Aktin: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29590434; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Aktin''' adalah [[protein]] globular multifungsi dengan massa sekitar 42-kDa yang membentuk [[mikrofilamen]]. Aktin berperan dalam proses seluler dari [[migrasi]] [[sel (biologi)|sel]] hingga transpor [[membran]]. Aktin ditemukan pada semua [[organisme]] [[eukariota]], paling tidak terdapat 8 jenis protein yang mengandung aktin, disebut ''actin-related proteins'' (ARPs). Walaupun banyak ARP bersifat [[sitoskeleton|sitoskeletal]], studi [[biokimia]] dan [[genetika]] akhir-akhir ini telah menunjukkan bahwa beberapa ARP memiliki fungsi di dalam [[inti sel]] selain di dalam [[sitoplasma]], seperti [[ekspresi gen]], regulasi [[faktor transkripsi]] dan [[motilitas]] intra-inti. [[Aktin inti]] berperan dalam [[transkripsi (genetik)|transkripsi]] ketiga [[enzim]] [[polimerase]] [[RNA]], dalam ''remodelling'' [[kromatin]] dan dalam pembentukan [[kompleks ribonukleoprotein inti]], dan pada pencerapan [[histon]]. | '''Aktin''' adalah [[protein]] globular multifungsi dengan massa sekitar 42-kDa yang membentuk [[mikrofilamen]]. Aktin berperan dalam proses seluler dari [[migrasi]] [[sel (biologi)|sel]] hingga transpor [[membran]].<ref>Carolyn A. Blessing. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15308210 Actin and ARPs: action in the nucleus]. ''Trends in Cell Biology''. 2004-8. Vol. 14 (8). hlm. 435–442. doi:10.1016/j.tcb.2004.07.009.</ref> Aktin ditemukan pada semua [[organisme]] [[eukariota]], paling tidak terdapat 8 jenis protein yang mengandung aktin, disebut ''actin-related proteins'' (ARPs). Walaupun banyak ARP bersifat [[sitoskeleton|sitoskeletal]], studi [[biokimia]] dan [[genetika]] akhir-akhir ini telah menunjukkan bahwa beberapa ARP memiliki fungsi di dalam [[inti sel]] selain di dalam [[sitoplasma]],<ref>Maria K. Vartiainen. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18423404 Nuclear actin dynamics--from form to function]. ''FEBS letters''. 2008-06-18. Vol. 582 (14). hlm. 2033–2040. doi:10.1016/j.febslet.2008.04.010.</ref> seperti [[ekspresi gen]], regulasi [[faktor transkripsi]] dan [[motilitas]] intra-inti. [[Aktin inti]] berperan dalam [[transkripsi (genetik)|transkripsi]] ketiga [[enzim]] [[polimerase]] [[RNA]], dalam ''remodelling'' [[kromatin]] dan dalam pembentukan [[kompleks ribonukleoprotein inti]], dan pada pencerapan [[histon]].<ref>Bin Zheng. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19459931 Nuclear actin and actin-binding proteins in the regulation of transcription and gene expression]. ''The FEBS journal''. 2009-5. Vol. 276 (10). hlm. 2669–2685. doi:10.1111/j.1742-4658.2009.06986.x.</ref> | ||
Aktin juga merupakan stimulan ekspresi [[faktor transkripsi]] [[mitokondria]]l [[p43]]. Ekspresi tersebut akan menginduksi aktivitas mitokondria, dan lintasan mitokondriogenesis, meningkatkan [[suhu]] [[tubuh]] dan menurunkan [[plasma darah|plasma]] [[tri-iodotironina|T3]]. | Aktin juga merupakan stimulan ekspresi [[faktor transkripsi]] [[mitokondria]]l [[p43]].<ref>François Casas. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18575627 Overexpression of the mitochondrial T3 receptor p43 induces a shift in skeletal muscle fiber types]. ''PloS One''. 2008-06-25. Vol. 3 (6). hlm. e2501. doi:10.1371/journal.pone.0002501.</ref> Ekspresi tersebut akan menginduksi aktivitas mitokondria, dan lintasan mitokondriogenesis, meningkatkan [[suhu]] [[tubuh]] dan menurunkan [[plasma darah|plasma]] [[tri-iodotironina|T3]]. | ||
Pada sebagian besar sel eukariotik, aktin merupakan protein paling melimpah. Sebagai bagian penting dari [[sitoskeleton]], aktin sangat penting untuk stabilitas sel dan [[morfogenesis]]. Aktin terlibat dalam banyak proses penting, seperti [[pembelahan sel]], [[endositosis]], dan [[migrasi sel]]. Aktin hadir dalam dua bentuk: | Pada sebagian besar sel eukariotik, aktin merupakan protein paling melimpah. Sebagai bagian penting dari [[sitoskeleton]], aktin sangat penting untuk stabilitas sel dan [[morfogenesis]]. Aktin terlibat dalam banyak proses penting, seperti [[pembelahan sel]], [[endositosis]], dan [[migrasi sel]]. Aktin hadir dalam dua bentuk:<ref>Toshiro Oda. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19158791 The nature of the globular- to fibrous-actin transition]. ''Nature''. 2009-01-22. Vol. 457 (7228). hlm. 441–445. doi:10.1038/nature07685.</ref> | ||
* [[Monomer]], G-aktin globular | * [[Monomer]], G-aktin globular | ||
* Polimer, F-aktin berserabut (filamentous) | * Polimer, F-aktin berserabut (filamentous) | ||
Monomer G-aktin memiliki kemampuan untuk berpolimerisasi, sehingga membentuk polimer F-aktin (juga disebut filamen aktin atau mikrofilamen). Mikrofilamen ini merupakan bagian penting dari sitoskeleton dan membangun banyak struktur orde tinggi dalam sel (misal ''stress fiber'', [[lamellipodia]], dan [[filopodia]]). | Monomer G-aktin memiliki kemampuan untuk berpolimerisasi, sehingga membentuk polimer F-aktin (juga disebut filamen aktin atau mikrofilamen). Mikrofilamen ini merupakan bagian penting dari sitoskeleton dan membangun banyak struktur orde tinggi dalam sel (misal ''stress fiber'', [[lamellipodia]], dan [[filopodia]]).<ref>Toshiro Oda. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19158791 The nature of the globular- to fibrous-actin transition]. ''Nature''. 2009-01-22. Vol. 457 (7228). hlm. 441–445. doi:10.1038/nature07685.</ref> | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 14: | Baris 14: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aktin&oldid=29590434 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29590434 (2026-08-17T00:06:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aktin&oldid=29590434 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29590434 (2026-08-17T00:06:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.03
Aktin adalah protein globular multifungsi dengan massa sekitar 42-kDa yang membentuk mikrofilamen. Aktin berperan dalam proses seluler dari migrasi sel hingga transpor membran.[1] Aktin ditemukan pada semua organisme eukariota, paling tidak terdapat 8 jenis protein yang mengandung aktin, disebut actin-related proteins (ARPs). Walaupun banyak ARP bersifat sitoskeletal, studi biokimia dan genetika akhir-akhir ini telah menunjukkan bahwa beberapa ARP memiliki fungsi di dalam inti sel selain di dalam sitoplasma,[2] seperti ekspresi gen, regulasi faktor transkripsi dan motilitas intra-inti. Aktin inti berperan dalam transkripsi ketiga enzim polimerase RNA, dalam remodelling kromatin dan dalam pembentukan kompleks ribonukleoprotein inti, dan pada pencerapan histon.[3]
Aktin juga merupakan stimulan ekspresi faktor transkripsi mitokondrial p43.[4] Ekspresi tersebut akan menginduksi aktivitas mitokondria, dan lintasan mitokondriogenesis, meningkatkan suhu tubuh dan menurunkan plasma T3.
Pada sebagian besar sel eukariotik, aktin merupakan protein paling melimpah. Sebagai bagian penting dari sitoskeleton, aktin sangat penting untuk stabilitas sel dan morfogenesis. Aktin terlibat dalam banyak proses penting, seperti pembelahan sel, endositosis, dan migrasi sel. Aktin hadir dalam dua bentuk:[5]
- Monomer, G-aktin globular
- Polimer, F-aktin berserabut (filamentous)
Monomer G-aktin memiliki kemampuan untuk berpolimerisasi, sehingga membentuk polimer F-aktin (juga disebut filamen aktin atau mikrofilamen). Mikrofilamen ini merupakan bagian penting dari sitoskeleton dan membangun banyak struktur orde tinggi dalam sel (misal stress fiber, lamellipodia, dan filopodia).[6]
Lihat pula
Referensi
- ↑ Carolyn A. Blessing. Actin and ARPs: action in the nucleus. Trends in Cell Biology. 2004-8. Vol. 14 (8). hlm. 435–442. doi:10.1016/j.tcb.2004.07.009.
- ↑ Maria K. Vartiainen. Nuclear actin dynamics--from form to function. FEBS letters. 2008-06-18. Vol. 582 (14). hlm. 2033–2040. doi:10.1016/j.febslet.2008.04.010.
- ↑ Bin Zheng. Nuclear actin and actin-binding proteins in the regulation of transcription and gene expression. The FEBS journal. 2009-5. Vol. 276 (10). hlm. 2669–2685. doi:10.1111/j.1742-4658.2009.06986.x.
- ↑ François Casas. Overexpression of the mitochondrial T3 receptor p43 induces a shift in skeletal muscle fiber types. PloS One. 2008-06-25. Vol. 3 (6). hlm. e2501. doi:10.1371/journal.pone.0002501.
- ↑ Toshiro Oda. The nature of the globular- to fibrous-actin transition. Nature. 2009-01-22. Vol. 457 (7228). hlm. 441–445. doi:10.1038/nature07685.
- ↑ Toshiro Oda. The nature of the globular- to fibrous-actin transition. Nature. 2009-01-22. Vol. 457 (7228). hlm. 441–445. doi:10.1038/nature07685.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29590434 (2026-08-17T00:06:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.