Asetilkolina: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29437632; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Acetylcholine.svg|thumb|right|280px|Struktur kimia senyawa asetilkolina]] | |||
Aktivitas dari neurotransmiter ini dapat dihambat oleh enzim [[kolinesterase]] (EC 3.1.1.7). [[Enzim]] ini sendiri ditemukan pada tahun [[1968]] di mana seorang peniliti bernama [[Walo Leuzinger]] berhasil memurnikan dan mengkristalkan enzim ini dari [[belut listrik]] di Universitas Kolumbia. Penghambatan kerja asetilkolina oleh enzim ini di dalam tubuh manusia berperan dalam menimbulkan penyakit [[Alzheimer]] yang terkait dengan kerusakan sel-sel [[otak]], hilangnya ingatan, dan kemampuan berpikir. Penyakit ini dapat dikurangi efeknya dengan menggunakan obat yang mengandung [[inhibitor]] kolinesterase. Di samping itu, senyawa asetilkolina juga banyak berperan dalam aktivitas [[gastoinstestinal]]. | '''Asetilkolina''' atau '''asetilkolin''' merupakan salah satu jenis [[neurotransmiter]] (zat kimia penghantar rangsangan [[saraf]]) yang paling umum dikenal.<ref>Rittner D, Bailey RA. 2005. ''Encyclopedia of Chemistry''. Facts on File: AS.</ref> Senyawa neurotransmiter ini dapat ditemukan di dalam [[sistem saraf]] [[organisme]] [[vertebrata]].<ref>Rittner D, Bailey RA. 2005. ''Encyclopedia of Chemistry''. Facts on File: AS.</ref> Asetilkolina berperan dalam mentransmisikan sinyal atau rangsangan yang diterima untuk diteruskan di antara sel-sel saraf yang berdekatan atau pada sambungan neuromuscular.<ref>Rittner D, Bailey RA. 2005. ''Encyclopedia of Chemistry''. Facts on File: AS.</ref> [[Senyawa organik]] dengan rumus molekul CH<sub>3</sub>COOCH<sub>2</sub>CH<sub>2</sub>N<sup>+</sup>(CH<sub>3</sub>)<sub>3</sub> ini tersebar di seluruh tubuh [[manusia]], terutama banyak terdapat di dalam [[sistem saraf tepi]] (otonom) dan senyawa ini dikeluarkan dengan adanya stimulasi saraf.<ref>Rittner D, Bailey RA. 2005. ''Encyclopedia of Chemistry''. Facts on File: AS.</ref> Segera setelah dikeluarkan, asetilkolina akan berdifusi dicelah antar-[[sinapsis]] dan menstimulasi saraf-saraf lainnya.<ref>Rittner D, Bailey RA. 2005. ''Encyclopedia of Chemistry''. Facts on File: AS.</ref> | ||
Aktivitas dari neurotransmiter ini dapat dihambat oleh enzim [[kolinesterase]] (EC 3.1.1.7).<ref>[http://enzyme.expasy.org/EC/3.1.1.7ExPASy Enzyme].Diakses pada 31 Juli 2011.</ref> [[Enzim]] ini sendiri ditemukan pada tahun [[1968]] di mana seorang peniliti bernama [[Walo Leuzinger]] berhasil memurnikan dan mengkristalkan enzim ini dari [[belut listrik]] di Universitas Kolumbia.<ref>Leuzinger W, Baker AL. ''Acetylcholinesterase, I. Large-scale purification, homogeneity, and amino acid analysis''. ''Proc. Natl. Acad. Sci. U.S.A''. 1967. Vol. 57 (2). hlm. 446–451. doi:10.1073/pnas.57.2.446.</ref><ref>Leuzinger W, Baker AL, Cauvin E. ''Acetylcholinesterase. II. Crystallization, absorption spectra, isoionic point''. ''Proc. Natl. Acad. Sci. U.S.A''. 1968. Vol. 59 (2). hlm. 620–3. doi:10.1073/pnas.59.2.620.</ref> Penghambatan kerja asetilkolina oleh enzim ini di dalam tubuh manusia berperan dalam menimbulkan penyakit [[Alzheimer]] yang terkait dengan kerusakan sel-sel [[otak]], hilangnya ingatan, dan kemampuan berpikir.<ref>[http://www.alz.org/alzheimers_disease_standard_prescriptions.asp Medications for Memory Loss]. 2011. Diakses pada 31 Juli 2011.</ref> Penyakit ini dapat dikurangi efeknya dengan menggunakan obat yang mengandung [[inhibitor]] kolinesterase.<ref>[http://www.alz.org/alzheimers_disease_standard_prescriptions.asp Medications for Memory Loss]. 2011. Diakses pada 31 Juli 2011.</ref> Di samping itu, senyawa asetilkolina juga banyak berperan dalam aktivitas [[gastoinstestinal]].<ref>Oktavie. 2011. [http://oktavie.wordpress.com/2010/02/14/pengaruh-epinefrin-dan-asetilkolin-terhadap-otot-usus/ Pengaruh epinefrin dan asetilkolina terhadap otot usus]. Diakses pada 31 Juli 2011.</ref> | |||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asetilkolina&oldid=29437632 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29437632 (2026-07-10T00:18:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.06
Asetilkolina atau asetilkolin merupakan salah satu jenis neurotransmiter (zat kimia penghantar rangsangan saraf) yang paling umum dikenal.[1] Senyawa neurotransmiter ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf organisme vertebrata.[2] Asetilkolina berperan dalam mentransmisikan sinyal atau rangsangan yang diterima untuk diteruskan di antara sel-sel saraf yang berdekatan atau pada sambungan neuromuscular.[3] Senyawa organik dengan rumus molekul CH3COOCH2CH2N+(CH3)3 ini tersebar di seluruh tubuh manusia, terutama banyak terdapat di dalam sistem saraf tepi (otonom) dan senyawa ini dikeluarkan dengan adanya stimulasi saraf.[4] Segera setelah dikeluarkan, asetilkolina akan berdifusi dicelah antar-sinapsis dan menstimulasi saraf-saraf lainnya.[5]
Aktivitas dari neurotransmiter ini dapat dihambat oleh enzim kolinesterase (EC 3.1.1.7).[6] Enzim ini sendiri ditemukan pada tahun 1968 di mana seorang peniliti bernama Walo Leuzinger berhasil memurnikan dan mengkristalkan enzim ini dari belut listrik di Universitas Kolumbia.[7][8] Penghambatan kerja asetilkolina oleh enzim ini di dalam tubuh manusia berperan dalam menimbulkan penyakit Alzheimer yang terkait dengan kerusakan sel-sel otak, hilangnya ingatan, dan kemampuan berpikir.[9] Penyakit ini dapat dikurangi efeknya dengan menggunakan obat yang mengandung inhibitor kolinesterase.[10] Di samping itu, senyawa asetilkolina juga banyak berperan dalam aktivitas gastoinstestinal.[11]
Referensi
- ↑ Rittner D, Bailey RA. 2005. Encyclopedia of Chemistry. Facts on File: AS.
- ↑ Rittner D, Bailey RA. 2005. Encyclopedia of Chemistry. Facts on File: AS.
- ↑ Rittner D, Bailey RA. 2005. Encyclopedia of Chemistry. Facts on File: AS.
- ↑ Rittner D, Bailey RA. 2005. Encyclopedia of Chemistry. Facts on File: AS.
- ↑ Rittner D, Bailey RA. 2005. Encyclopedia of Chemistry. Facts on File: AS.
- ↑ Enzyme.Diakses pada 31 Juli 2011.
- ↑ Leuzinger W, Baker AL. Acetylcholinesterase, I. Large-scale purification, homogeneity, and amino acid analysis. Proc. Natl. Acad. Sci. U.S.A. 1967. Vol. 57 (2). hlm. 446–451. doi:10.1073/pnas.57.2.446.
- ↑ Leuzinger W, Baker AL, Cauvin E. Acetylcholinesterase. II. Crystallization, absorption spectra, isoionic point. Proc. Natl. Acad. Sci. U.S.A. 1968. Vol. 59 (2). hlm. 620–3. doi:10.1073/pnas.59.2.620.
- ↑ Medications for Memory Loss. 2011. Diakses pada 31 Juli 2011.
- ↑ Medications for Memory Loss. 2011. Diakses pada 31 Juli 2011.
- ↑ Oktavie. 2011. Pengaruh epinefrin dan asetilkolina terhadap otot usus. Diakses pada 31 Juli 2011.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29437632 (2026-07-10T00:18:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.