Lompat ke isi

Lepa-lepa: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27432908; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Lepa-lepa''' adalah kano tradisional dari bagian timur kepulauan [[Indonesia]] terutama di perairan [[Makassar]]. Ia adalah kapal nelayan jarak pendek, tetapi mereka juga dapat digunakan untuk pelayaran antar pulau. Lepa-lepa sangat Legendaris di [[Suku Makassar|masyarakat Makassar]], baik itu sebuah alat transportasi Air, pesan leluhur. Terdapat pula nama Kampung Lepa Lepa di [[Galesong, Takalar|Galesong - Takalar]], juga warisan Pelaut Makassar di Australia utara yang bernama Lipa-Lipa ([[Yolngu]]) yang tersimpan saat ini di Museum Maritim [[Darwin, Wilayah Utara|Darwin, Australia]]. Dan kini Lipa-Lipa (Lepa-lepa) merupakan satu di antara 250 bahasa warisan Makassar kepada masyarakat Yolngu di Aborigin Australia.
[[File:Lepa-lepa_race_Pambusuang.jpg|thumb|right|280px|Lepa-lepa race Pambusuang]]


Mereka sudah ada sejak setidaknya tahun 1500. Perahu menjadi alat transportasi masyarakat di [[Indonesia]] terutama di dekat perairan dangkal dan Sungai sertai dipulau Pulau kecil yang ada di Nusantara
'''Lepa-lepa''' adalah kano tradisional dari bagian timur kepulauan [[Indonesia]] terutama di perairan [[Makassar]]. Ia adalah kapal nelayan jarak pendek, tetapi mereka juga dapat digunakan untuk pelayaran antar pulau. Lepa-lepa sangat Legendaris di [[Suku Makassar|masyarakat Makassar]], baik itu sebuah alat transportasi Air, pesan leluhur. Terdapat pula nama Kampung Lepa Lepa di [[Galesong, Takalar|Galesong - Takalar]], juga warisan Pelaut Makassar di Australia utara yang bernama Lipa-Lipa ([[Yolngu]]) yang tersimpan saat ini di Museum Maritim [[Darwin, Wilayah Utara|Darwin, Australia]]. Dan kini Lipa-Lipa (Lepa-lepa) merupakan satu di antara 250 bahasa warisan Makassar kepada masyarakat Yolngu di Aborigin Australia.<ref>Ellen (2003). p. 156.</ref> 
 
Mereka sudah ada sejak setidaknya tahun 1500.<ref>Ellen (2003). p. 150.</ref> Perahu menjadi alat transportasi masyarakat di [[Indonesia]] terutama di dekat perairan dangkal dan Sungai sertai dipulau Pulau kecil yang ada di Nusantara <ref>Ellen (2003). p. 156.</ref>


== Deskripsi ==
== Deskripsi ==
 
Sampan lepa-lepa tradisional terbuat dari sepotong kayu berlubang ([[Perahu lesung|dasar perahu lesung]]). Kayunya bisa dari berbagai ukuran. Mereka dapat digunakan dengan atau tanpa layar, karena mereka dapat didorong dengan dayung pendek (disebut ''wosa'' dalam bahasa asli) dan galah penolak (''doan'').<ref>Ellen (2003). p. 156.</ref><ref>Ellen (2003). p. 154.</ref> Beberapa dari mereka mungkin dilengkapi dengan cadik ganda. Lepa-lepa dapat diperbesar dengan menambahkan papan tambahan ke bagian sisinya. Sebuah perahu yang telah ditambahkan dengan haluan kalulis disebut '''lepa-lepa [[kalulis]]'''. Layar yang digunakan berasal dari jenis [[Gunter|nade]], gap, dan [[Layar tanja|tanja]]. Setelah 1980-an lepa-lepa mulai dimodernisasi dengan menambahkan mesin tempel.<ref>Ellen (2003). p. 156.</ref> Lepa-lepa modern dibuat dari ''fiberglass''.<ref>[https://www.antarafoto.com:443/bisnis/v1357966208/perahu-lepa-lepa Perahu Lepa Lepa]. ''www.antarafoto.com''.</ref> Panjang lepa-lepa sekitar 3,4–9,3 m, dengan lebar 40–80 cm, dan kedalaman 30–55 cm.<ref>Ellen (2003). p. 156.</ref>
Sampan lepa-lepa tradisional terbuat dari sepotong kayu berlubang ([[Perahu lesung|dasar perahu lesung]]). Kayunya bisa dari berbagai ukuran. Mereka dapat digunakan dengan atau tanpa layar, karena mereka dapat didorong dengan dayung pendek (disebut ''wosa'' dalam bahasa asli) dan galah penolak (''doan''). Beberapa dari mereka mungkin dilengkapi dengan cadik ganda. Lepa-lepa dapat diperbesar dengan menambahkan papan tambahan ke bagian sisinya. Sebuah perahu yang telah ditambahkan dengan haluan kalulis disebut '''lepa-lepa [[kalulis]]'''. Layar yang digunakan berasal dari jenis [[Gunter|nade]], gap, dan [[Layar tanja|tanja]]. Setelah 1980-an lepa-lepa mulai dimodernisasi dengan menambahkan mesin tempel. Lepa-lepa modern dibuat dari ''fiberglass''. Panjang lepa-lepa sekitar 3,4–9,3 m, dengan lebar 40–80 cm, dan kedalaman 30–55 cm.


== Peran ==
== Peran ==
Lepa-lepa utamanya digunakan untuk memancing. Mereka juga digunakan untuk mengangkut, seperti mengangkut produk perdagangan ([[Teripang]], ikan, sayuran hijau), dan mengangkut orang-orang. Lepa-lepa cocok untuk bermanuver melalui selat dangkal yang sempit menggunakan kombinasi galah dan dayung. Namun saat ini, tidak dianggap layak untuk berlayar atau mendayung untuk jarak yang jauh menggunakan lepa-lepa, dan lepa-lepa bermotor lebih sering digunakan.
Lepa-lepa utamanya digunakan untuk memancing. Mereka juga digunakan untuk mengangkut, seperti mengangkut produk perdagangan ([[Teripang]], ikan, sayuran hijau), dan mengangkut orang-orang. Lepa-lepa cocok untuk bermanuver melalui selat dangkal yang sempit menggunakan kombinasi galah dan dayung. Namun saat ini, tidak dianggap layak untuk berlayar atau mendayung untuk jarak yang jauh menggunakan lepa-lepa, dan lepa-lepa bermotor lebih sering digunakan.<ref>Ellen (2003). p. 156.</ref>


== Lihat juga ==
== Lihat juga ==
* [[Hubungan nelayan Makassar dengan Australia]]
* [[Hubungan nelayan Makassar dengan Australia]]
* [[Patorani]]
* [[Patorani]]  
* [[Suku Makassar]]
* [[Suku Makassar]]
* [[Yolngu]]
* [[Yolngu]]
* [[Galesong, Takalar|Galesong]]
* [[Galesong, Takalar|Galesong]]
* [[Pribumi-Australia|Aborigin]]
* [[Pribumi-Australia|Aborigin]]
== Referensi ==


== Bacaan lanjutan ==
== Bacaan lanjutan ==
* Ellen, R. F. (2003). ''On the Edge of the Banda Zone: Past and Present in the Social Organization of a Moluccan Trading Network''. University of Hawaii Press.
* Ellen, R. F. (2003). ''On the Edge of the Banda Zone: Past and Present in the Social Organization of a Moluccan Trading Network''. University of Hawaii Press.


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lepa-lepa&oldid=27432908 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27432908 (2025-06-20T01:50:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lepa-lepa&oldid=27432908 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27432908 (2025-06-20T01:50:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 30 Agustus 2026 04.13

Lepa-lepa race Pambusuang

Lepa-lepa adalah kano tradisional dari bagian timur kepulauan Indonesia terutama di perairan Makassar. Ia adalah kapal nelayan jarak pendek, tetapi mereka juga dapat digunakan untuk pelayaran antar pulau. Lepa-lepa sangat Legendaris di masyarakat Makassar, baik itu sebuah alat transportasi Air, pesan leluhur. Terdapat pula nama Kampung Lepa Lepa di Galesong - Takalar, juga warisan Pelaut Makassar di Australia utara yang bernama Lipa-Lipa (Yolngu) yang tersimpan saat ini di Museum Maritim Darwin, Australia. Dan kini Lipa-Lipa (Lepa-lepa) merupakan satu di antara 250 bahasa warisan Makassar kepada masyarakat Yolngu di Aborigin Australia.[1]

Mereka sudah ada sejak setidaknya tahun 1500.[2] Perahu menjadi alat transportasi masyarakat di Indonesia terutama di dekat perairan dangkal dan Sungai sertai dipulau Pulau kecil yang ada di Nusantara [3]

Deskripsi

Sampan lepa-lepa tradisional terbuat dari sepotong kayu berlubang (dasar perahu lesung). Kayunya bisa dari berbagai ukuran. Mereka dapat digunakan dengan atau tanpa layar, karena mereka dapat didorong dengan dayung pendek (disebut wosa dalam bahasa asli) dan galah penolak (doan).[4][5] Beberapa dari mereka mungkin dilengkapi dengan cadik ganda. Lepa-lepa dapat diperbesar dengan menambahkan papan tambahan ke bagian sisinya. Sebuah perahu yang telah ditambahkan dengan haluan kalulis disebut lepa-lepa kalulis. Layar yang digunakan berasal dari jenis nade, gap, dan tanja. Setelah 1980-an lepa-lepa mulai dimodernisasi dengan menambahkan mesin tempel.[6] Lepa-lepa modern dibuat dari fiberglass.[7] Panjang lepa-lepa sekitar 3,4–9,3 m, dengan lebar 40–80 cm, dan kedalaman 30–55 cm.[8]

Peran

Lepa-lepa utamanya digunakan untuk memancing. Mereka juga digunakan untuk mengangkut, seperti mengangkut produk perdagangan (Teripang, ikan, sayuran hijau), dan mengangkut orang-orang. Lepa-lepa cocok untuk bermanuver melalui selat dangkal yang sempit menggunakan kombinasi galah dan dayung. Namun saat ini, tidak dianggap layak untuk berlayar atau mendayung untuk jarak yang jauh menggunakan lepa-lepa, dan lepa-lepa bermotor lebih sering digunakan.[9]

Lihat juga

Bacaan lanjutan

  • Ellen, R. F. (2003). On the Edge of the Banda Zone: Past and Present in the Social Organization of a Moluccan Trading Network. University of Hawaii Press.

Referensi

  1. Ellen (2003). p. 156.
  2. Ellen (2003). p. 150.
  3. Ellen (2003). p. 156.
  4. Ellen (2003). p. 156.
  5. Ellen (2003). p. 154.
  6. Ellen (2003). p. 156.
  7. Perahu Lepa Lepa. www.antarafoto.com.
  8. Ellen (2003). p. 156.
  9. Ellen (2003). p. 156.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27432908 (2025-06-20T01:50:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.