Pasivasi (kimia): Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28057390; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Pasivasi''' adalah suatu fenomena kimia, di mana suatu bahan menjadi inert atau "pasif" dalam artian tidak lagi mudah terkorosi. Contoh yang paling umum adalah pasivasi logam oleh lapisan tipis logam oksida yang terbentuk pada permukaannya, dan melindungi dengan erat bagian dalam logam tersebut dari [[korosi]]. Beberapa logam membentuk lapisan ini secara spontan saat terpapar udara, contohnya [[aluminium]] bereaksi spontan dengan [[oksigen]] di udara membentuk lapisan [[aluminium oksida]] (Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub>). Tidak semua logam memiliki fenomena ini. Besi, misalnya, memiliki oksida yang rapuh sehingga mudah terkelupas sehingga korosi akan terus belanjut. Dengan demikian, untuk melindungi besi dari korosi, biasanya digunakan cat yang dirancang untuk membentuk lapisan yang melindunginya dari korosi, misalnya [[kalium dikromat]] (K<sub>2</sub>Cr<sub>2</sub>O<sub>7</sub>). | '''Pasivasi''' adalah suatu fenomena kimia, di mana suatu bahan menjadi inert atau "pasif" dalam artian tidak lagi mudah terkorosi. Contoh yang paling umum adalah pasivasi logam oleh lapisan tipis logam oksida yang terbentuk pada permukaannya, dan melindungi dengan erat bagian dalam logam tersebut dari [[korosi]]. Beberapa logam membentuk lapisan ini secara spontan saat terpapar udara, contohnya [[aluminium]] bereaksi spontan dengan [[oksigen]] di udara membentuk lapisan [[aluminium oksida]] (Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub>).<ref>[https://books.google.com/books?id=4GBLLSmS9aQC&pg=PA400 Prinsip-Prinsip Kimia Modern]. Erlangga. Vol. Jilid 1. hlm. 400. ISBN 978-979-688-267-0.</ref> Tidak semua logam memiliki fenomena ini. Besi, misalnya, memiliki oksida yang rapuh sehingga mudah terkelupas sehingga korosi akan terus belanjut.<ref>Michael Clugston. [https://books.google.com/books?id=qciCdSFpFPkC&pg=PA234 Advanced Chemistry]. OUP Oxford. 8 June 2000. hlm. 234. ISBN 978-0-19-914633-8.</ref> Dengan demikian, untuk melindungi besi dari korosi, biasanya digunakan cat yang dirancang untuk membentuk lapisan yang melindunginya dari korosi, misalnya [[kalium dikromat]] (K<sub>2</sub>Cr<sub>2</sub>O<sub>7</sub>).<ref>[https://books.google.com/books?id=4GBLLSmS9aQC&pg=PA400 Prinsip-Prinsip Kimia Modern]. Erlangga. Vol. Jilid 1. hlm. 400. ISBN 978-979-688-267-0.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pasivasi+%28kimia%29&oldid=28057390 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28057390 (2025-10-17T08:15:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pasivasi+%28kimia%29&oldid=28057390 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28057390 (2025-10-17T08:15:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.05
Pasivasi adalah suatu fenomena kimia, di mana suatu bahan menjadi inert atau "pasif" dalam artian tidak lagi mudah terkorosi. Contoh yang paling umum adalah pasivasi logam oleh lapisan tipis logam oksida yang terbentuk pada permukaannya, dan melindungi dengan erat bagian dalam logam tersebut dari korosi. Beberapa logam membentuk lapisan ini secara spontan saat terpapar udara, contohnya aluminium bereaksi spontan dengan oksigen di udara membentuk lapisan aluminium oksida (Al2O3).[1] Tidak semua logam memiliki fenomena ini. Besi, misalnya, memiliki oksida yang rapuh sehingga mudah terkelupas sehingga korosi akan terus belanjut.[2] Dengan demikian, untuk melindungi besi dari korosi, biasanya digunakan cat yang dirancang untuk membentuk lapisan yang melindunginya dari korosi, misalnya kalium dikromat (K2Cr2O7).[3]
Referensi
- ↑ Prinsip-Prinsip Kimia Modern. Erlangga. Vol. Jilid 1. hlm. 400. ISBN 978-979-688-267-0.
- ↑ Michael Clugston. Advanced Chemistry. OUP Oxford. 8 June 2000. hlm. 234. ISBN 978-0-19-914633-8.
- ↑ Prinsip-Prinsip Kimia Modern. Erlangga. Vol. Jilid 1. hlm. 400. ISBN 978-979-688-267-0.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28057390 (2025-10-17T08:15:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.