Lompat ke isi

Dipalmitoilfosfatidilkolina: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25200722; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Dipalmitoylphosphatidylcholine.svg|thumb|right|280px|Dipalmitoylphosphatidylcholine]]
'''Dipalmitoilfosfatidilkolina''' ('''DPPC''') adalah sebuah [[fosfolipid]] (dan [[lesitin]]) yang terdiri dari dua gugus [[asam palmitat]] C<sub>16</sub> yang terikat pada sebuah gugus kepala [[fosfatidilkolina]].
'''Dipalmitoilfosfatidilkolina''' ('''DPPC''') adalah sebuah [[fosfolipid]] (dan [[lesitin]]) yang terdiri dari dua gugus [[asam palmitat]] C<sub>16</sub> yang terikat pada sebuah gugus kepala [[fosfatidilkolina]].


DPPC adalah konstituen utama surfaktan paru, yang mengurangi kerja pernapasan dan mencegah keruntuhan alveolar selama bernapas. DPPC juga memainkan peran penting dalam studi liposom dan lapisan ganda manusia.
DPPC adalah konstituen utama surfaktan paru, yang mengurangi kerja pernapasan dan mencegah keruntuhan alveolar selama bernapas. DPPC juga memainkan peran penting dalam studi liposom dan lapisan ganda manusia.<ref>Q Hu. [https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1361-6463/aaca7a Analysis of a dual shock-wave and ultrashort electric pulsing strategy for electro-manipulation of membrane nanopores]. ''Journal of Physics D: Applied Physics''. 25 Juni 2018. Vol. 51 (28). hlm. 285403. doi:10.1088/1361-6463/aaca7a.</ref><ref>Shadeeb Hossain. [https://doi.org/10.1080/15368378.2019.1706553 Analysis of membrane permeability due to synergistic effect of controlled shock wave and electric field application]. ''Electromagnetic Biology and Medicine''. 2020-01-02. Vol. 39 (1). hlm. 20–29. doi:10.1080/15368378.2019.1706553.</ref>
==Referensi==


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dipalmitoilfosfatidilkolina&oldid=25200722 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25200722 (2024-01-21T15:43:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dipalmitoilfosfatidilkolina&oldid=25200722 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25200722 (2024-01-21T15:43:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.09

Dipalmitoylphosphatidylcholine

Dipalmitoilfosfatidilkolina (DPPC) adalah sebuah fosfolipid (dan lesitin) yang terdiri dari dua gugus asam palmitat C16 yang terikat pada sebuah gugus kepala fosfatidilkolina.

DPPC adalah konstituen utama surfaktan paru, yang mengurangi kerja pernapasan dan mencegah keruntuhan alveolar selama bernapas. DPPC juga memainkan peran penting dalam studi liposom dan lapisan ganda manusia.[1][2]

Referensi

  1. Q Hu. Analysis of a dual shock-wave and ultrashort electric pulsing strategy for electro-manipulation of membrane nanopores. Journal of Physics D: Applied Physics. 25 Juni 2018. Vol. 51 (28). hlm. 285403. doi:10.1088/1361-6463/aaca7a.
  2. Shadeeb Hossain. Analysis of membrane permeability due to synergistic effect of controlled shock wave and electric field application. Electromagnetic Biology and Medicine. 2020-01-02. Vol. 39 (1). hlm. 20–29. doi:10.1080/15368378.2019.1706553.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25200722 (2024-01-21T15:43:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.