Talium(I) iodida: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29345453; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:TlI_structure.png|thumb|right|280px|TlI structure]] | |||
'''Talium(I) iodida''' adalah sebuah [[senyawa kimia|senyawa]] [[senyawa anorganik|anorganik]] dengan [[rumus kimia|rumus]] '''TlI'''. Senyawa ini tidaklah biasa karena merupakan salah satu dari beberapa [[iodida]] logam yang tak larut dalam air, bersama dengan [[Perak iodida|AgI]], [[Tembaga(I) iodida|CuI]], [[Timah(II) iodida|SnI<sub>2</sub>]], [[Timah(IV) iodida|SnI<sub>4</sub>]], [[Timbal(II) iodida|PbI<sub>2</sub>]], dan [[Raksa(II) iodida|HgI<sub>2</sub>]]. | '''Talium(I) iodida''' adalah sebuah [[senyawa kimia|senyawa]] [[senyawa anorganik|anorganik]] dengan [[rumus kimia|rumus]] '''TlI'''. Senyawa ini tidaklah biasa karena merupakan salah satu dari beberapa [[iodida]] logam yang tak larut dalam air, bersama dengan [[Perak iodida|AgI]], [[Tembaga(I) iodida|CuI]], [[Timah(II) iodida|SnI<sub>2</sub>]], [[Timah(IV) iodida|SnI<sub>4</sub>]], [[Timbal(II) iodida|PbI<sub>2</sub>]], dan [[Raksa(II) iodida|HgI<sub>2</sub>]]. | ||
==Kimia== | ==Kimia== | ||
| Baris 5: | Baris 7: | ||
Upaya untuk [[redoks|mengoksidasi]] menjadi talium(III) iodida gagal dilakukan, karena oksidasi akan menghasilkan [[talium triiodida|talium(I) triiodida]], . | Upaya untuk [[redoks|mengoksidasi]] menjadi talium(III) iodida gagal dilakukan, karena oksidasi akan menghasilkan [[talium triiodida|talium(I) triiodida]], . | ||
==Sifat fisik== | ==Sifat fisik== | ||
Pada suhu kamar, memiliki warna kuning dan struktur [[Sistem kristal ortorombik|ortorombik]] yang dapat dianggap sebagai struktur NaCl yang terdistorsi. Struktur yang terdistorsi ini diyakini disebabkan oleh interaksi talium–talium yang menguntungkan, dengan jarak Tl–Tl terdekat adalah 383 pm. Pada suhu 175 °C, bentuk kuning akan berubah menjadi bentuk [[sesium klorida|CsCl]] berwarna merah. Transisi fase ini disertai dengan lonjakan konduktivitas listrik sekitar dua kali lipat. Struktur CsI dapat distabilkan hingga suhu kamar dengan mendoping dengan halida logam lain seperti RbI, CsI, KI, AgI, TlBr, dan TlCl. Dengan demikian, keberadaan pengotor mungkin bertanggung jawab atas koeksistensi fase kubik dan ortorombik pada kondisi sekitar. Di bawah tekanan tinggi, 160 kbar, akan menjadi konduktor metalik. Film setipis beberapa nanometer yang ditumbuhkan pada substrat LiF, NaCl, atau KBr menunjukkan struktur [[halit|garam batu]] kubik. | Pada suhu kamar, memiliki warna kuning dan struktur [[Sistem kristal ortorombik|ortorombik]]<ref>R. P. Lowndes. ''Molecular structure and anharmonicity in thallium iodide''. ''The Journal of Chemical Physics''. 1973. Vol. 58 (1). hlm. 271–278. doi:10.1063/1.1678917.</ref> yang dapat dianggap sebagai struktur NaCl yang terdistorsi. Struktur yang terdistorsi ini diyakini disebabkan oleh interaksi talium–talium yang menguntungkan, dengan jarak Tl–Tl terdekat adalah 383 pm.<ref>Mudring, Anja-Verena. ''Thallium Halides – New Aspects of the Stereochemical Activity of Electron Lone Pairs of Heavier Main-Group Elements''. ''European Journal of Inorganic Chemistry''. 2007. Vol. 2007 (6). hlm. 882–890. doi:10.1002/ejic.200600975.</ref> Pada suhu 175 °C, bentuk kuning akan berubah menjadi bentuk [[sesium klorida|CsCl]] berwarna merah. Transisi fase ini disertai dengan lonjakan konduktivitas listrik sekitar dua kali lipat. Struktur CsI dapat distabilkan hingga suhu kamar dengan mendoping dengan halida logam lain seperti RbI, CsI, KI, AgI, TlBr, dan TlCl.<ref>Saima Sultana. ''Electrical conductivity in TlI–TiO2 composite solid electrolyte''. ''Physica B: Condensed Matter''. 2009. Vol. 404 (1). hlm. 36–40. doi:10.1016/j.physb.2008.10.002.</ref> Dengan demikian, keberadaan pengotor mungkin bertanggung jawab atas koeksistensi fase kubik dan ortorombik pada kondisi sekitar.<ref>R. P. Lowndes. ''Molecular structure and anharmonicity in thallium iodide''. ''The Journal of Chemical Physics''. 1973. Vol. 58 (1). hlm. 271–278. doi:10.1063/1.1678917.</ref> Di bawah tekanan tinggi, 160 kbar, akan menjadi konduktor metalik. Film setipis beberapa nanometer yang ditumbuhkan pada substrat LiF, NaCl, atau KBr menunjukkan struktur [[halit|garam batu]] kubik.<ref>L. G. Schulz. ''Polymorphism of cesium and thallium halides''. ''Acta Crystallographica''. 1951. Vol. 4 (6). hlm. 487–489. doi:10.1107/S0365110X51001641.</ref> | ||
==Aplikasi== | ==Aplikasi== | ||
Pada awalnya, talium(I) iodida ditambahkan pada [[lampu busur]] raksa untuk meningkatkan kinerjanya. Cahaya yang dihasilkan utamanya berada pada bagian hijau-biru dari spektrum cahaya tampak yang paling sedikit diserap oleh air, sehingga lampu ini telah digunakan untuk penerangan bawah air. Di zaman modern, senyawa ini ditambahkan pada lampu halida logam keramik dan kuarsa yang menggunakan senyawa halida [[logam tanah jarang|tanah jarang]] seperti [[disprosium]], untuk meningkatkan efisiensinya dan mendapatkan warna cahaya yang lebih mendekati [[Lokus Planck|lokus benda hitam]]. Talium iodida sendiri dapat digunakan untuk menghasilkan [[lampu halida logam]] berwarna hijau. Talium(I) iodida juga digunakan dalam jumlah kecil dengan [[natrium iodida|NaI]] atau [[sesium iodida|CsI]] untuk menghasilkan [[sintilator]] yang digunakan dalam detektor radiasi. | Pada awalnya, talium(I) iodida ditambahkan pada [[lampu busur]] raksa untuk meningkatkan kinerjanya.<ref>Gilbert H. Reiling. [https://archive.org/details/sim_optical-society-of-america-journal_1964-04_54_4/page/532 Characteristics of Mercury Vapor–Metallic Iodide Arc Lamps]. ''Journal of the Optical Society of America''. 1964. Vol. 54 (4). hlm. 532. doi:10.1364/JOSA.54.000532.</ref> Cahaya yang dihasilkan utamanya berada pada bagian hijau-biru dari spektrum cahaya tampak yang paling sedikit diserap oleh air, sehingga lampu ini telah digunakan untuk penerangan bawah air.<ref>Underwater Journal and information bulletin, IPC Science and Technology Press, (1973), hlm. 245</ref> Di zaman modern, senyawa ini ditambahkan pada lampu halida logam keramik dan kuarsa yang menggunakan senyawa halida [[logam tanah jarang|tanah jarang]] seperti [[disprosium]], untuk meningkatkan efisiensinya dan mendapatkan warna cahaya yang lebih mendekati [[Lokus Planck|lokus benda hitam]]. Talium iodida sendiri dapat digunakan untuk menghasilkan [[lampu halida logam]] berwarna hijau. Talium(I) iodida juga digunakan dalam jumlah kecil dengan [[natrium iodida|NaI]] atau [[sesium iodida|CsI]] untuk menghasilkan [[sintilator]] yang digunakan dalam detektor radiasi. | ||
==Kemunculan alami== | ==Kemunculan alami== | ||
Talium(I) iodida pertama kali ditemukan dalam keadaan alami pada tahun 2017 sebagai poliwujud ortorombik yang disebut mineral nataliyamalikit. Butiran-butiran kecil ditemukan tertanam dalam [[maskagnit]] yang bersumber dari [[fumarol]] di [[Avachinsky]], sebuah gunung berapi di [[Semenanjung Kamchatka]], [[Rusia]] yang dapat mencapai suhu . Para ahli geologi yang menemukannya berspekulasi bahwa penelitian lebih lanjut mengenai mineral ini kemungkinan akan menambah pemahaman mengenai evolusi geokimia planet ini. | Talium(I) iodida pertama kali ditemukan dalam keadaan alami pada tahun 2017 sebagai poliwujud ortorombik yang disebut mineral nataliyamalikit. Butiran-butiran kecil ditemukan tertanam dalam [[maskagnit]] yang bersumber dari [[fumarol]] di [[Avachinsky]], sebuah gunung berapi di [[Semenanjung Kamchatka]], [[Rusia]] yang dapat mencapai suhu . Para ahli geologi yang menemukannya berspekulasi bahwa penelitian lebih lanjut mengenai mineral ini kemungkinan akan menambah pemahaman mengenai evolusi geokimia planet ini.<ref>[https://www.mindat.org/min-47920.html Nataliyamalikite: Mineral information, data and localities]. ''www.mindat.org''.</ref><ref>Natali Anderson. [http://www.sci-news.com/geology/new-mineral-nataliyamalikite-05017.html New Mineral Discovered: Nataliyamalikite]. ''Sci News''. 6 Juli 2017.</ref> | ||
==Keselamatan== | ==Keselamatan== | ||
Seperti semua senyawa talium, talium(I) iodida sangatlah beracun. | Seperti semua senyawa talium, talium(I) iodida sangatlah beracun. | ||
==Sumber terkutip== | ==Sumber terkutip== | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Talium%28I%29+iodida&oldid=29345453 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29345453 (2026-06-14T11:19:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 30 Agustus 2026 04.02
Talium(I) iodida adalah sebuah senyawa anorganik dengan rumus TlI. Senyawa ini tidaklah biasa karena merupakan salah satu dari beberapa iodida logam yang tak larut dalam air, bersama dengan AgI, CuI, SnI2, SnI4, PbI2, dan HgI2.
Kimia
dapat dibentuk dalam larutan berair melalui metatesis garam talium yang dapat larut dengan ion iodida. Ia juga terbentuk sebagai produk sampingan dalam iodinasi fenol yang dipromosikan talium dengan talium(I) asetat.
Upaya untuk mengoksidasi menjadi talium(III) iodida gagal dilakukan, karena oksidasi akan menghasilkan talium(I) triiodida, .
Sifat fisik
Pada suhu kamar, memiliki warna kuning dan struktur ortorombik[1] yang dapat dianggap sebagai struktur NaCl yang terdistorsi. Struktur yang terdistorsi ini diyakini disebabkan oleh interaksi talium–talium yang menguntungkan, dengan jarak Tl–Tl terdekat adalah 383 pm.[2] Pada suhu 175 °C, bentuk kuning akan berubah menjadi bentuk CsCl berwarna merah. Transisi fase ini disertai dengan lonjakan konduktivitas listrik sekitar dua kali lipat. Struktur CsI dapat distabilkan hingga suhu kamar dengan mendoping dengan halida logam lain seperti RbI, CsI, KI, AgI, TlBr, dan TlCl.[3] Dengan demikian, keberadaan pengotor mungkin bertanggung jawab atas koeksistensi fase kubik dan ortorombik pada kondisi sekitar.[4] Di bawah tekanan tinggi, 160 kbar, akan menjadi konduktor metalik. Film setipis beberapa nanometer yang ditumbuhkan pada substrat LiF, NaCl, atau KBr menunjukkan struktur garam batu kubik.[5]
Aplikasi
Pada awalnya, talium(I) iodida ditambahkan pada lampu busur raksa untuk meningkatkan kinerjanya.[6] Cahaya yang dihasilkan utamanya berada pada bagian hijau-biru dari spektrum cahaya tampak yang paling sedikit diserap oleh air, sehingga lampu ini telah digunakan untuk penerangan bawah air.[7] Di zaman modern, senyawa ini ditambahkan pada lampu halida logam keramik dan kuarsa yang menggunakan senyawa halida tanah jarang seperti disprosium, untuk meningkatkan efisiensinya dan mendapatkan warna cahaya yang lebih mendekati lokus benda hitam. Talium iodida sendiri dapat digunakan untuk menghasilkan lampu halida logam berwarna hijau. Talium(I) iodida juga digunakan dalam jumlah kecil dengan NaI atau CsI untuk menghasilkan sintilator yang digunakan dalam detektor radiasi.
Kemunculan alami
Talium(I) iodida pertama kali ditemukan dalam keadaan alami pada tahun 2017 sebagai poliwujud ortorombik yang disebut mineral nataliyamalikit. Butiran-butiran kecil ditemukan tertanam dalam maskagnit yang bersumber dari fumarol di Avachinsky, sebuah gunung berapi di Semenanjung Kamchatka, Rusia yang dapat mencapai suhu . Para ahli geologi yang menemukannya berspekulasi bahwa penelitian lebih lanjut mengenai mineral ini kemungkinan akan menambah pemahaman mengenai evolusi geokimia planet ini.[8][9]
Keselamatan
Seperti semua senyawa talium, talium(I) iodida sangatlah beracun.
Sumber terkutip
Referensi
- ↑ R. P. Lowndes. Molecular structure and anharmonicity in thallium iodide. The Journal of Chemical Physics. 1973. Vol. 58 (1). hlm. 271–278. doi:10.1063/1.1678917.
- ↑ Mudring, Anja-Verena. Thallium Halides – New Aspects of the Stereochemical Activity of Electron Lone Pairs of Heavier Main-Group Elements. European Journal of Inorganic Chemistry. 2007. Vol. 2007 (6). hlm. 882–890. doi:10.1002/ejic.200600975.
- ↑ Saima Sultana. Electrical conductivity in TlI–TiO2 composite solid electrolyte. Physica B: Condensed Matter. 2009. Vol. 404 (1). hlm. 36–40. doi:10.1016/j.physb.2008.10.002.
- ↑ R. P. Lowndes. Molecular structure and anharmonicity in thallium iodide. The Journal of Chemical Physics. 1973. Vol. 58 (1). hlm. 271–278. doi:10.1063/1.1678917.
- ↑ L. G. Schulz. Polymorphism of cesium and thallium halides. Acta Crystallographica. 1951. Vol. 4 (6). hlm. 487–489. doi:10.1107/S0365110X51001641.
- ↑ Gilbert H. Reiling. Characteristics of Mercury Vapor–Metallic Iodide Arc Lamps. Journal of the Optical Society of America. 1964. Vol. 54 (4). hlm. 532. doi:10.1364/JOSA.54.000532.
- ↑ Underwater Journal and information bulletin, IPC Science and Technology Press, (1973), hlm. 245
- ↑ Nataliyamalikite: Mineral information, data and localities. www.mindat.org.
- ↑ Natali Anderson. New Mineral Discovered: Nataliyamalikite. Sci News. 6 Juli 2017.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29345453 (2026-06-14T11:19:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.