Lompat ke isi

Cacing panah: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29460254; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Chaetognatha''' (berarti mulut sikat) atau lebih dikenal sebagai '''cacing panah''' adalah salah satu filum cacing laut pemangsa yang termasuk ke dalam kategori [[plankton]]. 20% spesies cacing panah hidup di [[zona bentik]] dengan menempelkan tubuhnya ke bebatuan atau alga. Cacing panah dapat hidup di perairan tropis dan dangkal yang hangat maupun perairan kutub dan dalam yang dingin. Cacing panah biasanya memiliki tubuh transparan dan berbentuk torpedo. Namun, ada beberapa spesies yang hidup di laut dalam berwarna jingga. Panjang tubuh cacing panah berkisar antara .
[[File:Chaetotilted.png|thumb|right|280px|Chaetotilted]]


Cacing panah terdiri dari lebih 120 [[spesies]].
'''Chaetognatha''' (berarti mulut sikat) atau lebih dikenal sebagai '''cacing panah''' adalah salah satu filum cacing laut pemangsa yang termasuk ke dalam kategori [[plankton]].<ref>Sybil, P Parker. ''McGraw-Hill Dictionary of Biology''. McGraw-Hill Company. 1984.</ref> 20% spesies cacing panah hidup di [[zona bentik]] dengan menempelkan tubuhnya ke bebatuan atau alga. Cacing panah dapat hidup di perairan tropis dan dangkal yang hangat maupun perairan kutub dan dalam yang dingin. Cacing panah biasanya memiliki tubuh transparan dan berbentuk torpedo. Namun, ada beberapa spesies yang hidup di laut dalam berwarna jingga. Panjang tubuh cacing panah berkisar antara .
 
Cacing panah terdiri dari lebih 120 [[spesies]].<ref>[http://www.marinespecies.org World Register of Marine Species].</ref>


== Bentuk tubuh ==
== Bentuk tubuh ==
Tubuh cacing panah terdiri dari kepala, badan, dan ekor yang memiliki bentuk berbeda. Mulut ada di bagian kepala yang ditutupi oleh bulu-bulu kaku yang bisa dimekar-kuncupkan untuk memangsa. Seluruh spesies cacing panah adalah karnivora yang memangsa [[organisme]] planktonik juga larva ikan.
Tubuh cacing panah terdiri dari kepala, badan, dan ekor yang memiliki bentuk berbeda. Mulut ada di bagian kepala yang ditutupi oleh bulu-bulu kaku yang bisa dimekar-kuncupkan untuk memangsa. Seluruh spesies cacing panah adalah karnivora yang memangsa [[organisme]] planktonik juga larva ikan.


Badan cacing panah terdiri dari dua pasang [[sirip]] untuk menjaga keseimbangan. Sementara sirip yang terdapat di dekat anus yang menutupi ekornya berfungsi untuk bergerak. Dua spesies cacing panah yakni ''Caecosagitta macrocephala'' dan ''Eukrohnia fowleri'' mempunyai organ penghasil cahaya di dekat ekornya.
Badan cacing panah terdiri dari dua pasang [[sirip]] untuk menjaga keseimbangan. Sementara sirip yang terdapat di dekat anus yang menutupi ekornya berfungsi untuk bergerak.<ref>https://duniahewanhobbyku.blogspot.co.id/p/chaetognatha.html</ref> Dua spesies cacing panah yakni ''Caecosagitta macrocephala'' dan ''Eukrohnia fowleri'' mempunyai organ penghasil cahaya di dekat ekornya.<ref>Haddock, S. H. D. ''A bioluminescent chaetognath''. ''Nature''. 20 January 1994. Vol. 367 (6460). hlm. 225–226. doi:10.1038/367225a0.</ref><ref>Thuesen, E. V. [http://pubget.com/paper/20972255 Bioluminescent organs of two deep-sea arrow worms, ''Eukrohnia fowleri'' and ''Caecosagitta macrocephala'', with further observations on bioluminescence in chaetognaths]. ''The Biological Bulletin''. October 2010. Vol. 219 (2). hlm. 100–111.</ref>


== Reproduksi ==
== Reproduksi ==
Caetognatha adalah [[hewan]] hermafrodit. Mereka mempunyai sel telur yang ada di rongga tubuh serta testis yang terdapat di dalam ekor. Sperma yang belum masak dilepas dan disimpan di rongga ekor. Selanjutnya, sperma akan berenang ke vesikula seminalis di mana terdapat spermatophore.
Caetognatha adalah [[hewan]] hermafrodit. Mereka mempunyai sel telur yang ada di rongga tubuh serta testis yang terdapat di dalam ekor. Sperma yang belum masak dilepas dan disimpan di rongga ekor. Selanjutnya, sperma akan berenang ke vesikula seminalis di mana terdapat spermatophore.


Ketika musim kawin tiba, masing-masing individu akan menyuntikkan sperma ke tubuh pasangannya, saat vesikula seminalisnya pecah. Sperma akan masuk ke tubuh pasangannya hingga masuk ke pori-pori yang terhubung dengan saluran [[telur]], tempat terjadinya pembuahan.
Ketika musim kawin tiba, masing-masing individu akan menyuntikkan sperma ke tubuh pasangannya, saat vesikula seminalisnya pecah. Sperma akan masuk ke tubuh pasangannya hingga masuk ke pori-pori yang terhubung dengan saluran [[telur]], tempat terjadinya pembuahan.<ref>Barnes, Robert D. [https://archive.org/details/invertebratezool0000barn_k2e7 Invertebrate Zoology]. Holt-Saunders International. 1982. hlm. [https://archive.org/details/invertebratezool0000barn_k2e7/page/1046 1046]–1050. ISBN 0-03-056747-5.</ref>


Telur cacing panah biasanya menempel pada [[alga]], dan menetas menjadi seperti cacing panah dewasa, hanya saja ukurannya lebih kecil.
Telur cacing panah biasanya menempel pada [[alga]], dan menetas menjadi seperti cacing panah dewasa, hanya saja ukurannya lebih kecil.


== Catatan kaki ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cacing+panah&oldid=29460254 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29460254 (2026-07-15T04:20:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cacing+panah&oldid=29460254 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29460254 (2026-07-15T04:20:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 23.10

Chaetotilted

Chaetognatha (berarti mulut sikat) atau lebih dikenal sebagai cacing panah adalah salah satu filum cacing laut pemangsa yang termasuk ke dalam kategori plankton.[1] 20% spesies cacing panah hidup di zona bentik dengan menempelkan tubuhnya ke bebatuan atau alga. Cacing panah dapat hidup di perairan tropis dan dangkal yang hangat maupun perairan kutub dan dalam yang dingin. Cacing panah biasanya memiliki tubuh transparan dan berbentuk torpedo. Namun, ada beberapa spesies yang hidup di laut dalam berwarna jingga. Panjang tubuh cacing panah berkisar antara .

Cacing panah terdiri dari lebih 120 spesies.[2]

Bentuk tubuh

Tubuh cacing panah terdiri dari kepala, badan, dan ekor yang memiliki bentuk berbeda. Mulut ada di bagian kepala yang ditutupi oleh bulu-bulu kaku yang bisa dimekar-kuncupkan untuk memangsa. Seluruh spesies cacing panah adalah karnivora yang memangsa organisme planktonik juga larva ikan.

Badan cacing panah terdiri dari dua pasang sirip untuk menjaga keseimbangan. Sementara sirip yang terdapat di dekat anus yang menutupi ekornya berfungsi untuk bergerak.[3] Dua spesies cacing panah yakni Caecosagitta macrocephala dan Eukrohnia fowleri mempunyai organ penghasil cahaya di dekat ekornya.[4][5]

Reproduksi

Caetognatha adalah hewan hermafrodit. Mereka mempunyai sel telur yang ada di rongga tubuh serta testis yang terdapat di dalam ekor. Sperma yang belum masak dilepas dan disimpan di rongga ekor. Selanjutnya, sperma akan berenang ke vesikula seminalis di mana terdapat spermatophore.

Ketika musim kawin tiba, masing-masing individu akan menyuntikkan sperma ke tubuh pasangannya, saat vesikula seminalisnya pecah. Sperma akan masuk ke tubuh pasangannya hingga masuk ke pori-pori yang terhubung dengan saluran telur, tempat terjadinya pembuahan.[6]

Telur cacing panah biasanya menempel pada alga, dan menetas menjadi seperti cacing panah dewasa, hanya saja ukurannya lebih kecil.

Referensi

  1. Sybil, P Parker. McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company. 1984.
  2. World Register of Marine Species.
  3. https://duniahewanhobbyku.blogspot.co.id/p/chaetognatha.html
  4. Haddock, S. H. D. A bioluminescent chaetognath. Nature. 20 January 1994. Vol. 367 (6460). hlm. 225–226. doi:10.1038/367225a0.
  5. Thuesen, E. V. Bioluminescent organs of two deep-sea arrow worms, Eukrohnia fowleri and Caecosagitta macrocephala, with further observations on bioluminescence in chaetognaths. The Biological Bulletin. October 2010. Vol. 219 (2). hlm. 100–111.
  6. Barnes, Robert D. Invertebrate Zoology. Holt-Saunders International. 1982. hlm. 1046–1050. ISBN 0-03-056747-5.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29460254 (2026-07-15T04:20:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.