Lompat ke isi

Reaksi dehidrasi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29579309; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 2: Baris 2:


== Reaksi dehidrasi ==
== Reaksi dehidrasi ==
{| class="wikitable" style="background-color:white;float: align:center; border-collapse: collapse; margin: 0em 1em;" border="1" cellpadding="2" cellspacing="0"
|-
|colspan=3 align=center style="background: #ccccff;"|  '''Reaksi dehidrasi'''
|-
! width=200px|Reaksi !! Persamaan reaksi !!  |
|-
|valign=top | Konversi [[alkohol]] menjadi [[eter]]
|valign=top|2 R-OH → R-O-R + H<sub>2</sub>O
|
|-
|valign=top| Konversi alkohol menjadi [[alkena]]
|R-CH<sub>2-</sub>CHOH-R → R-CH=CH-R + H<sub>2</sub>O
| contohnya pada konversi [[gliserol]] menjadi [[akrolein]]:<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+dehidrasi&oldid=29579309 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
:
atau dehidrasi ''2-metil-1-sikloheksanol'' menjadi (utamanya) ''1-metilsikloheksena'' <ref>J. Brent Friesen. [https://archive.org/details/sim_journal-of-chemical-education_2011-08_88_8/page/1141 Dehydration of 2-Methyl-1-cyclohexanol: New Findings from a Popular Undergraduate Laboratory Experiment'']. ''J. Chem. Educ''. 2011. Vol. 88 (8). hlm. 1141–1147. doi:10.1021/ed900049b.</ref>
:
|-
|valign=top| Konversi [[asam karboksilat]] menjadi [[anhidrida asam]]
|valign=top|2 RCOOH → (RCO)<sub>2</sub>O + H<sub>2</sub>O
|
|-
|valign=top| Konversi [[amida]] menjadi [[nitril]]
|valign=top|RCONH<sub>2</sub> → R-CN + H<sub>2</sub>O
|
|-
|valign=top| Penataan ulang benzena dienol
|valign=top|
|<ref>H. Plieninger. ''Die Dienol-Benzol-Umlagerung''. ''Angew. Chem''. 1956. Vol. 68 (19). hlm. 618–618. doi:10.1002/ange.19560681914.</ref><ref>Margaret Jevnik Gentles. ''The Dienol-Benzene Rearrangement. Some Chemistry of 1,4-Androstadiene-3,17-dione''. ''J. Am. Chem. Soc''. 1958. Vol. 80 (14). hlm. 3702–3705. doi:10.1021/ja01547a058.</ref>
|}


Beberapa reaksi dehidrasi berjalan dengan cukup rumit. Sebagai contoh, reaksi [[gula]] dengan [[asam sulfat]] pekat<ref>[http://www.madphysics.com/exp/dehydrating_sugar_with_acid.htm Salinan arsip].</ref> membentuk karbon melibatkan pembentukan [[ikatan karbon-karbon]].<ref>[http://www.exo.net/~pauld/activities/astronomy/transitvenus/sugarsulfuricacid.htm]</ref> Reaksi didorong oleh kondisi yang sangat eksotermis karena asam sulfat bereaksi dengan air, menghasilkan uap mengandung asam sulfat yang berbahaya, karenanya eksperimen sebaiknya hanya dilakukan di lemari asam atau ruangan yang berventilasi baik.


Beberapa reaksi dehidrasi berjalan dengan cukup rumit. Sebagai contoh, reaksi [[gula]] dengan [[asam sulfat]] pekat membentuk karbon melibatkan pembentukan [[ikatan karbon-karbon]]. Reaksi didorong oleh kondisi yang sangat eksotermis karena asam sulfat bereaksi dengan air, menghasilkan uap mengandung asam sulfat yang berbahaya, karenanya eksperimen sebaiknya hanya dilakukan di lemari asam atau ruangan yang berventilasi baik.
Reaksi dehidrasi adalah reaksi kimia antara dua senyawa yang salah satu produknya adalah air. Misalnya, dua monomer dapat bereaksi di mana hidrogen (H) dari satu monomer berikatan dengan gugus hidroksil (OH) dari monomer lainnya untuk membentuk dimer dan molekul air (H2O). [[Gugus hidroksil]] adalah gugus lepas yang buruk, sehingga katalis asam Bronsted dapat digunakan untuk membantu memprotonasi hidroksil untuk membentuk -OH2+. Reaksi sebaliknya, di mana air bergabung dengan gugus hidroksil, disebut hidrolisis atau reaksi hidrasi.  
 
Reaksi dehidrasi adalah reaksi kimia antara dua senyawa yang salah satu produknya adalah air. Misalnya, dua monomer dapat bereaksi di mana hidrogen (H) dari satu monomer berikatan dengan gugus hidroksil (OH) dari monomer lainnya untuk membentuk dimer dan molekul air (H2O). [[Gugus hidroksil]] adalah gugus lepas yang buruk, sehingga katalis asam Bronsted dapat digunakan untuk membantu memprotonasi hidroksil untuk membentuk -OH2+. Reaksi sebaliknya, di mana air bergabung dengan gugus hidroksil, disebut hidrolisis atau reaksi hidrasi.


Bahan kimia yang umum digunakan sebagai agen dehidrasi meliputi [[asam fosfat]] pekat, [[asam sulfat]] pekat, [[keramik]] panas, dan [[aluminium oksida]] panas.
Bahan kimia yang umum digunakan sebagai agen dehidrasi meliputi [[asam fosfat]] pekat, [[asam sulfat]] pekat, [[keramik]] panas, dan [[aluminium oksida]] panas.
Baris 19: Baris 47:
Reaksi dehidrasi juga terlibat dalam produksi banyak polimer.
Reaksi dehidrasi juga terlibat dalam produksi banyak polimer.


;Contoh lain meliputi:
;Contoh lain meliputi:  
* Konversi [[alkohol]] menjadi [[eter]] (2 R-OH → R-O-R + H2O)
* Konversi [[alkohol]] menjadi [[eter]] (2 R-OH → R-O-R + H2O)
* Konversi alkohol menjadi [[alkena]] (R-CH2-CHOH-R → R-CH=CH-R + H2O)
* Konversi alkohol menjadi [[alkena]] (R-CH2-CHOH-R → R-CH=CH-R + H2O)
Baris 28: Baris 56:
== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Reaksi hidrasi]]
* [[Reaksi hidrasi]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+dehidrasi&oldid=29579309 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29579309 (2026-08-15T00:15:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+dehidrasi&oldid=29579309 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29579309 (2026-08-15T00:15:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 09.02

Reaksi dehidrasi dalam ilmu kimia biasanya didefinisikan sebagai reaksi yang melibatkan pelepasan air dari molekul yang bereaksi. Reaksi dehidrasi merupakan subset dari reaksi eliminasi. Karena gugus hidroksil (-OH) adalah gugus lepas yang buruk, pemberian katalis asam Brønsted sering kali membantu protonasi gugus hidroksil, menjadikannya gugus lepas yang baik, -OH2+.

Reaksi dehidrasi

Reaksi dehidrasi
Reaksi Persamaan reaksi
Konversi alkohol menjadi eter 2 R-OH → R-O-R + H2O
Konversi alkohol menjadi alkena R-CH2-CHOH-R → R-CH=CH-R + H2O contohnya pada konversi gliserol menjadi akrolein:[1]

atau dehidrasi 2-metil-1-sikloheksanol menjadi (utamanya) 1-metilsikloheksena [2]

Konversi asam karboksilat menjadi anhidrida asam 2 RCOOH → (RCO)2O + H2O
Konversi amida menjadi nitril RCONH2 → R-CN + H2O
Penataan ulang benzena dienol [3][4]

Beberapa reaksi dehidrasi berjalan dengan cukup rumit. Sebagai contoh, reaksi gula dengan asam sulfat pekat[5] membentuk karbon melibatkan pembentukan ikatan karbon-karbon.[6] Reaksi didorong oleh kondisi yang sangat eksotermis karena asam sulfat bereaksi dengan air, menghasilkan uap mengandung asam sulfat yang berbahaya, karenanya eksperimen sebaiknya hanya dilakukan di lemari asam atau ruangan yang berventilasi baik.

Reaksi dehidrasi adalah reaksi kimia antara dua senyawa yang salah satu produknya adalah air. Misalnya, dua monomer dapat bereaksi di mana hidrogen (H) dari satu monomer berikatan dengan gugus hidroksil (OH) dari monomer lainnya untuk membentuk dimer dan molekul air (H2O). Gugus hidroksil adalah gugus lepas yang buruk, sehingga katalis asam Bronsted dapat digunakan untuk membantu memprotonasi hidroksil untuk membentuk -OH2+. Reaksi sebaliknya, di mana air bergabung dengan gugus hidroksil, disebut hidrolisis atau reaksi hidrasi.

Bahan kimia yang umum digunakan sebagai agen dehidrasi meliputi asam fosfat pekat, asam sulfat pekat, keramik panas, dan aluminium oksida panas.

Reaksi dehidrasi sama dengan sintesis dehidrasi. Reaksi dehidrasi juga dapat dikenal sebagai reaksi kondensasi, tetapi lebih tepatnya, reaksi dehidrasi adalah jenis reaksi kondensasi yang spesifik.

Contoh Reaksi Dehidrasi

Reaksi yang menghasilkan anhidrida asam adalah reaksi dehidrasi. Misalnya asam asetat (CH3COOH) membentuk anhidrida asetat ((CH3CO)2O) dan air melalui reaksi dehidrasi

2 CH3COOH → (CH3CO)2O + H2O

Reaksi dehidrasi juga terlibat dalam produksi banyak polimer.

Contoh lain meliputi

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. J. Brent Friesen. Dehydration of 2-Methyl-1-cyclohexanol: New Findings from a Popular Undergraduate Laboratory Experiment. J. Chem. Educ. 2011. Vol. 88 (8). hlm. 1141–1147. doi:10.1021/ed900049b.
  3. H. Plieninger. Die Dienol-Benzol-Umlagerung. Angew. Chem. 1956. Vol. 68 (19). hlm. 618–618. doi:10.1002/ange.19560681914.
  4. Margaret Jevnik Gentles. The Dienol-Benzene Rearrangement. Some Chemistry of 1,4-Androstadiene-3,17-dione. J. Am. Chem. Soc. 1958. Vol. 80 (14). hlm. 3702–3705. doi:10.1021/ja01547a058.
  5. Salinan arsip.
  6. [1]

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29579309 (2026-08-15T00:15:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.