Kromium(II) oksida: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27514720; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Kromium(II) oksida''' adalah sebuah [[senyawa anorganik]] dari [[kromium]] dan [[oksigen]] dengan [[rumus kimia]] CrO. Senyawa ini memiliki wujud bubuk berwarna hitam yang [[kristalisasi|mengkristal]] dalam [[Sistem kristal kubik#Struktur garam batu|struktur garam batu]]. [[Fosfinat|Hipofosfit]] dapat mereduksi [[kromium(III) oksida]] menjadi kromium(II) oksida: | [[File:NaCl_polyhedra.png|thumb|right|280px|NaCl polyhedra]] | ||
'''Kromium(II) oksida''' adalah sebuah [[senyawa anorganik]] dari [[kromium]] dan [[oksigen]] dengan [[rumus kimia]] CrO.<ref>Satish. Anand, Raj. Kumar. [https://books.google.com/books?id=6yDA6nb5KCUC&dq=%22Chromium(II)+oxide%22&pg=PA65 Dictionary of Inorganic Chemistry]. Anmol Publications. 1989. ISBN 978-81-7041-236-6.</ref> Senyawa ini memiliki wujud bubuk berwarna hitam yang [[kristalisasi|mengkristal]] dalam [[Sistem kristal kubik#Struktur garam batu|struktur garam batu]].<ref>Egon Wiberg, Arnold Frederick Holleman (2001) ''Inorganic Chemistry'', Elsevier</ref> [[Fosfinat|Hipofosfit]] dapat mereduksi [[kromium(III) oksida]] menjadi kromium(II) oksida: | |||
:[[Asam hipofosfit|H<sub>3</sub>PO<sub>2</sub>]] + 2 Cr<sub>2</sub>O<sub>3</sub> → 4 CrO + H<sub>3</sub>PO<sub>4</sub> | :[[Asam hipofosfit|H<sub>3</sub>PO<sub>2</sub>]] + 2 Cr<sub>2</sub>O<sub>3</sub> → 4 CrO + H<sub>3</sub>PO<sub>4</sub> | ||
Senyawa ini mudah teroksidasi oleh atmosfer. CrO bersifat [[basa]], sedangkan bersifat [[asam]], dan bersifat [[Amfoterisme|amfoter]]. | Senyawa ini mudah teroksidasi oleh atmosfer. CrO bersifat [[basa]], sedangkan bersifat [[asam]], dan bersifat [[Amfoterisme|amfoter]].<ref>Chemistry 7th edition, by Raymond Chang page 645 (problem 15.100)</ref> | ||
CrO muncul dalam spektrum nova merah terang, yang terjadi saat dua bintang bertabrakan. Tidak diketahui mengapa nova merah adalah satu-satunya objek yang memiliki molekul ini; satu kemungkinan penjelasannya adalah proses [[nukleosintesis]] yang belum diketahui. | CrO muncul dalam spektrum nova merah terang, yang terjadi saat dua bintang bertabrakan. Tidak diketahui mengapa nova merah adalah satu-satunya objek yang memiliki molekul ini; satu kemungkinan penjelasannya adalah proses [[nukleosintesis]] yang belum diketahui.<ref>T. Kamiński. ''Post-outburst spectra of a stellar-merger remnant of V1309 Scorpii: From a twin of V838 Monocerotis to a clone of V4332 Sagittarii''. ''Astronomy & Astrophysics''. 2015. Vol. 580. hlm. A34. doi:10.1051/0004-6361/201526212.</ref> | ||
==Lihat pula== | ==Lihat pula== | ||
| Baris 11: | Baris 13: | ||
* [[Kromium trioksida|Kromium(VI) oksida]] | * [[Kromium trioksida|Kromium(VI) oksida]] | ||
==Referensi== | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kromium%28II%29+oksida&oldid=27514720 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27514720 (2025-07-09T00:49:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.09
Kromium(II) oksida adalah sebuah senyawa anorganik dari kromium dan oksigen dengan rumus kimia CrO.[1] Senyawa ini memiliki wujud bubuk berwarna hitam yang mengkristal dalam struktur garam batu.[2] Hipofosfit dapat mereduksi kromium(III) oksida menjadi kromium(II) oksida:
- H3PO2 + 2 Cr2O3 → 4 CrO + H3PO4
Senyawa ini mudah teroksidasi oleh atmosfer. CrO bersifat basa, sedangkan bersifat asam, dan bersifat amfoter.[3]
CrO muncul dalam spektrum nova merah terang, yang terjadi saat dua bintang bertabrakan. Tidak diketahui mengapa nova merah adalah satu-satunya objek yang memiliki molekul ini; satu kemungkinan penjelasannya adalah proses nukleosintesis yang belum diketahui.[4]
Lihat pula
Referensi
- ↑ Satish. Anand, Raj. Kumar. Dictionary of Inorganic Chemistry. Anmol Publications. 1989. ISBN 978-81-7041-236-6.
- ↑ Egon Wiberg, Arnold Frederick Holleman (2001) Inorganic Chemistry, Elsevier
- ↑ Chemistry 7th edition, by Raymond Chang page 645 (problem 15.100)
- ↑ T. Kamiński. Post-outburst spectra of a stellar-merger remnant of V1309 Scorpii: From a twin of V838 Monocerotis to a clone of V4332 Sagittarii. Astronomy & Astrophysics. 2015. Vol. 580. hlm. A34. doi:10.1051/0004-6361/201526212.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27514720 (2025-07-09T00:49:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.