Lompat ke isi

Teori asam–basa Lux–Flood: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28676015; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
''' Teori Asam Basa Lux-Flood''' merupakan penghidupan kembali [[teori asam basa]] oksigen yang diusulkan oleh kimiawan Jerman Hermann Lux pada tahun 1939, kemudian dikembangkan oleh Håkon Flood sekitar tahun 1947 dan masih digunakan sampai sekarang pada bidang geokimia modern dan elektrokimia lelehan garam.<br />
''' Teori Asam Basa Lux-Flood''' merupakan penghidupan kembali [[teori asam basa]] oksigen yang diusulkan oleh kimiawan Jerman Hermann Lux<ref>H. Franz, 1966. Solubility of Water Vapor in Alkali Borate Melts. J. Am. Ceram. Soc. 49 (9): 473–477.</ref> pada tahun 1939,<ref>Hermann Lux. 1939. "Säuren" und "Basen" im Schmelzfluss: die Bestimmung. der Sauerstoffionen-Konzentration. Ztschr. Elektrochem 45 (4): 303–309. Translated as: Hermann Lux. 1939. “Acids” and “bases” in a fused salt bath: the determination of oxygen-ion. Journal of Electrochemistry 45 (4): 303–309.</ref> kemudian dikembangkan oleh Håkon Flood sekitar tahun 1947<ref>H. Flood and T. Forland. 1947. The Acidic and Basic Properties of Oxides. Acta Chem. Scand. 1: 592. (doi=10.3891/acta.chem.scand.01-0592.)</ref> dan masih digunakan sampai sekarang pada bidang geokimia modern dan elektrokimia lelehan garam.<br />


== Konsep ==
== Konsep ==
 
Konsep teori asam basa Lux-Flood ditinjau berdasarkan ion oksida (O<sup>2-</sup>). Konsep ini digunakan untuk menerangkan sistem non proton yang tidak dapat dijelaskan dengan definisi asam basa Bronsted-Lowry. Menurut teori ini asam adalah spesi atau zat akseptor ion oksida dan basa adalah spesi atau zat pendonor ion oksida. Oksida diklasifikasikan sebagai asam atau basa berdasarkan lokasinya dalam [[tabel periodik]].<ref>Rayner, Geoff. And Overton, Tina. 2010. ''Descriptive Inorganic Chemistry 5th Edition''. W.H. Freeman and Company: USA</ref> Teori ini biasanya digunakan untuk meramalkan reaksi-reaksi yang berlangsung pada suhu tinggi dan proses pengolahan serta perekayasaan mineral dan logam.<br />
Konsep teori asam basa Lux-Flood ditinjau berdasarkan ion oksida (O<sup>2-</sup>). Konsep ini digunakan untuk menerangkan sistem non proton yang tidak dapat dijelaskan dengan definisi asam basa Bronsted-Lowry. Menurut teori ini asam adalah spesi atau zat akseptor ion oksida dan basa adalah spesi atau zat pendonor ion oksida. Oksida diklasifikasikan sebagai asam atau basa berdasarkan lokasinya dalam [[tabel periodik]]. Teori ini biasanya digunakan untuk meramalkan reaksi-reaksi yang berlangsung pada suhu tinggi dan proses pengolahan serta perekayasaan mineral dan logam.<br />


== Contoh ==
== Contoh ==
Baris 18: Baris 17:


== Kekurangan teori asam basa lux-flood ==
== Kekurangan teori asam basa lux-flood ==
Teori asam basa lux-flood terbatas pada sistem lelehan oksida.
Teori asam basa lux-flood terbatas pada sistem lelehan oksida.


== Kelebihan teori asam basa lux-flood ==
== Kelebihan teori asam basa lux-flood ==
Karakterisasi oksida logam dan non logam menggunakan sistem ini bermanfaat dalam industri pembuatan logam.
Karakterisasi oksida logam dan non logam menggunakan sistem ini bermanfaat dalam industri pembuatan logam.


Baris 32: Baris 28:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teori+asam%E2%80%93basa+Lux%E2%80%93Flood&oldid=28676015 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28676015 (2025-12-08T10:56:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teori+asam%E2%80%93basa+Lux%E2%80%93Flood&oldid=28676015 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28676015 (2025-12-08T10:56:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 09.14

Teori Asam Basa Lux-Flood merupakan penghidupan kembali teori asam basa oksigen yang diusulkan oleh kimiawan Jerman Hermann Lux[1] pada tahun 1939,[2] kemudian dikembangkan oleh Håkon Flood sekitar tahun 1947[3] dan masih digunakan sampai sekarang pada bidang geokimia modern dan elektrokimia lelehan garam.

Konsep

Konsep teori asam basa Lux-Flood ditinjau berdasarkan ion oksida (O2-). Konsep ini digunakan untuk menerangkan sistem non proton yang tidak dapat dijelaskan dengan definisi asam basa Bronsted-Lowry. Menurut teori ini asam adalah spesi atau zat akseptor ion oksida dan basa adalah spesi atau zat pendonor ion oksida. Oksida diklasifikasikan sebagai asam atau basa berdasarkan lokasinya dalam tabel periodik.[4] Teori ini biasanya digunakan untuk meramalkan reaksi-reaksi yang berlangsung pada suhu tinggi dan proses pengolahan serta perekayasaan mineral dan logam.

Contoh

Contoh Persamaan Reaksi Asam-Basa Lux Flood:

1. Reaksi pelelehan anorganik suhu tinggi

CaO + SiO2 → CaSiO3
Basa Asam

Keterangan:

  • CaO = oksida donor
  • SiO2 = oksida akseptor

Kekurangan teori asam basa lux-flood

Teori asam basa lux-flood terbatas pada sistem lelehan oksida.

Kelebihan teori asam basa lux-flood

Karakterisasi oksida logam dan non logam menggunakan sistem ini bermanfaat dalam industri pembuatan logam.

Lihat pula

Referensi

  1. H. Franz, 1966. Solubility of Water Vapor in Alkali Borate Melts. J. Am. Ceram. Soc. 49 (9): 473–477.
  2. Hermann Lux. 1939. "Säuren" und "Basen" im Schmelzfluss: die Bestimmung. der Sauerstoffionen-Konzentration. Ztschr. Elektrochem 45 (4): 303–309. Translated as: Hermann Lux. 1939. “Acids” and “bases” in a fused salt bath: the determination of oxygen-ion. Journal of Electrochemistry 45 (4): 303–309.
  3. H. Flood and T. Forland. 1947. The Acidic and Basic Properties of Oxides. Acta Chem. Scand. 1: 592. (doi=10.3891/acta.chem.scand.01-0592.)
  4. Rayner, Geoff. And Overton, Tina. 2010. Descriptive Inorganic Chemistry 5th Edition. W.H. Freeman and Company: USA

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28676015 (2025-12-08T10:56:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.