Lompat ke isi

Lipopolisakarida: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28618070; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Lipopolisakarida''' () atau '''endotoksin''' adalah sebuah [[molekul besar]] berupa kompleks antara [[senyawa organik|senyawa]] [[lipid]] dan [[polisakarida]] dengan [[ikatan kovalen]]. Senyawa LPS banyak ditemukan pada lapisan [[membran sel]] sebelah luar [[bakteria]] [[Gram-negatif]] dan bersifat [[endotoksin]], yang memicu aktivasi [[sistem imun]].
[[File:LPS.svg|thumb|right|280px|Struktur lipopolisakarida]]
 
'''Lipopolisakarida''' () atau '''endotoksin'''<ref>''Bacterial endotoxin: molecular relationships of structure to activity and function''. ''FASEB Journal''. February 1994. Vol. 8 (2). hlm. 217–225. doi:10.1096/fasebj.8.2.8119492.</ref> adalah sebuah [[molekul besar]] berupa kompleks antara [[senyawa organik|senyawa]] [[lipid]] dan [[polisakarida]] dengan [[ikatan kovalen]]. Senyawa LPS banyak ditemukan pada lapisan [[membran sel]] sebelah luar [[bakteria]] [[Gram-negatif]] dan bersifat [[endotoksin]], yang memicu aktivasi [[sistem imun]].<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20001600 Resilience to bacterial infection: difference between species could be due to proteins in serum]. ''Infectious Disease Unit, Institut Pasteur; Warren HS, Fitting C, Hoff E, Adib-Conquy M, Beasley-Topliffe L, Tesini B, Liang X, Valentine C, Hellman J, Hayden D, Cavaillon JM''.</ref>


== Struktur ==
== Struktur ==
LPS terdiri dari lipid A, polisakarida inti, dan rantai polisakarida spesifik-O.<ref>Kayser FH, Bienz KA, Eckert J, Zinkernagel RM. 2005. ''Medical Microbiology''. New York: Geor Thieme Verlag.</ref> Lipid A adalah glikolipid yang terdiri dari disakarida glukosamin yang tersubstitusi ikatan beta (1,6)-nya.<ref>Singleton P, Sainsbury D. 2006. Dictionary of Microbiology and Molecular Biology. New Jersey: Wiley Interscience.</ref>
Lipid A bertanggungjawab terhadap efek beracun dengan cara menstimulasi pembentukan dan sekresi [[sitokina]] yang menimbulkan gejala keracunan.<ref>Kayser FH, Bienz KA, Eckert J, Zinkernagel RM. 2005. ''Medical Microbiology''. New York: Geor Thieme Verlag.</ref> Stimulasi tersebut terjadi karena Lipid A bersama dengan protein pengikat LPS/ ''LPS binding protein'' (LBP) akan berikatan ke [[reseptor CD14]] dari sel [[makrofaga]].<ref>Kayser FH, Bienz KA, Eckert J, Zinkernagel RM. 2005. ''Medical Microbiology''. New York: Geor Thieme Verlag.</ref> [[Interleukin-10|IL-10]] dan [[faktor nekrosis tumor]] (TNF) akan menginduksi peningkatan sintesis [[prostaglandin]] E2 di [[hipotalamus]] sehingga meningkatkan [[Suhu|temperatur]] tubuh yang berujung menjadi demam.<ref>Kayser FH, Bienz KA, Eckert J, Zinkernagel RM. 2005. ''Medical Microbiology''. New York: Geor Thieme Verlag.</ref>
Polisakarida inti adalah kompleks polisakarida kompleks yang biasanya terhubung dengan lipid A melalui ikatan 3-deoksi-D-manno-octulosonat (KDO).<ref>Singleton P, Sainsbury D. 2006. Dictionary of Microbiology and Molecular Biology. New Jersey: Wiley Interscience.</ref>
Rantai spesifik O terdiri dari rantai subunit oligosakarida identik (linear atau bercabang) dengan panjang yang bervariasi.<ref>Singleton P, Sainsbury D. 2006. Dictionary of Microbiology and Molecular Biology. New Jersey: Wiley Interscience.</ref> Jumlah subunit dapat bervariasi bahkan pada sel yang sama contohnya pada [[Salmonella]] yang jumlah subunitnya antara 3, 4, atau 5 .<ref>Singleton P, Sainsbury D. 2006. Dictionary of Microbiology and Molecular Biology. New Jersey: Wiley Interscience.</ref> Rantai spesifik O menentukan spesifisitas dari [[antigen]] O dari [[serotipe]] tertentu yaitu dari kehadiran gula-gula tertentu.<ref>Singleton P, Sainsbury D. 2006. Dictionary of Microbiology and Molecular Biology. New Jersey: Wiley Interscience.</ref>


LPS terdiri dari lipid A, polisakarida inti, dan rantai polisakarida spesifik-O. Lipid A adalah glikolipid yang terdiri dari disakarida glukosamin yang tersubstitusi ikatan beta (1,6)-nya.
== Referensi ==
Lipid A bertanggungjawab terhadap efek beracun dengan cara menstimulasi pembentukan dan sekresi [[sitokina]] yang menimbulkan gejala keracunan. Stimulasi tersebut terjadi karena Lipid A bersama dengan protein pengikat LPS/ ''LPS binding protein'' (LBP) akan berikatan ke [[reseptor CD14]] dari sel [[makrofaga]]. [[Interleukin-10|IL-10]] dan [[faktor nekrosis tumor]] (TNF) akan menginduksi peningkatan sintesis [[prostaglandin]] E2 di [[hipotalamus]] sehingga meningkatkan [[Suhu|temperatur]] tubuh yang berujung menjadi demam.
<references />
Polisakarida inti adalah kompleks polisakarida kompleks yang biasanya terhubung dengan lipid A melalui ikatan 3-deoksi-D-manno-octulosonat (KDO).
Rantai spesifik O terdiri dari rantai subunit oligosakarida identik (linear atau bercabang) dengan panjang yang bervariasi. Jumlah subunit dapat bervariasi bahkan pada sel yang sama contohnya pada [[Salmonella]] yang jumlah subunitnya antara 3, 4, atau 5 . Rantai spesifik O menentukan spesifisitas dari [[antigen]] O dari [[serotipe]] tertentu yaitu dari kehadiran gula-gula tertentu.


== Rujukan ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lipopolisakarida&oldid=28618070 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28618070 (2025-11-24T12:48:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


 
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
== Sumber dan atribusi ==
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lipopolisakarida&oldid=28618070 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28618070 (2025-11-24T12:48:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.07

Struktur lipopolisakarida

Lipopolisakarida () atau endotoksin[1] adalah sebuah molekul besar berupa kompleks antara senyawa lipid dan polisakarida dengan ikatan kovalen. Senyawa LPS banyak ditemukan pada lapisan membran sel sebelah luar bakteria Gram-negatif dan bersifat endotoksin, yang memicu aktivasi sistem imun.[2]

Struktur

LPS terdiri dari lipid A, polisakarida inti, dan rantai polisakarida spesifik-O.[3] Lipid A adalah glikolipid yang terdiri dari disakarida glukosamin yang tersubstitusi ikatan beta (1,6)-nya.[4] Lipid A bertanggungjawab terhadap efek beracun dengan cara menstimulasi pembentukan dan sekresi sitokina yang menimbulkan gejala keracunan.[5] Stimulasi tersebut terjadi karena Lipid A bersama dengan protein pengikat LPS/ LPS binding protein (LBP) akan berikatan ke reseptor CD14 dari sel makrofaga.[6] IL-10 dan faktor nekrosis tumor (TNF) akan menginduksi peningkatan sintesis prostaglandin E2 di hipotalamus sehingga meningkatkan temperatur tubuh yang berujung menjadi demam.[7] Polisakarida inti adalah kompleks polisakarida kompleks yang biasanya terhubung dengan lipid A melalui ikatan 3-deoksi-D-manno-octulosonat (KDO).[8] Rantai spesifik O terdiri dari rantai subunit oligosakarida identik (linear atau bercabang) dengan panjang yang bervariasi.[9] Jumlah subunit dapat bervariasi bahkan pada sel yang sama contohnya pada Salmonella yang jumlah subunitnya antara 3, 4, atau 5 .[10] Rantai spesifik O menentukan spesifisitas dari antigen O dari serotipe tertentu yaitu dari kehadiran gula-gula tertentu.[11]

Referensi

  1. Bacterial endotoxin: molecular relationships of structure to activity and function. FASEB Journal. February 1994. Vol. 8 (2). hlm. 217–225. doi:10.1096/fasebj.8.2.8119492.
  2. Resilience to bacterial infection: difference between species could be due to proteins in serum. Infectious Disease Unit, Institut Pasteur; Warren HS, Fitting C, Hoff E, Adib-Conquy M, Beasley-Topliffe L, Tesini B, Liang X, Valentine C, Hellman J, Hayden D, Cavaillon JM.
  3. Kayser FH, Bienz KA, Eckert J, Zinkernagel RM. 2005. Medical Microbiology. New York: Geor Thieme Verlag.
  4. Singleton P, Sainsbury D. 2006. Dictionary of Microbiology and Molecular Biology. New Jersey: Wiley Interscience.
  5. Kayser FH, Bienz KA, Eckert J, Zinkernagel RM. 2005. Medical Microbiology. New York: Geor Thieme Verlag.
  6. Kayser FH, Bienz KA, Eckert J, Zinkernagel RM. 2005. Medical Microbiology. New York: Geor Thieme Verlag.
  7. Kayser FH, Bienz KA, Eckert J, Zinkernagel RM. 2005. Medical Microbiology. New York: Geor Thieme Verlag.
  8. Singleton P, Sainsbury D. 2006. Dictionary of Microbiology and Molecular Biology. New Jersey: Wiley Interscience.
  9. Singleton P, Sainsbury D. 2006. Dictionary of Microbiology and Molecular Biology. New Jersey: Wiley Interscience.
  10. Singleton P, Sainsbury D. 2006. Dictionary of Microbiology and Molecular Biology. New Jersey: Wiley Interscience.
  11. Singleton P, Sainsbury D. 2006. Dictionary of Microbiology and Molecular Biology. New Jersey: Wiley Interscience.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28618070 (2025-11-24T12:48:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.