Lompat ke isi

Iodin dioksida: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27519895; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Iodin dioksida''' adalah sebuah [[senyawa anorganik]] dari [[iodin]] dan [[oksigen]] dengan [[rumus kimia]] . Hanya stabil sebagai gas encer, senyawa ini merupakan salah satu dari banyak [[oksida iodin]], dan "iodin dioksida" terkadang digunakan untuk menggambarkan [[dimer]] formalnya, garam [[diiodin tetroksida]] (I<sub>2</sub>O<sub>4</sub>, [IO]<sup>+</sup>[IO<sub>3</sub>]<sup>&minus;</sup>).
[[File:Iodine-dioxide-3D-vdW.png|thumb|right|280px|Iodine-dioxide-3D-vdW]]


Senyawa ini terbentuk, dalam jumlah [[Notasi bagian per#Bagian per triliun|bagian per triliun]], di lapisan batas laut dan diyakini memediasi nukleasi partikulat di dalamnya. Iodin, yang berasal dari [[diiodometana]] alga, mengalami [[Foto-oksidasi polimer|fotooksidasi]] menjadi [[iodin monoksida]], yang kemudian ter[[dismutasi|disproporsionasi]] menjadi atom iodin bebas dan iodin dioksida. Pada konsentrasi yang cukup tinggi, partikel-partikel tersebut kemudian bergabung membentuk butiran kecil diiodin tetroksida.
'''Iodin dioksida''' adalah sebuah [[senyawa anorganik]] dari [[iodin]] dan [[oksigen]] dengan [[rumus kimia]] .<ref>Carl Yaws. [https://books.google.com/books?id=GutDBAAAQBAJ&dq=iodine+dioxide+IO2&pg=PA718 The Yaws Handbook of Physical Properties for Hydrocarbons and Chemicals: Physical Properties for More Than 54,000 Organic and Inorganic Chemical Compounds, Coverage for C1 to C100 Organics and Ac to Zr Inorganics]. Gulf Professional Publishing. 6 Januari 2015. hlm. 718. ISBN 978-0-12-801146-1.</ref><ref>William M. Haynes. [https://books.google.com/books?id=c1rNBQAAQBAJ&dq=iodine+dioxide+IO2&pg=SA2-PA17 CRC Handbook of Chemistry and Physics]. CRC Press. 19 April 2016. hlm. 2-17. ISBN 978-1-4398-8050-0.</ref> Hanya stabil sebagai gas encer,<ref>Thorsten Hoffmann. [https://authors.library.caltech.edu/50961/1/grl14261.pdf Iodine oxide homogeneous nucleation: An explanation for coastal new particle production]. ''Geophysical Research Letters''. 15 Mei 2001. Vol. 28 (10). hlm. 1949–1952. doi:10.1029/2000GL012399.</ref> senyawa ini merupakan salah satu dari banyak [[oksida iodin]],<ref>Anil Kumar De. [https://books.google.com/books?id=PpTi_JAx7PgC&dq=iodine+dioxide+IO2&pg=PA584 A Textbook Of Inorganic Chemistry]. New Age International. 2007. hlm. 584. ISBN 978-81-224-1384-7.</ref><ref>Lytle Raymond Parks. [https://books.google.com/books?id=ftJTuxEUISgC&q=iodine+dioxide+IO2 Systematic College Chemistry]. Blakiston Company. 1952. hlm. 304.</ref> dan "iodin dioksida" terkadang digunakan untuk menggambarkan [[dimer]] formalnya, garam [[diiodin tetroksida]] (I<sub>2</sub>O<sub>4</sub>, [IO]<sup>+</sup>[IO<sub>3</sub>]<sup>&minus;</sup>).


==Referensi==
Senyawa ini terbentuk, dalam jumlah [[Notasi bagian per#Bagian per triliun|bagian per triliun]],<ref>A. Saiz-Lopez. ''Iodine chemistry in the troposphere and its effect on ozone''. ''Atmospheric Chemistry and Physics''. 10 Desember 2014. Vol. 14 (23). hlm. 13119–13143. doi:10.5194/acp-14-13119-2014.</ref> di lapisan batas laut dan diyakini memediasi nukleasi partikulat di dalamnya. Iodin, yang berasal dari [[diiodometana]] alga, mengalami [[Foto-oksidasi polimer|fotooksidasi]] menjadi [[iodin monoksida]], yang kemudian ter[[dismutasi|disproporsionasi]] menjadi atom iodin bebas dan iodin dioksida. Pada konsentrasi yang cukup tinggi, partikel-partikel tersebut kemudian bergabung membentuk butiran kecil diiodin tetroksida.<ref>Thorsten Hoffmann. [https://authors.library.caltech.edu/50961/1/grl14261.pdf Iodine oxide homogeneous nucleation: An explanation for coastal new particle production]. ''Geophysical Research Letters''. 15 Mei 2001. Vol. 28 (10). hlm. 1949–1952. doi:10.1029/2000GL012399.</ref><ref>R. A. Cox. [http://pure-oai.bham.ac.uk/ws/files/11849889/Cox_OIO_and_the_Atmospheric_Cycle_of_Iodine_GRL_1999.pdf OIO and the atmospheric cycle of iodine]. ''Geophysical Research Letters''. 1 Juli 1999. Vol. 26 (13). hlm. 1857–1860. doi:10.1029/1999GL900439.</ref>


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iodin+dioksida&oldid=27519895 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27519895 (2025-07-10T00:10:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iodin+dioksida&oldid=27519895 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27519895 (2025-07-10T00:10:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.01

Iodine-dioxide-3D-vdW

Iodin dioksida adalah sebuah senyawa anorganik dari iodin dan oksigen dengan rumus kimia .[1][2] Hanya stabil sebagai gas encer,[3] senyawa ini merupakan salah satu dari banyak oksida iodin,[4][5] dan "iodin dioksida" terkadang digunakan untuk menggambarkan dimer formalnya, garam diiodin tetroksida (I2O4, [IO]+[IO3]).

Senyawa ini terbentuk, dalam jumlah bagian per triliun,[6] di lapisan batas laut dan diyakini memediasi nukleasi partikulat di dalamnya. Iodin, yang berasal dari diiodometana alga, mengalami fotooksidasi menjadi iodin monoksida, yang kemudian terdisproporsionasi menjadi atom iodin bebas dan iodin dioksida. Pada konsentrasi yang cukup tinggi, partikel-partikel tersebut kemudian bergabung membentuk butiran kecil diiodin tetroksida.[7][8]

Referensi

  1. Carl Yaws. The Yaws Handbook of Physical Properties for Hydrocarbons and Chemicals: Physical Properties for More Than 54,000 Organic and Inorganic Chemical Compounds, Coverage for C1 to C100 Organics and Ac to Zr Inorganics. Gulf Professional Publishing. 6 Januari 2015. hlm. 718. ISBN 978-0-12-801146-1.
  2. William M. Haynes. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 19 April 2016. hlm. 2-17. ISBN 978-1-4398-8050-0.
  3. Thorsten Hoffmann. Iodine oxide homogeneous nucleation: An explanation for coastal new particle production. Geophysical Research Letters. 15 Mei 2001. Vol. 28 (10). hlm. 1949–1952. doi:10.1029/2000GL012399.
  4. Anil Kumar De. A Textbook Of Inorganic Chemistry. New Age International. 2007. hlm. 584. ISBN 978-81-224-1384-7.
  5. Lytle Raymond Parks. Systematic College Chemistry. Blakiston Company. 1952. hlm. 304.
  6. A. Saiz-Lopez. Iodine chemistry in the troposphere and its effect on ozone. Atmospheric Chemistry and Physics. 10 Desember 2014. Vol. 14 (23). hlm. 13119–13143. doi:10.5194/acp-14-13119-2014.
  7. Thorsten Hoffmann. Iodine oxide homogeneous nucleation: An explanation for coastal new particle production. Geophysical Research Letters. 15 Mei 2001. Vol. 28 (10). hlm. 1949–1952. doi:10.1029/2000GL012399.
  8. R. A. Cox. OIO and the atmospheric cycle of iodine. Geophysical Research Letters. 1 Juli 1999. Vol. 26 (13). hlm. 1857–1860. doi:10.1029/1999GL900439.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27519895 (2025-07-10T00:10:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.