Lompat ke isi

Penyulingan uap: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29576226; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Steam_distilation.jpg|thumb|right|280px|Steam distilation]]
'''Penyulingan uap''' adalah [[proses pemisahan]] yang terdiri dari [[penyulingan]] air bersama dengan komponen [[volatilitas (kimia)|volatil]] dan non-volatil lainnya. [[Uap asap]] dari air mendidih membawa uap volatil ke [[kondensor]]; keduanya didinginkan dan kembali ke wujud cair atau padat, sementara residu non-volatil tetap berada di dalam wadah didih.
'''Penyulingan uap''' adalah [[proses pemisahan]] yang terdiri dari [[penyulingan]] air bersama dengan komponen [[volatilitas (kimia)|volatil]] dan non-volatil lainnya. [[Uap asap]] dari air mendidih membawa uap volatil ke [[kondensor]]; keduanya didinginkan dan kembali ke wujud cair atau padat, sementara residu non-volatil tetap berada di dalam wadah didih.


Jika, seperti yang biasa terjadi, volatil tidak bercampur dengan air, mereka akan secara spontan membentuk [[fase benda|fase]] terpisah setelah kondensasi, yang memungkinkan mereka dipisahkan dengan [[dekantasi]] atau dengan [[corong pemisah]].
Jika, seperti yang biasa terjadi, volatil tidak bercampur dengan air, mereka akan secara spontan membentuk [[fase benda|fase]] terpisah setelah kondensasi, yang memungkinkan mereka dipisahkan dengan [[dekantasi]] atau dengan [[corong pemisah]].<ref>H. T. Clarke, Anne W. Davis. ''Quinoline''. ''Organic Syntheses''. 1922. Vol. 2. hlm. 79. doi:10.15227/orgsyn.002.0079.</ref>


Penyulingan uap dapat digunakan ketika [[titik didih]] zat yang akan diekstraksi lebih tinggi daripada air, dan bahan awal tidak dapat dipanaskan hingga suhu tersebut karena [[dekomposisi kimiawi|dekomposisi]] atau reaksi lain yang tidak diinginkan. Penyulingan uap juga dapat berguna ketika jumlah zat yang diinginkan lebih sedikit dibandingkan dengan residu non-volatil. Penyulingan uap sering digunakan untuk memisahkan [[minyak asiri|minyak atsiri]] volatil dari bahan tumbuhan. Misalnya, untuk mengekstrak [[limonena]] (titik didih 176&nbsp;°C) dari kulit jeruk.
Penyulingan uap dapat digunakan ketika [[titik didih]] zat yang akan diekstraksi lebih tinggi daripada air, dan bahan awal tidak dapat dipanaskan hingga suhu tersebut karena [[dekomposisi kimiawi|dekomposisi]] atau reaksi lain yang tidak diinginkan. Penyulingan uap juga dapat berguna ketika jumlah zat yang diinginkan lebih sedikit dibandingkan dengan residu non-volatil. Penyulingan uap sering digunakan untuk memisahkan [[minyak asiri|minyak atsiri]] volatil dari bahan tumbuhan.<ref>Karl-Georg Fahlbusch. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. 2003. doi:10.1002/14356007.a11_141. ISBN 3-527-30673-0.</ref> Misalnya, untuk mengekstrak [[limonena]] (titik didih 176&nbsp;°C) dari kulit jeruk.


Penyulingan uap dulunya merupakan metode laboratorium yang populer untuk pemurnian senyawa organik, tetapi dalam banyak penggunaannya telah digantikan oleh penyulingan vakum dan [[ekstraksi fluida superkritis]]. Namun, penyulingan uap jauh lebih sederhana dan ekonomis daripada alternatif-alternatif tersebut, dan tetap penting di sektor industri tertentu.
Penyulingan uap dulunya merupakan metode laboratorium yang populer untuk pemurnian senyawa organik, tetapi dalam banyak penggunaannya telah digantikan oleh penyulingan vakum dan [[ekstraksi fluida superkritis]]. Namun, penyulingan uap jauh lebih sederhana dan ekonomis daripada alternatif-alternatif tersebut, dan tetap penting di sektor industri tertentu.<ref>Zeki Berk (2018): ''Food Process Engineering and Technology'', 3rd edition. 742 pages.</ref>


Dalam bentuk yang paling sederhana, penyulingan air atau hidrodistilasi, air dicampur dengan bahan awal dalam wadah pendidih. Dalam penyulingan uap langsung, bahan awal digantung di atas air dalam labu didih, ditopang oleh jaring logam atau saringan berlubang. Dalam penyulingan uap kering, uap dari [[pendidih]] dipaksa mengalir melalui bahan awal dalam wadah terpisah. Varian terakhir memungkinkan uap dipanaskan di atas titik didih air (sehingga menjadi uap super panas), untuk ekstraksi yang lebih efisien.
Dalam bentuk yang paling sederhana, penyulingan air atau hidrodistilasi, air dicampur dengan bahan awal dalam wadah pendidih. Dalam penyulingan uap langsung, bahan awal digantung di atas air dalam labu didih, ditopang oleh jaring logam atau saringan berlubang. Dalam penyulingan uap kering, uap dari [[pendidih]] dipaksa mengalir melalui bahan awal dalam wadah terpisah. Varian terakhir memungkinkan uap dipanaskan di atas titik didih air (sehingga menjadi uap super panas), untuk ekstraksi yang lebih efisien.<ref>Manuel G. Cerpa, Rafael B. Mato, María José Cocero, Roberta Ceriani, Antonio J. A. Meirelle, Juliana M. Prado, Patrícia F. Leal, Thais M. Takeuchi, and M. Angela A. Meireles (2008): "[https://books.google.com/books?id=hbHa32_IYLIC&pg=PA9 Steam distillation applied to the food industry]". Chapter 2 of ''Extracting Bioactive Compounds for Food Products: Theory and Applications'', pages 9–75.</ref>


==Sejarah==
==Sejarah==
 
Penyulingan uap digunakan dalam banyak resep yang terdapat dalam ''Kitāb al-Taraffuq fī al-ʿiṭr'' ("Kitab Kelembutan Parfum"), yang juga dikenal sebagai ''Kitāb Kīmiyāʾ al-ʿiṭr wa-l-taṣʿīdāt'' ("Kitab Kimia Parfum dan Penyulingan"), yang dikaitkan dengan filsuf Arab awal [[Al-Kindi]] (sekitar 801–873).<ref>Joseph Needham. [https://books.google.com/books?id=xrNDwP0pS8sC&pg=PA128 Science and Civilisation in China. Volume 5: Chemistry and Chemical Technology. Part IV: Spagyrical Discovery and Invention: Apparatus, Theories and Gifts]. Cambridge University Press. 1980. ISBN 9780521085731. p. 128, note h (cf. the reservations on the authenticity of the work in ). Translation of some of the recipes as quoted in the 14th-century cookbook : Nawal Nasrallah. [https://books.google.com/books?id=fIJ1DwAAQBAJ&pg=PA425 Treasure Trove of Benefits and Variety at the Table: A Fourteenth-Century Egyptian Cookbook. English Translation, with an Introduction and Glossary]. Brill. 2017. Vol. 148. doi:10.1163/9789004349919. ISBN 978-90-04-34729-8. pp. 425–430.</ref> Penyulingan uap juga digunakan oleh filsuf dan dokter Persia [[Ibnu Sina]] (980–1037) untuk menghasilkan [[minyak atsiri]] dengan menambahkan air ke kelopak mawar dan menyuling campuran tersebut.<ref>Randolph Norris Shreve. [https://books.google.com/books?id=aMtTAAAAMAAJ Chemical Process Industries]. McGraw-Hill. 1977. ISBN 978-0-07-057145-7. Dr Josh Axe. [https://books.google.com/books?id=7kBUEAAAQBAJ&dq=avicenna+steam+distillation+essential+oil&pg=PT19 The Chemistry of Essential Oils]. Destiny Image Publishers. 2020-06-01. ISBN 978-0-7684-5702-5.</ref> Proses ini juga digunakan oleh al-Dimashqi (1256–1327) untuk memproduksi [[air mawar]] dalam skala besar.<ref>Donald R. Hill. [https://books.google.com/books?id=96UxEAAAQBAJ&pg=PA87 Islamic Science and Engineering]. Edinburgh University Press. 1993. ISBN 9781474469135. p. 85–87.</ref>
Penyulingan uap digunakan dalam banyak resep yang terdapat dalam ''Kitāb al-Taraffuq fī al-ʿiṭr'' ("Kitab Kelembutan Parfum"), yang juga dikenal sebagai ''Kitāb Kīmiyāʾ al-ʿiṭr wa-l-taṣʿīdāt'' ("Kitab Kimia Parfum dan Penyulingan"), yang dikaitkan dengan filsuf Arab awal [[Al-Kindi]] (sekitar 801–873). Penyulingan uap juga digunakan oleh filsuf dan dokter Persia [[Ibnu Sina]] (980–1037) untuk menghasilkan [[minyak atsiri]] dengan menambahkan air ke kelopak mawar dan menyuling campuran tersebut. Proses ini juga digunakan oleh al-Dimashqi (1256–1327) untuk memproduksi [[air mawar]] dalam skala besar.


==Prinsip==
==Prinsip==
Baris 22: Baris 23:
Zat yang diinginkan tidak harus berupa air yang dapat bercampur atau larut di dalamnya. Cukuplah jika air memiliki tekanan uap yang signifikan pada suhu uap tersebut.
Zat yang diinginkan tidak harus berupa air yang dapat bercampur atau larut di dalamnya. Cukuplah jika air memiliki tekanan uap yang signifikan pada suhu uap tersebut.


Jika air membentuk azeotrop dengan zat yang diinginkan, titik didih campuran tersebut mungkin lebih rendah daripada titik didih air. Misalnya, [[bromobenzena]] mendidih pada suhu 156 °C (pada tekanan atmosfer normal), tetapi campuran dengan air mendidih pada suhu 95 °C. Namun, pembentukan [[azeotrop]] tidak diperlukan agar penyulingan uap dapat berfungsi.
Jika air membentuk azeotrop dengan zat yang diinginkan, titik didih campuran tersebut mungkin lebih rendah daripada titik didih air. Misalnya, [[bromobenzena]] mendidih pada suhu 156 °C (pada tekanan atmosfer normal), tetapi campuran dengan air mendidih pada suhu 95 °C.<ref>Martin's Physical Pharmacy & Pharmaceutical sciences, fifth edition, , Lippincott williams & wilkins</ref> Namun, pembentukan [[azeotrop]] tidak diperlukan agar penyulingan uap dapat berfungsi.


==Aplikasi==
==Aplikasi==
Penyulingan uap sering digunakan dalam isolasi minyak atsiri, misalnya untuk [[parfum]]. Dalam metode ini, uap dialirkan melalui bahan tumbuhan yang mengandung minyak yang diinginkan. [[Minyak eukaliptus]], minyak [[kapur barus|kamfer]], dan [[minyak jeruk]] diperoleh dengan metode ini dalam skala industri.<ref>Karl-Georg Fahlbusch. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. 2003. doi:10.1002/14356007.a11_141. ISBN 3-527-30673-0.</ref> Penyulingan uap adalah cara untuk memurnikan [[asam lemak]], misalnya dari minyak tall.<ref>M.M. Chakrabarty. [https://books.google.com/books?id=zIq9UBNQOskC&pg=PA12 Chemistry and Technology of Oils & Fats]. Allied Publishers. 9 November 2003. hlm. 12–. ISBN 978-81-7764-495-1.</ref>


Penyulingan uap sering digunakan dalam isolasi minyak atsiri, misalnya untuk [[parfum]]. Dalam metode ini, uap dialirkan melalui bahan tumbuhan yang mengandung minyak yang diinginkan. [[Minyak eukaliptus]], minyak [[kapur barus|kamfer]], dan [[minyak jeruk]] diperoleh dengan metode ini dalam skala industri. Penyulingan uap adalah cara untuk memurnikan [[asam lemak]], misalnya dari minyak tall.
Penyulingan uap terkadang digunakan di [[laboratorium]] kimia. Sebagai ilustrasi, terdapat preparasi bromobifenil klasik di mana penyulingan uap digunakan untuk menghilangkan kelebihan [[benzena]] terlebih dahulu dan kemudian memurnikan produk brominasi.<ref>M. Gomberg and W. E. Bachmann. ''''p''-Bromobiphenyl''. ''Organic Syntheses''. 1928. Vol. 8. hlm. 42. doi:10.15227/orgsyn.008.0042.</ref> Dalam satu persiapan benzofenon, uap digunakan untuk pertama-tama memulihkan [[karbon tetraklorida]] yang tidak bereaksi dan kemudian menghidrolisis benzofenon diklorida menjadi benzofenon, yang sebenarnya tidak disuling dengan uap.<ref>C. S. Marvel, W. M. Sperry. ''Benzophenone''. ''Organic Syntheses''. 1928. Vol. 8. hlm. 26. doi:10.15227/orgsyn.008.0026.</ref> Dalam satu persiapan [[purina|purin]], penyulingan uap digunakan untuk menghilangkan [[benzaldehida]] yang mudah menguap dari produk yang tidak mudah menguap.<ref>W. Klötzer, J. Stadlwieser, J. Raneburger. [https://archive.org/details/sim_organic-syntheses_1986_64/page/96 Electrophilic N-Amination of Imide Sodium Salts with O-Diphenylphosphinylhydroxylamine (DPH): 7-Aminotheophylline]. ''Organic Syntheses''. 1986. Vol. 64. hlm. 96. doi:10.15227/orgsyn.064.0096.</ref>
 
Penyulingan uap terkadang digunakan di [[laboratorium]] kimia. Sebagai ilustrasi, terdapat preparasi bromobifenil klasik di mana penyulingan uap digunakan untuk menghilangkan kelebihan [[benzena]] terlebih dahulu dan kemudian memurnikan produk brominasi. Dalam satu persiapan benzofenon, uap digunakan untuk pertama-tama memulihkan [[karbon tetraklorida]] yang tidak bereaksi dan kemudian menghidrolisis benzofenon diklorida menjadi benzofenon, yang sebenarnya tidak disuling dengan uap. Dalam satu persiapan [[purina|purin]], penyulingan uap digunakan untuk menghilangkan [[benzaldehida]] yang mudah menguap dari produk yang tidak mudah menguap.


==Peralatan==
==Peralatan==
Pada skala laboratorium, penyulingan uap dilakukan menggunakan uap yang dihasilkan di luar sistem dan dialirkan melalui campuran yang akan dimurnikan.<ref>Kenneth B. Wiberg. [https://archive.org/details/laboratorytechni0000kenn Laboratory Technique in Organic Chemistry]. McGraw-Hill. 1960. ISBN 0070700958.</ref><ref>H. T. Clarke, Anne W. Davis. ''Quinoline''. ''Organic Syntheses''. 1922. Vol. 2. hlm. 79. doi:10.15227/orgsyn.002.0079.</ref> Uap juga dapat dihasilkan secara ''in-situ'' menggunakan alat tipe Clevenger.<ref>Walton & Brown, Chemicals From Plants, Imperial College Press, 1999.</ref>


Pada skala laboratorium, penyulingan uap dilakukan menggunakan uap yang dihasilkan di luar sistem dan dialirkan melalui campuran yang akan dimurnikan. Uap juga dapat dihasilkan secara ''in-situ'' menggunakan alat tipe Clevenger.
Alat Likens-Nickerson melakukan penyulingan dan [[ekstraksi]] uap secara bersamaan. Alat ini biasanya digunakan untuk mengisolasi [[senyawa organik]] target untuk analisis lebih lanjut.<ref>Mohammad H. Eikani. [https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/ffj.1482 Recovery of water-soluble constituents of rose oil using simultaneous distillation–extraction]. ''Flavour and Fragrance Journal''. 2005. Vol. 20 (6). hlm. 555–558. doi:10.1002/ffj.1482.</ref>
 
Alat Likens-Nickerson melakukan penyulingan dan [[ekstraksi]] uap secara bersamaan. Alat ini biasanya digunakan untuk mengisolasi [[senyawa organik]] target untuk analisis lebih lanjut.


==Lihat pula==
==Lihat pula==
Baris 41: Baris 40:
*[[Pelat teoretis]]
*[[Pelat teoretis]]


==Referensi==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penyulingan+uap&oldid=29576226 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29576226 (2026-08-14T09:50:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penyulingan+uap&oldid=29576226 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29576226 (2026-08-14T09:50:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 13.57

Steam distilation

Penyulingan uap adalah proses pemisahan yang terdiri dari penyulingan air bersama dengan komponen volatil dan non-volatil lainnya. Uap asap dari air mendidih membawa uap volatil ke kondensor; keduanya didinginkan dan kembali ke wujud cair atau padat, sementara residu non-volatil tetap berada di dalam wadah didih.

Jika, seperti yang biasa terjadi, volatil tidak bercampur dengan air, mereka akan secara spontan membentuk fase terpisah setelah kondensasi, yang memungkinkan mereka dipisahkan dengan dekantasi atau dengan corong pemisah.[1]

Penyulingan uap dapat digunakan ketika titik didih zat yang akan diekstraksi lebih tinggi daripada air, dan bahan awal tidak dapat dipanaskan hingga suhu tersebut karena dekomposisi atau reaksi lain yang tidak diinginkan. Penyulingan uap juga dapat berguna ketika jumlah zat yang diinginkan lebih sedikit dibandingkan dengan residu non-volatil. Penyulingan uap sering digunakan untuk memisahkan minyak atsiri volatil dari bahan tumbuhan.[2] Misalnya, untuk mengekstrak limonena (titik didih 176 °C) dari kulit jeruk.

Penyulingan uap dulunya merupakan metode laboratorium yang populer untuk pemurnian senyawa organik, tetapi dalam banyak penggunaannya telah digantikan oleh penyulingan vakum dan ekstraksi fluida superkritis. Namun, penyulingan uap jauh lebih sederhana dan ekonomis daripada alternatif-alternatif tersebut, dan tetap penting di sektor industri tertentu.[3]

Dalam bentuk yang paling sederhana, penyulingan air atau hidrodistilasi, air dicampur dengan bahan awal dalam wadah pendidih. Dalam penyulingan uap langsung, bahan awal digantung di atas air dalam labu didih, ditopang oleh jaring logam atau saringan berlubang. Dalam penyulingan uap kering, uap dari pendidih dipaksa mengalir melalui bahan awal dalam wadah terpisah. Varian terakhir memungkinkan uap dipanaskan di atas titik didih air (sehingga menjadi uap super panas), untuk ekstraksi yang lebih efisien.[4]

Sejarah

Penyulingan uap digunakan dalam banyak resep yang terdapat dalam Kitāb al-Taraffuq fī al-ʿiṭr ("Kitab Kelembutan Parfum"), yang juga dikenal sebagai Kitāb Kīmiyāʾ al-ʿiṭr wa-l-taṣʿīdāt ("Kitab Kimia Parfum dan Penyulingan"), yang dikaitkan dengan filsuf Arab awal Al-Kindi (sekitar 801–873).[5] Penyulingan uap juga digunakan oleh filsuf dan dokter Persia Ibnu Sina (980–1037) untuk menghasilkan minyak atsiri dengan menambahkan air ke kelopak mawar dan menyuling campuran tersebut.[6] Proses ini juga digunakan oleh al-Dimashqi (1256–1327) untuk memproduksi air mawar dalam skala besar.[7]

Prinsip

Setiap zat memiliki tekanan uap bahkan di bawah titik didihnya, sehingga secara teori zat tersebut dapat disuling pada suhu berapa pun dengan mengumpulkan dan mengembunkan uapnya. Namun, penyulingan biasa di bawah titik didih tidak praktis karena lapisan udara yang kaya uap akan terbentuk di atas cairan, dan penguapan akan berhenti segera setelah tekanan parsial uap di lapisan tersebut mencapai tekanan uap. Uap kemudian akan mengalir ke kondensor hanya melalui difusi, yang merupakan proses yang sangat lambat.

Penyulingan sederhana umumnya dilakukan dengan merebus bahan awal, karena setelah tekanan uapnya melebihi tekanan atmosfer lapisan udara yang masih kaya uap tersebut akan terganggu, dan akan ada aliran uap yang signifikan dan stabil dari labu didih ke kondensor.

Dalam penyulingan uap, aliran positif tersebut disediakan oleh uap dari air mendidih, alih-alih oleh pendidihan zat yang diinginkan. Uap tersebut membawa serta uap dari zat yang diinginkan.

Zat yang diinginkan tidak harus berupa air yang dapat bercampur atau larut di dalamnya. Cukuplah jika air memiliki tekanan uap yang signifikan pada suhu uap tersebut.

Jika air membentuk azeotrop dengan zat yang diinginkan, titik didih campuran tersebut mungkin lebih rendah daripada titik didih air. Misalnya, bromobenzena mendidih pada suhu 156 °C (pada tekanan atmosfer normal), tetapi campuran dengan air mendidih pada suhu 95 °C.[8] Namun, pembentukan azeotrop tidak diperlukan agar penyulingan uap dapat berfungsi.

Aplikasi

Penyulingan uap sering digunakan dalam isolasi minyak atsiri, misalnya untuk parfum. Dalam metode ini, uap dialirkan melalui bahan tumbuhan yang mengandung minyak yang diinginkan. Minyak eukaliptus, minyak kamfer, dan minyak jeruk diperoleh dengan metode ini dalam skala industri.[9] Penyulingan uap adalah cara untuk memurnikan asam lemak, misalnya dari minyak tall.[10]

Penyulingan uap terkadang digunakan di laboratorium kimia. Sebagai ilustrasi, terdapat preparasi bromobifenil klasik di mana penyulingan uap digunakan untuk menghilangkan kelebihan benzena terlebih dahulu dan kemudian memurnikan produk brominasi.[11] Dalam satu persiapan benzofenon, uap digunakan untuk pertama-tama memulihkan karbon tetraklorida yang tidak bereaksi dan kemudian menghidrolisis benzofenon diklorida menjadi benzofenon, yang sebenarnya tidak disuling dengan uap.[12] Dalam satu persiapan purin, penyulingan uap digunakan untuk menghilangkan benzaldehida yang mudah menguap dari produk yang tidak mudah menguap.[13]

Peralatan

Pada skala laboratorium, penyulingan uap dilakukan menggunakan uap yang dihasilkan di luar sistem dan dialirkan melalui campuran yang akan dimurnikan.[14][15] Uap juga dapat dihasilkan secara in-situ menggunakan alat tipe Clevenger.[16]

Alat Likens-Nickerson melakukan penyulingan dan ekstraksi uap secara bersamaan. Alat ini biasanya digunakan untuk mengisolasi senyawa organik target untuk analisis lebih lanjut.[17]

Lihat pula

Referensi

  1. H. T. Clarke, Anne W. Davis. Quinoline. Organic Syntheses. 1922. Vol. 2. hlm. 79. doi:10.15227/orgsyn.002.0079.
  2. Karl-Georg Fahlbusch. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. 2003. doi:10.1002/14356007.a11_141. ISBN 3-527-30673-0.
  3. Zeki Berk (2018): Food Process Engineering and Technology, 3rd edition. 742 pages.
  4. Manuel G. Cerpa, Rafael B. Mato, María José Cocero, Roberta Ceriani, Antonio J. A. Meirelle, Juliana M. Prado, Patrícia F. Leal, Thais M. Takeuchi, and M. Angela A. Meireles (2008): "Steam distillation applied to the food industry". Chapter 2 of Extracting Bioactive Compounds for Food Products: Theory and Applications, pages 9–75.
  5. Joseph Needham. Science and Civilisation in China. Volume 5: Chemistry and Chemical Technology. Part IV: Spagyrical Discovery and Invention: Apparatus, Theories and Gifts. Cambridge University Press. 1980. ISBN 9780521085731. p. 128, note h (cf. the reservations on the authenticity of the work in ). Translation of some of the recipes as quoted in the 14th-century cookbook : Nawal Nasrallah. Treasure Trove of Benefits and Variety at the Table: A Fourteenth-Century Egyptian Cookbook. English Translation, with an Introduction and Glossary. Brill. 2017. Vol. 148. doi:10.1163/9789004349919. ISBN 978-90-04-34729-8. pp. 425–430.
  6. Randolph Norris Shreve. Chemical Process Industries. McGraw-Hill. 1977. ISBN 978-0-07-057145-7. Dr Josh Axe. The Chemistry of Essential Oils. Destiny Image Publishers. 2020-06-01. ISBN 978-0-7684-5702-5.
  7. Donald R. Hill. Islamic Science and Engineering. Edinburgh University Press. 1993. ISBN 9781474469135. p. 85–87.
  8. Martin's Physical Pharmacy & Pharmaceutical sciences, fifth edition, , Lippincott williams & wilkins
  9. Karl-Georg Fahlbusch. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. 2003. doi:10.1002/14356007.a11_141. ISBN 3-527-30673-0.
  10. M.M. Chakrabarty. Chemistry and Technology of Oils & Fats. Allied Publishers. 9 November 2003. hlm. 12–. ISBN 978-81-7764-495-1.
  11. M. Gomberg and W. E. Bachmann. 'p-Bromobiphenyl. Organic Syntheses. 1928. Vol. 8. hlm. 42. doi:10.15227/orgsyn.008.0042.
  12. C. S. Marvel, W. M. Sperry. Benzophenone. Organic Syntheses. 1928. Vol. 8. hlm. 26. doi:10.15227/orgsyn.008.0026.
  13. W. Klötzer, J. Stadlwieser, J. Raneburger. Electrophilic N-Amination of Imide Sodium Salts with O-Diphenylphosphinylhydroxylamine (DPH): 7-Aminotheophylline. Organic Syntheses. 1986. Vol. 64. hlm. 96. doi:10.15227/orgsyn.064.0096.
  14. Kenneth B. Wiberg. Laboratory Technique in Organic Chemistry. McGraw-Hill. 1960. ISBN 0070700958.
  15. H. T. Clarke, Anne W. Davis. Quinoline. Organic Syntheses. 1922. Vol. 2. hlm. 79. doi:10.15227/orgsyn.002.0079.
  16. Walton & Brown, Chemicals From Plants, Imperial College Press, 1999.
  17. Mohammad H. Eikani. Recovery of water-soluble constituents of rose oil using simultaneous distillation–extraction. Flavour and Fragrance Journal. 2005. Vol. 20 (6). hlm. 555–558. doi:10.1002/ffj.1482.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29576226 (2026-08-14T09:50:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.