Asam vanilat: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29380249; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Asam vanilat''' (atau '''asam 4-hidroksi-3-metoksibenzoat''') adalah turunan [[asam dihidroksibenzoat]] yang digunakan sebagai bahan perasa. Senyawa ini merupakan bentuk [[redoks|teroksidasi]] dari [[vanilin]]. Senyawa ini juga merupakan zat perantara dalam produksi vanilin dari [[asam ferulat]]. | [[File:Kwas_wanilinowy.svg|thumb|right|280px|Kwas wanilinowy]] | ||
'''Asam vanilat''' (atau '''asam 4-hidroksi-3-metoksibenzoat''') adalah turunan [[asam dihidroksibenzoat]] yang digunakan sebagai bahan perasa. Senyawa ini merupakan bentuk [[redoks|teroksidasi]] dari [[vanilin]]. Senyawa ini juga merupakan zat perantara dalam produksi vanilin dari [[asam ferulat]].<ref>''A two-step bioconversion process for vanillin production from ferulic acid combining Aspergillus niger and Pycnoporus cinnabarinus''. ''J. Biotechnol''. October 1996. Vol. 50 (2–3). hlm. 107–113. doi:10.1016/0168-1656(96)01552-0.</ref><ref>''Bioconversion of ferulic acid into vanillic acid by means of a vanillate-negative mutant of Pseudomonas fluorescens strain BF13''. ''Appl. Environ. Microbiol''. June 2000. Vol. 66 (6). hlm. 2311–2317. doi:10.1128/AEM.66.6.2311-2317.2000.</ref> | |||
==Keberadaan di alam== | ==Keberadaan di alam== | ||
Jumlah asam vanilat tertinggi dalam tumbuhan yang diketahui sejauh ini ditemukan di akar ''[[Dong quai|Angelica sinensis]]'', suatu tumbuhan asli Cina, yang digunakan dalam pengobatan tradisional Cina. | Jumlah asam vanilat tertinggi dalam tumbuhan yang diketahui sejauh ini ditemukan di akar ''[[Dong quai|Angelica sinensis]]'',<ref>Duke, JA. [http://www.ars-grin.gov/cgi-bin/duke/chemical.pl?VANILICACID Handbook of phytochemical constituents of GRAS herbs and other economic plants]. CRC Press, 999 edition. 1992. ISBN 978-0-8493-3865-6.</ref> suatu tumbuhan asli Cina, yang digunakan dalam pengobatan tradisional Cina. | ||
===Keberadaan dalam makanan=== | ===Keberadaan dalam makanan=== | ||
[[Minyak açaí]], yang diperoleh dari buah pohon [[palem açaí]] (''Euterpe oleracea''), kaya akan asam vanilat (1616±94 mg/kg). Senyawa ini juga ditemukan dalam [[minuman anggur|wine]] dan [[cuka (bumbu masak)|cuka]]. | [[Minyak açaí]], yang diperoleh dari buah pohon [[palem açaí]] (''Euterpe oleracea''), kaya akan asam vanilat (1616±94 mg/kg).<ref>''Chemical composition, antioxidant properties, and thermal stability of a phytochemical enriched oil from Açaí (''Euterpe oleracea'' Mart.)''. ''J Agric Food Chem''. Jun 2008. Vol. 56 (12). hlm. 4631–4636. doi:10.1021/jf800161u.</ref> Senyawa ini juga ditemukan dalam [[minuman anggur|wine]] dan [[cuka (bumbu masak)|cuka]].<ref>Miguel Carrero Gálvez. ''Analysis of polyphenolic compounds of different vinegar samples''. ''Zeitschrift für Lebensmittel-Untersuchung und -Forschung''. 1994. Vol. 199. hlm. 29–31. doi:10.1007/BF01192948.</ref> | ||
==Metabolisme== | ==Metabolisme== | ||
Asam vanilat adalah salah satu [[metabolit]] [[katekin]] utama yang ditemukan pada manusia setelah mengonsumsi infus [[teh hijau]]. | Asam vanilat adalah salah satu [[metabolit]] [[katekin]] utama yang ditemukan pada manusia setelah mengonsumsi infus [[teh hijau]].<ref>P. G. Pietta. ''Catechin metabolites after intake of green tea infusions''. ''BioFactors''. 1998. Vol. 8 (1–2). hlm. 111–8. doi:10.1002/biof.5520080119.</ref> | ||
==Sintesis== | ==Sintesis== | ||
Asam vanilat dapat diperoleh dari oksidasi [[vanilin]] oleh berbagai agen pengoksidasi. | Asam vanilat dapat diperoleh dari oksidasi [[vanilin]] oleh berbagai agen pengoksidasi. | ||
==Referensi== | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+vanilat&oldid=29380249 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29380249 (2026-06-23T14:03:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 30 Agustus 2026 04.06
Asam vanilat (atau asam 4-hidroksi-3-metoksibenzoat) adalah turunan asam dihidroksibenzoat yang digunakan sebagai bahan perasa. Senyawa ini merupakan bentuk teroksidasi dari vanilin. Senyawa ini juga merupakan zat perantara dalam produksi vanilin dari asam ferulat.[1][2]
Keberadaan di alam
Jumlah asam vanilat tertinggi dalam tumbuhan yang diketahui sejauh ini ditemukan di akar Angelica sinensis,[3] suatu tumbuhan asli Cina, yang digunakan dalam pengobatan tradisional Cina.
Keberadaan dalam makanan
Minyak açaí, yang diperoleh dari buah pohon palem açaí (Euterpe oleracea), kaya akan asam vanilat (1616±94 mg/kg).[4] Senyawa ini juga ditemukan dalam wine dan cuka.[5]
Metabolisme
Asam vanilat adalah salah satu metabolit katekin utama yang ditemukan pada manusia setelah mengonsumsi infus teh hijau.[6]
Sintesis
Asam vanilat dapat diperoleh dari oksidasi vanilin oleh berbagai agen pengoksidasi.
Referensi
- ↑ A two-step bioconversion process for vanillin production from ferulic acid combining Aspergillus niger and Pycnoporus cinnabarinus. J. Biotechnol. October 1996. Vol. 50 (2–3). hlm. 107–113. doi:10.1016/0168-1656(96)01552-0.
- ↑ Bioconversion of ferulic acid into vanillic acid by means of a vanillate-negative mutant of Pseudomonas fluorescens strain BF13. Appl. Environ. Microbiol. June 2000. Vol. 66 (6). hlm. 2311–2317. doi:10.1128/AEM.66.6.2311-2317.2000.
- ↑ Duke, JA. Handbook of phytochemical constituents of GRAS herbs and other economic plants. CRC Press, 999 edition. 1992. ISBN 978-0-8493-3865-6.
- ↑ Chemical composition, antioxidant properties, and thermal stability of a phytochemical enriched oil from Açaí (Euterpe oleracea Mart.). J Agric Food Chem. Jun 2008. Vol. 56 (12). hlm. 4631–4636. doi:10.1021/jf800161u.
- ↑ Miguel Carrero Gálvez. Analysis of polyphenolic compounds of different vinegar samples. Zeitschrift für Lebensmittel-Untersuchung und -Forschung. 1994. Vol. 199. hlm. 29–31. doi:10.1007/BF01192948.
- ↑ P. G. Pietta. Catechin metabolites after intake of green tea infusions. BioFactors. 1998. Vol. 8 (1–2). hlm. 111–8. doi:10.1002/biof.5520080119.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29380249 (2026-06-23T14:03:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.