Lompat ke isi

Albumin: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27975885; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Albumin''' (, artinya "putih") adalah istilah yang digunakan untuk merujuk ke segala jenis [[protein]] [[monomer]] yang larut dalam air atau garam dan mengalami [[koagulasi]] ketika terpapar panas. Substansi yang mengandung albumin, seperti [[putih telur]], disebut albuminoid.
'''Albumin''' (, artinya "putih") adalah istilah yang digunakan untuk merujuk ke segala jenis [[protein]] [[monomer]] yang larut dalam air atau garam dan mengalami [[koagulasi]] ketika terpapar panas. Substansi yang mengandung albumin, seperti [[putih telur]], disebut albuminoid.<ref>Dr La Ode Sumarlin M.Si. [https://books.google.co.id/books?id=GLStEAAAQBAJ&pg=PA94&dq=asam+karboksilat)+adalah+golongan+asam+organik+alifatik+yang+memiliki+gugus+karboksil&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwjknrHK1emDAxVUamwGHcULDPYQ6AF6BAgJEAI#v=onepage&q&f=false BIOKIMIA: Dasar-Dasar Biomolekul dan Konsep Metabolisme]. PT. RajaGrafindo Persada - Rajawali Pers. 2023-02-14. ISBN 978-623-231-171-8.</ref>


Pada [[manusia]], albumin diproduksi oleh [[retikulum endoplasma]] di dalam [[hati]] dalam bentuk proalbumin, kemudian diiris oleh [[badan Golgi]] untuk di[[sekresi]] memenuhi sekitar 60% jumlah [[serum darah]] dengan konsentrasi antara 30 hingga 50 g/L dengan [[waktu paruh]] sekitar 20 hari. Albumin memiliki [[berat molekul]] sekitar 65 kD dan terdiri dari 584 [[asam amino]] tanpa [[karbohidrat]]. [[Gen]] untuk albumin terletak pada [[kromosom]] 4, dengan panjang sekitar 16.961 [[nukleotida]] dengan 15 [[ekson]] yang terbagi ke dalam 3 domain simetris, sehingga diperkirakan merupakan triplikasi dari domain primordial yang tunggal. Tiap domain terbagi lagi menjadi masing-masing 2 sub-domain.
Pada [[manusia]], albumin diproduksi oleh [[retikulum endoplasma]] di dalam [[hati]] dalam bentuk proalbumin, kemudian diiris oleh [[badan Golgi]] untuk di[[sekresi]] memenuhi sekitar 60% jumlah [[serum darah]] dengan konsentrasi antara 30 hingga 50 g/L dengan [[waktu paruh]] sekitar 20 hari. Albumin memiliki [[berat molekul]] sekitar 65 kD dan terdiri dari 584 [[asam amino]] tanpa [[karbohidrat]]. [[Gen]] untuk albumin terletak pada [[kromosom]] 4, dengan panjang sekitar 16.961 [[nukleotida]] dengan 15 [[ekson]] yang terbagi ke dalam 3 domain simetris, sehingga diperkirakan merupakan triplikasi dari domain primordial yang tunggal. Tiap domain terbagi lagi menjadi masing-masing 2 sub-domain.


[[Mutasi]] pada gen ini dapat mengakibatkan berbagai macam protein dengan fungsi yang tidak beraturan () oleh karena perubahan sifat pada domain pencerapnya. Oleh karena itu, Spesi reaktif oksigen, Spesi reaktif nitrogen dan produk dari hasil reaksi dengan [[biomolekul]] lain seperti produk peroksidasi [[lipid]], terjadi secara [[fisiologi]] dan patofisiologi dengan adanya albumin.
[[Mutasi]] pada gen ini dapat mengakibatkan berbagai macam protein dengan fungsi yang tidak beraturan () oleh karena perubahan sifat pada domain pencerapnya. Oleh karena itu, Spesi reaktif oksigen, Spesi reaktif nitrogen dan produk dari hasil reaksi dengan [[biomolekul]] lain seperti produk peroksidasi [[lipid]], terjadi secara [[fisiologi]] dan patofisiologi dengan adanya albumin.<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2013999 Physiological and pathological changes in the redox state of human serum albumin critically influence its binding properties]. ''Institute of Physiological Chemistry, Center of Physiological Medicine, Division of Gastroenterology and Hepatology, Department of Internal Medicine, Medical University of Graz; K Oettl dan R E Stauber''.</ref>


== Fungsi albumin ==
== Fungsi albumin ==
* Memelihara [[tekanan osmotik]]. Tekanan osmotik yang ditimbulkan oleh albumin akan memelihara fungsi [[ginjal]] dan mengurangi [[edema]] pada [[saluran pencernaan]], dan dimanfaatkan dengan metode [[hemodilusi]] untuk menangani penderita serangan [[stroke]] akut.
* Memelihara [[tekanan osmotik]]. Tekanan osmotik yang ditimbulkan oleh albumin akan memelihara fungsi [[ginjal]] dan mengurangi [[edema]] pada [[saluran pencernaan]],<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2447554 Small-volume resuscitation with hyperoncotic albumin: a systematic review of randomized clinical trials]. ''Klinik für Anästhesiologie, Ludwig-Maximilians-Universität, Klinikum Grosshadern, Hygeia Associates, Physiologisches Institut – Vegetative Physiologie, Ludwig-Maximilians-Universität; Matthias Jacob, Daniel Chappell, Peter Conzen, Mahlon M Wilkes, Bernhard F Becker, dan Markus Rehm''.</ref> dan dimanfaatkan dengan metode [[hemodilusi]] untuk menangani penderita serangan [[stroke]] akut.
* Mengusung [[hormon]] [[tiroid]]
* Mengusung [[hormon]] [[tiroid]]
* Mengusung hormon lain, khususnya yang dapat larut dalam lemak
* Mengusung hormon lain, khususnya yang dapat larut dalam lemak
Baris 16: Baris 16:
* Sebagai protein [[radang]] [[fase]]-akut negatif. Konsentrasi albumin akan menurun sebagai pertanda fase akut [[respon kekebalan]] [[tubuh]] setelah terjadi [[infeksi]], namun bukan berarti bahwa tubuh sedang dalam keadaan kekurangan [[nutrisi]]
* Sebagai protein [[radang]] [[fase]]-akut negatif. Konsentrasi albumin akan menurun sebagai pertanda fase akut [[respon kekebalan]] [[tubuh]] setelah terjadi [[infeksi]], namun bukan berarti bahwa tubuh sedang dalam keadaan kekurangan [[nutrisi]]


== Rujukan ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Albumin&oldid=27975885 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27975885 (2025-10-15T15:59:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Albumin&oldid=27975885 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27975885 (2025-10-15T15:59:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.04

Albumin (, artinya "putih") adalah istilah yang digunakan untuk merujuk ke segala jenis protein monomer yang larut dalam air atau garam dan mengalami koagulasi ketika terpapar panas. Substansi yang mengandung albumin, seperti putih telur, disebut albuminoid.[1]

Pada manusia, albumin diproduksi oleh retikulum endoplasma di dalam hati dalam bentuk proalbumin, kemudian diiris oleh badan Golgi untuk disekresi memenuhi sekitar 60% jumlah serum darah dengan konsentrasi antara 30 hingga 50 g/L dengan waktu paruh sekitar 20 hari. Albumin memiliki berat molekul sekitar 65 kD dan terdiri dari 584 asam amino tanpa karbohidrat. Gen untuk albumin terletak pada kromosom 4, dengan panjang sekitar 16.961 nukleotida dengan 15 ekson yang terbagi ke dalam 3 domain simetris, sehingga diperkirakan merupakan triplikasi dari domain primordial yang tunggal. Tiap domain terbagi lagi menjadi masing-masing 2 sub-domain.

Mutasi pada gen ini dapat mengakibatkan berbagai macam protein dengan fungsi yang tidak beraturan () oleh karena perubahan sifat pada domain pencerapnya. Oleh karena itu, Spesi reaktif oksigen, Spesi reaktif nitrogen dan produk dari hasil reaksi dengan biomolekul lain seperti produk peroksidasi lipid, terjadi secara fisiologi dan patofisiologi dengan adanya albumin.[2]

Fungsi albumin

Referensi

  1. Dr La Ode Sumarlin M.Si. BIOKIMIA: Dasar-Dasar Biomolekul dan Konsep Metabolisme. PT. RajaGrafindo Persada - Rajawali Pers. 2023-02-14. ISBN 978-623-231-171-8.
  2. Physiological and pathological changes in the redox state of human serum albumin critically influence its binding properties. Institute of Physiological Chemistry, Center of Physiological Medicine, Division of Gastroenterology and Hepatology, Department of Internal Medicine, Medical University of Graz; K Oettl dan R E Stauber.
  3. Small-volume resuscitation with hyperoncotic albumin: a systematic review of randomized clinical trials. Klinik für Anästhesiologie, Ludwig-Maximilians-Universität, Klinikum Grosshadern, Hygeia Associates, Physiologisches Institut – Vegetative Physiologie, Ludwig-Maximilians-Universität; Matthias Jacob, Daniel Chappell, Peter Conzen, Mahlon M Wilkes, Bernhard F Becker, dan Markus Rehm.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27975885 (2025-10-15T15:59:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.