Lompat ke isi

Orde ikatan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29573561; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Orde ikatan''' adalah jumlah [[ikatan kimia]] antara sepasang [[atom]]. Misalnya, dalam [[nitrogen]] [[diatomik]] N≡N, orde ikatan adalah 3, dalam [[asetilena]]  orde ikatan antara dua atom [[karbon]] juga 3, dan orde ikatan  adalah 1. orde ikatan memberikan indikasi stabilitas ikatan. Unsur dengan nilai orde ikatan 0 tidak dapat ada, tetapi [[senyawa]] dapat memiliki nilai ikatan 0. Spesi [[Isoelektronisitas|isoelektronik]] memiliki bilangan ikatan yang sama.
[[File:C_C_sp3.png|thumb|right|280px|C C sp3]]


Dalam molekul yang memiliki [[resonansi (kimia)|resonansi]] atau ikatan nonklasikal, orde ikatan tidak perlu [[bilangan bulat]]. Dalam [[benzena]], di mana [[orbital molekul]] terdelokalisasi mengandung 6 [[elektron]] pi di atas enam karbon yang pada dasarnya menghasilkan setengah [[ikatan pi]] bersama dengan [[ikatan sigma]] untuk masing-masing sepasang atom karbon, memberikan orde ikatan yang terhitung sebesar 1.5.
'''Orde ikatan''' adalah jumlah [[ikatan kimia]] antara sepasang [[atom]]. Misalnya, dalam [[nitrogen]] [[diatomik]] N≡N, orde ikatan adalah 3, dalam [[asetilena]] orde ikatan antara dua atom [[karbon]] juga 3, dan orde ikatan  adalah 1. orde ikatan memberikan indikasi stabilitas ikatan.<ref>Walsh, A. D. ''Remarks on the strengths of bonds''. ''Trans. Faraday Soc''. 1947. Vol. 43. hlm. 60-77. doi:10.1039/TF9474300060.</ref> Unsur dengan nilai orde ikatan 0 tidak dapat ada, tetapi [[senyawa]] dapat memiliki nilai ikatan 0.<ref>Somayajulu, G. R. [https://archive.org/details/sim_journal-of-chemical-physics_1958-05_28_5/page/822 On Covalent Bond Length and Bond Order. VIII]. ''J. Chem. Phys''. 1958. Vol. 28. hlm. 822. doi:10.1063/1.1744277.</ref> Spesi [[Isoelektronisitas|isoelektronik]] memiliki bilangan ikatan yang sama.


Dalam [[teori orbital molekul]], orde ikatan juga didefinisikan sebagai setengah perbedaan antara jumlah elektron ikatan dan jumlah elektron antiikatan sesuai dengan persamaan di bawah ini:
Dalam molekul yang memiliki [[resonansi (kimia)|resonansi]] atau ikatan nonklasikal, orde ikatan tidak perlu [[bilangan bulat]]. Dalam [[benzena]], di mana [[orbital molekul]] terdelokalisasi mengandung 6 [[elektron]] pi di atas enam karbon yang pada dasarnya menghasilkan setengah [[ikatan pi]] bersama dengan [[ikatan sigma]] untuk masing-masing sepasang atom karbon, memberikan orde ikatan yang terhitung sebesar 1.5.<ref>Herndon, W. C.; Párkányi, C. ''π–bond orders and bond lengths''. ''J. Chem. Educ''. 1976. Vol. 53. hlm. 689–692. doi:10.1080/10406638.2012.757554.</ref><ref>Pauling, L. ''Bond numbers and bond lengths in Tetrabenzo[de,no,st,c′,d′]heptacene and other condensed aromatic hydrocarbons: a valence-bond treatment''. ''Acta Cryst''. 1980. Vol. B36. hlm. 1898–1901. doi:10.1080/10406638.2012.757554.</ref>
 
Dalam [[teori orbital molekul]], orde ikatan juga didefinisikan sebagai setengah perbedaan antara jumlah elektron ikatan dan jumlah elektron antiikatan sesuai dengan persamaan di bawah ini:<ref>David W. Oxtoby. [https://archive.org/details/principlesofmode0000oxto Principles of Modern Chemistry]. Brooks/Cole. 2015. ISBN 9781305079113.</ref>


:<math>\text{O.I.} = \frac{\text{jumlah elektron ikatan} - \text{jumlah elektron antiikatan}}{2}\ </math>
:<math>\text{O.I.} = \frac{\text{jumlah elektron ikatan} - \text{jumlah elektron antiikatan}}{2}\ </math>
Baris 9: Baris 11:
Hal ini sering tapi tidak selalu menghasilkan hasil yang sama. Orde ikatan juga merupakan indeks dari [[energi ikatan|kekuatan ikatan]] dan juga digunakan secara luas dalam [[teori ikatan valensi]].
Hal ini sering tapi tidak selalu menghasilkan hasil yang sama. Orde ikatan juga merupakan indeks dari [[energi ikatan|kekuatan ikatan]] dan juga digunakan secara luas dalam [[teori ikatan valensi]].


Umumnya, semakin tinggi orde ikatan, semakin kuat ikatannya. Orde ikatan satu setengah mungkin stabil, seperti yang ditunjukkan oleh stabilitas  ([[panjang ikatan]] 106 [[pikometer|pm]], energi ikatan 269 [[joule|kJ]]/[[mol]]) dan  (panjang ikatan 108 pm, energi ikatan 251 kJ/mol).
Umumnya, semakin tinggi orde ikatan, semakin kuat ikatannya. Orde ikatan satu setengah mungkin stabil, seperti yang ditunjukkan oleh stabilitas  ([[panjang ikatan]] 106 [[pikometer|pm]], energi ikatan 269 [[joule|kJ]]/[[mol]]) dan  (panjang ikatan 108 pm, energi ikatan 251 kJ/mol).<ref>Bruce Averill. [https://archive.org/details/chemistryprincip0000aver Chemistry: Principles, Patterns, and Applications]. Pearson/Prentice Hall. 2007. hlm. [https://archive.org/details/chemistryprincip0000aver/page/408 409]. ISBN 9781453331224.</ref>


== Definisi lain ==
== Definisi lain ==
Baris 16: Baris 18:
:<math> s_{ij} = \exp{\left[ \frac{d_{1} - d_{ij}}{b} \right]} </math>
:<math> s_{ij} = \exp{\left[ \frac{d_{1} - d_{ij}}{b} \right]} </math>


di mana <math>d_{1}</math> adalah panjang ikatan tunggal, <math>d_{ij}</math> adalah panjang ikatan yang terukur secara eksperimen, dan b adalah konstanta, tergantung pada atomnya. Pauling menyarankan nilai 0.353 Å untuk b, untuk ikatan karbon-karbon dalam persamaan aslinya:
di mana <math>d_{1}</math> adalah panjang ikatan tunggal, <math>d_{ij}</math> adalah panjang ikatan yang terukur secara eksperimen, dan b adalah konstanta, tergantung pada atomnya. Pauling menyarankan nilai 0.353 Å untuk b, untuk ikatan karbon-karbon dalam persamaan aslinya:<ref>L. Pauling. [http://pubs.acs.org/doi/abs/10.1021/ja01195a024 Atomic Radii and Interatomic Distances in Metals]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1947. Vol. 69 (3). hlm. 542–553. doi:10.1021/ja01195a024.</ref>


:<math> d_{1} - d_{ij} = 0.353 ~ \text{log}_{10} s_{ij}  </math>
:<math> d_{1} - d_{ij} = 0.353 ~ \text{log}_{10} s_{ij}  </math>
Baris 22: Baris 24:
Nilai konstanta b bergantung pada atom.
Nilai konstanta b bergantung pada atom.


Definisi orde ikatan di atas agaknya ad hoc dan hanya mudah untuk mengajukan molekul [[diatomik]]. Definisi standar [[mekanika kuantum]] untuk orde ikatan telah diperdebatkan untuk waktu yang lama.
Definisi orde ikatan di atas agaknya ad hoc dan hanya mudah untuk mengajukan molekul [[diatomik]]. Definisi standar [[mekanika kuantum]] untuk orde ikatan telah diperdebatkan untuk waktu yang lama.<ref>IUPAC. ''Compendium of Chemical Terminology, 2nd ed. (the "Gold Book")''. Blackwell Scientific Publications. 1997. doi:10.1351/goldbook.B00707. ISBN 0-9678550-9-8.</ref>


== Pengaruh pada panjang ikatan ==
== Pengaruh pada panjang ikatan ==
Orde ikatan berpengaruh terhadap besar kecilnya panjang ikatan. Makin tinggi orde ikatan, maka ikatannya semakin pendek, bergitu pula sebaliknya. Namun makin tinggi orde ikatan suatu ikatan molekul, maka ikatan yang terjadi di antara molekul semakin kuat. pada umumnya ikatan rangkap lebih kecil ikatannya dari ikatan tunggal.
Orde ikatan berpengaruh terhadap besar kecilnya panjang ikatan. Makin tinggi orde ikatan, maka ikatannya semakin pendek, bergitu pula sebaliknya. Namun makin tinggi orde ikatan suatu ikatan molekul, maka ikatan yang terjadi di antara molekul semakin kuat. pada umumnya ikatan rangkap lebih kecil ikatannya dari ikatan tunggal.<ref>Gordy, W. [https://archive.org/details/sim_journal-of-chemical-physics_1947-05_15_5/page/305 Dependence of Bond Order and of Bond Energy Upon Bond Length]. ''J. Chem. Phys''. 1947. Vol. 15. hlm. 305. doi:10.1063/1.1746501.</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 32: Baris 34:
* [[Sudut dihedral]]
* [[Sudut dihedral]]
* [[Energi disosiasi ikatan]]
* [[Energi disosiasi ikatan]]
== Referensi ==


== Bacaan lebih lanjut ==
== Bacaan lebih lanjut ==
*
*  
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Orde+ikatan&oldid=29573561 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29573561 (2026-08-13T21:57:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Orde+ikatan&oldid=29573561 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29573561 (2026-08-13T21:57:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 09.00

C C sp3

Orde ikatan adalah jumlah ikatan kimia antara sepasang atom. Misalnya, dalam nitrogen diatomik N≡N, orde ikatan adalah 3, dalam asetilena orde ikatan antara dua atom karbon juga 3, dan orde ikatan adalah 1. orde ikatan memberikan indikasi stabilitas ikatan.[1] Unsur dengan nilai orde ikatan 0 tidak dapat ada, tetapi senyawa dapat memiliki nilai ikatan 0.[2] Spesi isoelektronik memiliki bilangan ikatan yang sama.

Dalam molekul yang memiliki resonansi atau ikatan nonklasikal, orde ikatan tidak perlu bilangan bulat. Dalam benzena, di mana orbital molekul terdelokalisasi mengandung 6 elektron pi di atas enam karbon yang pada dasarnya menghasilkan setengah ikatan pi bersama dengan ikatan sigma untuk masing-masing sepasang atom karbon, memberikan orde ikatan yang terhitung sebesar 1.5.[3][4]

Dalam teori orbital molekul, orde ikatan juga didefinisikan sebagai setengah perbedaan antara jumlah elektron ikatan dan jumlah elektron antiikatan sesuai dengan persamaan di bawah ini:[5]

O.I.=jumlah elektron ikatanjumlah elektron antiikatan2 

Hal ini sering tapi tidak selalu menghasilkan hasil yang sama. Orde ikatan juga merupakan indeks dari kekuatan ikatan dan juga digunakan secara luas dalam teori ikatan valensi.

Umumnya, semakin tinggi orde ikatan, semakin kuat ikatannya. Orde ikatan satu setengah mungkin stabil, seperti yang ditunjukkan oleh stabilitas (panjang ikatan 106 pm, energi ikatan 269 kJ/mol) dan (panjang ikatan 108 pm, energi ikatan 251 kJ/mol).[6]

Definisi lain

Konsep orde ikatan digunakan dalam dinamika molekul dan potensial orde ikatan. Besarnya orde ikatan dikaitkan dengan panjang ikatan. Menurut Linus Pauling pada tahun 1947, orde ikatan tersebut secara eksperimen digambarkan sebagai:

sij=exp[d1dijb]

di mana d1 adalah panjang ikatan tunggal, dij adalah panjang ikatan yang terukur secara eksperimen, dan b adalah konstanta, tergantung pada atomnya. Pauling menyarankan nilai 0.353 Å untuk b, untuk ikatan karbon-karbon dalam persamaan aslinya:[7]

d1dij=0.353log10sij

Nilai konstanta b bergantung pada atom.

Definisi orde ikatan di atas agaknya ad hoc dan hanya mudah untuk mengajukan molekul diatomik. Definisi standar mekanika kuantum untuk orde ikatan telah diperdebatkan untuk waktu yang lama.[8]

Pengaruh pada panjang ikatan

Orde ikatan berpengaruh terhadap besar kecilnya panjang ikatan. Makin tinggi orde ikatan, maka ikatannya semakin pendek, bergitu pula sebaliknya. Namun makin tinggi orde ikatan suatu ikatan molekul, maka ikatan yang terjadi di antara molekul semakin kuat. pada umumnya ikatan rangkap lebih kecil ikatannya dari ikatan tunggal.[9]

Lihat pula

Bacaan lebih lanjut

Referensi

  1. Walsh, A. D. Remarks on the strengths of bonds. Trans. Faraday Soc. 1947. Vol. 43. hlm. 60-77. doi:10.1039/TF9474300060.
  2. Somayajulu, G. R. On Covalent Bond Length and Bond Order. VIII. J. Chem. Phys. 1958. Vol. 28. hlm. 822. doi:10.1063/1.1744277.
  3. Herndon, W. C.; Párkányi, C. π–bond orders and bond lengths. J. Chem. Educ. 1976. Vol. 53. hlm. 689–692. doi:10.1080/10406638.2012.757554.
  4. Pauling, L. Bond numbers and bond lengths in Tetrabenzo[de,no,st,c′,d′]heptacene and other condensed aromatic hydrocarbons: a valence-bond treatment. Acta Cryst. 1980. Vol. B36. hlm. 1898–1901. doi:10.1080/10406638.2012.757554.
  5. David W. Oxtoby. Principles of Modern Chemistry. Brooks/Cole. 2015. ISBN 9781305079113.
  6. Bruce Averill. Chemistry: Principles, Patterns, and Applications. Pearson/Prentice Hall. 2007. hlm. 409. ISBN 9781453331224.
  7. L. Pauling. Atomic Radii and Interatomic Distances in Metals. Journal of the American Chemical Society. 1947. Vol. 69 (3). hlm. 542–553. doi:10.1021/ja01195a024.
  8. IUPAC. Compendium of Chemical Terminology, 2nd ed. (the "Gold Book"). Blackwell Scientific Publications. 1997. doi:10.1351/goldbook.B00707. ISBN 0-9678550-9-8.
  9. Gordy, W. Dependence of Bond Order and of Bond Energy Upon Bond Length. J. Chem. Phys. 1947. Vol. 15. hlm. 305. doi:10.1063/1.1746501.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29573561 (2026-08-13T21:57:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.