Lompat ke isi

Hipertiroidisme: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28016493; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Hipertiroidisme''' adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mengacu pada [[simtoma]] hiperaktif dari [[jaringan]] [[kelenjar tiroid]] yang menyebabkan terjadinya sintesis dan [[sekresi]] berlebih [[hormon tiroid]].
'''Hipertiroidisme''' adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mengacu pada [[simtoma]] hiperaktif dari [[jaringan]] [[kelenjar tiroid]] yang menyebabkan terjadinya sintesis dan [[sekresi]] berlebih [[hormon tiroid]].


Pada jantung, penderita hipertiroidisme umumnya mengalami peningkatan laju istirahat denyut, peningkatan kontraksi bilik ventrikular kiri, yang menyebabkan penurunan [[tekanan diastolik]] dan mengalami peningkatan [[tekanan sistolik]]. Oleh karena terjadi penurunan [[serum darah|serum]] [[kolesterol]], penderita menjadi lebih rentan terhadap gangguan ritme jantung, terutama disebabkan oleh [[fibrilasi atrial]].
Pada jantung, penderita hipertiroidisme umumnya mengalami peningkatan laju istirahat denyut, peningkatan kontraksi bilik ventrikular kiri, yang menyebabkan penurunan [[tekanan diastolik]] dan mengalami peningkatan [[tekanan sistolik]].<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2820686 The role of thyroid hormone nuclear receptors in the heart: evidence from pharmacological approaches]. ''Department of Endocrinology and Metabolism, Academic Medical Center, University of Amsterdam; Wilmar M. Wiersinga''.</ref> Oleh karena terjadi penurunan [[serum darah|serum]] [[kolesterol]], penderita menjadi lebih rentan terhadap gangguan ritme jantung, terutama disebabkan oleh [[fibrilasi atrial]].


Tahap lanjutan hipertiroidisme akan menyebabkan [[tirotoksikosis]], dan modulasi [[sitokina]] osteotrofik, seperti [[interleukin-1|IL-1]], [[interleukin-6|IL-6]], [[interleukin-8|IL-8]] dan [[faktor nekrosis tumor-alfa|TNF-α]].
Tahap lanjutan hipertiroidisme akan menyebabkan [[tirotoksikosis]], dan modulasi [[sitokina]] osteotrofik, seperti [[interleukin-1|IL-1]], [[interleukin-6|IL-6]], [[interleukin-8|IL-8]] dan [[faktor nekrosis tumor-alfa|TNF-α]].<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12722837 Proinflammatory cytokine levels in hyperthyroidism]. ''Department of Immunology, Medical School of Adnan Menderes University; Senturk T, Kozaci LD, Kok F, Kadikoylu G, Bolaman Z''.</ref>


Beberapa penyebab dari hipertiroidisme, antara lain, asupan iodina/[[hormon tiroid]] yang berlebih, rendahnya [[plasma darah|plasma]] [[Selenium]], [[penyakit Graves]], hiperplasia pada kelenjar tiroid atau [[hipofisis]], [[radang]] [[tiroiditis|tiroid]], [[tumor]] pada [[testis]] atau [[ovarium]].
Beberapa penyebab dari hipertiroidisme, antara lain,<ref>[http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000356.htm Hyperthyroidism]. ''Medline Plus''.</ref> asupan iodina/[[hormon tiroid]] yang berlebih, rendahnya [[plasma darah|plasma]] [[Selenium]],<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2266752 The role of selenium, vitamin C, and zinc in benign thyroid diseases and of selenium in malignant thyroid diseases: Low selenium levels are found in subacute and silent thyroiditis and in papillary and follicular carcinoma]. ''WOMED, Clinical Department of Nuclear Medicine, Clinical Department of Pediatrics, Biocenter, Division of Clinical Biochemistry, Medical University of Innsbruck; Roy Moncayo, Alexander Kroiss, Manfred Oberwinkler, Fatih Karakolcu, Matthias Starzinger, Klaus Kapelari, Heribert Talasz, dan Helga Moncayo''.</ref> [[penyakit Graves]], hiperplasia pada kelenjar tiroid atau [[hipofisis]], [[radang]] [[tiroiditis|tiroid]], [[tumor]] pada [[testis]] atau [[ovarium]].


Beberapa komplikasi yang disebabkan hipertiroidisme antara lain, [[fibrilasi atrial|AF]].
Beberapa komplikasi yang disebabkan hipertiroidisme antara lain, [[fibrilasi atrial|AF]].
Baris 11: Baris 11:
== Pengobatan ==
== Pengobatan ==
Hipertiroidisme lebih sukar disembuhkan daripada [[hipotiroidisme]]. Terlalu aktifnya kelenjar tiroid akan menyebabkan terlalu aktifnya [[metabolisme]] yang dapat menyebabkan rusaknya jantung, hati, ginjal dan lain-lain, karena bekerja terlalu keras. Untuk mengurangi keaktifan kelenjar tiroid dapat diobati dengan obat oral anti hipertiroid, tetapi sayangnya 30 persen akan kambuh kembali dan memerlukan obat yang lebih keras dan akhirnya tak ada obat oral yang masih mempan, sehingga diperlukan pengobatan dengan meminum beberapa cc cairan yodium radioaktif. Cairan yodium radioaktif ini aman untuk orang disekitarnya, tetapi bayi dan [[janin]] sebaiknya dijauhkan dari pemakai cairan ini selama beberapa hari. Cairan ini akan terpusat ke kelenjar tiroid dan merusaknya, hanya saja tingkat kerusakannya tidak dapat diperkirakan sebelumnya, sehingga pasien yang menerima terapi ini kebanyakan akan berubah menjadi penderita hipotiroidisme, tetapi seperti telah disebutkan di atas hipotiroidisme jauh lebih mudah ditangani daripada hipertiroidisme. Di negara yang sudah maju, biasanya terapi dengan meminum cairan yodium radioaktif langsung dilakukan bagi penderita hipertiroidisme tanpa melakukan proses pengobatan dengan obat oral anti hipertiroid terlebih dahulu.
Hipertiroidisme lebih sukar disembuhkan daripada [[hipotiroidisme]]. Terlalu aktifnya kelenjar tiroid akan menyebabkan terlalu aktifnya [[metabolisme]] yang dapat menyebabkan rusaknya jantung, hati, ginjal dan lain-lain, karena bekerja terlalu keras. Untuk mengurangi keaktifan kelenjar tiroid dapat diobati dengan obat oral anti hipertiroid, tetapi sayangnya 30 persen akan kambuh kembali dan memerlukan obat yang lebih keras dan akhirnya tak ada obat oral yang masih mempan, sehingga diperlukan pengobatan dengan meminum beberapa cc cairan yodium radioaktif. Cairan yodium radioaktif ini aman untuk orang disekitarnya, tetapi bayi dan [[janin]] sebaiknya dijauhkan dari pemakai cairan ini selama beberapa hari. Cairan ini akan terpusat ke kelenjar tiroid dan merusaknya, hanya saja tingkat kerusakannya tidak dapat diperkirakan sebelumnya, sehingga pasien yang menerima terapi ini kebanyakan akan berubah menjadi penderita hipotiroidisme, tetapi seperti telah disebutkan di atas hipotiroidisme jauh lebih mudah ditangani daripada hipertiroidisme. Di negara yang sudah maju, biasanya terapi dengan meminum cairan yodium radioaktif langsung dilakukan bagi penderita hipertiroidisme tanpa melakukan proses pengobatan dengan obat oral anti hipertiroid terlebih dahulu.
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*  [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1426181 Thyrotoxic periodic paralysis]
*  [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1426181 Thyrotoxic periodic paralysis]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hipertiroidisme&oldid=28016493 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28016493 (2025-10-16T11:53:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hipertiroidisme&oldid=28016493 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28016493 (2025-10-16T11:53:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.02

Hipertiroidisme adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mengacu pada simtoma hiperaktif dari jaringan kelenjar tiroid yang menyebabkan terjadinya sintesis dan sekresi berlebih hormon tiroid.

Pada jantung, penderita hipertiroidisme umumnya mengalami peningkatan laju istirahat denyut, peningkatan kontraksi bilik ventrikular kiri, yang menyebabkan penurunan tekanan diastolik dan mengalami peningkatan tekanan sistolik.[1] Oleh karena terjadi penurunan serum kolesterol, penderita menjadi lebih rentan terhadap gangguan ritme jantung, terutama disebabkan oleh fibrilasi atrial.

Tahap lanjutan hipertiroidisme akan menyebabkan tirotoksikosis, dan modulasi sitokina osteotrofik, seperti IL-1, IL-6, IL-8 dan TNF-α.[2]

Beberapa penyebab dari hipertiroidisme, antara lain,[3] asupan iodina/hormon tiroid yang berlebih, rendahnya plasma Selenium,[4] penyakit Graves, hiperplasia pada kelenjar tiroid atau hipofisis, radang tiroid, tumor pada testis atau ovarium.

Beberapa komplikasi yang disebabkan hipertiroidisme antara lain, AF.

Pengobatan

Hipertiroidisme lebih sukar disembuhkan daripada hipotiroidisme. Terlalu aktifnya kelenjar tiroid akan menyebabkan terlalu aktifnya metabolisme yang dapat menyebabkan rusaknya jantung, hati, ginjal dan lain-lain, karena bekerja terlalu keras. Untuk mengurangi keaktifan kelenjar tiroid dapat diobati dengan obat oral anti hipertiroid, tetapi sayangnya 30 persen akan kambuh kembali dan memerlukan obat yang lebih keras dan akhirnya tak ada obat oral yang masih mempan, sehingga diperlukan pengobatan dengan meminum beberapa cc cairan yodium radioaktif. Cairan yodium radioaktif ini aman untuk orang disekitarnya, tetapi bayi dan janin sebaiknya dijauhkan dari pemakai cairan ini selama beberapa hari. Cairan ini akan terpusat ke kelenjar tiroid dan merusaknya, hanya saja tingkat kerusakannya tidak dapat diperkirakan sebelumnya, sehingga pasien yang menerima terapi ini kebanyakan akan berubah menjadi penderita hipotiroidisme, tetapi seperti telah disebutkan di atas hipotiroidisme jauh lebih mudah ditangani daripada hipertiroidisme. Di negara yang sudah maju, biasanya terapi dengan meminum cairan yodium radioaktif langsung dilakukan bagi penderita hipertiroidisme tanpa melakukan proses pengobatan dengan obat oral anti hipertiroid terlebih dahulu.

Pranala luar

Referensi

  1. The role of thyroid hormone nuclear receptors in the heart: evidence from pharmacological approaches. Department of Endocrinology and Metabolism, Academic Medical Center, University of Amsterdam; Wilmar M. Wiersinga.
  2. Proinflammatory cytokine levels in hyperthyroidism. Department of Immunology, Medical School of Adnan Menderes University; Senturk T, Kozaci LD, Kok F, Kadikoylu G, Bolaman Z.
  3. Hyperthyroidism. Medline Plus.
  4. The role of selenium, vitamin C, and zinc in benign thyroid diseases and of selenium in malignant thyroid diseases: Low selenium levels are found in subacute and silent thyroiditis and in papillary and follicular carcinoma. WOMED, Clinical Department of Nuclear Medicine, Clinical Department of Pediatrics, Biocenter, Division of Clinical Biochemistry, Medical University of Innsbruck; Roy Moncayo, Alexander Kroiss, Manfred Oberwinkler, Fatih Karakolcu, Matthias Starzinger, Klaus Kapelari, Heribert Talasz, dan Helga Moncayo.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28016493 (2025-10-16T11:53:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.