Lompat ke isi

Karvona: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28400489; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Karvona''' adalah anggota dari keluarga zat kimia yang disebut [[terpenoid]]. Karvona ditemukan secara alami dalam banyak [[minyak asiri]], tetapi paling melimpah dalam minyak dari biji [[jintan]] (''Carum carvi''), ''[[bijanggut domba|spearmint]]'' (''Mentha spicata''), dan [[adas sowa]].
[[File:Carvone.svg|thumb|right|280px|(R) memberikan aroma khas ''spearmint''. (S) memberikan aroma khas jintan]]
 
'''Karvona''' adalah anggota dari keluarga zat kimia yang disebut [[terpenoid]].<ref>Simonsen, J. L. ''The Terpenes''. Cambridge University Press. 1953. Vol. 1. hlm. 394–408.</ref> Karvona ditemukan secara alami dalam banyak [[minyak asiri]], tetapi paling melimpah dalam minyak dari biji [[jintan]] (''Carum carvi''), ''[[bijanggut domba|spearmint]]'' (''Mentha spicata''), dan [[adas sowa]].<ref>De Carvalho, C. C. C. R. ''Carvone: Why and how should one bother to produce this terpene''. ''Food Chemistry''. 2006. Vol. 95 (3). hlm. 413–422. doi:10.1016/j.foodchem.2005.01.003.</ref>


==Sejarah==
==Sejarah==
Jintan digunakan untuk tujuan pengobatan oleh orang Romawi kuno, tetapi karvona mungkin tidak diisolasi sebagai senyawa murni sampai Franz Varrentrapp (1815–1877) mendapatkannya pada tahun 1849. Awalnya disebut karvol oleh Schweizer. Goldschmidt dan Zürrer mengidentifikasinya sebagai [[keton]] yang terkait dengan [[limonena]], dan strukturnya akhirnya dijelaskan oleh Georg Wagner (1849–1903) pada tahun 1894.
Jintan digunakan untuk tujuan pengobatan oleh orang Romawi kuno,<ref>De Carvalho, C. C. C. R. ''Carvone: Why and how should one bother to produce this terpene''. ''Food Chemistry''. 2006. Vol. 95 (3). hlm. 413–422. doi:10.1016/j.foodchem.2005.01.003.</ref> tetapi karvona mungkin tidak diisolasi sebagai senyawa murni sampai Franz Varrentrapp (1815–1877) mendapatkannya pada tahun 1849.<ref>Simonsen, J. L. ''The Terpenes''. Cambridge University Press. 1953. Vol. 1. hlm. 394–408.</ref><ref>''Handwörterbuch der reinen und angewandten Chemie'' [Concise dictionary of pure and applied chemistry] (Braunschweig, (Germany): Friedrich Vieweg und Sohn, 1849), vol. 4, [https://books.google.com/books?id=dIEMAQAAIAAJ&pg=PA686 pages 686-688]. [Notes: (1) Varrentrapp purified carvone by mixing oil of caraway with alcohol that had been saturated with hydrogen sulfide and ammonia; the reaction produced a crystalline precipitate, from which carvone could be recovered by adding potassium hydroxide in alcohol to the precipitate, and then adding water; (2) Varrentrapp's empirical formula for carvone is incorrect because chemists at that time used the wrong atomic masses for the elements; e.g., carbon (6 instead of 12).]</ref> Awalnya disebut karvol oleh Schweizer. Goldschmidt dan Zürrer mengidentifikasinya sebagai [[keton]] yang terkait dengan [[limonena]],<ref>Heinrich Goldschmidt and Robert Zürrer (1885) [http://gallica.bnf.fr/ark:/12148/bpt6k90702f/f1731.item.r=.zoom "Ueber das Carvoxim,"] ''Berichte der Deutschen Chemischen Gesellschaft'', '''18''' : 1729–1733.</ref> dan strukturnya akhirnya dijelaskan oleh Georg Wagner (1849–1903) pada tahun 1894.<ref>Georg Wagner (1894) [http://gallica.bnf.fr/ark:/12148/bpt6k90735d/f492.image.langEN "Zur Oxydation cyklischer Verbindungen"] (On the oxidation of cyclic compounds), ''Berichte der Deutschen chemischen Gesellschaft zu Berlin'', vol. 27, pages 2270-2276. [Notes: (1) Georg Wagner (1849–1903) is the Germanized form of "Egor Egorovich Vagner", who was born in Russia and worked in Warsaw (See [http://www.encyclopedia.com/doc/1G2-2830904423.html brief biography here].); (2) Wagner did not prove the structure of carvone in this paper; he merely proposed it as plausible; its correctness was proved later.]</ref>


==Kegunaan==
==Kegunaan==
===Aplikasi Makanan===
===Aplikasi Makanan===
Kedua karvona digunakan dalam industri makanan dan perasa. Sebagai senyawa yang paling bertanggung jawab atas rasa jintan, [[adas sowa]], dan ''[[bijanggut domba|spearmint]]'', karvona telah digunakan selama ribuan tahun dalam makanan. Aplikasi makanan terutama dipenuhi oleh karvona yang terbuat dari [[limonena]]. ''R''-(−)-Karvon juga digunakan untuk produk penyegar udara, dan seperti banyak [[minyak asiri|minyak atsiri]], minyak yang mengandung karvona digunakan dalam [[aromaterapi]] dan [[pengobatan alternatif]].
Kedua karvona digunakan dalam industri makanan dan perasa. Sebagai senyawa yang paling bertanggung jawab atas rasa jintan, [[adas sowa]], dan ''[[bijanggut domba|spearmint]]'', karvona telah digunakan selama ribuan tahun dalam makanan.<ref>De Carvalho, C. C. C. R. ''Carvone: Why and how should one bother to produce this terpene''. ''Food Chemistry''. 2006. Vol. 95 (3). hlm. 413–422. doi:10.1016/j.foodchem.2005.01.003.</ref> Aplikasi makanan terutama dipenuhi oleh karvona yang terbuat dari [[limonena]]. ''R''-(−)-Karvon juga digunakan untuk produk penyegar udara, dan seperti banyak [[minyak asiri|minyak atsiri]], minyak yang mengandung karvona digunakan dalam [[aromaterapi]] dan [[pengobatan alternatif]].


===Pertanian===
===Pertanian===
''S''-(+)-Karvona juga digunakan untuk mencegah perkecambahan kentang prematur selama penyimpanan.
''S''-(+)-Karvona juga digunakan untuk mencegah perkecambahan kentang prematur selama penyimpanan.<ref>De Carvalho, C. C. C. R. ''Carvone: Why and how should one bother to produce this terpene''. ''Food Chemistry''. 2006. Vol. 95 (3). hlm. 413–422. doi:10.1016/j.foodchem.2005.01.003.</ref>


===Pengendalian Serangga===
===Pengendalian Serangga===
''R''-(−)-Karvona telah disetujui oleh [[Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat]] untuk digunakan sebagai pengusir nyamuk.
''R''-(−)-Karvona telah disetujui oleh [[Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat]] untuk digunakan sebagai pengusir nyamuk.<ref>[https://nepis.epa.gov/Exe/ZyPURL.cgi?Dockey=P1007AOE.TXT Document Display (PURL) NSCEP US EPA]. ''nepis.epa.gov''.</ref>


==Stereoisomerisme dan bau==
==Stereoisomerisme dan bau==
Karvonaa memiliki dua bentuk bayangan cermin, atau [[enantiomer]]: ''R''-(−)-karvona, aroma mint manis dari daun ''spearmint''. Bayangan cerminnya yakni ''S''-(+)-karvona memiliki aroma pedas dengan sedikit aroma [[gandum hitam]], dan memberikan aroma pada biji jintan.<ref>Theodore J. Leitereg. ''Chemical and sensory data supporting the difference between the odors of the enantiomeric carvones''. ''J. Agric. Food Chem''. 1971. Vol. 19 (4). hlm. 785–787. doi:10.1021/jf60176a035.</ref><ref>Caterina Morcia. ''Carvone (Mentha spicata L.) Oils - Essential Oils in Food Preservation, Flavor and Safety - Chapter 35''. ''Essential Oils in Food Preservation, Flavor and Safety''. 2016. hlm. 309–316. doi:10.1016/B978-0-12-416641-7.00035-3.</ref>


Karvonaa memiliki dua bentuk bayangan cermin, atau [[enantiomer]]: ''R''-(−)-karvona, aroma mint manis dari daun ''spearmint''. Bayangan cerminnya yakni ''S''-(+)-karvona memiliki aroma pedas dengan sedikit aroma [[gandum hitam]], dan memberikan aroma pada biji jintan.
Fakta bahwa kedua enantiomer tersebut dianggap berbau berbeda merupakan bukti bahwa reseptor penciuman harus merespons lebih kuat terhadap satu enantiomer dibandingkan yang lain. Tidak semua enantiomer memiliki bau yang dapat dibedakan. [[Monyet bajing]] juga telah ditemukan mampu membedakan antara enantiomer karvona.<ref>M. Laska. ''Enantioselectivity of odor perception in squirrel monkeys and humans''. ''American Journal of Physiology. Regulatory, Integrative and Comparative Physiology''. 1999. Vol. 277 (4). hlm. R1098–R1103. doi:10.1152/ajpregu.1999.277.4.r1098.</ref>
 
Fakta bahwa kedua enantiomer tersebut dianggap berbau berbeda merupakan bukti bahwa reseptor penciuman harus merespons lebih kuat terhadap satu enantiomer dibandingkan yang lain. Tidak semua enantiomer memiliki bau yang dapat dibedakan. [[Monyet bajing]] juga telah ditemukan mampu membedakan antara enantiomer karvona.


Kedua bentuk ini juga disebut, dalam teks-teks lama, dengan rotasi optik ''laevo''(l) yang merujuk pada ''R''-(−)-karvona, dan ''dekstro''(d) yang merujuk pada ''S''-(+)-karvona. Penamaan modern merujuk pada isomer levorotatori dengan tanda (−) dan isomer dekstrorotatori dengan tanda (+) pada nama sistematisnya.
Kedua bentuk ini juga disebut, dalam teks-teks lama, dengan rotasi optik ''laevo''(l) yang merujuk pada ''R''-(−)-karvona, dan ''dekstro''(d) yang merujuk pada ''S''-(+)-karvona. Penamaan modern merujuk pada isomer levorotatori dengan tanda (−) dan isomer dekstrorotatori dengan tanda (+) pada nama sistematisnya.


==Keberadaan==
==Keberadaan==
''S''-(+)-Karvona merupakan konstituen utama (60–70%) dari minyak biji jintan (''Carum carvi''), yang diproduksi dalam skala sekitar 10 ton per tahun. Ia juga terdapat dalam jumlah sekitar 40–60% dalam minyak biji adas sowa (''Anethum graveolens''), dan juga dalam minyak kulit [[jeruk keprok|jeruk mandarin]]. ''R''-(−)-Karvona juga merupakan senyawa yang paling melimpah dalam [[minyak asiri|minyak atsiri]] dari beberapa spesies [[bijanggut|mint]], terutama minyak ''spearmint'' (''Mentha spicata''), yang terdiri dari 50–80% ''R''-(−)-karvona. ''Spearmint'' merupakan sumber utama ''R''-(−)-karvona yang diproduksi secara alami. Namun, mayoritas ''R''-(−)-karvona yang digunakan dalam aplikasi komersial disintesis dari ''R''-(+)-limonena. Isomer ''R''-(−)-karvona juga terdapat dalam minyak kuromoji. Beberapa minyak seperti minyak ''[[Cymbopogon martinii]]'' mengandung campuran kedua enantiomer. Banyak minyak alami lainnya, misalnya minyak ''[[bijanggut pedas|peppermint]]'', mengandung sejumlah kecil karvona.
''S''-(+)-Karvona merupakan konstituen utama (60–70%) dari minyak biji jintan (''Carum carvi''),<ref>Hornok, L. ''Cultivation and Processing of Medicinal Plants'', John Wiley & Sons, Chichester, UK, 1992.</ref> yang diproduksi dalam skala sekitar 10 ton per tahun.<ref>De Carvalho, C. C. C. R. ''Carvone: Why and how should one bother to produce this terpene''. ''Food Chemistry''. 2006. Vol. 95 (3). hlm. 413–422. doi:10.1016/j.foodchem.2005.01.003.</ref> Ia juga terdapat dalam jumlah sekitar 40–60% dalam minyak biji adas sowa (''Anethum graveolens''), dan juga dalam minyak kulit [[jeruk keprok|jeruk mandarin]]. ''R''-(−)-Karvona juga merupakan senyawa yang paling melimpah dalam [[minyak asiri|minyak atsiri]] dari beberapa spesies [[bijanggut|mint]], terutama minyak ''spearmint'' (''Mentha spicata''), yang terdiri dari 50–80% ''R''-(−)-karvona.<ref>[http://scienceofacne.com/mint-essential-oil/] , Chemical composition of essential oil from several species of mint (''Mentha spp.'')</ref> ''Spearmint'' merupakan sumber utama ''R''-(−)-karvona yang diproduksi secara alami. Namun, mayoritas ''R''-(−)-karvona yang digunakan dalam aplikasi komersial disintesis dari ''R''-(+)-limonena.<ref>Karl-Georg Fahlbusch. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. 2003. doi:10.1002/14356007.a11_141. ISBN 978-3-527-30673-2.</ref> Isomer ''R''-(−)-karvona juga terdapat dalam minyak kuromoji. Beberapa minyak seperti minyak ''[[Cymbopogon martinii]]'' mengandung campuran kedua enantiomer. Banyak minyak alami lainnya, misalnya minyak ''[[bijanggut pedas|peppermint]]'', mengandung sejumlah kecil karvona.


==Preparasi==
==Preparasi==
Baris 30: Baris 31:
Bentuk dekstronya yakni ''S''-(+)-karvona diperoleh secara praktis murni melalui distilasi fraksional minyak jintan. Bentuk levo yang diperoleh dari minyak yang mengandungnya biasanya memerlukan perlakuan tambahan untuk menghasilkan ''R''-(−)-karvona dengan kemurnian tinggi. Hal ini dapat dicapai melalui pembentukan senyawa adisi dengan [[hidrogen sulfida]], yang darinya karvona dapat diregenerasi melalui perlakuan dengan [[kalium hidroksida]] diikuti dengan [[penyulingan uap]].
Bentuk dekstronya yakni ''S''-(+)-karvona diperoleh secara praktis murni melalui distilasi fraksional minyak jintan. Bentuk levo yang diperoleh dari minyak yang mengandungnya biasanya memerlukan perlakuan tambahan untuk menghasilkan ''R''-(−)-karvona dengan kemurnian tinggi. Hal ini dapat dicapai melalui pembentukan senyawa adisi dengan [[hidrogen sulfida]], yang darinya karvona dapat diregenerasi melalui perlakuan dengan [[kalium hidroksida]] diikuti dengan [[penyulingan uap]].


Karvona dapat dibuat secara sintetis dari limonena dengan terlebih dahulu mengolah limonena [[nitrosil klorida]]. Pemanasan senyawa nitroso ini menghasilkan karvoksim. Perlakuan karvoksim dengan [[asam oksalat]] menghasilkan karvona. Prosedur ini menghasilkan ''R''-(−)-karvona dari R-(+)-limonena.
Karvona dapat dibuat secara sintetis dari limonena dengan terlebih dahulu mengolah limonena [[nitrosil klorida]]. Pemanasan senyawa nitroso ini menghasilkan karvoksim. Perlakuan karvoksim dengan [[asam oksalat]] menghasilkan karvona.<ref>Otis S. Rothenberger. ''Conversion of (+)-Limonene to (−)-Carvone: An organic laboratory sequence of local interest''. ''Journal of Chemical Education''. 1980. Vol. 57 (10). hlm. 741. doi:10.1021/ed057p741.</ref> Prosedur ini menghasilkan ''R''-(−)-karvona dari R-(+)-limonena.


Kegunaan utama d-limonena adalah sebagai prekursor ''S''-(+)-karvona. Ketersediaan kulit jeruk dalam skala besar, produk sampingan dalam produksi jus jeruk, telah membuat limonena tersedia dengan harga murah, dan karvona sintetis pun murah pula untuk disiapkan.
Kegunaan utama d-limonena adalah sebagai prekursor ''S''-(+)-karvona. Ketersediaan kulit jeruk dalam skala besar, produk sampingan dalam produksi jus jeruk, telah membuat limonena tersedia dengan harga murah, dan karvona sintetis pun murah pula untuk disiapkan.<ref>Karl-Georg Fahlbusch, Franz-Josef Hammerschmidt, Johannes Panten, Wilhelm Pickenhagen, Dietmar Schatkowski, Kurt Bauer, Dorothea Garbe, Horst Surburg "Flavors and Fragrances" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, 2002, Wiley-VCH, Weinheim</ref>


[[Biosintesis]] karvona dilakukan melalui oksidasi limonena.
[[Biosintesis]] karvona dilakukan melalui oksidasi limonena.
Baris 38: Baris 39:
==Properti kimia==
==Properti kimia==
===Reduksi===
===Reduksi===
Terdapat tiga [[ikatan ganda]] pada karvona yang dapat mengalami reduksi; hasil reduksi bergantung pada reagen dan kondisi yang digunakan. Hidrogenasi katalitik karvona ('''1''') dapat menghasilkan karvomentol ('''2''') atau karvomenton ('''3'''). [[Seng]] dan [[asam asetat]] mereduksi karvona menjadi dihidrokarvona ('''4'''). Reduksi MPV menggunakan [[isopropil alkohol|propan-2-ol]] dan [[aluminium isopropoksida]] hanya mereduksi gugus [[karbonil]] sehingga menghasilkan [[karveol]] ('''5'''); kombinasi [[natrium borohidrida]] dan [[Serium(III) klorida|CeCl<sub>3</sub>]] (reduksi Luche) juga efektif. [[Hidrazina]] dan [[kalium hidroksida]] menghasilkan [[limonena]] ('''6''') melalui [[reduksi Wolff–Kishner]].
Terdapat tiga [[ikatan ganda]] pada karvona yang dapat mengalami reduksi; hasil reduksi bergantung pada reagen dan kondisi yang digunakan.<ref>Simonsen, J. L. ''The Terpenes''. Cambridge University Press. 1953. Vol. 1. hlm. 394–408.</ref> Hidrogenasi katalitik karvona ('''1''') dapat menghasilkan karvomentol ('''2''') atau karvomenton ('''3'''). [[Seng]] dan [[asam asetat]] mereduksi karvona menjadi dihidrokarvona ('''4'''). Reduksi MPV menggunakan [[isopropil alkohol|propan-2-ol]] dan [[aluminium isopropoksida]] hanya mereduksi gugus [[karbonil]] sehingga menghasilkan [[karveol]] ('''5'''); kombinasi [[natrium borohidrida]] dan [[Serium(III) klorida|CeCl<sub>3</sub>]] (reduksi Luche) juga efektif. [[Hidrazina]] dan [[kalium hidroksida]] menghasilkan [[limonena]] ('''6''') melalui [[reduksi Wolff–Kishner]].  
 


===Oksidasi===
===Oksidasi===
[[Redoks|Oksidasi]] karvona juga dapat menghasilkan berbagai produk. Dengan adanya alkali seperti [[barium hidroksida|Ba(OH)<sub>2</sub>]], karvon dioksidasi oleh udara atau oksigen menghasilkan diketon '''7'''. Dengan [[hidrogen peroksida]], [[epoksida]] '''8''' terbentuk. Karvona dapat dibelah menggunakan [[ozon]] diikuti dengan uap, menghasilkan di[[lakton]] '''9''', sementara [[kalium permanganat|KMnO<sub>4</sub>]] menghasilkan '''10'''.
[[Redoks|Oksidasi]] karvona juga dapat menghasilkan berbagai produk.<ref>Simonsen, J. L. ''The Terpenes''. Cambridge University Press. 1953. Vol. 1. hlm. 394–408.</ref> Dengan adanya alkali seperti [[barium hidroksida|Ba(OH)<sub>2</sub>]], karvon dioksidasi oleh udara atau oksigen menghasilkan diketon '''7'''. Dengan [[hidrogen peroksida]], [[epoksida]] '''8''' terbentuk. Karvona dapat dibelah menggunakan [[ozon]] diikuti dengan uap, menghasilkan di[[lakton]] '''9''', sementara [[kalium permanganat|KMnO<sub>4</sub>]] menghasilkan '''10'''.
 


===Adisi konjugat===
===Adisi konjugat===
Sebagai keton tak jenuh α,β; karvona mengalami adisi konjugat nukleofil.  Misalnya, karvon bereaksi dengan litium dimetilkuprat untuk menempatkan [[gugus metil]] trans ke gugus isopropenil dengan stereoselektivitas yang baik. Enolat yang dihasilkan kemudian dapat di[[alil]]asi menggunakan [[alil bromida]] untuk menghasilkan keton '''11'''..
Sebagai keton tak jenuh α,β; karvona mengalami adisi konjugat nukleofil.  Misalnya, karvon bereaksi dengan litium dimetilkuprat untuk menempatkan [[gugus metil]] trans ke gugus isopropenil dengan stereoselektivitas yang baik. Enolat yang dihasilkan kemudian dapat di[[alil]]asi menggunakan [[alil bromida]] untuk menghasilkan keton '''11'''..<ref>Srikrishna, A. ''Enantiospecific synthesis of (+)-(1S, 2R, 6S)-1, 2-dimethylbicyclo [4.3. 0 ] nonan-8-one and (−)-7-epibakkenolide-A''. ''Tetrahedron''. 1998. Vol. 54 (38). hlm. 11517–11524. doi:10.1016/S0040-4020(98)00672-3.</ref>
 


===Lainnya===
===Lainnya===
Karena tersedia dengan harga murah dalam bentuk murni enantiomer, karvona merupakan bahan awal yang menarik untuk sintesis total asimetris [[metabolit sekunder|produk alami]]. Misalnya, (''S'')-(+)-karvona digunakan untuk memulai sintesis terpenoid ''quassin'' pada tahun 1998:
Karena tersedia dengan harga murah dalam bentuk murni enantiomer, karvona merupakan bahan awal yang menarik untuk sintesis total asimetris [[metabolit sekunder|produk alami]]. Misalnya, (''S'')-(+)-karvona digunakan untuk memulai sintesis terpenoid ''quassin'' pada tahun 1998:<ref>(a) Shing, T. K. M.; Jiang, Q; Mak, T. C. W. ''J. Org. Chem.'' '''1998''', ''63'', 2056-2057. (b) Shing, T. K. M.; Tang, Y. ''J. Chem. Soc. Perkin Trans. 1'' '''1994''', 1625</ref>
:
:
Pada tahun 1908, dilaporkan bahwa paparan karvona terhadap "[[sinar matahari]] Italia" selama satu tahun menghasilkan karvona-[[kapur barus|kamper]]. [[Lihat sikloadisi enona–alkena]].
Pada tahun 1908, dilaporkan bahwa paparan karvona terhadap "[[sinar matahari]] Italia" selama satu tahun menghasilkan karvona-[[kapur barus|kamper]].<ref>Ciamician, G. [https://zenodo.org/record/1425988 Chemische Lichtwirkungen]. ''Ber''. 1908. Vol. 41 (2). hlm. 1928. doi:10.1002/cber.19080410272.</ref> [[Lihat sikloadisi enona–alkena]].


==Metabolisme==
==Metabolisme==
Di dalam tubuh, penelitian ''[[in vivo]]'' menunjukkan bahwa kedua enantiomer karvona terutama di[[metabolisme]] menjadi asam dihidrokarvonat, asam karvonat, dan uroterpenolon. (–)-Karveol juga dibentuk sebagai produk minor melalui reduksi oleh [[Nikotinamida adenina dinukleotida fosfat|NADPH]]. (+)-Karvona juga diubah menjadi (+)-karveol. Hal ini terutama terjadi di hati dan melibatkan [[sitokrom P450]] oksidase dan (+)-trans-karveol dehidrogenase.
Di dalam tubuh, penelitian ''[[in vivo]]'' menunjukkan bahwa kedua enantiomer karvona terutama di[[metabolisme]] menjadi asam dihidrokarvonat, asam karvonat, dan uroterpenolon.<ref>Engel, W. ''In vivo studies on the metabolism of the monoterpenes ''S''-(+)- and ''R''-(−)-carvone in humans using the metabolism of ingestion-correlated amounts (MICA) approach''. ''J. Agric. Food Chem''. 2001. Vol. 49 (8). hlm. 4069–4075. doi:10.1021/jf010157q.</ref> (–)-Karveol juga dibentuk sebagai produk minor melalui reduksi oleh [[Nikotinamida adenina dinukleotida fosfat|NADPH]]. (+)-Karvona juga diubah menjadi (+)-karveol.<ref>Jager, W. ''Stereoselective metabolism of the monoterpene carvone by rat and human liver microsomes''. ''Journal of Pharmacy and Pharmacology''. 2000. Vol. 52 (2). hlm. 191–197. doi:10.1211/0022357001773841.</ref> Hal ini terutama terjadi di hati dan melibatkan [[sitokrom P450]] oksidase dan (+)-trans-karveol dehidrogenase.
 
==Referensi==


==Pranala luar==
==Pranala luar==
* [http://www.periodicvideos.com/videos/mv_carvone.htm Carvone] at ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (University of Nottingham)
* [http://www.periodicvideos.com/videos/mv_carvone.htm Carvone] at ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (University of Nottingham)


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karvona&oldid=28400489 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28400489 (2025-11-10T12:38:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karvona&oldid=28400489 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28400489 (2025-11-10T12:38:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 23.18

(R) memberikan aroma khas spearmint. (S) memberikan aroma khas jintan

Karvona adalah anggota dari keluarga zat kimia yang disebut terpenoid.[1] Karvona ditemukan secara alami dalam banyak minyak asiri, tetapi paling melimpah dalam minyak dari biji jintan (Carum carvi), spearmint (Mentha spicata), dan adas sowa.[2]

Sejarah

Jintan digunakan untuk tujuan pengobatan oleh orang Romawi kuno,[3] tetapi karvona mungkin tidak diisolasi sebagai senyawa murni sampai Franz Varrentrapp (1815–1877) mendapatkannya pada tahun 1849.[4][5] Awalnya disebut karvol oleh Schweizer. Goldschmidt dan Zürrer mengidentifikasinya sebagai keton yang terkait dengan limonena,[6] dan strukturnya akhirnya dijelaskan oleh Georg Wagner (1849–1903) pada tahun 1894.[7]

Kegunaan

Aplikasi Makanan

Kedua karvona digunakan dalam industri makanan dan perasa. Sebagai senyawa yang paling bertanggung jawab atas rasa jintan, adas sowa, dan spearmint, karvona telah digunakan selama ribuan tahun dalam makanan.[8] Aplikasi makanan terutama dipenuhi oleh karvona yang terbuat dari limonena. R-(−)-Karvon juga digunakan untuk produk penyegar udara, dan seperti banyak minyak atsiri, minyak yang mengandung karvona digunakan dalam aromaterapi dan pengobatan alternatif.

Pertanian

S-(+)-Karvona juga digunakan untuk mencegah perkecambahan kentang prematur selama penyimpanan.[9]

Pengendalian Serangga

R-(−)-Karvona telah disetujui oleh Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat untuk digunakan sebagai pengusir nyamuk.[10]

Stereoisomerisme dan bau

Karvonaa memiliki dua bentuk bayangan cermin, atau enantiomer: R-(−)-karvona, aroma mint manis dari daun spearmint. Bayangan cerminnya yakni S-(+)-karvona memiliki aroma pedas dengan sedikit aroma gandum hitam, dan memberikan aroma pada biji jintan.[11][12]

Fakta bahwa kedua enantiomer tersebut dianggap berbau berbeda merupakan bukti bahwa reseptor penciuman harus merespons lebih kuat terhadap satu enantiomer dibandingkan yang lain. Tidak semua enantiomer memiliki bau yang dapat dibedakan. Monyet bajing juga telah ditemukan mampu membedakan antara enantiomer karvona.[13]

Kedua bentuk ini juga disebut, dalam teks-teks lama, dengan rotasi optik laevo(l) yang merujuk pada R-(−)-karvona, dan dekstro(d) yang merujuk pada S-(+)-karvona. Penamaan modern merujuk pada isomer levorotatori dengan tanda (−) dan isomer dekstrorotatori dengan tanda (+) pada nama sistematisnya.

Keberadaan

S-(+)-Karvona merupakan konstituen utama (60–70%) dari minyak biji jintan (Carum carvi),[14] yang diproduksi dalam skala sekitar 10 ton per tahun.[15] Ia juga terdapat dalam jumlah sekitar 40–60% dalam minyak biji adas sowa (Anethum graveolens), dan juga dalam minyak kulit jeruk mandarin. R-(−)-Karvona juga merupakan senyawa yang paling melimpah dalam minyak atsiri dari beberapa spesies mint, terutama minyak spearmint (Mentha spicata), yang terdiri dari 50–80% R-(−)-karvona.[16] Spearmint merupakan sumber utama R-(−)-karvona yang diproduksi secara alami. Namun, mayoritas R-(−)-karvona yang digunakan dalam aplikasi komersial disintesis dari R-(+)-limonena.[17] Isomer R-(−)-karvona juga terdapat dalam minyak kuromoji. Beberapa minyak seperti minyak Cymbopogon martinii mengandung campuran kedua enantiomer. Banyak minyak alami lainnya, misalnya minyak peppermint, mengandung sejumlah kecil karvona.

Preparasi

Karvona dapat diperoleh dari sumber alami tetapi jumlahnya tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan. Sebaliknya, sebagian besar karvona diproduksi dari limonena.

Bentuk dekstronya yakni S-(+)-karvona diperoleh secara praktis murni melalui distilasi fraksional minyak jintan. Bentuk levo yang diperoleh dari minyak yang mengandungnya biasanya memerlukan perlakuan tambahan untuk menghasilkan R-(−)-karvona dengan kemurnian tinggi. Hal ini dapat dicapai melalui pembentukan senyawa adisi dengan hidrogen sulfida, yang darinya karvona dapat diregenerasi melalui perlakuan dengan kalium hidroksida diikuti dengan penyulingan uap.

Karvona dapat dibuat secara sintetis dari limonena dengan terlebih dahulu mengolah limonena nitrosil klorida. Pemanasan senyawa nitroso ini menghasilkan karvoksim. Perlakuan karvoksim dengan asam oksalat menghasilkan karvona.[18] Prosedur ini menghasilkan R-(−)-karvona dari R-(+)-limonena.

Kegunaan utama d-limonena adalah sebagai prekursor S-(+)-karvona. Ketersediaan kulit jeruk dalam skala besar, produk sampingan dalam produksi jus jeruk, telah membuat limonena tersedia dengan harga murah, dan karvona sintetis pun murah pula untuk disiapkan.[19]

Biosintesis karvona dilakukan melalui oksidasi limonena.

Properti kimia

Reduksi

Terdapat tiga ikatan ganda pada karvona yang dapat mengalami reduksi; hasil reduksi bergantung pada reagen dan kondisi yang digunakan.[20] Hidrogenasi katalitik karvona (1) dapat menghasilkan karvomentol (2) atau karvomenton (3). Seng dan asam asetat mereduksi karvona menjadi dihidrokarvona (4). Reduksi MPV menggunakan propan-2-ol dan aluminium isopropoksida hanya mereduksi gugus karbonil sehingga menghasilkan karveol (5); kombinasi natrium borohidrida dan CeCl3 (reduksi Luche) juga efektif. Hidrazina dan kalium hidroksida menghasilkan limonena (6) melalui reduksi Wolff–Kishner.

Oksidasi

Oksidasi karvona juga dapat menghasilkan berbagai produk.[21] Dengan adanya alkali seperti Ba(OH)2, karvon dioksidasi oleh udara atau oksigen menghasilkan diketon 7. Dengan hidrogen peroksida, epoksida 8 terbentuk. Karvona dapat dibelah menggunakan ozon diikuti dengan uap, menghasilkan dilakton 9, sementara KMnO4 menghasilkan 10.

Adisi konjugat

Sebagai keton tak jenuh α,β; karvona mengalami adisi konjugat nukleofil. Misalnya, karvon bereaksi dengan litium dimetilkuprat untuk menempatkan gugus metil trans ke gugus isopropenil dengan stereoselektivitas yang baik. Enolat yang dihasilkan kemudian dapat dialilasi menggunakan alil bromida untuk menghasilkan keton 11..[22]

Lainnya

Karena tersedia dengan harga murah dalam bentuk murni enantiomer, karvona merupakan bahan awal yang menarik untuk sintesis total asimetris produk alami. Misalnya, (S)-(+)-karvona digunakan untuk memulai sintesis terpenoid quassin pada tahun 1998:[23]

Pada tahun 1908, dilaporkan bahwa paparan karvona terhadap "sinar matahari Italia" selama satu tahun menghasilkan karvona-kamper.[24] Lihat sikloadisi enona–alkena.

Metabolisme

Di dalam tubuh, penelitian in vivo menunjukkan bahwa kedua enantiomer karvona terutama dimetabolisme menjadi asam dihidrokarvonat, asam karvonat, dan uroterpenolon.[25] (–)-Karveol juga dibentuk sebagai produk minor melalui reduksi oleh NADPH. (+)-Karvona juga diubah menjadi (+)-karveol.[26] Hal ini terutama terjadi di hati dan melibatkan sitokrom P450 oksidase dan (+)-trans-karveol dehidrogenase.

Pranala luar

Referensi

  1. Simonsen, J. L. The Terpenes. Cambridge University Press. 1953. Vol. 1. hlm. 394–408.
  2. De Carvalho, C. C. C. R. Carvone: Why and how should one bother to produce this terpene. Food Chemistry. 2006. Vol. 95 (3). hlm. 413–422. doi:10.1016/j.foodchem.2005.01.003.
  3. De Carvalho, C. C. C. R. Carvone: Why and how should one bother to produce this terpene. Food Chemistry. 2006. Vol. 95 (3). hlm. 413–422. doi:10.1016/j.foodchem.2005.01.003.
  4. Simonsen, J. L. The Terpenes. Cambridge University Press. 1953. Vol. 1. hlm. 394–408.
  5. Handwörterbuch der reinen und angewandten Chemie [Concise dictionary of pure and applied chemistry] (Braunschweig, (Germany): Friedrich Vieweg und Sohn, 1849), vol. 4, pages 686-688. [Notes: (1) Varrentrapp purified carvone by mixing oil of caraway with alcohol that had been saturated with hydrogen sulfide and ammonia; the reaction produced a crystalline precipitate, from which carvone could be recovered by adding potassium hydroxide in alcohol to the precipitate, and then adding water; (2) Varrentrapp's empirical formula for carvone is incorrect because chemists at that time used the wrong atomic masses for the elements; e.g., carbon (6 instead of 12).]
  6. Heinrich Goldschmidt and Robert Zürrer (1885) "Ueber das Carvoxim," Berichte der Deutschen Chemischen Gesellschaft, 18 : 1729–1733.
  7. Georg Wagner (1894) "Zur Oxydation cyklischer Verbindungen" (On the oxidation of cyclic compounds), Berichte der Deutschen chemischen Gesellschaft zu Berlin, vol. 27, pages 2270-2276. [Notes: (1) Georg Wagner (1849–1903) is the Germanized form of "Egor Egorovich Vagner", who was born in Russia and worked in Warsaw (See brief biography here.); (2) Wagner did not prove the structure of carvone in this paper; he merely proposed it as plausible; its correctness was proved later.]
  8. De Carvalho, C. C. C. R. Carvone: Why and how should one bother to produce this terpene. Food Chemistry. 2006. Vol. 95 (3). hlm. 413–422. doi:10.1016/j.foodchem.2005.01.003.
  9. De Carvalho, C. C. C. R. Carvone: Why and how should one bother to produce this terpene. Food Chemistry. 2006. Vol. 95 (3). hlm. 413–422. doi:10.1016/j.foodchem.2005.01.003.
  10. Document Display (PURL) NSCEP US EPA. nepis.epa.gov.
  11. Theodore J. Leitereg. Chemical and sensory data supporting the difference between the odors of the enantiomeric carvones. J. Agric. Food Chem. 1971. Vol. 19 (4). hlm. 785–787. doi:10.1021/jf60176a035.
  12. Caterina Morcia. Carvone (Mentha spicata L.) Oils - Essential Oils in Food Preservation, Flavor and Safety - Chapter 35. Essential Oils in Food Preservation, Flavor and Safety. 2016. hlm. 309–316. doi:10.1016/B978-0-12-416641-7.00035-3.
  13. M. Laska. Enantioselectivity of odor perception in squirrel monkeys and humans. American Journal of Physiology. Regulatory, Integrative and Comparative Physiology. 1999. Vol. 277 (4). hlm. R1098–R1103. doi:10.1152/ajpregu.1999.277.4.r1098.
  14. Hornok, L. Cultivation and Processing of Medicinal Plants, John Wiley & Sons, Chichester, UK, 1992.
  15. De Carvalho, C. C. C. R. Carvone: Why and how should one bother to produce this terpene. Food Chemistry. 2006. Vol. 95 (3). hlm. 413–422. doi:10.1016/j.foodchem.2005.01.003.
  16. [1] , Chemical composition of essential oil from several species of mint (Mentha spp.)
  17. Karl-Georg Fahlbusch. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. 2003. doi:10.1002/14356007.a11_141. ISBN 978-3-527-30673-2.
  18. Otis S. Rothenberger. Conversion of (+)-Limonene to (−)-Carvone: An organic laboratory sequence of local interest. Journal of Chemical Education. 1980. Vol. 57 (10). hlm. 741. doi:10.1021/ed057p741.
  19. Karl-Georg Fahlbusch, Franz-Josef Hammerschmidt, Johannes Panten, Wilhelm Pickenhagen, Dietmar Schatkowski, Kurt Bauer, Dorothea Garbe, Horst Surburg "Flavors and Fragrances" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, 2002, Wiley-VCH, Weinheim
  20. Simonsen, J. L. The Terpenes. Cambridge University Press. 1953. Vol. 1. hlm. 394–408.
  21. Simonsen, J. L. The Terpenes. Cambridge University Press. 1953. Vol. 1. hlm. 394–408.
  22. Srikrishna, A. Enantiospecific synthesis of (+)-(1S, 2R, 6S)-1, 2-dimethylbicyclo [4.3. 0 ] nonan-8-one and (−)-7-epibakkenolide-A. Tetrahedron. 1998. Vol. 54 (38). hlm. 11517–11524. doi:10.1016/S0040-4020(98)00672-3.
  23. (a) Shing, T. K. M.; Jiang, Q; Mak, T. C. W. J. Org. Chem. 1998, 63, 2056-2057. (b) Shing, T. K. M.; Tang, Y. J. Chem. Soc. Perkin Trans. 1 1994, 1625
  24. Ciamician, G. Chemische Lichtwirkungen. Ber. 1908. Vol. 41 (2). hlm. 1928. doi:10.1002/cber.19080410272.
  25. Engel, W. In vivo studies on the metabolism of the monoterpenes S-(+)- and R-(−)-carvone in humans using the metabolism of ingestion-correlated amounts (MICA) approach. J. Agric. Food Chem. 2001. Vol. 49 (8). hlm. 4069–4075. doi:10.1021/jf010157q.
  26. Jager, W. Stereoselective metabolism of the monoterpene carvone by rat and human liver microsomes. Journal of Pharmacy and Pharmacology. 2000. Vol. 52 (2). hlm. 191–197. doi:10.1211/0022357001773841.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28400489 (2025-11-10T12:38:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.