Alga merah: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28684200; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Alga merah''' atau '''Rhodophyta''' (dari [[Bahasa Yunani Kuno]]: ῥόδον ''rhodon'', "mawar" and φυτόν ''phyton'', "tumbuhan") adalah salah satu [[filum]] dari [[alga]] berdasarkan zat warna atau pigmentasinya. Warna merah pada alga ini disebabkan oleh [[pigmen]] [[fikoeritrin]] dalam jumlah banyak dibandingkan pigmen [[klorofil]], [[karoten]], dan [[xantofil]]. Alga ini pada umumnya bersel banyak (multiseluler) dan makroskopis. Panjangnya antara 10 cm sampai 1 meter dan berbentuk berkas atau lembaran (filamen) dengan dinding sel yang terdiri atas selulosa dan melekat pada sel pemegang (''hold fast cell''). | [[File:Laurencia.jpg|thumb|right|280px|Laurencia]] | ||
'''Alga merah''' atau '''Rhodophyta''' (dari [[Bahasa Yunani Kuno]]: ῥόδον ''rhodon'', "mawar" and φυτόν ''phyton'', "tumbuhan") adalah salah satu [[filum]] dari [[alga]] berdasarkan zat warna atau pigmentasinya.<ref>[https://www.biologyonline.com/dictionary/red-algae Red algae Definition and Examples - Biology Online Dictionary]. ''Biology Articles, Tutorials & Dictionary Online''.</ref> Warna merah pada alga ini disebabkan oleh [[pigmen]] [[fikoeritrin]] dalam jumlah banyak dibandingkan pigmen [[klorofil]], [[karoten]], dan [[xantofil]]. Alga ini pada umumnya bersel banyak (multiseluler) dan makroskopis. Panjangnya antara 10 cm sampai 1 meter dan berbentuk berkas atau lembaran (filamen) dengan dinding sel yang terdiri atas selulosa dan melekat pada sel pemegang (''hold fast cell''). | |||
Beberapa alga merah memiliki nilai ekonomi sebagai bahan makanan (sebagai pelengkap minuman penyegar ataupun sebagai bahan baku [[agar-agar]]). Alga merah sebagai bahan makanan memiliki kandungan [[serat pangan|serat]] lunak yang baik bagi kesehatan [[usus]]. Protein yang terkandung dalam alga merah sekitar 10-47% dari berat keringnya. | Beberapa alga merah memiliki nilai ekonomi sebagai bahan makanan (sebagai pelengkap minuman penyegar ataupun sebagai bahan baku [[agar-agar]]). Alga merah sebagai bahan makanan memiliki kandungan [[serat pangan|serat]] lunak yang baik bagi kesehatan [[usus]]. Protein yang terkandung dalam alga merah sekitar 10-47% dari berat keringnya. | ||
== Habitat == | == Habitat == | ||
Sebagian besar alga merah hidup di [[laut]], banyak terdapat di laut tropika. Sebagian kecil hidup di [[air tawar]] yang dingin dengan aliran deras dan banyak [[oksigen]]. Selain itu ada pula yang hidup di [[air payau]]. Mereka juga mampu bertahan di kedalaman laut yang paling dalam, dibandingkan dengan beberapa spesies alga lainnya.<ref>Resource Administration and Management M. S. [https://www.thoughtco.com/red-algae-rhodophyta-2291974 Red Algae Are Plant-Like Organisms, but They're Not Plants]. ''ThoughtCo''.</ref> Alga merah yang banyak ditemukan di laut dalam adalah ''[[Gelidium]]'' dan ''[[Gracilaria]]'', sedang ''[[Euchema spinosum]]'' menyukai laut dangkal. Umumnya warna pada alga merah berbeda-beda bergantung dari tingkat kedalaman laut. Alga merah akan berwarna hitam jika berada di laut dalam, berwarna merah terang di laut yang tidak terlalu dalam, dan berwarna hijau di perairan dangkal. | |||
Sebagian besar alga merah hidup di [[laut]], banyak terdapat di laut tropika. Sebagian kecil hidup di [[air tawar]] yang dingin dengan aliran deras dan banyak [[oksigen]]. Selain itu ada pula yang hidup di [[air payau]]. Mereka juga mampu bertahan di kedalaman laut yang paling dalam, dibandingkan dengan beberapa spesies alga lainnya. Alga merah yang banyak ditemukan di laut dalam adalah ''[[Gelidium]]'' dan ''[[Gracilaria]]'', sedang ''[[Euchema spinosum]]'' menyukai laut dangkal. Umumnya warna pada alga merah berbeda-beda bergantung dari tingkat kedalaman laut. Alga merah akan berwarna hitam jika berada di laut dalam, berwarna merah terang di laut yang tidak terlalu dalam, dan berwarna hijau di perairan dangkal. | |||
== Perkembangbiakan == | == Perkembangbiakan == | ||
Perkembangbiakan algae merah yaitu secara vegetatif dan generatif. | Perkembangbiakan algae merah yaitu secara vegetatif dan generatif. | ||
* Perkembangbiakan [[vegetatif]] ganggang merah berlangsung dengan pembentukan [[spora]] haploid yang dihasilkan oleh [[sporangium]] atau talus ganggang yang diploid. Spora ini selanjutnya tumbuh menjadi ganggang jantan atau betina yang sel-selnya haploid. | * Perkembangbiakan [[vegetatif]] ganggang merah berlangsung dengan pembentukan [[spora]] haploid yang dihasilkan oleh [[sporangium]] atau talus ganggang yang diploid. Spora ini selanjutnya tumbuh menjadi ganggang jantan atau betina yang sel-selnya haploid. | ||
| Baris 14: | Baris 14: | ||
== Manfaat == | == Manfaat == | ||
Alga merah dapat menyediakan makanan dalam jumlah banyak bagi [[ikan]] dan [[hewan]] lain yang hidup di laut. Jenis ini juga menjadi bahan makanan bagi [[manusia]] misalnya ''[[Chondrus crispus]]'' ([[lumut]] [[irlandia]]) dan beberapa [[genus]] ''[[Porphyra]].'' ''Chondrus crispus'' dan ''Gigortina mamilosa'' menghasilkan [[karagen]] yang dimanfaatkan untuk penyamak kulit, bahan pembuat krem, dan obat pencuci [[rambut]]. Alga merah lain seperti ''[[Gracilaria lichenoides]]'', ''[[Euchema spinosum]]'', ''[[Gelidium]]'' dan ''[[Agardhiella]]'' dibudidayakan karena menghasilkan bahan serupa [[gelatin]] yang dikenal sebagai [[agar-agar]].<ref>[https://www.britannica.com/science/red-algae Red algae protist]. ''Encyclopedia Britannica''.</ref> [[Gel]] ini digunakan oleh para peneliti sebagai medium biakan [[bakteri]] dan fase padat pada [[elektroforesis gel]], untuk pengental dalam banyak [[makanan]], perekat [[tekstil]], sebagai obat pencahar ([[laksatif]]), atau sebagai makanan penutup. | |||
Alga merah dapat menyediakan makanan dalam jumlah banyak bagi [[ikan]] dan [[hewan]] lain yang hidup di laut. Jenis ini juga menjadi bahan makanan bagi [[manusia]] misalnya ''[[Chondrus crispus]]'' ([[lumut]] [[irlandia]]) dan beberapa [[genus]] ''[[Porphyra]].'' ''Chondrus crispus'' dan ''Gigortina mamilosa'' menghasilkan [[karagen]] yang dimanfaatkan untuk penyamak kulit, bahan pembuat krem, dan obat pencuci [[rambut]]. Alga merah lain seperti ''[[Gracilaria lichenoides]]'', ''[[Euchema spinosum]]'', ''[[Gelidium]]'' dan ''[[Agardhiella]]'' dibudidayakan karena menghasilkan bahan serupa [[gelatin]] yang dikenal sebagai [[agar-agar]]. [[Gel]] ini digunakan oleh para peneliti sebagai medium biakan [[bakteri]] dan fase padat pada [[elektroforesis gel]], untuk pengental dalam banyak [[makanan]], perekat [[tekstil]], sebagai obat pencahar ([[laksatif]]), atau sebagai makanan penutup. | |||
== Daftar pustaka == | == Daftar pustaka == | ||
* | |||
* | * | ||
* | |||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alga+merah&oldid=28684200 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28684200 (2025-12-10T13:49:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 23.06

Alga merah atau Rhodophyta (dari Bahasa Yunani Kuno: ῥόδον rhodon, "mawar" and φυτόν phyton, "tumbuhan") adalah salah satu filum dari alga berdasarkan zat warna atau pigmentasinya.[1] Warna merah pada alga ini disebabkan oleh pigmen fikoeritrin dalam jumlah banyak dibandingkan pigmen klorofil, karoten, dan xantofil. Alga ini pada umumnya bersel banyak (multiseluler) dan makroskopis. Panjangnya antara 10 cm sampai 1 meter dan berbentuk berkas atau lembaran (filamen) dengan dinding sel yang terdiri atas selulosa dan melekat pada sel pemegang (hold fast cell).
Beberapa alga merah memiliki nilai ekonomi sebagai bahan makanan (sebagai pelengkap minuman penyegar ataupun sebagai bahan baku agar-agar). Alga merah sebagai bahan makanan memiliki kandungan serat lunak yang baik bagi kesehatan usus. Protein yang terkandung dalam alga merah sekitar 10-47% dari berat keringnya.
Habitat
Sebagian besar alga merah hidup di laut, banyak terdapat di laut tropika. Sebagian kecil hidup di air tawar yang dingin dengan aliran deras dan banyak oksigen. Selain itu ada pula yang hidup di air payau. Mereka juga mampu bertahan di kedalaman laut yang paling dalam, dibandingkan dengan beberapa spesies alga lainnya.[2] Alga merah yang banyak ditemukan di laut dalam adalah Gelidium dan Gracilaria, sedang Euchema spinosum menyukai laut dangkal. Umumnya warna pada alga merah berbeda-beda bergantung dari tingkat kedalaman laut. Alga merah akan berwarna hitam jika berada di laut dalam, berwarna merah terang di laut yang tidak terlalu dalam, dan berwarna hijau di perairan dangkal.
Perkembangbiakan
Perkembangbiakan algae merah yaitu secara vegetatif dan generatif.
- Perkembangbiakan vegetatif ganggang merah berlangsung dengan pembentukan spora haploid yang dihasilkan oleh sporangium atau talus ganggang yang diploid. Spora ini selanjutnya tumbuh menjadi ganggang jantan atau betina yang sel-selnya haploid.
- Perkembangbiakan generatif ganggang merah dengan oogami, pembuahan sel kelamin betina (ovum) oleh sel kelamin jantan (spermatium). Alat perkembangbiakan jantan disebut spermatogonium yang menghasilkan spermatium yang tak berflagel. Sedangkan alat kelamin betina disebut karpogonium, yang menghasilkan ovum. Hasil pembuahan sel ovum oleh spermatium adalah zigot yang diploid. Selanjutnya, zigot itu akan tumbuh menjadi ganggang baru yang menghasilkan aplanospora dengan pembelahan meiosis. Spora haploid akan tumbuh menjadi ganggang penghasil gamet. Jadi pada ganggang merah terjadi pergiliran keturunan antara sporofit dan gametofit.
Manfaat
Alga merah dapat menyediakan makanan dalam jumlah banyak bagi ikan dan hewan lain yang hidup di laut. Jenis ini juga menjadi bahan makanan bagi manusia misalnya Chondrus crispus (lumut irlandia) dan beberapa genus Porphyra. Chondrus crispus dan Gigortina mamilosa menghasilkan karagen yang dimanfaatkan untuk penyamak kulit, bahan pembuat krem, dan obat pencuci rambut. Alga merah lain seperti Gracilaria lichenoides, Euchema spinosum, Gelidium dan Agardhiella dibudidayakan karena menghasilkan bahan serupa gelatin yang dikenal sebagai agar-agar.[3] Gel ini digunakan oleh para peneliti sebagai medium biakan bakteri dan fase padat pada elektroforesis gel, untuk pengental dalam banyak makanan, perekat tekstil, sebagai obat pencahar (laksatif), atau sebagai makanan penutup.
Daftar pustaka
Referensi
- ↑ Red algae Definition and Examples - Biology Online Dictionary. Biology Articles, Tutorials & Dictionary Online.
- ↑ Resource Administration and Management M. S. Red Algae Are Plant-Like Organisms, but They're Not Plants. ThoughtCo.
- ↑ Red algae protist. Encyclopedia Britannica.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28684200 (2025-12-10T13:49:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.