Resep dokter: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29456829; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Resep dokter''' () adalah [[dokumen]] yang bersifat legal berisi permintaan tertulis dari seorang [[dokter]] kepada [[apoteker]] sebagai sarana untuk mempersiapkan atau memberikan [[obat]] kepada [[pasien]] sesuai hasil pemeriksaan. Resep harus dibuat berdasarkan kebutuhan pasien setelah dokter memutuskan hasil pemeriksaan [[medis]] atau [[diagnosis]]. Secara [[hukum]], yang bisa mengeluarkan resep hanya [[dokter umum]], [[dokter gigi]], dan [[dokter spesialis]]. Dalam resep, dokter akan menuliskan nama obat yang harus dibawa pulang, [[dosis]] konsumsi obat dan cara penggunaan secara spesifik. Selain itu, dokter juga pasti menulis banyaknya obat yang harus diresepkan untuk bisa ditebus kembali jika keluhan pasien masih berlanjut setelah obat habis. | [[File:Old_prescription_in_exposition_History_of_pharmacies_in_Kuks_Hospital_in_Kuks,_Trutnov_District.jpg|thumb|right|280px|Old prescription in exposition History of pharmacies in Kuks Hospital in Kuks, Trutnov District]] | ||
'''Resep dokter''' () adalah [[dokumen]] yang bersifat legal berisi permintaan tertulis dari seorang [[dokter]] kepada [[apoteker]] sebagai sarana untuk mempersiapkan atau memberikan [[obat]] kepada [[pasien]] sesuai hasil pemeriksaan. Resep harus dibuat berdasarkan kebutuhan pasien setelah dokter memutuskan hasil pemeriksaan [[medis]] atau [[diagnosis]]. Secara [[hukum]], yang bisa mengeluarkan resep hanya [[dokter umum]], [[dokter gigi]], dan [[dokter spesialis]].<ref>(Ditinjau oleh dr. Sienny Agustin) Redaktur. [https://www.alodokter.com/informasi-seputar-resep-dokter-yang-perlu-anda-ketahui Informasi Seputar Resep Dokter yang Perlu Anda Ketahui]. ''Alodokter''. 2019-02-28.</ref> Dalam resep, dokter akan menuliskan nama obat yang harus dibawa pulang, [[dosis]] konsumsi obat dan cara penggunaan secara spesifik. Selain itu, dokter juga pasti menulis banyaknya obat yang harus diresepkan untuk bisa ditebus kembali jika keluhan pasien masih berlanjut setelah obat habis.<ref>Asni Harismi. [https://www.sehatq.com/artikel/cara-membaca-resep-dokter-ternyata-bisa-dipelajari Ternyata Tidak Sulit, Begini Cara Membaca Resep Dokter bagi Kalangan Awam]. ''SehatQ''. 2020-08-28.</ref> | |||
== Legalitas obat == | == Legalitas obat == | ||
Resep dokter digunakan sebagai sarana legalitas obat untuk menyembuhkan [[penyakit]]. Dalam resep dokter dan kemasan obat yang harus digunakan biasanya tertulis singkatan '''Rx'<nowiki/>''. '''''Tulisan ini merupakan kependekan dari kata ''recipe'' yang berasal dari bahasa Latin. Setelah dokter merumuskan obat tertentu untuk menyembuhkan penyakit, kemudian obat tersebut disiapkan oleh [[apoteker]]. Selain itu, biasanya tulisan resep dokter susah dibaca atau dipahami oleh masyarakat awam selain apoteker. Hal ini dilakukan karena berkaitan dengan [[volume]] [[aktivitas]]. Cepatnya layanan yang harus dilakukan oleh seorang tenaga [[kesehatan]] tak dibarengi dengan kecepatan pada jari jemarinya dalam menulis resep sehingga kadang penulisannya begitu susah dibaca [[masyarakat]]. Tapi, di luar itu semua apoteker tidak akan meragukan kembali apa yang telah ditulis dalam resep karena pada dasarnya apoteker sudah mengetahui apa yang harus diberikan kepada pasien hasil dari konsultasi dengan dokter''.'' | Resep dokter digunakan sebagai sarana legalitas obat untuk menyembuhkan [[penyakit]]. Dalam resep dokter dan kemasan obat yang harus digunakan biasanya tertulis singkatan '''Rx'<nowiki/>''. '''''Tulisan ini merupakan kependekan dari kata ''recipe'' yang berasal dari bahasa Latin. Setelah dokter merumuskan obat tertentu untuk menyembuhkan penyakit, kemudian obat tersebut disiapkan oleh [[apoteker]].<ref>Avisena Ashari. [https://bobo.grid.id/read/081752979/mengapa-ada-obat-yang-memerlukan-resep-dokter-dan-ada-yang-bisa-langsung-dibeli Mengapa Ada Obat yang Memerlukan Resep Dokter dan Ada yang Bisa Langsung Dibeli? - Bobo]. ''bobo.grid.id''. 2019-06-2019.</ref> Selain itu, biasanya tulisan resep dokter susah dibaca atau dipahami oleh masyarakat awam selain apoteker. Hal ini dilakukan karena berkaitan dengan [[volume]] [[aktivitas]]. Cepatnya layanan yang harus dilakukan oleh seorang tenaga [[kesehatan]] tak dibarengi dengan kecepatan pada jari jemarinya dalam menulis resep sehingga kadang penulisannya begitu susah dibaca [[masyarakat]]. Tapi, di luar itu semua apoteker tidak akan meragukan kembali apa yang telah ditulis dalam resep karena pada dasarnya apoteker sudah mengetahui apa yang harus diberikan kepada pasien hasil dari konsultasi dengan dokter''.<ref>Qommaria Rostanti. [https://republika.co.id/share/r2pn8q425 Alasan Tulisan Resep Dokter Sulit Dibaca]. ''Republika Online''. 2021-11-17.</ref>'' | ||
== Komponen == | == Komponen == | ||
Standardisasi penulisan resep harus terdiri dari ''inscriptio, praescriptio, signatura'' dan ''subcriptio''. ''Inscriptio'' mencakup nama dokter, alamat dokter, nama [[kota]] dan [[tanggal]] penulisan resep. ''Praescriptio'' terdiri dari nama, jumlah dan dosis obat yang diberikan, cara pembuatan atau bentuk obat yang sesuai dengan resep. ''Signatura'' adalah aturan pakai obat, nama obat, [[umur]] dan berat badan pasien. Sedangkan paraf atau tanda tangan dokter merupakan ''subscriptio'' yang menjadi suatu resep dianggap otentik. Setiap resep dimulai dengan tulisan '''Rx'''' dan diakhiri dengan [[paraf]] atau tanda tangan dokter. | Standardisasi penulisan resep harus terdiri dari ''inscriptio, praescriptio, signatura'' dan ''subcriptio''. ''Inscriptio'' mencakup nama dokter, alamat dokter, nama [[kota]] dan [[tanggal]] penulisan resep. ''Praescriptio'' terdiri dari nama, jumlah dan dosis obat yang diberikan, cara pembuatan atau bentuk obat yang sesuai dengan resep. ''Signatura'' adalah aturan pakai obat, nama obat, [[umur]] dan berat badan pasien. Sedangkan paraf atau tanda tangan dokter merupakan ''subscriptio'' yang menjadi suatu resep dianggap otentik. Setiap resep dimulai dengan tulisan '''Rx'''' dan diakhiri dengan [[paraf]] atau tanda tangan dokter.<ref>Rahmatini. [http://jurnalmka.fk.unand.ac.id/index.php/art/article/view/52/49 Agar Penulisan Resep Tetap Up to Date]. ''Majalah Kedokteran Andalas''. 2009. Vol. 33 (2). hlm. 103.</ref> | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Resep+dokter&oldid=29456829 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29456829 (2026-07-14T08:05:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 18.00

Resep dokter () adalah dokumen yang bersifat legal berisi permintaan tertulis dari seorang dokter kepada apoteker sebagai sarana untuk mempersiapkan atau memberikan obat kepada pasien sesuai hasil pemeriksaan. Resep harus dibuat berdasarkan kebutuhan pasien setelah dokter memutuskan hasil pemeriksaan medis atau diagnosis. Secara hukum, yang bisa mengeluarkan resep hanya dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis.[1] Dalam resep, dokter akan menuliskan nama obat yang harus dibawa pulang, dosis konsumsi obat dan cara penggunaan secara spesifik. Selain itu, dokter juga pasti menulis banyaknya obat yang harus diresepkan untuk bisa ditebus kembali jika keluhan pasien masih berlanjut setelah obat habis.[2]
Legalitas obat
Resep dokter digunakan sebagai sarana legalitas obat untuk menyembuhkan penyakit. Dalam resep dokter dan kemasan obat yang harus digunakan biasanya tertulis singkatan Rx'. Tulisan ini merupakan kependekan dari kata recipe yang berasal dari bahasa Latin. Setelah dokter merumuskan obat tertentu untuk menyembuhkan penyakit, kemudian obat tersebut disiapkan oleh apoteker.[3] Selain itu, biasanya tulisan resep dokter susah dibaca atau dipahami oleh masyarakat awam selain apoteker. Hal ini dilakukan karena berkaitan dengan volume aktivitas. Cepatnya layanan yang harus dilakukan oleh seorang tenaga kesehatan tak dibarengi dengan kecepatan pada jari jemarinya dalam menulis resep sehingga kadang penulisannya begitu susah dibaca masyarakat. Tapi, di luar itu semua apoteker tidak akan meragukan kembali apa yang telah ditulis dalam resep karena pada dasarnya apoteker sudah mengetahui apa yang harus diberikan kepada pasien hasil dari konsultasi dengan dokter.[4]
Komponen
Standardisasi penulisan resep harus terdiri dari inscriptio, praescriptio, signatura dan subcriptio. Inscriptio mencakup nama dokter, alamat dokter, nama kota dan tanggal penulisan resep. Praescriptio terdiri dari nama, jumlah dan dosis obat yang diberikan, cara pembuatan atau bentuk obat yang sesuai dengan resep. Signatura adalah aturan pakai obat, nama obat, umur dan berat badan pasien. Sedangkan paraf atau tanda tangan dokter merupakan subscriptio yang menjadi suatu resep dianggap otentik. Setiap resep dimulai dengan tulisan Rx' dan diakhiri dengan paraf atau tanda tangan dokter.[5]
Referensi
- ↑ (Ditinjau oleh dr. Sienny Agustin) Redaktur. Informasi Seputar Resep Dokter yang Perlu Anda Ketahui. Alodokter. 2019-02-28.
- ↑ Asni Harismi. Ternyata Tidak Sulit, Begini Cara Membaca Resep Dokter bagi Kalangan Awam. SehatQ. 2020-08-28.
- ↑ Avisena Ashari. Mengapa Ada Obat yang Memerlukan Resep Dokter dan Ada yang Bisa Langsung Dibeli? - Bobo. bobo.grid.id. 2019-06-2019.
- ↑ Qommaria Rostanti. Alasan Tulisan Resep Dokter Sulit Dibaca. Republika Online. 2021-11-17.
- ↑ Rahmatini. Agar Penulisan Resep Tetap Up to Date. Majalah Kedokteran Andalas. 2009. Vol. 33 (2). hlm. 103.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29456829 (2026-07-14T08:05:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.