Lompat ke isi

Sampah laut: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28127601; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Sampah laut''' adalah [[sampah]] buatan manusia yang terlepas ke [[laut]]an atau [[samudra]], baik secara disengaja maupun tidak. Sampah mengambang cenderung terkumpul di tengah-tengah [[pusaran samudra]] dan daerah [[pesisir]]. Sampah ini biasanya terhempas ke daratan dan menjadi sampah pantai yang terbawa arus pasang.
[[File:Sampah_laut_di_Probolinggo.jpg|thumb|right|280px|Sampah laut di Probolinggo]]


Meningkatnya penggunaan plastik di kehidupan manusia menjadi sebuah persoalan karena banyak bahan plastik yang tidak dapat [[Biodegradasi|terurai secara alami]]. Plastik yang terkatung-katung di perairan menjadi ancaman serius untuk makhluk hidup yang tinggal di kawasan tersebut, seperti ikan, burung camar, reptil dsb. serta menjadi ancaman pula untuk kegiatan angkutan laut dan pesisir. Sampah plastik adalah jenis sampah paling besar yang terkandung dalam sampah laut.
'''Sampah laut''' adalah [[sampah]] buatan manusia yang terlepas ke [[laut]]an atau [[samudra]], baik secara disengaja maupun tidak. Sampah mengambang cenderung terkumpul di tengah-tengah [[pusaran samudra]] dan daerah [[pesisir]].<ref>Gary Strieker. [http://www.cnn.com/TECH/science/9807/28/toxic.seabirds/ Pollution invades small Pacific island]. CNN. 28 July 1998.</ref> Sampah ini biasanya terhempas ke daratan dan menjadi sampah pantai yang terbawa arus pasang.
 
Meningkatnya penggunaan plastik di kehidupan manusia menjadi sebuah persoalan karena banyak bahan plastik yang tidak dapat [[Biodegradasi|terurai secara alami]].<ref>Rachel Graham. [https://www.euronews.com/living/2019/07/10/watch-italy-s-answer-to-the-problem-with-plastic Euronews Living | Watch: Italy's answer to the problem with plastic]. ''living''. 10 July 2019.</ref> Plastik yang terkatung-katung di perairan menjadi ancaman serius untuk makhluk hidup yang tinggal di kawasan tersebut, seperti ikan, burung camar, reptil dsb. serta menjadi ancaman pula untuk kegiatan angkutan laut dan pesisir.<ref>[http://marinedebris.noaa.gov/marinedebris101 Facts about marine debris]. US NOAA.</ref> Sampah plastik adalah jenis sampah paling besar yang terkandung dalam sampah laut.<ref>Kementerian Kelautan dan Perikanan DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT. [https://kkp.go.id/djprl/p4k/page/1994-sampah-laut-marine-debris Sampah Laut].</ref>


== Jenis-jenis ==
== Jenis-jenis ==
Beberapa jenis sampah laut yang dilansir situs Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia., antara lain:
Beberapa jenis sampah laut yang dilansir situs Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia., antara lain:<ref>Kementerian Kelautan dan Perikanan DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT. [https://kkp.go.id/djprl/p4k/page/1994-sampah-laut-marine-debris Sampah Laut].</ref>


* '''Plastik''', mencakup beragam materi polimer sintetis, termasuk jaring ikan, tali, pelampung dan perlengkapan penangkapan ikan lain; barang-barang konsumen keseharian, seperti kantong plastik, botol plastik, kemasan plastik, mainan plastik, wadah tampon; popok; barang-barang untuk merokok, seperti puntung rokok, korek api, pucuk cerutu; butir resin plastik; partikel plastik mikro;
* '''Plastik''', mencakup beragam materi polimer sintetis, termasuk jaring ikan, tali, pelampung dan perlengkapan penangkapan ikan lain; barang-barang konsumen keseharian, seperti kantong plastik, botol plastik, kemasan plastik, mainan plastik, wadah tampon; popok; barang-barang untuk merokok, seperti puntung rokok, korek api, pucuk cerutu; butir resin plastik; partikel plastik mikro;
Baris 14: Baris 16:
* '''Pakaian dan tekstil''', termasuk sepatu, bahan perabot, dan handuk.
* '''Pakaian dan tekstil''', termasuk sepatu, bahan perabot, dan handuk.


== Catatan kaki ==
== Referensi ==
<references />


<br />
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sampah+laut&oldid=28127601 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28127601 (2025-10-22T07:42:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


 
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
== Sumber dan atribusi ==
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sampah+laut&oldid=28127601 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28127601 (2025-10-22T07:42:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 30 Agustus 2026 04.14

Berkas:Sampah laut di Probolinggo.jpg
Sampah laut di Probolinggo

Sampah laut adalah sampah buatan manusia yang terlepas ke lautan atau samudra, baik secara disengaja maupun tidak. Sampah mengambang cenderung terkumpul di tengah-tengah pusaran samudra dan daerah pesisir.[1] Sampah ini biasanya terhempas ke daratan dan menjadi sampah pantai yang terbawa arus pasang.

Meningkatnya penggunaan plastik di kehidupan manusia menjadi sebuah persoalan karena banyak bahan plastik yang tidak dapat terurai secara alami.[2] Plastik yang terkatung-katung di perairan menjadi ancaman serius untuk makhluk hidup yang tinggal di kawasan tersebut, seperti ikan, burung camar, reptil dsb. serta menjadi ancaman pula untuk kegiatan angkutan laut dan pesisir.[3] Sampah plastik adalah jenis sampah paling besar yang terkandung dalam sampah laut.[4]

Jenis-jenis

Beberapa jenis sampah laut yang dilansir situs Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia., antara lain:[5]

  • Plastik, mencakup beragam materi polimer sintetis, termasuk jaring ikan, tali, pelampung dan perlengkapan penangkapan ikan lain; barang-barang konsumen keseharian, seperti kantong plastik, botol plastik, kemasan plastik, mainan plastik, wadah tampon; popok; barang-barang untuk merokok, seperti puntung rokok, korek api, pucuk cerutu; butir resin plastik; partikel plastik mikro;
  • Logam, termasuk kaleng minuman, kaleng aerosol, pembungkus kertas timah dan pembakar (barbeque) sekali pakai;
  • Gelas, termasuk botol, bola lampu;
  • Kayu olahan, termasuk palet, krat/peti, dan papan kayu;
  • Kertas dan kardus, termasuk karton, gelas, dan kantong;
  • Karet, termasuk ban, balon, dan sarung tangan;
  • Pakaian dan tekstil, termasuk sepatu, bahan perabot, dan handuk.

Referensi

  1. Gary Strieker. Pollution invades small Pacific island. CNN. 28 July 1998.
  2. Rachel Graham. Euronews Living | Watch: Italy's answer to the problem with plastic. living. 10 July 2019.
  3. Facts about marine debris. US NOAA.
  4. Kementerian Kelautan dan Perikanan DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT. Sampah Laut.
  5. Kementerian Kelautan dan Perikanan DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT. Sampah Laut.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28127601 (2025-10-22T07:42:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.