Asam sinamat: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29607145; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Asam sinamat''' memiliki [[rumus kimia]] C<sub>6</sub>H<sub>5</sub>CHCHCOOH atau C<sub>9</sub>H<sub>8</sub>O<sub>2</sub>, berwujud kristal putih, sedikit larut dalam air, dan mempunyai [[Titik lebur|titik leleh]] 133<sup>°</sup>C serta titik didih 300<sup>°</sup>C.[http://riodb01.ibase.aist.go.jp/sdbs/cgi-bin/direct_frame_top.cgi AIST:Spectral Database for Organic Compounds,SDBS] Asam sinamat termasuk senyawa [[fenol]] yang dihasilkan dari lintasan [[asam sikimat]] dan reaksi berikutnya. Bahan dasarnya adalah fenilalanin dan tirosin sama seperti [[asam kafeat]], [[asam p-kumarat]], dan [[asam ferulat]]. Keempat senyawa tersebut penting bukan karena terdapat melimpah dalam bentuk tak terikat (bebas), melainkan karena mereka diubah menjadi beberapa turunan di samping protein. Turunannya termasuk [[fitoaleksin]], [[kumarin]], [[lignin]], dan berbagai [[flavonoid]] seperti [[antosianin]]. | [[File:Cinnamicacid2.png|thumb|right|280px|Cinnamicacid2]] | ||
'''Asam sinamat''' memiliki [[rumus kimia]] C<sub>6</sub>H<sub>5</sub>CHCHCOOH atau C<sub>9</sub>H<sub>8</sub>O<sub>2</sub>, berwujud kristal putih, sedikit larut dalam air, dan mempunyai [[Titik lebur|titik leleh]] 133<sup>°</sup>C serta titik didih 300<sup>°</sup>C.[http://riodb01.ibase.aist.go.jp/sdbs/cgi-bin/direct_frame_top.cgi AIST:Spectral Database for Organic Compounds,SDBS] Asam sinamat termasuk senyawa [[fenol]] yang dihasilkan dari lintasan [[asam sikimat]] dan reaksi berikutnya.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:145-147. ISBN 979-8591-27-5</ref> Bahan dasarnya adalah fenilalanin dan tirosin sama seperti [[asam kafeat]], [[asam p-kumarat]], dan [[asam ferulat]].<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:145-147. ISBN 979-8591-27-5</ref> Keempat senyawa tersebut penting bukan karena terdapat melimpah dalam bentuk tak terikat (bebas), melainkan karena mereka diubah menjadi beberapa turunan di samping protein.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:145-147. ISBN 979-8591-27-5</ref> Turunannya termasuk [[fitoaleksin]], [[kumarin]], [[lignin]], dan berbagai [[flavonoid]] seperti [[antosianin]].<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:145-147. ISBN 979-8591-27-5</ref> | |||
== Biosintesis == | == Biosintesis == | ||
Biosintesis atau pembentukan dari senyawa [[flavonoid]], [[stilbena]], [[hidroksisinamat]] (turunan asam sinamat yang mengandung gugus hidroksil atau -OH seperti asam kafeat, asam ferulat, dan asam p-kumarat) dan asam fenol melibatkan jaringan kompleks dari lintasan [[asam sikimat]], [[fenilpropanoid]], dan [[flavonoid]]. | Biosintesis atau pembentukan dari senyawa [[flavonoid]], [[stilbena]], [[hidroksisinamat]] (turunan asam sinamat yang mengandung gugus hidroksil atau -OH seperti asam kafeat, asam ferulat, dan asam p-kumarat) dan asam fenol melibatkan jaringan kompleks dari lintasan [[asam sikimat]], [[fenilpropanoid]], dan [[flavonoid]].<ref>Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. ''Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet''. Oxford: Blackwell Publishing Ltd. Hal: 12-14. 978-1-4051-2509-3</ref> | ||
Reaksi penting dalam pembentukan asam sinamat dan berbagai turunannya adalah pengubahan fenilalanin menjadi asam sinamat melalui proses deaminasi atau pelesan [[amonia]] dari fenilalanin untuk membentuk asam sinamat. Reaksi ini dikaalisis oleh enzim [[fenilalanin amonia liase]]. Berikutnya asam sinamat diubah menjadi p-kumarat dengan penambahan satu atom [[oksigen]] dari O<sub>2</sub> | Reaksi penting dalam pembentukan asam sinamat dan berbagai turunannya adalah pengubahan fenilalanin menjadi asam sinamat melalui proses deaminasi atau pelesan [[amonia]] dari fenilalanin untuk membentuk asam sinamat.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:145-147. ISBN 979-8591-27-5</ref> Reaksi ini dikaalisis oleh enzim [[fenilalanin amonia liase]]. Berikutnya asam sinamat diubah menjadi p-kumarat dengan penambahan satu atom [[oksigen]] dari O<sub>2</sub> | ||
dan atom H dari [[NADPH]] langsung pada posisi [[para]] dari asam sinamat (posisi atom karbon keempat dihitung dari gugus asam sinamat pada cincin benzena). Penambahan lagi gugus hidroksil (OH) lainnya di sebelah gugus OH dari asama p-kumarat dengan reaksi serupa menghasilkan asam kafeat. Penambahan gugus [[metil]] (-CH<sub>3</sub>) dari [[S-adenosil metionin]] (SAM) e gugus OH dari asam kafeat menghasilkan asam ferulat. Asam kafeat membentuk [[ester]] dengan gugus alkohol dalam asam lainnya yang terbentuk pada lintasan asam sikimat, yaitu [[asam quinat]], dan menghasilkan [[asam klorogenat]]. | dan atom H dari [[NADPH]] langsung pada posisi [[para]] dari asam sinamat (posisi atom karbon keempat dihitung dari gugus asam sinamat pada cincin benzena).<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:145-147. ISBN 979-8591-27-5</ref> Penambahan lagi gugus hidroksil (OH) lainnya di sebelah gugus OH dari asama p-kumarat dengan reaksi serupa menghasilkan asam kafeat.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:145-147. ISBN 979-8591-27-5</ref> Penambahan gugus [[metil]] (-CH<sub>3</sub>) dari [[S-adenosil metionin]] (SAM) e gugus OH dari asam kafeat menghasilkan asam ferulat.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:145-147. ISBN 979-8591-27-5</ref> Asam kafeat membentuk [[ester]] dengan gugus alkohol dalam asam lainnya yang terbentuk pada lintasan asam sikimat, yaitu [[asam quinat]], dan menghasilkan [[asam klorogenat]].<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:145-147. ISBN 979-8591-27-5</ref> | ||
Berikut ini adalah gambar-gambar senyawa asam sinamat dan turunannya | |||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 14: | Baris 15: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+sinamat&oldid=29607145 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29607145 (2026-08-21T02:18:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 09.03

Asam sinamat memiliki rumus kimia C6H5CHCHCOOH atau C9H8O2, berwujud kristal putih, sedikit larut dalam air, dan mempunyai titik leleh 133°C serta titik didih 300°C.AIST:Spectral Database for Organic Compounds,SDBS Asam sinamat termasuk senyawa fenol yang dihasilkan dari lintasan asam sikimat dan reaksi berikutnya.[1] Bahan dasarnya adalah fenilalanin dan tirosin sama seperti asam kafeat, asam p-kumarat, dan asam ferulat.[2] Keempat senyawa tersebut penting bukan karena terdapat melimpah dalam bentuk tak terikat (bebas), melainkan karena mereka diubah menjadi beberapa turunan di samping protein.[3] Turunannya termasuk fitoaleksin, kumarin, lignin, dan berbagai flavonoid seperti antosianin.[4]
Biosintesis
Biosintesis atau pembentukan dari senyawa flavonoid, stilbena, hidroksisinamat (turunan asam sinamat yang mengandung gugus hidroksil atau -OH seperti asam kafeat, asam ferulat, dan asam p-kumarat) dan asam fenol melibatkan jaringan kompleks dari lintasan asam sikimat, fenilpropanoid, dan flavonoid.[5] Reaksi penting dalam pembentukan asam sinamat dan berbagai turunannya adalah pengubahan fenilalanin menjadi asam sinamat melalui proses deaminasi atau pelesan amonia dari fenilalanin untuk membentuk asam sinamat.[6] Reaksi ini dikaalisis oleh enzim fenilalanin amonia liase. Berikutnya asam sinamat diubah menjadi p-kumarat dengan penambahan satu atom oksigen dari O2 dan atom H dari NADPH langsung pada posisi para dari asam sinamat (posisi atom karbon keempat dihitung dari gugus asam sinamat pada cincin benzena).[7] Penambahan lagi gugus hidroksil (OH) lainnya di sebelah gugus OH dari asama p-kumarat dengan reaksi serupa menghasilkan asam kafeat.[8] Penambahan gugus metil (-CH3) dari S-adenosil metionin (SAM) e gugus OH dari asam kafeat menghasilkan asam ferulat.[9] Asam kafeat membentuk ester dengan gugus alkohol dalam asam lainnya yang terbentuk pada lintasan asam sikimat, yaitu asam quinat, dan menghasilkan asam klorogenat.[10]
Berikut ini adalah gambar-gambar senyawa asam sinamat dan turunannya
Lihat pula
Referensi
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:145-147. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:145-147. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:145-147. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:145-147. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet. Oxford: Blackwell Publishing Ltd. Hal: 12-14. 978-1-4051-2509-3
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:145-147. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:145-147. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:145-147. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:145-147. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:145-147. ISBN 979-8591-27-5
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29607145 (2026-08-21T02:18:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.