Lompat ke isi

Asam sipionat: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29346985; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Cypionic_acid.svg|thumb|right|280px|Cypionic acid]]
'''Asam sipionat''', juga dikenal sebagai '''asam siklopentilpropionat''', adalah [[asam karboksilat]] alifatik dengan rumus molekul C<sub>8</sub>H<sub>14</sub>O<sub>2</sub>. [[Garam (kimia)|Garam]] dan [[ester (kimia)|esternya]] dikenal sebagai '''"sipionat"'''.
'''Asam sipionat''', juga dikenal sebagai '''asam siklopentilpropionat''', adalah [[asam karboksilat]] alifatik dengan rumus molekul C<sub>8</sub>H<sub>14</sub>O<sub>2</sub>. [[Garam (kimia)|Garam]] dan [[ester (kimia)|esternya]] dikenal sebagai '''"sipionat"'''.


Penggunaan utama asam sipionat adalah dalam formulasi [[farmasi]]. Asam sipionat digunakan untuk menyiapkan [[bakal obat]] ester yang memiliki [[waktu paruh]] lebih lama dibandingkan senyawa induknya. [[Lipofilitas]] gugus sipionat memungkinkan bakal obat untuk disimpan dalam depot lemak setelah injeksi intramuskular. Gugus ester di[[hidrolisis]] secara perlahan oleh enzim [[metabolisme]], melepaskan dosis bahan aktif secara stabil. Contohnya termasuk [[testosteron sipionat]], [[estradiol sipionat]], [[hidrokortison sipionat]], [[oksabolon sipionat]], dan [[mesterolon sipionat]].
Penggunaan utama asam sipionat adalah dalam formulasi [[farmasi]]. Asam sipionat digunakan untuk menyiapkan [[bakal obat]] ester yang memiliki [[waktu paruh]] lebih lama dibandingkan senyawa induknya. [[Lipofilitas]] gugus sipionat memungkinkan bakal obat untuk disimpan dalam depot lemak setelah injeksi intramuskular.<ref>VJ. Stella, W.N A. Charman and V.H. Naringrekar. ''Prodrugs: Do They Have Advantages in Clinical Practice?''. ''Drugs''. 1985. Vol. 29 (5). hlm. 455–473. doi:10.2165/00003495-198529050-00002.</ref> Gugus ester di[[hidrolisis]] secara perlahan oleh enzim [[metabolisme]], melepaskan dosis bahan aktif secara stabil. Contohnya termasuk [[testosteron sipionat]], [[estradiol sipionat]], [[hidrokortison sipionat]], [[oksabolon sipionat]], dan [[mesterolon sipionat]].
 
==Referensi==


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+sipionat&oldid=29346985 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29346985 (2026-06-15T01:44:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+sipionat&oldid=29346985 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29346985 (2026-06-15T01:44:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 09.14

Cypionic acid

Asam sipionat, juga dikenal sebagai asam siklopentilpropionat, adalah asam karboksilat alifatik dengan rumus molekul C8H14O2. Garam dan esternya dikenal sebagai "sipionat".

Penggunaan utama asam sipionat adalah dalam formulasi farmasi. Asam sipionat digunakan untuk menyiapkan bakal obat ester yang memiliki waktu paruh lebih lama dibandingkan senyawa induknya. Lipofilitas gugus sipionat memungkinkan bakal obat untuk disimpan dalam depot lemak setelah injeksi intramuskular.[1] Gugus ester dihidrolisis secara perlahan oleh enzim metabolisme, melepaskan dosis bahan aktif secara stabil. Contohnya termasuk testosteron sipionat, estradiol sipionat, hidrokortison sipionat, oksabolon sipionat, dan mesterolon sipionat.

Referensi

  1. VJ. Stella, W.N A. Charman and V.H. Naringrekar. Prodrugs: Do They Have Advantages in Clinical Practice?. Drugs. 1985. Vol. 29 (5). hlm. 455–473. doi:10.2165/00003495-198529050-00002.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29346985 (2026-06-15T01:44:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.