Inositol: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26327797; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Inositol''' adalah komponen utama [[membran sel]] yang berikatan dengan molekul [[fosfatidilkolin]]. | [[File:Inositol_structure.png|thumb|right|280px|Inositol structure]] | ||
'''Inositol''' adalah komponen utama [[membran sel]] yang berikatan dengan molekul [[fosfatidilkolin]].<ref>Winarto WP. 2004. “Memanfaatkan Tanaman Sayur untuk Mengatasi Aneka Penyakit''. Tangerang : AgroMedia Pustaka.</ref> | |||
== Isomer dan struktur == | == Isomer dan struktur == | ||
Berikut adalah [[isomer]] dari inositol | Berikut adalah [[isomer]] dari inositol<ref>S. M. N. Furse. ''The Chemical and Bio-physical properties of Phosphatidylinositol phosphates, Thesis for M.Res''. Imperial College London. 2006.</ref> | ||
{| | |||
|- | |||
| | |||
| | |||
| | |||
| | |||
|- align=center | |||
| ''myo''- | |||
| ''scyllo''- | |||
| ''muco''- | |||
| ''chiro''- | |||
|- | |||
| | |||
| | |||
| | |||
| | |||
|- align=center | |||
| ''neo''- | |||
| ''allo''- | |||
| ''epi''- | |||
| ''cis''- | |||
|} | |||
== Karakteristik == | == Karakteristik == | ||
Senyawa inositol memiliki [[Massa molekul relatif|berat molekul]] sebesar 180,16. Senyawa ini termasuk dalam golongan [[nutrien]] esensial bagi sebagian besar hewan tingkat tinggi. Salah satu turunan inositol adalah asam fitat, senyawa ini dibentuk dari [[esterifikasi]] 6 gugus [[hidroksil]] dengan 6 [[molekul]] [[asam fosfat]]. Asam fitat dapat menyebabkan [[dekalsifikasi]] dan [[demineralisasi]]. Turunan lainnya adalah [[insektisida]] yang bekerja secara kompetitif dengan inositol di dalam perut serangga. Insektisida ini adalah [[heksahidroksi sikloheksan]]. | Senyawa inositol memiliki [[Massa molekul relatif|berat molekul]] sebesar 180,16.<ref>Makfoeld et ''al''. 2002. “Kamus Istilah Pangan dan Nutrisi''. Yogyakarta : Kanisius.</ref> Senyawa ini termasuk dalam golongan [[nutrien]] esensial bagi sebagian besar hewan tingkat tinggi.<ref>Makfoeld et ''al''. 2002. “Kamus Istilah Pangan dan Nutrisi''. Yogyakarta : Kanisius.</ref> Salah satu turunan inositol adalah asam fitat, senyawa ini dibentuk dari [[esterifikasi]] 6 gugus [[hidroksil]] dengan 6 [[molekul]] [[asam fosfat]].<ref>Makfoeld et ''al''. 2002. “Kamus Istilah Pangan dan Nutrisi''. Yogyakarta : Kanisius.</ref> Asam fitat dapat menyebabkan [[dekalsifikasi]] dan [[demineralisasi]].<ref>Makfoeld et ''al''. 2002. “Kamus Istilah Pangan dan Nutrisi''. Yogyakarta : Kanisius.</ref> Turunan lainnya adalah [[insektisida]] yang bekerja secara kompetitif dengan inositol di dalam perut serangga.<ref>Makfoeld et ''al''. 2002. “Kamus Istilah Pangan dan Nutrisi''. Yogyakarta : Kanisius.</ref> Insektisida ini adalah [[heksahidroksi sikloheksan]].<ref>Makfoeld et ''al''. 2002. “Kamus Istilah Pangan dan Nutrisi''. Yogyakarta : Kanisius.</ref> | ||
== Fungsi == | == Fungsi == | ||
Inositol memiliki fungsi untuk melancarkan aliran [[lemak]] dari [[hati]] dan juga ke dalam hati. Jika tubuh kekurangan zat ini, maka akan mengakibatkan ketidaklancaran aliran lemak dari [[empedu]]. Inositol juga mampu menyembuhkan kelainan [[saraf]] akibat penyakit [[diabetes mellitus]], yaitu ''[[diabetic neuropathi]]''. Suplementasi inositol akan memperbaiki aliran saraf penderita diabetes mellitus. | Inositol memiliki fungsi untuk melancarkan aliran [[lemak]] dari [[hati]] dan juga ke dalam hati.<ref>Winarto WP. 2004. “Memanfaatkan Tanaman Sayur untuk Mengatasi Aneka Penyakit''. Tangerang : AgroMedia Pustaka.</ref> Jika tubuh kekurangan zat ini, maka akan mengakibatkan ketidaklancaran aliran lemak dari [[empedu]].<ref>Winarto WP. 2004. “Memanfaatkan Tanaman Sayur untuk Mengatasi Aneka Penyakit''. Tangerang : AgroMedia Pustaka.</ref> Inositol juga mampu menyembuhkan kelainan [[saraf]] akibat penyakit [[diabetes mellitus]], yaitu ''[[diabetic neuropathi]]''.<ref>Winarto WP. 2004. “Memanfaatkan Tanaman Sayur untuk Mengatasi Aneka Penyakit''. Tangerang : AgroMedia Pustaka.</ref> Suplementasi inositol akan memperbaiki aliran saraf penderita diabetes mellitus.<ref>Winarto WP. 2004. “Memanfaatkan Tanaman Sayur untuk Mengatasi Aneka Penyakit''. Tangerang : AgroMedia Pustaka.</ref> | ||
== Sumber == | == Sumber == | ||
Sumber untuk suplementasi inositol adalah dari makanan. Salah satu sumbernya adalah dengan mengonsumsi tanaman sayur dari kelompok biji-bijian dan kacang-kacangan, seperti [[kacang panjang]], [[buncis]], dan [[kacang kedelai]]. Inositol yang terkandung dalam tanaman sayur akan berbentuk senyawa lain, yaitu senyawa [[asam fitat]]. | Sumber untuk suplementasi inositol adalah dari makanan.<ref>Winarto WP. 2004. “Memanfaatkan Tanaman Sayur untuk Mengatasi Aneka Penyakit''. Tangerang : AgroMedia Pustaka.</ref> Salah satu sumbernya adalah dengan mengonsumsi tanaman sayur dari kelompok biji-bijian dan kacang-kacangan, seperti [[kacang panjang]], [[buncis]], dan [[kacang kedelai]].<ref>Winarto WP. 2004. “Memanfaatkan Tanaman Sayur untuk Mengatasi Aneka Penyakit''. Tangerang : AgroMedia Pustaka.</ref> Inositol yang terkandung dalam tanaman sayur akan berbentuk senyawa lain, yaitu senyawa [[asam fitat]].<ref>Winarto WP. 2004. “Memanfaatkan Tanaman Sayur untuk Mengatasi Aneka Penyakit''. Tangerang : AgroMedia Pustaka.</ref> | ||
= Referensi = | = Referensi = | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Inositol&oldid=26327797 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26327797 (2024-09-20T14:02:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.15

Inositol adalah komponen utama membran sel yang berikatan dengan molekul fosfatidilkolin.[1]
Isomer dan struktur
Berikut adalah isomer dari inositol[2]
| myo- | scyllo- | muco- | chiro- |
| neo- | allo- | epi- | cis- |
Karakteristik
Senyawa inositol memiliki berat molekul sebesar 180,16.[3] Senyawa ini termasuk dalam golongan nutrien esensial bagi sebagian besar hewan tingkat tinggi.[4] Salah satu turunan inositol adalah asam fitat, senyawa ini dibentuk dari esterifikasi 6 gugus hidroksil dengan 6 molekul asam fosfat.[5] Asam fitat dapat menyebabkan dekalsifikasi dan demineralisasi.[6] Turunan lainnya adalah insektisida yang bekerja secara kompetitif dengan inositol di dalam perut serangga.[7] Insektisida ini adalah heksahidroksi sikloheksan.[8]
Fungsi
Inositol memiliki fungsi untuk melancarkan aliran lemak dari hati dan juga ke dalam hati.[9] Jika tubuh kekurangan zat ini, maka akan mengakibatkan ketidaklancaran aliran lemak dari empedu.[10] Inositol juga mampu menyembuhkan kelainan saraf akibat penyakit diabetes mellitus, yaitu diabetic neuropathi.[11] Suplementasi inositol akan memperbaiki aliran saraf penderita diabetes mellitus.[12]
Sumber
Sumber untuk suplementasi inositol adalah dari makanan.[13] Salah satu sumbernya adalah dengan mengonsumsi tanaman sayur dari kelompok biji-bijian dan kacang-kacangan, seperti kacang panjang, buncis, dan kacang kedelai.[14] Inositol yang terkandung dalam tanaman sayur akan berbentuk senyawa lain, yaitu senyawa asam fitat.[15]
Referensi
Referensi
- ↑ Winarto WP. 2004. “Memanfaatkan Tanaman Sayur untuk Mengatasi Aneka Penyakit. Tangerang : AgroMedia Pustaka.
- ↑ S. M. N. Furse. The Chemical and Bio-physical properties of Phosphatidylinositol phosphates, Thesis for M.Res. Imperial College London. 2006.
- ↑ Makfoeld et al. 2002. “Kamus Istilah Pangan dan Nutrisi. Yogyakarta : Kanisius.
- ↑ Makfoeld et al. 2002. “Kamus Istilah Pangan dan Nutrisi. Yogyakarta : Kanisius.
- ↑ Makfoeld et al. 2002. “Kamus Istilah Pangan dan Nutrisi. Yogyakarta : Kanisius.
- ↑ Makfoeld et al. 2002. “Kamus Istilah Pangan dan Nutrisi. Yogyakarta : Kanisius.
- ↑ Makfoeld et al. 2002. “Kamus Istilah Pangan dan Nutrisi. Yogyakarta : Kanisius.
- ↑ Makfoeld et al. 2002. “Kamus Istilah Pangan dan Nutrisi. Yogyakarta : Kanisius.
- ↑ Winarto WP. 2004. “Memanfaatkan Tanaman Sayur untuk Mengatasi Aneka Penyakit. Tangerang : AgroMedia Pustaka.
- ↑ Winarto WP. 2004. “Memanfaatkan Tanaman Sayur untuk Mengatasi Aneka Penyakit. Tangerang : AgroMedia Pustaka.
- ↑ Winarto WP. 2004. “Memanfaatkan Tanaman Sayur untuk Mengatasi Aneka Penyakit. Tangerang : AgroMedia Pustaka.
- ↑ Winarto WP. 2004. “Memanfaatkan Tanaman Sayur untuk Mengatasi Aneka Penyakit. Tangerang : AgroMedia Pustaka.
- ↑ Winarto WP. 2004. “Memanfaatkan Tanaman Sayur untuk Mengatasi Aneka Penyakit. Tangerang : AgroMedia Pustaka.
- ↑ Winarto WP. 2004. “Memanfaatkan Tanaman Sayur untuk Mengatasi Aneka Penyakit. Tangerang : AgroMedia Pustaka.
- ↑ Winarto WP. 2004. “Memanfaatkan Tanaman Sayur untuk Mengatasi Aneka Penyakit. Tangerang : AgroMedia Pustaka.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26327797 (2024-09-20T14:02:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.