Lompat ke isi

Oksidasi Jones: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27971947; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Oksidasi Jones''' adalah suatu [[reaksi organik]] terhadap [[redoks|oksidasi]] [[alkohol]] primer dan sekunder menjadi [[asam karboksilat]] dan [[keton]], berturut-turut. Reaksi ini dinamai berdasarkan penemunya, [[Ewart Jones|Sir Ewart Jones]].
[[File:Jones_Oxidation_Scheme.png|thumb|right|280px|Jones Oxidation Scheme]]


'''Oksidasi Jones''' adalah suatu [[reaksi organik]] terhadap [[redoks|oksidasi]] [[alkohol]] primer dan sekunder menjadi [[asam karboksilat]] dan [[keton]], berturut-turut. Reaksi ini dinamai berdasarkan penemunya, [[Ewart Jones|Sir Ewart Jones]].<ref>Bowden, K. ''13. Researches on acetylenic compounds. Part I. The preparation of acetylenic ketones by oxidation of acetylenic carbinols and glycols''. ''J. Chem. Soc''. 1946. hlm. 39. doi:10.1039/jr9460000039.</ref>


[[Pereaksi kimia|Pereaksi]] Jones adalah larutan [[kromium trioksida]] dalam [[asam sulfat]] encer dan aseton. Campuran [[kalium dikromat]] dan asam sulfat encer juga dapat digunakan. Pelarut [[aseton]] memengaruhi dengan jelas sifat-sifat [[asam kromat]]. Oksidasi ini sangat cepat, cukup eksotermis, dan menghasilkan rendemen yang cukup tinggi. Pereaksi ini jarang meng[[oksidasi]] ikatan tak jenuh.
[[Pereaksi kimia|Pereaksi]] Jones adalah larutan [[kromium trioksida]] dalam [[asam sulfat]] encer dan aseton. Campuran [[kalium dikromat]] dan asam sulfat encer juga dapat digunakan. Pelarut [[aseton]] memengaruhi dengan jelas sifat-sifat [[asam kromat]]. Oksidasi ini sangat cepat, cukup eksotermis, dan menghasilkan rendemen yang cukup tinggi. Pereaksi ini jarang meng[[oksidasi]] ikatan tak jenuh.
Baris 10: Baris 11:
Untuk oksidasi alkohol primer menjadi asam karboksilat, satu ekivalen pereaksi Jones dibutuhkan untuk tiap [[Substrat (biologi)|substrat]]. Aldehida adalah zat antara.
Untuk oksidasi alkohol primer menjadi asam karboksilat, satu ekivalen pereaksi Jones dibutuhkan untuk tiap [[Substrat (biologi)|substrat]]. Aldehida adalah zat antara.
:4 HCrO<sub>4</sub><sup>−</sup> + 3 RCH<sub>2</sub>OH + 16 H<sup>+</sup> + 11 H<sub>2</sub>O → 4 [Cr(H<sub>2</sub>O)<sub>6</sub>]<sup>3+</sup> + 3 RCOOH
:4 HCrO<sub>4</sub><sup>−</sup> + 3 RCH<sub>2</sub>OH + 16 H<sup>+</sup> + 11 H<sub>2</sub>O → 4 [Cr(H<sub>2</sub>O)<sub>6</sub>]<sup>3+</sup> + 3 RCOOH
Produk anorganik yang dihasilkan berwarna hijau, karakteristik kompleks akuo kromium(III).
Produk anorganik yang dihasilkan berwarna hijau, karakteristik kompleks akuo kromium(III).<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oksidasi+Jones&oldid=27971947 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


== Mekanisme ==
== Mekanisme ==
Seperti banyak oksidasi lain pada alkohol dengan oksida logam, reaksi berlangsung melalui pembentukan campuran [[ester]]: Ester tersebut memiliki [[rumus kimia]] CrO<sub>3</sub>(OCH<sub>2</sub>R)<sup>−</sup>
Seperti banyak oksidasi lain pada alkohol dengan oksida logam, reaksi berlangsung melalui pembentukan campuran [[ester]]:<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oksidasi+Jones&oldid=27971947 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Ley, S. V. ''Comprehensive organic synthesis''. Pergamon Press. 1991. Vol. 7. hlm. 253–256.</ref> Ester tersebut memiliki [[rumus kimia]] CrO<sub>3</sub>(OCH<sub>2</sub>R)<sup>−</sup>
:CrO<sub>3</sub>(OH)<sup>−</sup> + RCH<sub>2</sub>OH → CrO<sub>3</sub>(OCH<sub>2</sub>R)<sup>−</sup> + H<sub>2</sub>O
:CrO<sub>3</sub>(OH)<sup>−</sup> + RCH<sub>2</sub>OH → CrO<sub>3</sub>(OCH<sub>2</sub>R)<sup>−</sup> + H<sub>2</sub>O
Seperti ester konvensional, pembentukan ester kromat ini dipercepat oleh asam. Ester ini dapat diisolasi ketika alkohol tidak memiliki ikatan α-C-H. Misalnya, menggunakan [[tert-butil alkohol]], dapat mengisolasi ((CH<sub>3</sub>)<sub>3</sub>CO)<sub>2</sub>CrO<sub>2</sub> (merupakan oksidan yang baik). Ester kromat terdegradasi, melepaskan produk karbonil dan produk Cr (IV) yang kurang terdefinisi:
Seperti ester konvensional, pembentukan ester kromat ini dipercepat oleh asam. Ester ini dapat diisolasi ketika alkohol tidak memiliki ikatan α-C-H. Misalnya, menggunakan [[tert-butil alkohol]], dapat mengisolasi ((CH<sub>3</sub>)<sub>3</sub>CO)<sub>2</sub>CrO<sub>2</sub> (merupakan oksidan yang baik).<ref>Fillmore Freeman, "Di-tert-butyl Chromate" Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis, 2001, John Wiley & Sons, Ltd.</ref> Ester kromat terdegradasi, melepaskan produk karbonil dan produk Cr (IV) yang kurang terdefinisi:
:CrO<sub>3</sub>(OCH<sub>2</sub>R)<sup>−</sup> → "CrO<sub>2</sub>OH<sup>−</sup>" + O=CHR
:CrO<sub>3</sub>(OCH<sub>2</sub>R)<sup>−</sup> → "CrO<sub>2</sub>OH<sup>−</sup>" + O=CHR
Alkohol yang sebagian terdeuterasi HOCD<sub>2</sub>R mengoksidasi sekitar enam kali lambat dibandingkan derivatif yang terdeuterasi. [[Efek isotop kinetik]] yang besar menunjukkan bahwa [[ikatan karbon-hidrogen|ikatan C-H]] (atau C-D) putus pada tahap penentu-laju. [[Stoikiometri]] reaksi membawa dampak terhadap spesi Cr (IV) "CrO<sub>2</sub>OH<sup>−</sup>", yang terkomproporsionasi dengan asam kromat menghasilkan Cr(V) oksida, yang juga berfungsi sebagai oksidan untuk alkohol.
Alkohol yang sebagian terdeuterasi HOCD<sub>2</sub>R mengoksidasi sekitar enam kali lambat dibandingkan derivatif yang terdeuterasi. [[Efek isotop kinetik]] yang besar menunjukkan bahwa [[ikatan karbon-hidrogen|ikatan C-H]] (atau C-D) putus pada tahap penentu-laju. [[Stoikiometri]] reaksi membawa dampak terhadap spesi Cr (IV) "CrO<sub>2</sub>OH<sup>−</sup>", yang terkomproporsionasi dengan asam kromat menghasilkan Cr(V) oksida, yang juga berfungsi sebagai oksidan untuk alkohol.<ref>Oxidation in Organic Chemistry. Edited by K. B. Wiberg, Academic Press, NY, 1965.</ref>


Oksidasi aldehida diusulkan untuk dilanjutkan melalui pembentukan zat antara seperti-hemiasetal, yang timbul dari penambahan ikatan O<sub>3</sub>CrO-H<sup>−</sup> melalui [[karbonil|ikatan C=O]].
Oksidasi aldehida diusulkan untuk dilanjutkan melalui pembentukan zat antara seperti-hemiasetal, yang timbul dari penambahan ikatan O<sub>3</sub>CrO-H<sup>−</sup> melalui [[karbonil|ikatan C=O]].


== Ilustrasi reaksi dan aplikasi ==
== Ilustrasi reaksi dan aplikasi ==
Meskipun pereaksi berguna untuk beberapa aplikasi, karena sifat karsinogenik kromium (VI), oksidasi Jones telah perlahan digantikan dengan metode oksidasi lainnya. Pereaksi ini masih berguna dalam [[sintesis organik]]. Berbagai teknik spektroskopi, termasuk [[spektroskopi inframerah|IR]] dapat digunakan untuk memantau perkembangan reaksi Oksidasi Jones dan mengkonfirmasi kehadiran produk yang teroksidasi. Pada suatu waktu oksidasi Jones digunakan dalam penganalisis napas primitif. Aminoindan, yang menarik minat di bidang farmakologis, disiapkan melalui oksidasi alkohol menjadi keton yang diubah menjadi gugus amino. Alkohol tersebut dioksidasi menjadi keton dengan pereaksi Jones. Pereaksi ini pernah digunakan untuk preparasi [[asam salisilat]], yang merupakan prekursor untuk [[aspirin]]. Metkatinon adalah [[stimulan]] psikoaktif yang terkadang digunakan sebagai [[obat]] rekreasi [[zat adiktif|adiktif]]. Zat tersebut dapat teroksidasi dari alkohol tertentu menggunakan pereaksi Jones.
Meskipun pereaksi berguna untuk beberapa aplikasi, karena sifat karsinogenik kromium (VI), oksidasi Jones telah perlahan digantikan dengan metode oksidasi lainnya. Pereaksi ini masih berguna dalam [[sintesis organik]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oksidasi+Jones&oldid=27971947 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oksidasi+Jones&oldid=27971947 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Berbagai teknik spektroskopi, termasuk [[spektroskopi inframerah|IR]] dapat digunakan untuk memantau perkembangan reaksi Oksidasi Jones dan mengkonfirmasi kehadiran produk yang teroksidasi. Pada suatu waktu oksidasi Jones digunakan dalam penganalisis napas primitif.<ref>Craig Freudenrich. [http://electronics.howstuffworks.com/gadgets/automotive/breathalyzer3.htm How Breathalyzers Work]. ''How Stuff Works''.</ref> Aminoindan, yang menarik minat di bidang farmakologis, disiapkan melalui oksidasi alkohol menjadi keton yang diubah menjadi gugus amino. Alkohol tersebut dioksidasi menjadi keton dengan pereaksi Jones. Pereaksi ini pernah digunakan untuk preparasi [[asam salisilat]], yang merupakan prekursor untuk [[aspirin]].<ref>[http://www.mnstate.edu/jasperse/Chem365/Alcohol%20Aspirin.doc.pdf Alcohol Unknown (NMR)/Synthesis of Aspirin].</ref> Metkatinon adalah [[stimulan]] psikoaktif yang terkadang digunakan sebagai [[obat]] rekreasi [[zat adiktif|adiktif]]. Zat tersebut dapat teroksidasi dari alkohol tertentu menggunakan pereaksi Jones.<ref>Solomons, E. ''2-Aminoindans of pharmacological interest''. ''Journal of Medicinal Chemistry''. 1973. Vol. 16 (12). hlm. 1330–1333. doi:10.1021/jm00270a004.</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 29: Baris 30:
* [[Oksidasi Saegusa–Ito]]
* [[Oksidasi Saegusa–Ito]]
* [[Oksidasi Corey-Kim]]
* [[Oksidasi Corey-Kim]]
== Referensi ==


== Bacaan lebih lanjut ==
== Bacaan lebih lanjut ==
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oksidasi+Jones&oldid=27971947 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27971947 (2025-10-15T13:19:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oksidasi+Jones&oldid=27971947 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27971947 (2025-10-15T13:19:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 08.58

Berkas:Jones Oxidation Scheme.png
Jones Oxidation Scheme

Oksidasi Jones adalah suatu reaksi organik terhadap oksidasi alkohol primer dan sekunder menjadi asam karboksilat dan keton, berturut-turut. Reaksi ini dinamai berdasarkan penemunya, Sir Ewart Jones.[1]

Pereaksi Jones adalah larutan kromium trioksida dalam asam sulfat encer dan aseton. Campuran kalium dikromat dan asam sulfat encer juga dapat digunakan. Pelarut aseton memengaruhi dengan jelas sifat-sifat asam kromat. Oksidasi ini sangat cepat, cukup eksotermis, dan menghasilkan rendemen yang cukup tinggi. Pereaksi ini jarang mengoksidasi ikatan tak jenuh.

Stoikiometri

Pereaksi Jones akan mengkonversi alkohol primer dan sekunder menjadi aldehida dan keton, masing-masing. Tergantung pada kondisi reaksi, aldehida kemudian dapat dikonversi menjadi asam karboksilat. Untuk oksidasi pada aldehida dan keton, dua ekivalen asam kromat mengoksidasi tiga ekivalen dari alkohol:

2 HCrO4 + 3 RR'C(OH)H + 8 H+ + 4 H2O → 2 [Cr(H2O)6]3+ + 3 RR'CO

Untuk oksidasi alkohol primer menjadi asam karboksilat, satu ekivalen pereaksi Jones dibutuhkan untuk tiap substrat. Aldehida adalah zat antara.

4 HCrO4 + 3 RCH2OH + 16 H+ + 11 H2O → 4 [Cr(H2O)6]3+ + 3 RCOOH

Produk anorganik yang dihasilkan berwarna hijau, karakteristik kompleks akuo kromium(III).[2]

Mekanisme

Seperti banyak oksidasi lain pada alkohol dengan oksida logam, reaksi berlangsung melalui pembentukan campuran ester:[3][4] Ester tersebut memiliki rumus kimia CrO3(OCH2R)

CrO3(OH) + RCH2OH → CrO3(OCH2R) + H2O

Seperti ester konvensional, pembentukan ester kromat ini dipercepat oleh asam. Ester ini dapat diisolasi ketika alkohol tidak memiliki ikatan α-C-H. Misalnya, menggunakan tert-butil alkohol, dapat mengisolasi ((CH3)3CO)2CrO2 (merupakan oksidan yang baik).[5] Ester kromat terdegradasi, melepaskan produk karbonil dan produk Cr (IV) yang kurang terdefinisi:

CrO3(OCH2R) → "CrO2OH" + O=CHR

Alkohol yang sebagian terdeuterasi HOCD2R mengoksidasi sekitar enam kali lambat dibandingkan derivatif yang terdeuterasi. Efek isotop kinetik yang besar menunjukkan bahwa ikatan C-H (atau C-D) putus pada tahap penentu-laju. Stoikiometri reaksi membawa dampak terhadap spesi Cr (IV) "CrO2OH", yang terkomproporsionasi dengan asam kromat menghasilkan Cr(V) oksida, yang juga berfungsi sebagai oksidan untuk alkohol.[6]

Oksidasi aldehida diusulkan untuk dilanjutkan melalui pembentukan zat antara seperti-hemiasetal, yang timbul dari penambahan ikatan O3CrO-H melalui ikatan C=O.

Ilustrasi reaksi dan aplikasi

Meskipun pereaksi berguna untuk beberapa aplikasi, karena sifat karsinogenik kromium (VI), oksidasi Jones telah perlahan digantikan dengan metode oksidasi lainnya. Pereaksi ini masih berguna dalam sintesis organik.[7][8] Berbagai teknik spektroskopi, termasuk IR dapat digunakan untuk memantau perkembangan reaksi Oksidasi Jones dan mengkonfirmasi kehadiran produk yang teroksidasi. Pada suatu waktu oksidasi Jones digunakan dalam penganalisis napas primitif.[9] Aminoindan, yang menarik minat di bidang farmakologis, disiapkan melalui oksidasi alkohol menjadi keton yang diubah menjadi gugus amino. Alkohol tersebut dioksidasi menjadi keton dengan pereaksi Jones. Pereaksi ini pernah digunakan untuk preparasi asam salisilat, yang merupakan prekursor untuk aspirin.[10] Metkatinon adalah stimulan psikoaktif yang terkadang digunakan sebagai obat rekreasi adiktif. Zat tersebut dapat teroksidasi dari alkohol tertentu menggunakan pereaksi Jones.[11]

Lihat pula

Bacaan lebih lanjut

Referensi

  1. Bowden, K. 13. Researches on acetylenic compounds. Part I. The preparation of acetylenic ketones by oxidation of acetylenic carbinols and glycols. J. Chem. Soc. 1946. hlm. 39. doi:10.1039/jr9460000039.
  2. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  3. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  4. Ley, S. V. Comprehensive organic synthesis. Pergamon Press. 1991. Vol. 7. hlm. 253–256.
  5. Fillmore Freeman, "Di-tert-butyl Chromate" Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis, 2001, John Wiley & Sons, Ltd.
  6. Oxidation in Organic Chemistry. Edited by K. B. Wiberg, Academic Press, NY, 1965.
  7. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  8. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  9. Craig Freudenrich. How Breathalyzers Work. How Stuff Works.
  10. Alcohol Unknown (NMR)/Synthesis of Aspirin.
  11. Solomons, E. 2-Aminoindans of pharmacological interest. Journal of Medicinal Chemistry. 1973. Vol. 16 (12). hlm. 1330–1333. doi:10.1021/jm00270a004.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27971947 (2025-10-15T13:19:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.