Konservasi Mangrove di Pesisir Jawa: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29383210; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Hutan_Mangrove_Karimunjawa.jpg|thumb|right|280px|Hutan Mangrove Karimunjawa]] | |||
Kondisi tersebut mendorong berbagai upaya konservasi mangrove sebagai bagian dari strategi pengelolaan pesisir yang berkelanjutan, baik oleh pemerintah, masyarakat setempat maupun sektor swasta. | '''Ekosistem mangrove''' merupakan hutan di wilayah pasang surut pantai yang tumbuh di habitat air payau hingga laut dangkal, dan memainkan peran penting baik dari sisi [[Pelestarian lingkungan hidup|ekologis]] maupun sosial-ekonomis. Di Indonesia, ekosistem ini tersebar luas di wilayah pesisir, termasuk sepanjang pesisir Pulau Jawa.<ref>[https://indonesia.go.id/narasi/indonesia-dalam-angka/ekonomi/penting-menjaga-si-pelindung-pantai?utm_ Indonesia.go.id - Penting Menjaga si Pelindung Pantai]. ''indonesia.go.id''.</ref> Di pesisir Jawa, tekanan terhadap mangrove muncul dari [[abrasi]] pantai, penurunan muka tanah, alih fungsi lahan (misalnya untuk tambak atau pemukiman), serta kegiatan industri dan pariwisata.<ref>Bilal Ramadhan. [https://news.republika.co.id/berita/r1ojx2330/warga-pekalongan-dukung-pesisir-jadi-konservasi-mangrove?utm_ Warga Pekalongan Dukung Pesisir Jadi Konservasi Mangrove]. ''Republika''. 28 Oct 2021.</ref> | ||
Kondisi tersebut mendorong berbagai upaya konservasi mangrove sebagai bagian dari strategi pengelolaan pesisir yang berkelanjutan, baik oleh pemerintah, masyarakat setempat maupun sektor swasta.<ref>jokow. [https://pengabdian.ugm.ac.id/2024/09/26/peringatan-hari-mangrove-sedunia-mahasiswa-kkn-ppm-ugm-inisiasi-program-konservasi-mangrove-di-pesisir-laut-jawa/ Peringatan Hari Mangrove Sedunia, Mahasiswa KKN-PPM UGM Inisiasi Program Konservasi Mangrove di Pesisir Laut Jawa – Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat].</ref> | |||
== Fungsi dan Signifikansi Mangrove == | == Fungsi dan Signifikansi Mangrove == | ||
[[Mangrove]] di pesisir Jawa berfungsi sebagai pelindung alami pantai terhadap gelombang, abrasi, [[Banjir rob|rob]] dan banjir, dengan sistem akar yang dapat meredam gaya ombak dan menahan sedimen. Secara ekologis, mangrove menjadi habitat penting bagi flora dan fauna, termasuk sebagai tempat pemijahan ikan dan udang, serta menyimpan karbon dalam jumlah besar membantu mitigasi perubahan iklim. | [[Mangrove]] di pesisir Jawa berfungsi sebagai pelindung alami pantai terhadap gelombang, abrasi, [[Banjir rob|rob]] dan banjir, dengan sistem akar yang dapat meredam gaya ombak dan menahan sedimen.<ref>[https://indonesia.go.id/narasi/indonesia-dalam-angka/ekonomi/penting-menjaga-si-pelindung-pantai?utm_ Indonesia.go.id - Penting Menjaga si Pelindung Pantai]. ''indonesia.go.id''.</ref> Secara ekologis, mangrove menjadi habitat penting bagi flora dan fauna, termasuk sebagai tempat pemijahan ikan dan udang, serta menyimpan karbon dalam jumlah besar membantu mitigasi perubahan iklim.<ref>[https://indonesia.go.id/narasi/indonesia-dalam-angka/ekonomi/penting-menjaga-si-pelindung-pantai?utm_ Indonesia.go.id - Penting Menjaga si Pelindung Pantai]. ''indonesia.go.id''.</ref> | ||
Secara sosial-ekonomi, masyarakat pesisir di Jawa banyak yang menggantungkan mata pencaharian pada perikanan, budidaya dan ekowisata. Konservasi mangrove dapat memperkuat ketahanan ekonomi lokal melalui perlindungan sumber daya alam dan potensi ekowisata mangrove. | Secara sosial-ekonomi, masyarakat pesisir di Jawa banyak yang menggantungkan mata pencaharian pada perikanan, budidaya dan ekowisata. Konservasi mangrove dapat memperkuat ketahanan ekonomi lokal melalui perlindungan sumber daya alam dan potensi ekowisata mangrove. | ||
== Tantangan dan Ancaman == | == Tantangan dan Ancaman == | ||
Salah satu tantangan utama adalah alih fungsi lahan mangrove untuk tambak, pemukiman atau industri sehingga terjadi pengurangan luas dan kualitas [[hutan mangrove]].[[Erosi pantai]], penurunan muka tanah, dan abrasi di pesisir utara Jawa juga menjadi ancaman serius terhadap keberlanjutan mangrove. | Salah satu tantangan utama adalah alih fungsi lahan mangrove untuk tambak, pemukiman atau industri sehingga terjadi pengurangan luas dan kualitas [[hutan mangrove]].<ref>Cahyo Wulandari. [https://jurnal.ugm.ac.id/v3/parikesit/article/view/9562 Potensi Ekosistem Mangrove untuk Mewujudkan Kawasan Pesisir Berkelanjutan di Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah]. ''Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna''. 2023-11-30. Vol. 1 (2). hlm. 81–92. doi:10.22146/parikesit.v1i2.9562.</ref>[[Erosi pantai]], penurunan muka tanah, dan abrasi di pesisir utara Jawa juga menjadi ancaman serius terhadap keberlanjutan mangrove.<ref>Bilal Ramadhan. [https://news.republika.co.id/berita/r1ojx2330/warga-pekalongan-dukung-pesisir-jadi-konservasi-mangrove?utm_ Warga Pekalongan Dukung Pesisir Jadi Konservasi Mangrove]. ''Republika''. 28 Oct 2021.</ref> | ||
Kurangnya kesadaran masyarakat atau koordinasi antar lembaga pengelola, serta keterbatasan sumber daya dalam pengawasan dan pemeliharaan, turut memengaruhi efektivitas konservasi mangrove. | Kurangnya kesadaran masyarakat atau koordinasi antar lembaga pengelola, serta keterbatasan sumber daya dalam pengawasan dan pemeliharaan, turut memengaruhi efektivitas konservasi mangrove.<ref>Annisa Nurfitriani Fatimah. [https://journal.unpas.ac.id/index.php/kebijakan/article/view/5279 IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KONSERVASI HUTAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN CILACAP]. ''Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi''. 2022-06-30. Vol. 13 (2). hlm. 129–135. doi:10.23969/kebijakan.v13i2.5279.</ref> | ||
== Upaya Konservasi di Pesisir Jawa == | == Upaya Konservasi di Pesisir Jawa == | ||
Berbagai kegiatan konservasi telah dilaksanakan di Jawa, salah satunya program penanaman mangrove oleh kelompok masyarakat dan institusi pendidikan di Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak (Jawa Tengah) yang meliputi edukasi masyarakat, pemetaan mangrove, dan penanaman bibit mangrove. | Berbagai kegiatan konservasi telah dilaksanakan di Jawa, salah satunya program penanaman mangrove oleh kelompok masyarakat dan institusi pendidikan di Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak (Jawa Tengah) yang meliputi edukasi masyarakat, pemetaan mangrove, dan penanaman bibit mangrove.<ref>Cahyo Wulandari. [https://jurnal.ugm.ac.id/v3/parikesit/article/view/9562 Potensi Ekosistem Mangrove untuk Mewujudkan Kawasan Pesisir Berkelanjutan di Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah]. ''Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna''. 2023-11-30. Vol. 1 (2). hlm. 81–92. doi:10.22146/parikesit.v1i2.9562.</ref> | ||
Program [[Rehabilitasi hutan mangrove di Indonesia|rehabilitasi]] yang dipimpin oleh pemerintah turut dilakukan, misalnya penanaman ratusan ribu bibit mangrove di pesisir utara Jawa termasuk di kabupaten-kabupaten seperti Karawang dan Brebes. Kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, LSM dan komunitas lokal juga berkembang, misalnya kegiatan konservasi mangrove di Karawang Utara yang dilakukan oleh perusahaan bersama masyarakat. | Program [[Rehabilitasi hutan mangrove di Indonesia|rehabilitasi]] yang dipimpin oleh pemerintah turut dilakukan, misalnya penanaman ratusan ribu bibit mangrove di pesisir utara Jawa termasuk di kabupaten-kabupaten seperti Karawang dan Brebes.<ref>[https://asiatoday.id/read/30537 Rehabilitasi Pesisir Utara Pulau Jawa Melalui Konservasi Mangrove AsiaToday.id]. 2020-12-09.</ref> Kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, LSM dan komunitas lokal juga berkembang, misalnya kegiatan konservasi mangrove di Karawang Utara yang dilakukan oleh perusahaan bersama masyarakat.<ref>https://www.eigeradventure.com/blog/konservasi-mangrove-pesisir-karawang-utara/?utm_</ref> | ||
== Model Pengelolaan dan Peran Masyarakat == | == Model Pengelolaan dan Peran Masyarakat == | ||
Pengelolaan mangrove yang sukses cenderung menggabungkan aspek teknis penanaman serta pemeliharaan dengan partisipasi aktif masyarakat lokal. Di beberapa lokasi di Jawa Tengah, identifikasi spesies mangrove, pemetaan sebaran dan kegiatan silvo-fishery (gabungan mangrove dengan budidaya perikanan) diterapkan untuk meningkatkan manfaat ekologis dan ekonomis. | Pengelolaan mangrove yang sukses cenderung menggabungkan aspek teknis penanaman serta pemeliharaan dengan partisipasi aktif masyarakat lokal. Di beberapa lokasi di Jawa Tengah, identifikasi spesies mangrove, pemetaan sebaran dan kegiatan silvo-fishery (gabungan mangrove dengan budidaya perikanan) diterapkan untuk meningkatkan manfaat ekologis dan ekonomis.<ref>Cahyo Wulandari. [https://jurnal.ugm.ac.id/v3/parikesit/article/view/9562 Potensi Ekosistem Mangrove untuk Mewujudkan Kawasan Pesisir Berkelanjutan di Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah]. ''Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna''. 2023-11-30. Vol. 1 (2). hlm. 81–92. doi:10.22146/parikesit.v1i2.9562.</ref> | ||
Kebijakan konservasi seperti pembentukan kawasan konservasi pesisir, zonasi, regulasi penebangan mangrove dan pemanfaatan terbatas diterapkan di wilayah seperti Kabupaten Cilacap. Hambatan dalam implementasi termasuk [[konflik kepentingan]] dan kapasitas lembaga. | Kebijakan konservasi seperti pembentukan kawasan konservasi pesisir, zonasi, regulasi penebangan mangrove dan pemanfaatan terbatas diterapkan di wilayah seperti Kabupaten Cilacap. Hambatan dalam implementasi termasuk [[konflik kepentingan]] dan kapasitas lembaga.<ref>Annisa Nurfitriani Fatimah. [https://journal.unpas.ac.id/index.php/kebijakan/article/view/5279 IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KONSERVASI HUTAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN CILACAP]. ''Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi''. 2022-06-30. Vol. 13 (2). hlm. 129–135. doi:10.23969/kebijakan.v13i2.5279.</ref> | ||
== Potensi Ekowisata dan Manfaat Tambahan == | == Potensi Ekowisata dan Manfaat Tambahan == | ||
Ekosistem mangrove yang terpelihara memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya pelestarian lingkungan. Kegiatan penanaman dan pemulihan mangrove secara berkelanjutan dapat memperkuat berbagai fungsi jasa ekosistem, seperti penyerapan karbon, perlindungan wilayah pesisir dari abrasi, serta menjaga keanekaragaman hayati lokal. | Ekosistem mangrove yang terpelihara memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya pelestarian lingkungan. Kegiatan penanaman dan pemulihan mangrove secara berkelanjutan dapat memperkuat berbagai fungsi jasa ekosistem, seperti penyerapan karbon, perlindungan wilayah pesisir dari abrasi, serta menjaga keanekaragaman hayati lokal.<ref>[https://indonesia.go.id/narasi/indonesia-dalam-angka/ekonomi/penting-menjaga-si-pelindung-pantai?utm_ Indonesia.go.id - Penting Menjaga si Pelindung Pantai]. ''indonesia.go.id''.</ref> | ||
Secara keseluruhan, konservasi mangrove di kawasan pesisir Jawa merupakan langkah strategis dalam menjaga ketahanan ekosistem pesisir yang memiliki nilai ekologis, ekonomi, dan sosial yang tinggi. Meskipun masih menghadapi tantangan seperti alih fungsi lahan, abrasi pantai, dan keterbatasan kapasitas pengelolaan, kolaborasi antara masyarakat, lembaga lokal, dan berbagai [[pemangku kepentingan]] menunjukkan perkembangan yang positif. Penguatan implementasi kebijakan serta penerapan model pengelolaan yang partisipatif dan inklusif menjadi kunci untuk menjamin keberlanjutan ekosistem mangrove sebagai bagian integral dari pembangunan pesisir yang berkelanjutan di Pulau Jawa. | Secara keseluruhan, konservasi mangrove di kawasan pesisir Jawa merupakan langkah strategis dalam menjaga ketahanan ekosistem pesisir yang memiliki nilai ekologis, ekonomi, dan sosial yang tinggi. Meskipun masih menghadapi tantangan seperti alih fungsi lahan, abrasi pantai, dan keterbatasan kapasitas pengelolaan, kolaborasi antara masyarakat, lembaga lokal, dan berbagai [[pemangku kepentingan]] menunjukkan perkembangan yang positif. Penguatan implementasi kebijakan serta penerapan model pengelolaan yang partisipatif dan inklusif menjadi kunci untuk menjamin keberlanjutan ekosistem mangrove sebagai bagian integral dari pembangunan pesisir yang berkelanjutan di Pulau Jawa. | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Konservasi+Mangrove+di+Pesisir+Jawa&oldid=29383210 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29383210 (2026-06-24T12:07:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 23.05

Ekosistem mangrove merupakan hutan di wilayah pasang surut pantai yang tumbuh di habitat air payau hingga laut dangkal, dan memainkan peran penting baik dari sisi ekologis maupun sosial-ekonomis. Di Indonesia, ekosistem ini tersebar luas di wilayah pesisir, termasuk sepanjang pesisir Pulau Jawa.[1] Di pesisir Jawa, tekanan terhadap mangrove muncul dari abrasi pantai, penurunan muka tanah, alih fungsi lahan (misalnya untuk tambak atau pemukiman), serta kegiatan industri dan pariwisata.[2]
Kondisi tersebut mendorong berbagai upaya konservasi mangrove sebagai bagian dari strategi pengelolaan pesisir yang berkelanjutan, baik oleh pemerintah, masyarakat setempat maupun sektor swasta.[3]
Fungsi dan Signifikansi Mangrove
Mangrove di pesisir Jawa berfungsi sebagai pelindung alami pantai terhadap gelombang, abrasi, rob dan banjir, dengan sistem akar yang dapat meredam gaya ombak dan menahan sedimen.[4] Secara ekologis, mangrove menjadi habitat penting bagi flora dan fauna, termasuk sebagai tempat pemijahan ikan dan udang, serta menyimpan karbon dalam jumlah besar membantu mitigasi perubahan iklim.[5]
Secara sosial-ekonomi, masyarakat pesisir di Jawa banyak yang menggantungkan mata pencaharian pada perikanan, budidaya dan ekowisata. Konservasi mangrove dapat memperkuat ketahanan ekonomi lokal melalui perlindungan sumber daya alam dan potensi ekowisata mangrove.
Tantangan dan Ancaman
Salah satu tantangan utama adalah alih fungsi lahan mangrove untuk tambak, pemukiman atau industri sehingga terjadi pengurangan luas dan kualitas hutan mangrove.[6]Erosi pantai, penurunan muka tanah, dan abrasi di pesisir utara Jawa juga menjadi ancaman serius terhadap keberlanjutan mangrove.[7]
Kurangnya kesadaran masyarakat atau koordinasi antar lembaga pengelola, serta keterbatasan sumber daya dalam pengawasan dan pemeliharaan, turut memengaruhi efektivitas konservasi mangrove.[8]
Upaya Konservasi di Pesisir Jawa
Berbagai kegiatan konservasi telah dilaksanakan di Jawa, salah satunya program penanaman mangrove oleh kelompok masyarakat dan institusi pendidikan di Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak (Jawa Tengah) yang meliputi edukasi masyarakat, pemetaan mangrove, dan penanaman bibit mangrove.[9]
Program rehabilitasi yang dipimpin oleh pemerintah turut dilakukan, misalnya penanaman ratusan ribu bibit mangrove di pesisir utara Jawa termasuk di kabupaten-kabupaten seperti Karawang dan Brebes.[10] Kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, LSM dan komunitas lokal juga berkembang, misalnya kegiatan konservasi mangrove di Karawang Utara yang dilakukan oleh perusahaan bersama masyarakat.[11]
Model Pengelolaan dan Peran Masyarakat
Pengelolaan mangrove yang sukses cenderung menggabungkan aspek teknis penanaman serta pemeliharaan dengan partisipasi aktif masyarakat lokal. Di beberapa lokasi di Jawa Tengah, identifikasi spesies mangrove, pemetaan sebaran dan kegiatan silvo-fishery (gabungan mangrove dengan budidaya perikanan) diterapkan untuk meningkatkan manfaat ekologis dan ekonomis.[12]
Kebijakan konservasi seperti pembentukan kawasan konservasi pesisir, zonasi, regulasi penebangan mangrove dan pemanfaatan terbatas diterapkan di wilayah seperti Kabupaten Cilacap. Hambatan dalam implementasi termasuk konflik kepentingan dan kapasitas lembaga.[13]
Potensi Ekowisata dan Manfaat Tambahan
Ekosistem mangrove yang terpelihara memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya pelestarian lingkungan. Kegiatan penanaman dan pemulihan mangrove secara berkelanjutan dapat memperkuat berbagai fungsi jasa ekosistem, seperti penyerapan karbon, perlindungan wilayah pesisir dari abrasi, serta menjaga keanekaragaman hayati lokal.[14]
Secara keseluruhan, konservasi mangrove di kawasan pesisir Jawa merupakan langkah strategis dalam menjaga ketahanan ekosistem pesisir yang memiliki nilai ekologis, ekonomi, dan sosial yang tinggi. Meskipun masih menghadapi tantangan seperti alih fungsi lahan, abrasi pantai, dan keterbatasan kapasitas pengelolaan, kolaborasi antara masyarakat, lembaga lokal, dan berbagai pemangku kepentingan menunjukkan perkembangan yang positif. Penguatan implementasi kebijakan serta penerapan model pengelolaan yang partisipatif dan inklusif menjadi kunci untuk menjamin keberlanjutan ekosistem mangrove sebagai bagian integral dari pembangunan pesisir yang berkelanjutan di Pulau Jawa.
Referensi
- ↑ Indonesia.go.id - Penting Menjaga si Pelindung Pantai. indonesia.go.id.
- ↑ Bilal Ramadhan. Warga Pekalongan Dukung Pesisir Jadi Konservasi Mangrove. Republika. 28 Oct 2021.
- ↑ jokow. Peringatan Hari Mangrove Sedunia, Mahasiswa KKN-PPM UGM Inisiasi Program Konservasi Mangrove di Pesisir Laut Jawa – Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat.
- ↑ Indonesia.go.id - Penting Menjaga si Pelindung Pantai. indonesia.go.id.
- ↑ Indonesia.go.id - Penting Menjaga si Pelindung Pantai. indonesia.go.id.
- ↑ Cahyo Wulandari. Potensi Ekosistem Mangrove untuk Mewujudkan Kawasan Pesisir Berkelanjutan di Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna. 2023-11-30. Vol. 1 (2). hlm. 81–92. doi:10.22146/parikesit.v1i2.9562.
- ↑ Bilal Ramadhan. Warga Pekalongan Dukung Pesisir Jadi Konservasi Mangrove. Republika. 28 Oct 2021.
- ↑ Annisa Nurfitriani Fatimah. IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KONSERVASI HUTAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN CILACAP. Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi. 2022-06-30. Vol. 13 (2). hlm. 129–135. doi:10.23969/kebijakan.v13i2.5279.
- ↑ Cahyo Wulandari. Potensi Ekosistem Mangrove untuk Mewujudkan Kawasan Pesisir Berkelanjutan di Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna. 2023-11-30. Vol. 1 (2). hlm. 81–92. doi:10.22146/parikesit.v1i2.9562.
- ↑ Rehabilitasi Pesisir Utara Pulau Jawa Melalui Konservasi Mangrove AsiaToday.id. 2020-12-09.
- ↑ https://www.eigeradventure.com/blog/konservasi-mangrove-pesisir-karawang-utara/?utm_
- ↑ Cahyo Wulandari. Potensi Ekosistem Mangrove untuk Mewujudkan Kawasan Pesisir Berkelanjutan di Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna. 2023-11-30. Vol. 1 (2). hlm. 81–92. doi:10.22146/parikesit.v1i2.9562.
- ↑ Annisa Nurfitriani Fatimah. IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KONSERVASI HUTAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN CILACAP. Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi. 2022-06-30. Vol. 13 (2). hlm. 129–135. doi:10.23969/kebijakan.v13i2.5279.
- ↑ Indonesia.go.id - Penting Menjaga si Pelindung Pantai. indonesia.go.id.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29383210 (2026-06-24T12:07:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.