Lompat ke isi

Air asam tambang: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29469176; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Air asam tambang''' (''Acid Mine Drainage'', AMD) disebut juga dengan drainase asam batu (''Acid Rock Drainage'', ARD) adalah aliran air bersifat [[asam]] yang berasal dari tambang logam atau [[batubara]]. Fenomena ini terjadi ketika [[mineral sulfida]] dalam batuan mengalami [[Redoks|oksidasi]] dan bereaksi dengan air, menghasilkan air dengan [[pH]] rendah. air asam tambang juga dapat terjadi secara alami sebagai bagian dari proses pelapukan batuan, tetapi kegiatan manusia seperti pertambangan, penggalian, atau konstruksi skala besar dapat mempercepat proses ini dan meningkatkan jumlah aliran air bersifat asam.
[[File:Lagoa_vermelha_na_Mina_do_Losal_04.jpg|thumb|right|280px|Air asam tambang di tambang Lousal, Grândola, Portugal]]
 
'''Air asam tambang''' (''Acid Mine Drainage'', AMD) disebut juga dengan drainase asam batu (''Acid Rock Drainage'', ARD) adalah aliran air bersifat [[asam]] yang berasal dari tambang logam atau [[batubara]].<ref>[https://www.sciencedirect.com/topics/materials-science/acid-mine-drainage Acid Mine Drainage - an overview ScienceDirect Topics]. ''www.sciencedirect.com''.</ref> Fenomena ini terjadi ketika [[mineral sulfida]] dalam batuan mengalami [[Redoks|oksidasi]] dan bereaksi dengan air, menghasilkan air dengan [[pH]] rendah.<ref>Rohit Rathour. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B9780444640529000273 Chapter 4.4 - Treatment of Various Types of Wastewaters Using Microbial Fuel Cell Systems]. Elsevier. 2019-01-01. hlm. 665–692. ISBN 978-0-444-64052-9.</ref> air asam tambang juga dapat terjadi secara alami sebagai bagian dari proses pelapukan batuan,<ref>Mark Hawley. [https://www.google.co.id/books/edition/Guidelines_for_Mine_Waste_Dump_and_Stock/lHGiDgAAQBAJ?hl=id&gbpv=0 Guidelines for Mine Waste Dump and Stockpile Design]. Csiro Publishing. 2017-04. hlm. 259. ISBN 978-1-4863-0351-9.</ref><ref>Francis Gudyanga. [https://www.google.co.id/books/edition/Minerals_in_Africa/tVLzDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=0 Minerals in Africa: Opportunities for the Continent’s Industrialisation]. CRC Press. 2020-08-10. hlm. 183. ISBN 978-1-000-73023-4.</ref> tetapi kegiatan manusia seperti pertambangan, penggalian, atau konstruksi skala besar dapat mempercepat proses ini dan meningkatkan jumlah aliran air bersifat asam.<ref>[https://www.911metallurgist.com/blog/acid-mine-rock-drainage-amd-ard/ Acid Mine Drainage (AMD) / Acid Rock Drainage (ARD) - 911Metallurgist]. 2015-11-09.</ref><ref>Daniel Lazo. [https://revistas.ulima.edu.pe/index.php/Ingenieria_industrial/article/view/4917 Acid mine drainage mitigation: A review]. ''Ingeniería Industrial''. 2020-12. hlm. 97–118. doi:10.26439/ing.ind2020.n039.4917.</ref>


== Proses pembentukan ==
== Proses pembentukan ==
Proses utama terbentuknya AMD/ARD adalah oksidasi mineral sulfida, terutama [[pirit]] (FeS₂). Ketika mineral ini bereaksi dengan [[air]] dan [[oksigen]], terbentuk [[asam sulfat]] serta logam terlarut yang meningkatkan tingkat keasaman air. [[Reaksi kimia]] ini menyebabkan lingkungan perairan di sekitarnya menjadi lebih asam dan meningkatkan kelarutan [[logam berat]], sehingga zat tersebut lebih mudah tersuspensi oleh organisme. Fenomena serupa juga dapat terjadi pada tanah sulfat asam yang terganggu, misalnya di wilayah pesisir atau [[Kuala (bentuk lahan)|estuari]].
Proses utama terbentuknya AMD/ARD adalah oksidasi mineral sulfida, terutama [[pirit]] (FeS₂). Ketika mineral ini bereaksi dengan [[air]] dan [[oksigen]], terbentuk [[asam sulfat]] serta logam terlarut yang meningkatkan tingkat keasaman air.<ref>Christian Blodau. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0048969706003421 A review of acidity generation and consumption in acidic coal mine lakes and their watersheds]. ''Science of The Total Environment''. 2006-10-01. Vol. 369 (1). hlm. 307–332. doi:10.1016/j.scitotenv.2006.05.004.</ref> [[Reaksi kimia]] ini menyebabkan lingkungan perairan di sekitarnya menjadi lebih asam dan meningkatkan kelarutan [[logam berat]], sehingga zat tersebut lebih mudah tersuspensi oleh organisme. Fenomena serupa juga dapat terjadi pada tanah sulfat asam yang terganggu, misalnya di wilayah pesisir atau [[Kuala (bentuk lahan)|estuari]].<ref>J. L. Stauber. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B9780128033715000102 Chapter 10 - Global Change]. Academic Press. 2016-01-01. hlm. 273–313. ISBN 978-0-12-803371-5.</ref><ref>H. van der Most. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B9780123747112011116 11.08 - Management of the Sustainable Development of Deltas]. Academic Press. 2011-01-01. hlm. 179–204. ISBN 978-0-08-087885-0.</ref>
 
Reaksi oksidasi pirit :


Reaksi oksidasi pirit :<ref>[https://mend-nedem.org/mend-report/quantitative-analysis-of-chemical-and-biological-kinetics-for-the-acid-mine-drainage-problem/ MEND Quantitative analysis of chemical and biological kinetics for the acid mine drainage problem]. ''mend-nedem.org''.</ref>


Dalam reaksi ini, [[sulfida]] diubah menjadi [[sulfat]], sehingga terbentuk ion [[besi(II)]] (ferrous) yang terlarut. Besi(II) selanjutnya dapat mengalami oksidasi menjadi [[besi(III)]] (ferric) melalui reaksi:
Dalam reaksi ini, [[sulfida]] diubah menjadi [[sulfat]], sehingga terbentuk ion [[besi(II)]] (ferrous) yang terlarut. Besi(II) selanjutnya dapat mengalami oksidasi menjadi [[besi(III)]] (ferric) melalui reaksi:


Reaksi-reaksi ini dapat berlangsung secara spontan atau menerima [[katalis]] dari [[mikroorganisme]] yang memperoleh energi dari oksidasi mineral sulfida. Besi(III) yang terbentuk dapat bereaksi lebih lanjut dengan pirit tambahan, sehingga oksidasi sulfida terus berlanjut:<ref>D. Barrie Johnson. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0048969704006199 Acid mine drainage remediation options: a review]. ''Science of The Total Environment''. 2005-02-01. Vol. 338 (1). hlm. 3–14. doi:10.1016/j.scitotenv.2004.09.002.</ref>


Reaksi-reaksi ini dapat berlangsung secara spontan atau menerima [[katalis]] dari [[mikroorganisme]] yang memperoleh energi dari oksidasi mineral sulfida. Besi(III) yang terbentuk dapat bereaksi lebih lanjut dengan pirit tambahan, sehingga oksidasi sulfida terus berlanjut:
Reaksi ini menghasilkan ion H⁺, yang menurunkan pH air dan menjaga kelarutan besi(III). Siklus oksidasi dan reduksi besi memungkinkan terjadinya proses berkelanjutan, di mana sulfida terus dioksidasi dan air tetap bersifat asam selama terdapat mineral sulfida dan oksigen.<ref>D. Barrie Johnson. [https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3305923/ Redox Transformations of Iron at Extremely Low pH: Fundamental and Applied Aspects]. ''Frontiers in Microbiology''. 2012. Vol. 3. hlm. 96. doi:10.3389/fmicb.2012.00096.</ref><ref>[https://www.sciencedirect.com/topics/earth-and-planetary-sciences/ferric-ion#:~:text=Ferric%20ions%20can%20be%20hydrolysed,than%20the%20aluminium%20hydroxide%20floc. Ferric Ion - an overview ScienceDirect Topics]. ''www.sciencedirect.com''.</ref>
 
 
Reaksi ini menghasilkan ion H⁺, yang menurunkan pH air dan menjaga kelarutan besi(III). Siklus oksidasi dan reduksi besi memungkinkan terjadinya proses berkelanjutan, di mana sulfida terus dioksidasi dan air tetap bersifat asam selama terdapat mineral sulfida dan oksigen.


== Dampak ==
== Dampak ==
Air bersifat asam yang dihasilkan dapat memiliki kandungan logam berat tinggi, seperti [[besi]], [[aluminium]], [[arsen]], dan [[Raksa|merkuri]]. Keasaman yang rendah meningkatkan kelarutan logam-logam tersebut sehingga lebih mudah tersuspensi dan menggangu organisme perairan. Paparan terhadap air asam dan logam berat dapat merusak kualitas air permukaan, mengganggu kesehatan organisme, serta menurunkan keanekaragaman hayati. Dampak ini tidak terbatas pada lokasi tambang, melainkan dapat menyebar sepanjang jalur aliran air, termasuk sungai, anak sungai, dan badan air lainnya. Akumulasi logam berat dalam air dan sedimen memengaruhi seluruh komunitas perairan, dari organisme bentik hingga ikan, serta mengubah sifat fisik dan kimia air, seperti pH, konduktivitas, dan kandungan nutrien.
Air bersifat asam yang dihasilkan dapat memiliki kandungan logam berat tinggi, seperti [[besi]], [[aluminium]], [[arsen]], dan [[Raksa|merkuri]].<ref>OW US EPA. [https://www.epa.gov/nps/abandoned-mine-drainage Abandoned Mine Drainage]. ''www.epa.gov''. 2015-09-15.</ref> Keasaman yang rendah meningkatkan kelarutan logam-logam tersebut sehingga lebih mudah tersuspensi dan menggangu organisme perairan.<ref>Yiwen Jiao. [https://www.mdpi.com/2073-4441/15/17/3138 Heavy Metal Distribution Characteristics, Water Quality Evaluation, and Health Risk Evaluation of Surface Water in Abandoned Multi-Year Pyrite Mine Area]. ''Water''. 2023-09-01. Vol. 15 (17). hlm. 3138. doi:10.3390/w15173138.</ref> Paparan terhadap air asam dan logam berat dapat merusak kualitas air permukaan, mengganggu kesehatan organisme, serta menurunkan keanekaragaman hayati.<ref>[https://www.usgs.gov/programs/environmental-health-program/science/metals-acid-mine-drainage-affect-aquatic-insects Metals in Acid Mine Drainage Affect Aquatic Insects U.S. Geological Survey]. ''www.usgs.gov''. 2014-09-08.</ref> Dampak ini tidak terbatas pada lokasi tambang, melainkan dapat menyebar sepanjang jalur aliran air, termasuk sungai, anak sungai, dan badan air lainnya.<ref>[https://www.usgs.gov/mission-areas/water-resources/science/mine-drainage Mine Drainage U.S. Geological Survey]. ''www.usgs.gov''. 2018-07-31.</ref><ref>Carlos Primo C. David. [https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/14713036 Establishing the impact of acid mine drainage through metal bioaccumulation and taxa richness of benthic insects in a tropical Asian stream (The Philippines)]. ''Environmental Toxicology and Chemistry''. 2003-12. Vol. 22 (12). hlm. 2952–2959. doi:10.1897/02-529.</ref> Akumulasi logam berat dalam air dan sedimen memengaruhi seluruh komunitas perairan, dari organisme bentik hingga ikan, serta mengubah sifat fisik dan kimia air, seperti pH, konduktivitas, dan kandungan nutrien.<ref>Barbara A. Butler. [https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19110291 Effect of pH, ionic strength, dissolved organic carbon, time, and particle size on metals release from mine drainage impacted streambed sediments]. ''Water Research''. 2009-03. Vol. 43 (5). hlm. 1392–1402. doi:10.1016/j.watres.2008.12.009.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Air+asam+tambang&oldid=29469176 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29469176 (2026-07-17T12:56:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Air+asam+tambang&oldid=29469176 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29469176 (2026-07-17T12:56:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 23.03

Air asam tambang di tambang Lousal, Grândola, Portugal

Air asam tambang (Acid Mine Drainage, AMD) disebut juga dengan drainase asam batu (Acid Rock Drainage, ARD) adalah aliran air bersifat asam yang berasal dari tambang logam atau batubara.[1] Fenomena ini terjadi ketika mineral sulfida dalam batuan mengalami oksidasi dan bereaksi dengan air, menghasilkan air dengan pH rendah.[2] air asam tambang juga dapat terjadi secara alami sebagai bagian dari proses pelapukan batuan,[3][4] tetapi kegiatan manusia seperti pertambangan, penggalian, atau konstruksi skala besar dapat mempercepat proses ini dan meningkatkan jumlah aliran air bersifat asam.[5][6]

Proses pembentukan

Proses utama terbentuknya AMD/ARD adalah oksidasi mineral sulfida, terutama pirit (FeS₂). Ketika mineral ini bereaksi dengan air dan oksigen, terbentuk asam sulfat serta logam terlarut yang meningkatkan tingkat keasaman air.[7] Reaksi kimia ini menyebabkan lingkungan perairan di sekitarnya menjadi lebih asam dan meningkatkan kelarutan logam berat, sehingga zat tersebut lebih mudah tersuspensi oleh organisme. Fenomena serupa juga dapat terjadi pada tanah sulfat asam yang terganggu, misalnya di wilayah pesisir atau estuari.[8][9]

Reaksi oksidasi pirit :[10]

Dalam reaksi ini, sulfida diubah menjadi sulfat, sehingga terbentuk ion besi(II) (ferrous) yang terlarut. Besi(II) selanjutnya dapat mengalami oksidasi menjadi besi(III) (ferric) melalui reaksi:

Reaksi-reaksi ini dapat berlangsung secara spontan atau menerima katalis dari mikroorganisme yang memperoleh energi dari oksidasi mineral sulfida. Besi(III) yang terbentuk dapat bereaksi lebih lanjut dengan pirit tambahan, sehingga oksidasi sulfida terus berlanjut:[11]

Reaksi ini menghasilkan ion H⁺, yang menurunkan pH air dan menjaga kelarutan besi(III). Siklus oksidasi dan reduksi besi memungkinkan terjadinya proses berkelanjutan, di mana sulfida terus dioksidasi dan air tetap bersifat asam selama terdapat mineral sulfida dan oksigen.[12][13]

Dampak

Air bersifat asam yang dihasilkan dapat memiliki kandungan logam berat tinggi, seperti besi, aluminium, arsen, dan merkuri.[14] Keasaman yang rendah meningkatkan kelarutan logam-logam tersebut sehingga lebih mudah tersuspensi dan menggangu organisme perairan.[15] Paparan terhadap air asam dan logam berat dapat merusak kualitas air permukaan, mengganggu kesehatan organisme, serta menurunkan keanekaragaman hayati.[16] Dampak ini tidak terbatas pada lokasi tambang, melainkan dapat menyebar sepanjang jalur aliran air, termasuk sungai, anak sungai, dan badan air lainnya.[17][18] Akumulasi logam berat dalam air dan sedimen memengaruhi seluruh komunitas perairan, dari organisme bentik hingga ikan, serta mengubah sifat fisik dan kimia air, seperti pH, konduktivitas, dan kandungan nutrien.[19]

Referensi

  1. Acid Mine Drainage - an overview ScienceDirect Topics. www.sciencedirect.com.
  2. Rohit Rathour. Chapter 4.4 - Treatment of Various Types of Wastewaters Using Microbial Fuel Cell Systems. Elsevier. 2019-01-01. hlm. 665–692. ISBN 978-0-444-64052-9.
  3. Mark Hawley. Guidelines for Mine Waste Dump and Stockpile Design. Csiro Publishing. 2017-04. hlm. 259. ISBN 978-1-4863-0351-9.
  4. Francis Gudyanga. Minerals in Africa: Opportunities for the Continent’s Industrialisation. CRC Press. 2020-08-10. hlm. 183. ISBN 978-1-000-73023-4.
  5. Acid Mine Drainage (AMD) / Acid Rock Drainage (ARD) - 911Metallurgist. 2015-11-09.
  6. Daniel Lazo. Acid mine drainage mitigation: A review. Ingeniería Industrial. 2020-12. hlm. 97–118. doi:10.26439/ing.ind2020.n039.4917.
  7. Christian Blodau. A review of acidity generation and consumption in acidic coal mine lakes and their watersheds. Science of The Total Environment. 2006-10-01. Vol. 369 (1). hlm. 307–332. doi:10.1016/j.scitotenv.2006.05.004.
  8. J. L. Stauber. Chapter 10 - Global Change. Academic Press. 2016-01-01. hlm. 273–313. ISBN 978-0-12-803371-5.
  9. H. van der Most. 11.08 - Management of the Sustainable Development of Deltas. Academic Press. 2011-01-01. hlm. 179–204. ISBN 978-0-08-087885-0.
  10. MEND Quantitative analysis of chemical and biological kinetics for the acid mine drainage problem. mend-nedem.org.
  11. D. Barrie Johnson. Acid mine drainage remediation options: a review. Science of The Total Environment. 2005-02-01. Vol. 338 (1). hlm. 3–14. doi:10.1016/j.scitotenv.2004.09.002.
  12. D. Barrie Johnson. Redox Transformations of Iron at Extremely Low pH: Fundamental and Applied Aspects. Frontiers in Microbiology. 2012. Vol. 3. hlm. 96. doi:10.3389/fmicb.2012.00096.
  13. Ferric Ion - an overview ScienceDirect Topics. www.sciencedirect.com.
  14. OW US EPA. Abandoned Mine Drainage. www.epa.gov. 2015-09-15.
  15. Yiwen Jiao. Heavy Metal Distribution Characteristics, Water Quality Evaluation, and Health Risk Evaluation of Surface Water in Abandoned Multi-Year Pyrite Mine Area. Water. 2023-09-01. Vol. 15 (17). hlm. 3138. doi:10.3390/w15173138.
  16. Metals in Acid Mine Drainage Affect Aquatic Insects U.S. Geological Survey. www.usgs.gov. 2014-09-08.
  17. Mine Drainage U.S. Geological Survey. www.usgs.gov. 2018-07-31.
  18. Carlos Primo C. David. Establishing the impact of acid mine drainage through metal bioaccumulation and taxa richness of benthic insects in a tropical Asian stream (The Philippines). Environmental Toxicology and Chemistry. 2003-12. Vol. 22 (12). hlm. 2952–2959. doi:10.1897/02-529.
  19. Barbara A. Butler. Effect of pH, ionic strength, dissolved organic carbon, time, and particle size on metals release from mine drainage impacted streambed sediments. Water Research. 2009-03. Vol. 43 (5). hlm. 1392–1402. doi:10.1016/j.watres.2008.12.009.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29469176 (2026-07-17T12:56:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.