gugus [[fosfat]] dapat dilakukan dengan menggunakan:
Proteksi gugus [[fosfat]] dapat dilakukan dengan menggunakan:<ref>Jonathan Clayden. [https://archive.org/details/organicchemistry00clay_0 Organic Chemistry]. Oxford University Press. 2000. hlm. [https://archive.org/details/organicchemistry00clay_0/page/1291 1291]. ISBN 978-0198503460.</ref>
* 2-sianoetil – dihilangkan dengan basa sedang. Gugus ini digunakan secara luas dalam sintesis oligonukleotida.
* 2-sianoetil – dihilangkan dengan basa sedang. Gugus ini digunakan secara luas dalam sintesis oligonukleotida.
* [[Metil]] (Me) – dihilangkan dengan nukleofil kuat seperti tiofenol/TEA.
* [[Metil]] (Me) – dihilangkan dengan nukleofil kuat seperti tiofenol/TEA.
Baris 67: Baris 65:
=== Gugus pelindung alkuna terminal ===
=== Gugus pelindung alkuna terminal ===
* Alkohol [[propargil]] dalam [[reaksi Favorskii]],
* Alkohol [[propargil]] dalam [[reaksi Favorskii]],
* Gugus silil, khususnya pada proteksi [[asetilena]].
* Gugus silil, khususnya pada proteksi [[asetilena]].<ref>Jonathan Clayden. [https://archive.org/details/organicchemistry00clay_0 Organic Chemistry]. Oxford University Press. 2000. hlm. [https://archive.org/details/organicchemistry00clay_0/page/1291 1291]. ISBN 978-0198503460.</ref>


== Aplikasi industri ==
== Aplikasi industri ==
Baris 73: Baris 71:
* [[Oseltamivir]] (Tamiflu, obat antivirus) disintesis oleh [[Hoffmann–La Roche|Roche]]
* [[Oseltamivir]] (Tamiflu, obat antivirus) disintesis oleh [[Hoffmann–La Roche|Roche]]
* [[Sukralosa]] (pemanis)
* [[Sukralosa]] (pemanis)
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
 
* [http://www.chem.uky.edu/courses/che535/AC/2007.1S/04-2007-S-CHE535.pdf Tutorial dengan arahan dan komentar, dari Prof. Grossman dan Cammers. ]  
* [http://www.chem.uky.edu/courses/che535/AC/2007.1S/04-2007-S-CHE535.pdf Tutorial dengan arahan dan komentar, dari Prof. Grossman dan Cammers. ]
* [http://www.rsc.org/ej/P1/1998/A803688H.pdf Ulasan oleh Prof. Kocienski. ]  
* [http://www.rsc.org/ej/P1/1998/A803688H.pdf Ulasan oleh Prof. Kocienski. ]
* [https://www.organic-chemistry.org/protectivegroups Gugus proteksi]  dari organic-chemistry.org
* [https://www.organic-chemistry.org/protectivegroups Gugus proteksi]  dari organic-chemistry.org
* [http://www.organic-reaction.com/organic-synthesis/protecting-groups/ Gugus proteksi]  dari organic-reaction.com
* [http://www.organic-reaction.com/organic-synthesis/protecting-groups/ Gugus proteksi]  dari organic-reaction.com


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gugus+pelindung&oldid=29304429 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29304429 (2026-06-01T15:08:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gugus+pelindung&oldid=29304429 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29304429 (2026-06-01T15:08:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.18

Gugus pelindung atau gugus proteksi adalah suatu gugus fungsional yang digunakan untuk melindungi gugus tertentu supaya tidak turut bereaksi dengan pereaksi atau pelarut selama proses sintesis kimia berlangsung. Gugus pelindung tersebut ditambahkan ke dalam molekul melalui modifikasi kimia pada suatu gugus fungsi untuk mencapai kemoselektivitas pada reaksi kimia selanjutnya. Gugus ini memainkan peranan penting dalam sintesis organik multitahap.

Dalam banyak preparasi senyawa organik, beberapa bagian spesifik pada molekul tidak dapat bertahan pada kondisi reaksi atau pereaksi yang digunakan. Sehingga, bagian tersebut, atau gugus, harus dilindungi. Contohnya, litium aluminium hidrida sangat reaktif tetapi merupakan pereaksi yang sangat beguna untuk mereduksi ester menjadi alkohol. Pereaksi tersebut akan mudah sekali bereaksi dengan gugus karbonil, tanpa dapat menseleksi mana gugus karbonil yang seharusnya direduksi. Ketika reduksi ester dibutuhkan tetapi terdapat gugus karbonil lainnya dalam molekul target, penyerangan hidrida pada gugus karbonil tersebut harus dicegah. Misalnya, karbonil tersebut diubah ke dalam gugus asetal, yang tidak bereaksi dengan hidrida. Asetal tersebut kemudian disebut sebagai gugus pelindung bagi karbonil. Setelah tahapan yang memerlukan hidrida selesai dilakukan, asetal tersebut dihilangkan (direaksikan dengan asam berair), mengembalikannya ke gugus karbonil semula. Tahapan ini disebut sebagai deproteksi.

Gugus pelindung umum digunakan dalam pekerjaan laboratorium skala kecil dan pengembangan awal dalam proses produksi industri karena penggunaannya akan menambah tahapan reaksi dan biaya material pada proses tersebut. Namun, ketersediaan unit dasar pembangun kiral yang murah mampu menanggulangi tambahan biaya tersebut (misalnya asam sikimat untuk oseltamivir).

Gugus pelindung yang umum digunakan

Gugus pelindung alkohol

Proteksi gugus alkohol dapat dilakukan dengan menggunakan:[1]

  • Asetil (Ac) – dihilangkan dengan asam atau basa (lihat gugus asetoksi).
  • Benzoil (Bz) – dihilangkan dengan asam atau basa, lebih stabil dibanding gugus Ac.
  • Benzil (Bn) – dihilangkan dengan hidrogenolisis. Gugus Bn digunakan secara luas dalam kimia gula dan nukleosida.
  • Eter β-metoksietoksimetil (MEM) – dihilangkan dengan asam.
  • Dimetoksitritil, [bis-(4-metoksifenil)fenilmetil] (DMT) – dihilangkan dengan asam lemah. Gugus DMT digunakan secara luas dalam proteksi gugus 5'-hidroksi dalam nukleosida, umumnya dalam sintesis oligonukleotida.
  • Eter metoksimetil (MOM) – dihilangkan dengan asam.
  • Metoksitritil [(4-metoksifenil)difenilmetil] (MMT) – dihilangkan dengan asam dan hidrogenolisis.
  • Eter p-metoksibenzil (PMB) – dihilangkan dengan asam, hidrogenolisis, atau oksidasi.
  • Eter metiltiometil – dihilangkan dengan asam.
  • Pivaloil (Piv) – dihilangkan dengan asam, basa atau agen pereduksi. Secara umum lebih stabil dibanding gugus pelindung asil lainnya.
  • Tetrahidropiranil (THP) – dihilangkan dengan asam.
  • Tetrahidrofuran (THF) - dihilangkan dengan asam.
  • Tritil (trifenilmetil, Tr) – dihilangkan dengan asam and hidrogenolisis.
  • Eter Silil (salah satu yang populer termasuk eter trimetilsilil (TMS), tert-butildimetilsilil (TBDMS), tri-iso-propilsililoksimetil (TOM), dan triisopropilsilil (TIPS)) – dihilangkan dengan asam atau ion fluorida. (seperti NaF, TBAF (tetra-n-butilamonium fluorida, HF-Py, atau HF-NEt3)). Gugus TBDMS dan TOM digunakan untuk proteksi gugus 2'-hidroksi dalam nukleosida, umumnya dalam sintesis oligonukleotida.
  • Eter metil – pembelahan dengan TMSI dalam diklorometana atau asetonitril atau kloroform. Sebuah metode alternatif untuk membelah metil eter adalah BBr3 dalam DCM
  • Eter etoksietil (EE) – pembelahan lebih trivial dibanding eter sederhana misalnya dalam 1N asam klorida[2]

Gugus pelindung amina

Proteksi gugus amina dapat dilakukan dengan menggunakan:[3]

Gugus pelindung karbonil

Proteksi gugus karbonil dapat dilakukan dengan menggunakan:

  • Asetal dan Ketal – dihilangkan dengan asam. Secara normal, pembelahan asetal asiklik lebih mudah dilakukan dibanding asetal siklik.
  • Asilal – dihilangkan dengan asam Lewis.
  • Ditian – dihilangkan dengan garam logam atau agen pengoksidasi.

Gugus pelindung asam karboksilat

Proteksi asam karboksilat dapat dilakukan dengan menggunakan:[7]

Gugus pelindung fosfat

Proteksi gugus fosfat dapat dilakukan dengan menggunakan:[9]

  • 2-sianoetil – dihilangkan dengan basa sedang. Gugus ini digunakan secara luas dalam sintesis oligonukleotida.
  • Metil (Me) – dihilangkan dengan nukleofil kuat seperti tiofenol/TEA.

Gugus pelindung alkuna terminal

Aplikasi industri

Meskipun penggunaan gugus pelindung tidak disukai dalam sintesis industri, mereka masih digunakan dalam konteks industri, misalnya:

Pranala luar

Referensi

  1. Jonathan Clayden. Organic Chemistry. Oxford University Press. 2000. hlm. 1291. ISBN 978-0198503460.
  2. Yasushi Kamaya. Metabolism of 3,4-dimethoxycinnamyl alcohol and derivatives by Coriolus versicolor. FEMS Microbiology Letters. 2006. Vol. 24 (2–3). hlm. 225–229. doi:10.1111/j.1574-6968.1984.tb01309.x.
  3. Jonathan Clayden. Organic Chemistry. Oxford University Press. 2000. hlm. 1291. ISBN 978-0198503460.
  4. Rani Maharani. Synthesis of Trypsin-modulating Oostatic Factor (TMOF) and its Analogues by Solid-phase Peptide Synthesis Using DIC/Oxyma as Coupling Reagent. Procedia Chemistry. 2015. Vol. 17. hlm. 125-131. doi:10.1016/j.proche.2015.12.124.
  5. Rani Maharani. A total synthesis of a highly N-methylated cyclodepsipeptide [2S,3S-Hmp]-aureobasidin L using solid-phase methods. Tetrahedron. 8 April 2014. Vol. 70 (14). hlm. 2351–2358. doi:10.1016/j.tet.2014.02.036.
  6. Ziad Moussa. Mild deprotection of primary N-(p-toluenesufonyl) amides with SmI 2 following trifluoroacetylation. Synlett. 2006. Vol. 2006 (19). hlm. 3294–3298. doi:10.1055/s-2006-951530.
  7. Jonathan Clayden. Organic Chemistry. Oxford University Press. 2000. hlm. 1291. ISBN 978-0198503460.
  8. Romanski. High-pressure transesterification of sterically hindered esters. Tetrahedron Lett. Sep 2012. Vol. 53 (39). hlm. 5287–5289. doi:10.1016/j.tetlet.2012.07.094.
  9. Jonathan Clayden. Organic Chemistry. Oxford University Press. 2000. hlm. 1291. ISBN 978-0198503460.
  10. Jonathan Clayden. Organic Chemistry. Oxford University Press. 2000. hlm. 1291. ISBN 978-0198503460.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29304429 (2026-06-01T15:08:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.