Asam glutamat: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29568254; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Kwas_glutaminowy.svg|thumb|right|280px|Kwas glutaminowy]] | |||
{| id="bioChemInfoBox" align="right" border="1" cellspacing="0" cellpadding="3" style="margin: 0 0 0 0.5em; background: #FFFFFF; border-collapse: collapse; border-color: #C0C090;" | |||
! | '''Asam L-glutamat''' | |||
|- | |||
| [[Nama IUPAC|Nama sistematik]] | |||
| Asam ''2S''-2-aminopentandioat | |||
|- | |||
| Singkatan | |||
| '''GluE''' | |||
|- | |||
| [[Kode genetik]] | |||
| '''GAA GAG''' | |||
|- | |||
| [[Rumus kimia]] | |||
| C<sub>5</sub>H<sub>9</sub>NO<sub>4</sub> | |||
|- | |||
| [[Massa molekul]] | |||
| 147,13g mol<sup>−1</sup> | |||
|- | |||
| [[Titik lebur]] | |||
| 247-249 °C | |||
|- | |||
| [[Massa jenis]] | |||
| 1,538g cm<sup>−3</sup> | |||
|- | |||
| [[Titik isoelektrik]] | |||
| 3,22 | |||
|- | |||
| [[Derajat kelarutan asam|p''K''<sub>a</sub>]] | |||
| 2,169,58 | |||
|- | |||
| [[Nomor Registrasi CAS|Nomor CAS]] | |||
| [56-86-0] | |||
|- | |||
| [[Kode SMILES|SMILES]] | |||
| OC(=O)CCC(N)C(=O)O | |||
|- | |||
| align="center" colspan="2" | | |||
|- | |||
| | | |||
|- | |||
|} | |||
'''Asam glutamat''' termasuk [[asam amino]] yang bermuatan (polar), terlihat dari [[titik isoelektrik]]nya yang rendah, menandakan asam glutamat sangat mudah menangkap elektron (bersifat [[asam]] menurut Lewis). | '''Asam glutamat''' termasuk [[asam amino]] yang bermuatan (polar), terlihat dari [[titik isoelektrik]]nya yang rendah, menandakan asam glutamat sangat mudah menangkap elektron (bersifat [[asam]] menurut Lewis). | ||
Asam glutamat dapat diproduksi sendiri oleh tubuh manusia sehingga tidak tergolong esensial. Saat pertama kali diketemukan pada 1970, asam glutamat dan beberapa [[asam amino]] lainnya dianggap sebagai neurotoksin, ketika [[senyawa organik|senyawa]] diberikan sebagai asupan melalui [[mulut]] kepada model [[hewan]] yang belum dewasa. Degenerasi [[neuron]] akut ditemukan pada area yang tidak terlindungi oleh [[sawar darah otak]], terutama pada area [[nukleus arsuat]] pada [[hipotalamus]]. | Asam glutamat dapat diproduksi sendiri oleh tubuh manusia sehingga tidak tergolong esensial. Saat pertama kali diketemukan pada 1970, asam glutamat dan beberapa [[asam amino]] lainnya dianggap sebagai neurotoksin, ketika [[senyawa organik|senyawa]] diberikan sebagai asupan melalui [[mulut]] kepada model [[hewan]] yang belum dewasa. Degenerasi [[neuron]] akut ditemukan pada area yang tidak terlindungi oleh [[sawar darah otak]], terutama pada area [[nukleus arsuat]] pada [[hipotalamus]].<ref>George J Siegel, Bernard W Agranoff, R Wayne Albers, Stephen K Fisher, dan Michael D Uhler. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/bookshelf/br.fcgi?book=bnchm&part=A1138#A1139 Basic Neurochemistry - Molecular, Cellular and Medical Aspects : Excessive Glutamate Receptor Activation and Neurological Disorders]. ''Edward Hines Jr Veterans Affairs Hospital, Loyola University Chicago Stritch School of Medicine, University of Michigan, National Institute of Neurological Disorders and Stroke, National Institutes of Health, Mental Health Research Institute''. Lippincott-Raven. 1999. ISBN 0-397-51820-X.</ref> | ||
Ion glutamat merangsang beberapa tipe [[saraf]] yang ada di [[lidah]] [[manusia]]. Sifat ini dimanfaatkan dalam industri penyedap. Garam turunan dari asam glutamat, yang dikenal sebagai [[mononatrium glutamat]] ( dikenal juga sebagai monosodium glutamat, MSG, vetsin atau micin), sangat dikenal dalam dunia [[boga]] [[Indonesia]] maupun [[Asia Timur]] lainnya sebagai penyedap masakan. | Ion glutamat merangsang beberapa tipe [[saraf]] yang ada di [[lidah]] [[manusia]]. Sifat ini dimanfaatkan dalam industri penyedap. Garam turunan dari asam glutamat, yang dikenal sebagai [[mononatrium glutamat]] ( dikenal juga sebagai monosodium glutamat, MSG, vetsin atau micin), sangat dikenal dalam dunia [[boga]] [[Indonesia]] maupun [[Asia Timur]] lainnya sebagai penyedap masakan. | ||
| Baris 9: | Baris 53: | ||
* [[Transporter glutamat]] | * [[Transporter glutamat]] | ||
== | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+glutamat&oldid=29568254 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29568254 (2026-08-12T22:24:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.07
| Asam L-glutamat | |
|---|---|
| Nama sistematik | Asam 2S-2-aminopentandioat |
| Singkatan | GluE |
| Kode genetik | GAA GAG |
| Rumus kimia | C5H9NO4 |
| Massa molekul | 147,13g mol−1 |
| Titik lebur | 247-249 °C |
| Massa jenis | 1,538g cm−3 |
| Titik isoelektrik | 3,22 |
| pKa | 2,169,58 |
| Nomor CAS | [56-86-0] |
| SMILES | OC(=O)CCC(N)C(=O)O |
Asam glutamat termasuk asam amino yang bermuatan (polar), terlihat dari titik isoelektriknya yang rendah, menandakan asam glutamat sangat mudah menangkap elektron (bersifat asam menurut Lewis).
Asam glutamat dapat diproduksi sendiri oleh tubuh manusia sehingga tidak tergolong esensial. Saat pertama kali diketemukan pada 1970, asam glutamat dan beberapa asam amino lainnya dianggap sebagai neurotoksin, ketika senyawa diberikan sebagai asupan melalui mulut kepada model hewan yang belum dewasa. Degenerasi neuron akut ditemukan pada area yang tidak terlindungi oleh sawar darah otak, terutama pada area nukleus arsuat pada hipotalamus.[1]
Ion glutamat merangsang beberapa tipe saraf yang ada di lidah manusia. Sifat ini dimanfaatkan dalam industri penyedap. Garam turunan dari asam glutamat, yang dikenal sebagai mononatrium glutamat ( dikenal juga sebagai monosodium glutamat, MSG, vetsin atau micin), sangat dikenal dalam dunia boga Indonesia maupun Asia Timur lainnya sebagai penyedap masakan.
Lihat pula
Referensi
- ↑ George J Siegel, Bernard W Agranoff, R Wayne Albers, Stephen K Fisher, dan Michael D Uhler. Basic Neurochemistry - Molecular, Cellular and Medical Aspects : Excessive Glutamate Receptor Activation and Neurological Disorders. Edward Hines Jr Veterans Affairs Hospital, Loyola University Chicago Stritch School of Medicine, University of Michigan, National Institute of Neurological Disorders and Stroke, National Institutes of Health, Mental Health Research Institute. Lippincott-Raven. 1999. ISBN 0-397-51820-X.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29568254 (2026-08-12T22:24:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.